- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Hendropriyono soal Polisi Timor Leste Tembak WNI: Mudah-mudahan Tak Sengaja


TS
mabdulkarim
Hendropriyono soal Polisi Timor Leste Tembak WNI: Mudah-mudahan Tak Sengaja

Kompas.com - 28/08/2025, 17:37 WIB Fika Nurul Ulya, Danu Damarjati Tim Redaksi 3 Lihat Foto Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono dan para mantan pejuang Timor Timur hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono berharap insiden penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) bukanlah tindakan yang disengaja. Adapun WNI tersebut adalah Paulus Oki (69) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditembak oleh pasukan Unidade Patrulhamento Fronteira (UPF) atau Polisi Perbatasan Negara Timor Leste, pada Senin (25/8/2025).
"Mudah-mudahan ini bukan kesengajaan," kata Hendropriyono usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).
Ia mengungkapkan bahwa penembakan itu sedang diusut. Di sisi lain, ia mengusulkan agar para polisi yang berjaga lebih baik menggunakan peluru hampa agar tidak menimbulkan korban.
"Itu kan lagi diusut sebabnya. Tapi biasa itu kalau jaga-jaga makanya pakai peluru hampa saja," tutur dia
Peristiwa penembakan Insiden penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di perbatasan RI–Timor Leste terjadi pada Senin (25/8/2025).
Seorang WNI dilaporkan tertembak dalam konflik sengketa lahan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Informasi awal dari Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Timor Leste, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menyebutkan bahwa korban bernama Paulus Oki, warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, tertembak di wilayah Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat.
“Insiden itu berawal dari perselisihan antara WNI asal TTU dengan WNA Timor Leste di atas lahan sengketa,” ujar Reindi saat dihubungi dari Kupang.
Ia menjelaskan bahwa peluru yang mengenai bahu kanan korban diduga berasal dari senjata dengan peluru karet atau peluru tumpul. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polres TTU menemukan delapan selongsong peluru dan satu proyektil, yang diyakini ditembakkan oleh pasukan patroli perbatasan Timor Leste atau Unidade de Patrulhamento da Fronteira (UPF).
Ditembak
Lahan di Inbate memang telah lama menjadi titik konflik antara warga Indonesia dan Timor Leste. Selain di TTU, sengketa lahan juga masih terjadi di Naktuka, Kabupaten Kupang, yang hingga kini belum terselesaikan.
Paulus Oki menjadi WNI kedua yang tertembak di kawasan perbatasan dalam bulan ini. Sebelumnya, seorang WNI berinisial AB ditemukan tewas dengan luka tembak di wilayah Fatumea, Suai, Distrik Covalima, Timor Leste, pada 16 Agustus lalu.
https://nasional.kompas.com/read/202...n-tak-sengaja.
LIPSUS: Warga Inbate Dengar Letusan Senjata Bentrok di Perbatasan Distrik Oecusse

Tayang: Kamis, 28 Agustus 2025 16:07 WITA | Diperbarui: Kamis, 28 Agustus 2025 16:12 WITA
Editor: OMDSMY Novemy Leo
zoom-inlihat fotoLIPSUS: Warga Inbate Dengar Letusan Senjata Bentrok di Perbatasan Distrik Oecusse
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
BENTROK - Selongsong peluru kaliber 5, 5 milimeter diduga milik UPF Negara Timor Leste yang tercecer di TKP usai bentrok dengan warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin, 25 Agustus 2025.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU - Seorang warga Desa Inbate yang berada di TKP bernama Balthasar Tpoi, mengatakan, mendengar sekitar tujuh letusan senjata laras panjang yang digenggam UPF Timor Leste ketika berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari tujuh bunyi tembakan tersebut, diduga satu peluru yang menembus tubuh seorang warga negara Indonesia.
Sekitar 20 orang lebih warga Desa Inbate yang berada di TKP ketika insiden ini terjadi. Sementara warga Timor Leste dan sejumlah UPF Timor Leste bersenjata laras panjang tiba di TKP hendak memasang patok perbatasan di wilayah Negara Indonesia.
Balthasar menjelaskan, mereka berada di lokasi tersebut usai mendengar informasi dari pemilik tanah bahwa terjadi aktivitas UPF Timor Leste dan warga Negara Timor Leste di kebun milik warga Desa Inbate.
Warga setempat menolak pemasangan patok perbatasan sepihak yang dilakukan UPF Timor Leste dan Warga Negara Timor Leste. Setelah mendengar bunyi tembakan tersebut warga kemudian bereaksi dengan melempar UPF Timor Leste dan Warga Timor Leste dari kebun mereka.
Warga setempat, kata Balthasar, menolak dengan tegas pemasangan patok batas baru di sekitar kebun mereka secara sepihak. Mereka mengakui, selama ini tidak ada komunikasi mengenai pemasangan patok perbatasan antara pemerintah Timor Leste dan Pemerintah Indonesia.
Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Distrik Oecusse, dan Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote, dan jajaran terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai seorang warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, ditembak oleh seorang Sipol Timor Leste Distrik Oecusse, Senin (25/8). Penembakan terhadap seorang warga bernama Paulus Taek Oki ini terjadi saat terjadi bentrok di sekitar perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse.
Saat tiba di TKP, Dandim, Dansatgas dan Kapolres TTU bersama puluhan anggota Satgas Pamtas dan Brimob dan Polres TTU bersama forkopimcam, Kepala Desa Inbate dan warga yang berada di TKP meninjau langsung lokasi tersebut.
Pantauan Pos Kupang, ditemukan sejumlah selongsong peluru kaliber 5,56 MM terlihat tercecer di TKP. Selongsong peluru tersebut diduga milik Sipol Timor Leste saat menembak warga Indonesia.
Seorang warga Indonesia bernama Paulus Taek Oki menjadi korban penembakan. Hingga berita ini diturunkan, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Distrik Oecusse, dan Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote dan jajaran masih berada di TKP.
Eliana Papote, mengatakan, seorang warga bernama Paulus Taek Oki yang terluka usai bentrok antara warga Indonesia dan Warga Negara Timor Leste serta UPF Timor Leste di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, NTT dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Inbate usai insiden tersebut.
Menurutnya, pihaknya belum memastikan korban yang terluka disebabkan oleh peluruh. Saat ini, sedang dilaksanakan visum di RSUD Kefamenanu untuk memastikan penyebab dari luka yang dialami masyarakat tersebut.
Dikatakan Eliana, Satreskrim Polres TTU telah melakukan olah TKP sesaat setelah tiba di lokasi usai menerima laporan dari warga.
Ia menuturkan, sebanyak 24 orang warga Desa Inbate yang berada di lokasi saat insiden itu terjadi telah dibawa ke Polsek Miomaffo Timur untuk dimintai keterangan.
Menurutnya, sebanyak delapan selongsong peluru yang ditemukan di TKP. Meskipun demikian, pihaknya belum memastikan penyebab korban mengalami luka tersebut.
Eliana meminta masyarakat untuk menjaga kondusifitas di wilayah tersebut. Selain itu, ihwal penyerangan terhadap warga sipil tersebut akan diproses lebih lanjut oleh Polres TTU dengan berkoordinasi secara berjenjang dengan pihak Timor Leste sesuai SOP.
"Kalau kami dari pihak kepolisian bertugas mengawasi dan mengusut penyerangan kepada warga memastikan situasi kondusif," ujarnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meminta masyarakat di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) untuk menahan diri.
Mantan Kapolda NTT itu menanggapi adanya bentrok warga di Desa Inbate Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan warga distrik Oecusse, Timor Leste, Senin (25/8) siang.
"Ini masalah tapal batas yang jadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sementara masih berproses," katanya kepada Pos Kupang, Senin (25/8).
Purnawirawan Polri itu berharap masyarakat dari dua wilayah itu untuk bisa mengendalikan situasi dan menjaga kondusifitas daerah masing-masing. Johni Asadoma menyebut Pemerintah tengah melakukan penyelesaian.
Baca juga: Warga Desa Inbate Diduga Korban Penembakan UPF Timor Leste Dirujuk ke RSUD Kefamenanu
Johni mengajak masyarakat di kedua wilayah agar menjaga kekeluargaan yang selama ini terjalin.
Ia meminta agar tidak boleh ada lagi aksi di luar itu.
"Saya berharap kedua para pihak bisa menahan diri agar tidak terjadi korban sampai ada penyelesaian sengketa batas oleh Pemerintah Pusat," katanya.
Dia mengaku, saat ini, aparat keamanan dari TNI/Polri maupun Satgas Pamtas sudah berada di lokasi. Dia mengatakan, penuntasan masalah ini akan diselesaikan oleh Pemerintah Pusat.
Kepala Badan Perbatasan, Maksi Nenabu, mengatakan, ia sudah mendapat laporan dari lokasi. Sejauh ini kondisi di lapangan berangsung normal.
"Intinya kita teruskan ke Jakarta (Pemerintah Pusat)," katanya.
Laporan ke Pemerintah Pusat itu, kata dia, akan ditindaklanjuti. Pemerintah Provinsi NTT, menurut dia, terus melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah di TTU untuk mendapatkan perkembangan terkini.
"Kita lapor ke Pusat, nanti Pusat yang selanjutnya menyelesaikan," katanya. (bbr/fan)
https://kupang.tribunnews.com/provin...usse?page=all.
Pernyataan Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse Soal Insiden Penembakan Warga Indonesia oleh UPF

Tayang: Selasa, 26 Agustus 2025 22:03 WITA
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat fotoPernyataan Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse Soal Insiden Penembakan Warga Indonesia oleh UPF
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse Timor Leste, Boni Nugroho
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse Timor Leste, Boni Nugroho mengatakan, ihwal insiden penembakan warga Desa Inbate di Perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse pemerintah memastikan tetap melindungi warga Negara Indonesia.
"Karena ini warga Kabupaten TTU, tentu pemerintah tetap membantu, tidak mungkin lepas tangan karena ini warga kita. Kita tetap melindungi warga kita," ujarnya.
Dikatakan Boni, pihaknya terus berusaha menggali kronologi dan fakta-fakta yang terjadi di lapangan perihal insiden tersebut.
Meskipun demikian, kata Boni, langkah selanjutnya akan disampaikan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Timor Leste di Dili.
Sebelumnya diberitakan, bentrok antara warga bersama Patrullamentu Fronteira (UPF) Negara Timor Leste Distrik Oecusse dan warga Negara Indonesia pecah di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentrok ini terjadi pada, Senin, 25 Agustus 2025 pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, insiden ini disebabkan oleh sejumlah warga Negara Timor membangun patok perbatasan Timor Leste di atas lahan milik warga Desa Inbate. Hal ini mengundang gelombang penolakan dari warga.
Penolakan tersebut berimbas pada saling serang antara warga Desa Inbate (Indonesia) dan warga beserta UPF Negara Timor Leste.
Seorang warga Desa Inbate bernama Paulus Taek Oki diduga ditembak oleh UPF Negara Timor Leste saat terjadi bentrok tersebut. Paulus ditembak tepat di bahu bagian kanan. (bbr)
https://kupang.tribunnews.com/2025/0...esia-oleh-upf.
dari pihak Timor Leste belum ada pernyataan...
0
80
3


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan