Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Kapolri Minta Maaf Mobil Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojek Online

Kapolri Minta Maaf Mobil Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojek Online

Kapolri Listyo Sigit Prabowo minta maaf usai insiden rantis Brimob lindas pengemudi ojek online. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek online buntut aksi demonstrasi di Jakarta, pada Kamis (28/5) malam.
Sigit mengaku sangat menyesali peristiwa pelindasan yang terjadi. Ia juga telah memerintahkan jajaran untuk mencari keberadaan korban.

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya, saat ini kami sedang mencari keberadaan korban," ujarnya kepada wartawan lewat pesan singkat.

Sigit mengatakan saat ini Divisi Propam Polri juga telah dikerahkan untuk mengusut peristiwa tersebut. Ia secara khusus juga meminta maaf kepada keluarga korban serta kelompok Ojol.

"Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar Ojol," tuturnya.


"Sampai saat ini kami sedang minta Kapolda, Kadiv Propam dan Tim Pusdokes untuk mencari keberadaan korban," imbuhnya.
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...i-ojek-online.





Polisi Minta Maaf atas Insiden Ojol Dilindas Rantis Brimob
Kapolri Minta Maaf Mobil Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojek Online
Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:50 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Polisi meminta maaf atas insiden ojol dilindas rantis Brimob.
Polisi meminta maaf atas insiden ojol dilindas rantis Brimob. (Beritasatu.com/Andrew Tito)
Jakarta, Beritasatu.com - Pihak kepolisian melalui Brimob meminta maaf atas insiden salah satu pengemudi ojek online atau ojol yang terlindas rantis Brimob pada aksi demo di DPR.

"Kami atas nama perwakilan dari pimpinan meminta maaf atas kejadian tersebut (pengemudi ojol dilindas mobil rantis Brimob)," kata anggota Brimob Jemmy pada video yang diterima Beritasatu.com, Kamis (28/8/2025).

Jemmy mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat kerusuhan demo di DPR tersebut dan tidak dapat dihindari.

"Sekali lagi kami meminta maaf, apabila itu sudah terjadi dan tentu tidak bisa kita hindari," ujarnya lagi.

Ia meminta kepada para ojek online agar tidak perlu memiliki rasa kekhawatiran yang berlebihan. Pasalnya, kepolisian dari Brimob akan bertanggung jawab sepenuhnya.

"Untuk korban, tentu terus kita pantau dan kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait perkembangannya. Kami akan bertanggung jawab terhadap korban sepenuhnya sampai sembuh," ungkapnya lagi.

Selain itu, pihaknya memastikan kepada terduga pelaku akan diproses secara hukum.

"Semua satu tim sedang dilakukan pendalaman, termasuk yang bertugas hari ini. Apabila terbukti bersalah, maka kami akan kenakan sanksi dan diproses secara hukum. Tentu, kami akan melakukan pemeriksaan dan kami tidak akan lari dari tanggung jawab," ucapnya.

"Sekali lagi kami meminta maaf, apabila itu sudah terjadi dan tidak bisa kita hindari. Kami pastikan akan bertanggung jawab sepenuhnya," tutupnya.
https://www.beritasatu.com/dki-jakar...-rantis-brimob

Prihatin Insiden Rantis Brimob Lindas Ojol, Istana Minta Polisi Menahan Diri Amankan Demo
Kapolri Minta Maaf Mobil Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojek Online
Istana memberikan respons soal kejadian ojol yang terlindas rantis Brimob.
28 Agustus 2025 | 22.52 WIB



Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images
ISTANA Kepresidenan merespons pengemudi ojek online atau ojol yang dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil atau Brimob saat aksi di sekitar gedung DPR RI, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Istana terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Ia mengimbau aparat yang mengamankan demo untuk menahan diri.

Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati kehatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Kendaraan taktis aparat kepolisian melindas seorang pria berseragam ojek online saat ricuh demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI. Insiden tersebut terjadi di area depan Rumah Susun Bendungan Hilir II.

Kevin, salah seorang penghuni rusun, mengatakan mobil rantis tersebut melindas korban yang terjatuh di tengah jalan. "Ada ojol yang terjatuh dan tertabrak. Tapi mobil tidak berhenti, melainkan terus maju dan melindas korban," ujar Kevin kepada Tempo, Kamis malam.

Kevin bercerita, awalnya aparat menahan demonstran di area sekitar pom bensin Pejompongan. Sekitar pukul 19.25 WIB, mobil rantis milik kepolisian itu tiba-tiba melaju kencang di tengah jalan tanpa memperhatikan massa yang berkumpul.

Berdasarkan rekaman video yang diterima Tempo, tampak rantis tersebut terus melaju meski korban telah terkapar. Beberapa demonstran terlihat mencoba mengejar dan menghentikan mobil tersebut.

Selain melindas demonstran, polisi menembakkan gas air mata ke arah rusun. "Bahkan penghuni rusun di lantai sepuluh masih mencium gas air mata," kata Kevin.

Kevin mengungkapkan, gas air mata tersebut ditembakkan oleh polisi dari jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari gerbang masuk rusun. "Lansia dan anak-anak yang ada di dekat gerbang jadi ikut terkena gas air mata," tutur Kevin.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Igun Wicaksono membenarkan ada pengemudi ojol yang terlindas rantis Brimob. “Betul. Ini baru satu kabarnya ada beberapa korban lagi. Saya masih menuju ke RS Pelni Petamburan,” kata Igun dalam pesan tertulis, Kamis malam.

Igun mengatakan korban meninggal atas nama Umar seperti video yang beredar di media sosial. Namun ia belum mengetahui kabar korban lain. “Betul-betul terlindas rantis. Saya cek on way di RS,” kata dia.


https://www.tempo.co/politik/prihati...n-demo-2064154

Tembakan Gas Air Mata yang Dilepaskan Polisi Masuk Hingga ke dalam Rusun Benhil
Kapolri Minta Maaf Mobil Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojek Online
Lansia dan anak-anak penghuni Rusun Benhil menjadi korban tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi.
28 Agustus 2025 | 22.51 WIB


Mahasiswa terlibat bentrok dengan kepolisian dalam aksi tolak kenaikan gaji anggota DPR di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, 28 Agustus 2025. Tempo/Amston Probel
KEPOLISIAN melepaskan tembakan gas air mata dalam upaya untuk membubarkan demonstran yang masih berkumpul. Salah satu tembakan gas air mata tersebut bahkan masuk ke dalam area Rumah Susun Bendungan Hilir (Rusun Benhil) II.

Menurut salah seorang penghuni rusun, Kevin, hampir keseluruhan warga di rusun tersebut terkena efek dari gas air mata. "Bahkan penghuni rusun di lantai sepuluh masih mencium gas air mata," kata Kevin kepada Tempo, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Kevin mengungkapkan, gas air mata tersebut ditembakkan oleh polisi dari jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari gerbang masuk rusun. "Lansia dan anak-anak yang ada di dekat gerbang jadi ikut terkena gas air mata," tutur Kevin.


Menurut Kevin, kericuhan tersebut awalnya di area Pejompongan. Namun polisi terus memukul mundur massa aksi hingga ke daerah Bendungan Hilir. Akibat beberapa massa yang panik berlarian masuk ke dalam rusun.

Hingga sekitar pukul 20.00 WIB masih terus menyisir demonstran di beberapa titik untuk mencegat setiap pelajar yang lewat. Tembakan gas air mata juga ditembakkan di depan Gerbang Tol Semanggi I untuk memecah massa aksi.

Berdasarkan pantauan Tempo di sekitar jalan Gatot Subroto, tampak puluhan pelajar dihentikan jalannya ketika menuju ke arah gedung DPR/MPR. Mereka ditangkap secara serta-merta dan kemudian dibawa masuk ke dalam Markas Polda Metro Jaya.

Puluhan pelajar tersebut dihentikan secara paksa laju kendaraan bermotor mereka. Beberapa dari pelajar tersebut bahkan sampai terjatuh dari motor hingga jalannya pincang.

Para aparat itu tampak menghentikan puluhan pelajar tanpa menggunakan seragam resmi. Mereka kemudian lanjut memukul dan menendangi beberapa pelajar tanpa alasan yang tidak begitu jelas.

Salah satu pelajar yang ditangkap mengaku dirinya tidak memiliki niatan untuk mengikuti aksi demonstrasi. "Saya baru pulang sekolah, pak," teriak pelajar tersebut sambil memohon dilepaskan.

Polda Metro Jaya setidaknya telah meringkus 276 pelajar hingga siang tadi. “Dari 276 pelajar yang dicegah itu, mereka (mengaku) dapat informasi dari tiga kanal sosial media yang berisi ajakan demonstrasi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, Kamis, 28 Agustus 2025.

Menurut Ade, sebagian besar pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah, dan sebagian lainnya menggunakan jaket ataupun hoodie. Ade bilang, beberapa dari pelajar itu ada yang berasal dari Cirebon, Bekasi, Indramayu, hingga Serang, Banten.

https://www.tempo.co/hukum/tembakan-...enhil--2064155

semoga besok-besok aman saja karena khawatir banyak ojek daring turun demo diikuti demonstran lainnya


lubizersAvatar border
itkgidAvatar border
aldonisticAvatar border
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
5
539
30
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan