- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Marinir dan Kopasgat Bantu Pengamanan Demo di Kwitang


TS
mabdulkarim
Marinir dan Kopasgat Bantu Pengamanan Demo di Kwitang

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 20:12 WIB
Bagikan:
Pasukan TNI Kopasgat berjaga saat aksi menuntut pengusutan kasus penabrakan pengemudi ojek online oleh mobil rantis Brimob di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta. CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara hingga Brigade Mobil (Brimob) Polri dikerahkan di Kwitang, Jakarta, untuk mengamankan massa yang protes kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, Jumat (29/8).
Sejak pagi, warga terutama pengemudi ojol memadati Markas Komando (Mako) Brimob menyerukan kekecewaan mereka.
Pantauan CNNIndonesia.com, sekitar pukul 19.00 WIB marinir, Kopasgat dengan baret oranye, hingga Brimob tampak mulai berjaga di sekitar Markas Komando (Mako) Brimob.
Rombongan Brimob juga tampak berjalan dan meneriakkan yel-yel di sekitar titik aksi. Saat mereka parade, tampak pasukan baret ungu atau para marinir. Tak jauh dari Markas Brimob di Kwitang juga terdapat markas Marinir.
Tak cuma mereka, pasukan baret hitam atau Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat juga terlihat berjaga di sekitar Mako Brimob.
Sejak sore hingga jelang malam, terdengar beberapa kali tembakan di Kwitang. Kemudian sekitar pukul 19.19 WIB gas air mata kembali ditembakkan dengan jangkauan lebih jauh sekitar 500 meter dari titik aksi.
Massa yang berdemo di Mako Brimob pada 29 Agustus menuntut pertanggungjawaban atas kematian Affan. Pengemudi ojol itu tewas dilindas kendaraan taktis saat demo pada Kamis malam. Saat itu, laki-laki berusia 21 tahun tersebut hendak mengantarkan pesanan makanan.
Polri kemudian dikecam banyak lapisan masyarakat karena hal itu menewaskan Affan Kurniawan. Kapolri Listyo Sigit kemudian menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita atas kematian Affan. Dia juga mengutarakan kekecewaan atas tindakan aparat yang berlebihan.
Sebelum demo menuntut keadilan untuk Affan, dalam beberapa hari terakhir, warga dari berbagai elemen berdemo di sekitar gedung DPR/MPR. Massa aksi mengkritik keras kebijakan DPR, salah satunya tunjangan rumah bagi anggota parlemen.
: https://www.cnnindonesia.com/nasiona...mo-di-kwitang.
Demo di Mako Brimob Kwitang Berlanjut Sampai Malam Picu Ketegangan

Massa aksi di depan Mapolda Metro Jaya suda membubarkan diri sejak hujan turun.
Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Sejumlah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan personel Brimob di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan personel Brimob di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Demo di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) masih terus berlanjut hingga malam hari WIB. Pantauan di lokasi, massa tetap bertahan meski petugas Brimob berupaya membubarkan pengunjuk rasa menggunakan tembakan gas air mata.
Hingga sekitar pukul 19.30 WIB, sebagian pengunjuk rasa masih terlihat berada di lokasi, tetap bertahan di depan Mako Brimob tersebut. Meskipun diguyur hujan gerimis yang sempat turun, aksi demonstrasi tidak mereda, pengunjuk rasa dengan aparat Brimob terus bersitegang.
Ketegangan meningkat saat massa dan petugas Brimob terlibat saling serang. Terlihat aparat menembakkan gas air mata, sementara pengunjuk rasa membalas dengan kembang api serta lemparan batu ke arah petugas.
Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar Mako Brimob semakin memanas. Terpantau jalanan dipenuhi kepulan gas air mata serta suara letupan kembang api yang digunakan massa untuk menyerang petugas Brimob.
Kendati demikian, sebagian massa mulai berangsur membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. Hanya saja, masih ada kelompok yang bertahan dan terus bentrok dengan petugas Brimob.
Dalam aksi unjuk rasa itu, terlihat sebuah mobil dan kendaraan roda dua hangus terbakar. Bahkan sebuah gedung yang berada di depan Mako Brimob itu juga terbakar. Beruntung tim petugas Damkar dibantu TNI memadamkan api di gedung itu.
Sebelumnya, massa pengemudi ojek online mendatangi markas Brimob di kawasan tersebut sejak Jumat pagi WIB, atas reaksi kematian rekan mereka, Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob Rimueng di Pejompongan pada Kamis (28/8/2025) malam WIB. Jasad Affan pun dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Sementara itu, pendemo di depan Markas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, berangsur membubarkan diri bersamaan dengan hujan deras di kawasan itu, Jumat malam WIB. Tampak massa mahasiswa dari berbagai kampus dan pengemudi ojek daring itu seketika membubarkan diri begitu hujan deras terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Mereka membubarkan diri dari depan Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman ke arah Blok M dan ke Jalan Gatot Subroto. Namun, masih ada kelompok demonstran lainnya yang baru membubarkan diri hingga pukul 19.15 WIB, melewati waktu unjuk rasa yang diizinkan.
Para demonstran berjalan ke Jalan Gatot Subroto sambil meneriakkan protes mereka kepada polisi. Sejumlah demonstran kemudian berjalan dan memasuki Tol Dalam Kota yang memang telah ditutup untuk lalu lintas sejak beberapa jam yang lalu. Mereka tampak membanting pembatas jalan plastik hingga berserakan ke tengah jalan.
Ada pula demonstran lainnya yang mundur, namun sambil mencoba mendobrak lagi gerbang Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto dan menyalakan api pada sebuah pos polisi di dekatnya. Mereka turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas atas kematian ojol Affan Kurniawan.
https://news.republika.co.id/berita/...tegangan-part2
Sampai Kopasgat turun
Belum Kopassus dan Denjaka...


komentatorbacod memberi reputasi
1
86
3


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan