Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Mahasiswa Geruduk Gedung DPR: Lempar Botol hingga Teriak Revolusi!
Usai Buruh, Giliran Mahasiswa Geruduk Gedung DPR: Lempar Botol hingga Teriak Revolusi!
Mahasiswa Geruduk Gedung DPR: Lempar Botol hingga Teriak Revolusi!

Ratusan mahasiswa menggeruduk Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) siang. (Suara.com/M. Yasir)


Suara.com - Ratusan mahasiswa menggeruduk Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) siang.

"Revolusi... revolusi... revolusi!," pekik mahasiswa.

"DPR bodoh!," teriak massa yang lain.

Beberapa massa aksi terlihat mulai melemparkan botot minuman ke arah Gedung DPR RI. Mereka juga terlihat berupaya memanjat pagar.

"Buka buka buka pintunya sekarang juga!" teriak massa.

Sementara aparat kepolisian yang berjaga melalui pengeras suara terdengar berupaya mengimbau massa untuk tetap menyampaikan aspirasinya secara tertib.

"Mohon tidak bertindak anarkis," imbaunya.

Mahasiswa Geruduk Gedung DPR: Lempar Botol hingga Teriak Revolusi!

Buruh melakukan unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]


Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut ada enam tuntutan utama yang mereka bawa hari ini, yakni:

1.Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah
2.Stop PHK : Bentuk Satgas PHK
3.Reformasi Pajak Perburuhan : Naikan PTKP menjadi Rp. 7.500.000,- / bulan, Hapus Pajak Pesangon, Hapus Pajak THR, Hapus Pajak JHT,
4.Hapus diskriminasi Pajak Perempuan Menikah.
5.Sahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law
6.Sahkan RUU Perampasan Aset : Berantas Korupsi
7.Revisi RUU Pemilu : Redesain Sistem Pemilu 2029.

Sebanyak 4.531 personel gabungan Polri dan TNI telah disiagakan untuk mengamankan aksi demo.
https://www.suara.com/news/2025/08/2...riak-revolusi.


Sosok Pria Driver Ojol Tewas Terlindas Mobil Taktis: Moh Umar Amirudin dan Affan Kurniawan
Mahasiswa Geruduk Gedung DPR: Lempar Botol hingga Teriak Revolusi!
Tayang: Jumat, 29 Agustus 2025 00:32 WITA | Diperbarui: Jumat, 29 Agustus 2025 00:39 WITA
Editor: Edi Sumardi
zoom-inlihat fotoSosok Pria Driver Ojol Tewas Terlindas Mobil Taktis: Moh Umar Amirudin dan Affan Kurniawan
KOMPAS.COM
DEMO BURUH - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).
Tribun
Baca Selanjutnya:
Sosok 4 Letting AHY Kini Jenderal Termuda TNI, Pecah Bintang Sebelum 50 Tahun


TRIBUN-TIMUR.COM - Dua pria menggunakan pakaian ojek online, Moh Umar Amirudin dan Affan Kurniawan disebut menjadi korban kericuhan antara demonstran dan polisi, di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam

Moh Umar Amirudin dilaoporkan tewas, sedangkan Affan masih kritis di rumah sakit.

Mereka jadi korban setelah sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Brimob melindasnya.

Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo meminta maaf maaf atas kejadian ini.

Dalam sebuah video amatir yang beredar, tampak massa berhamburan di sisi kanan dan kiri jalan.

Sebuah mobil taktis Brimob melaju kencang, menerobos kerumunan massa di seberang sebuah gereja.

Saat yang sama, seorang pengemudi ojol terjatuh di tengah jalan dan terlindas rantis tersebut.

Sebelum terlindas, pengemudi ojol sempat menoleh ke arah mobil taktis, namun laju kendaraan yang terlalu cepat membuatnya langsung hilang dari pandangan.

Warga yang menyaksikan peristiwa itu berteriak, menyebabkan mobil berhenti sejenak.

Namun, kendaraan itu justru melanjutkan lajunya dan kembali melindas korban yang terkapar di aspal.

Pengemudi ojol tersebut tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Pelni.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut.

Kerusuhan terjadi setelah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI berlanjut hingga Kamis malam.

Di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, massa bergerak ke arah GBK dan melakukan perusakan serta pembakaran di beberapa titik.

Saat polisi melepaskan tembakan peringatan, massa kocar-kacir ke arah Hotel Fairmont.

Konsentrasi massa terpecah menjadi dua kelompok: satu di sekitar Hotel Fairmont, dan kelompok lain terdorong ke arah Patal Senayan.

Polisi, dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, terus berupaya membubarkan massa.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar GBK belum sepenuhnya kondusif.

melakukan perlawanan saat polisi memaksa mereka mundur menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polisi berulang kali menembakkan gas air mata, sedangkan massa terus melempari mereka dengan batu.

Beberapa anggota polisi harus mundur karena angin menerbangkan gas air mata ke arah mereka.

Seorang warga, Hendra, menceritakan bahwa kerusuhan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Menurutnya, massa anarkis mengambil alih aksi demonstrasi yang sebelumnya diikuti oleh buruh.

Massa ini sempat menguasai Slipi, Palmerah, sebelum polisi memukul mundur mereka ke arah Petamburan. Sebagian massa juga melarikan diri ke Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Pasar Palmerah, di mana mereka juga menyerang polisi.

Di Pejompongan, massa menduduki jalan raya dan menutup akses kendaraan.

Mereka bahkan duduk di trotoar di dekat Markas Polsek Metro Tanah Abang untuk menghindari tembakan gas air mata. Setiap kali dilempari batu, polisi membalas dengan tembakan gas air mata untuk meredakan kerusuhan.

Pertahanan polisi yang menghalau demonstran di Jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan jebol.

Polisi telah membuat barikade di Jalan Palmerah Timur, Jalan Penjernihan, dan Jalan Gatot Subroto untuk mencegah massa mendekat ke Gedung DPR RI. Akibatnya, demonstran terpencar di berbagai persimpangan.

Sebuah video yang beredar pada Kamis sore menunjukkan barikade polisi di Jalan Penjernihan jebol.

Polisi terus melontarkan gas air mata dan peluru karet. Namun, massa yang membawa bendera Merah Putih terus berupaya menjebol pertahanan polisi menggunakan bambu dan batu.

Polisi sempat menutup akses dari pertigaan Jalan Palmerah Timur dan menyiagakan mobil water canon untuk menutup akses ke Jalan Gelora, yang merupakan gerbang belakang DPR RI.

Massa mengamuk dan menimpuk polisi dengan batu dan botol. Polisi membalas dengan tembakan water canon dan gas air mata, namun hal itu tidak membuat massa mundur.

Saat ini, Jalan Gatot Subroto di depan DPR RI dan Jalan Palmerah Timur di samping Stasiun Palmerah ditutup karena aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa ini dipicu oleh seruan demonstrasi yang menuntut pembubaran DPR RI.

Seruan tersebut menyebar di media sosial seperti X, Instagram, TikTok, dan Facebook.

Massa memprotes tunjangan rumah senilai Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR RI.

Mereka menilai tunjangan ini tidak masuk akal di tengah kondisi ekonomi yang sulit, terutama setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan efisiensi anggaran.

Aksi unjuk rasa pada Senin (25/8/2025) juga berakhir rusuh, melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, siswa SMA, dan pengemudi ojek online. Kerusuhan itu melumpuhkan jalan tol dalam kota dan beberapa akses transportasi umum seperti KRL dan Transjakarta.(*)


https://makassar.tribunnews.com/opin...goog_rewarded.


semoga tidak terjadi kerusuhan demi mengelorakan revolusi karena dianggap martir ojek daring yang tewas secara revolusi identic persitiwa berdarah dan pergantian sangat cepat
secara lagi panas di media sosial malam ini.

secara dulu pernah ada yang lebih parah lagi demo 411 dan 212 di tahun 2016 di mana massa amat sangat banyak



bukatelapakAvatar border
superman313Avatar border
superman313 dan bukatelapak memberi reputasi
2
202
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan