Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Cerita Pelajar Bogor Terjaring Penyekatan Demo, Berangkat karena "FYP IG"

Cerita Pelajar Bogor Terjaring Penyekatan Demo, Berangkat karena "FYP IG"

Cerita Pelajar Bogor Terjaring Penyekatan Demo, Berangkat karena "FYP IG"

Kompas.com - 28/08/2025, 19:31 WIB Putra Ramadhani Astyawan, Irfan Maullana Tim Redaksi Lihat Foto Puluhan pelajar yang hendak ikut demo Jakarta terjaring penyekatan di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor(KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR) Lihat Foto Salah satu pelajar asal Bogor yang terjaring penyekatan demo Jakarta di Stasiun Tenjo, Kabupaten Bogor(KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR)

BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah pelajar yang hendak ikut aksi demo di Jakarta terjaring penyekatan polisi di perbatasan Kabupaten Bogor. Para pelajar itu mengaku hanya penasaran setelah melihat informasi di media sosial. Hal tersebut diungkapkan salah satu pelajar kelas 3 SMK berinisial R yang diamankan oleh Polsek Tenjo.

"Tahu dari IG pak, muncul sendiri FYP. Pengin ikut demo," kata R kepada Kompas.com usai diamankan polisi di Polsek Tenjo, Kamis (28/8/2025).

R mengaku sepulang sekolah dirinya bersama beberapa teman janjian untuk pergi ke Jakarta menggunakan kereta dari Stasiun Tenjo.

Untuk mengelabui polisi, mereka membawa baju bebas dari rumah agar bisa mengganti seragam sekolah.

"Tadi mau naik kereta di Stasiun Tenjo. Gak bawa apa-apa, cuma baju ganti," ujarnya.

Namun, rencana itu gagal karena mereka tetap terjaring petugas. Para pelajar kemudian dibawa ke Polsek Tenjo untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Orangtua mereka juga dipanggil serta diminta membuat pernyataan.

"Kapok pak," kata R.

Kapolsek Tenjo Iptu AM Zalukhu menyebut ada 14 pelajar yang terjaring di wilayahnya.

Menurut dia, ajakan untuk ikut demo itu murni didapat para pelajar dari media sosial.

"Mereka hanya mendapat ajakan melalui media sosial. Tidak ada yang mengajak langsung atau mengiming-imingi sesuatu tidak ada," ucap Zalukhu.

Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan barang mencurigakan maupun berbahaya. Para pelajar hanya membawa baju dan celana ganti untuk menyamarkan seragam sekolah.

"Jadi mereka kamuflase supaya terlewat dari pengamanan kita," kata Zalukhu.

https://bandung.kompas.com/read/2025...karena-fyp-ig.

Polres Karawang Ungkap Siswa SMK Diberi Ongkos Rp75.000 Ikut Demo ke DPR
Cerita Pelajar Bogor Terjaring Penyekatan Demo, Berangkat karena "FYP IG"
Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:08:00 WIB
Share


Polisi mengamankan 44 pelajar SMK di Karawang yang hendak demo ke DPR RI dengan menumpang truk. (Foto: iNews/Nilakusuma)
KARAWANG, iNews.id – Polisi mengamankan 44 pelajar SMK saat hendak berangkat ikut aksi demo ke DPR RI menggunakan truk di wilayah Tanjungpura, Kelurahan Tanjungmekar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025). Puluhan pelajar ini dihentikan aparat Polres Karawang saat di jalan mengarah ke Bekasi.

Kejadian bermula saat polisi mencurigai truk yang mengangkut banyak pelajar dari Desa Ranggon menuju Jakarta lewat jalan baru. Petugas yang berjaga kemudian mengejar hingga ke depan Pos Polisi Tanjungpura. Saat diperiksa, para pelajar mengaku berangkat untuk ikut demo ke DPR di Jakarta.

Dalam pengakuannya, masing-masing pelajar mengaku diberi ongkos sebesar Rp75.000 untuk ikut aksi tersebut. Polisi langsung mengamankan mereka dan menggiringnya ke Mapolres Karawang.

Kasat Sabhara Polres Karawang AKP Wahyu Kurniawan, membenarkan pengamanan puluhan pelajar tersebut.

“Kita sudah mengamankan para pelajar ini. Mereka rencananya akan ikut demo tapi sudah kita amankan dan dibawa ke Mapolres,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, 44 pelajar tersebut berasal dari berbagai sekolah di Karawang. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, seluruh pelajar dibawa ke Mapolres Karawang untuk proses pendataan.
https://jabar.inews.id/berita/polres...ut-demo-ke-dpr


Polisi Cegat, Tangkap, dan Pukuli Pelajar yang Menuju ke Arah DPR
Cerita Pelajar Bogor Terjaring Penyekatan Demo, Berangkat karena "FYP IG"
Para pelajar tersebut diamankan dan dibawa masuk ke dalam Markas Polda Metro Jaya.
28 Agustus 2025 | 20.11 WIB



Mahasiswa terlibat bentrok dengan kepolisian dalam aksi tolak kenaikan gaji anggota DPR di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, 28 Agustus 2025. Bentrokan terjadi setelah para mahasiswa berupaya merangsek ke barisan pihak kepolisian di sebelah kiri gerbang dan berusaha menerobos gerbang DPR. Tempo/Amston Probel
KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya masih terus melakukan penyisiran terhadap para pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi demo di depan Gedung DPR/MPR. Aparat kepolisian dibagi di beberapa titik untuk mencegat setiap pelajar yang lewat.

Berdasarkan pantauan Tempo di sekitar jalan Gatot Subroto, tampak puluhan pelajar dihentikan jalannya ketika menuju ke arah gedung DPR/MPR. Mereka ditangkap secara serta-merta dan kemudian dibawa masuk ke dalam Markas Polda Metro Jaya.

Puluhan pelajar tersebut dihentikan secara paksa laju kendaraan bermotor mereka. Beberapa dari pelajar tersebut bahkan sampai terjatuh dari motor hingga jalannya pincang.


Para aparat itu tampak menghentikan puluhan pelajar tanpa menggunakan seragam resmi. Mereka kemudian lanjut memukul dan menendangi beberapa pelajar tanpa alasan yang tidak begitu jelas.

Salah satu pelajar yang ditangkap mengaku dirinya tidak memiliki niatan untuk mengikuti aksi demonstrasi. "Saya baru pulang sekolah, pak," teriak pelajar tersebut sambil memohon dilepaskan.

Diketahui aparat kepolisian setidaknya telah meringkus 276 pelajar hingga siang tadi. “Dari 276 pelajar yang dicegah itu, mereka (mengaku) dapat informasi dari tiga kanal sosial media yang berisi ajakan demonstrasi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, Kamis, 28 Agustus 2025.

Menurut Ade, sebagian besar pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah, dan sebagian lainnya menggunakan jaket ataupun hoodie. Ade bilang, beberapa dari pelajar itu ada yang berasal dari Cirebon, Bekasi, Indramayu, hingga Serang, Banten.

Berdasarkan pantauan Tempo, kepolisian melakukan penangkapan terhadap dua pelajar di area kolong flyover Slipi-Grogol. "Tiga diamankan, dua di antaranya anak sekolah," kata salah satu polisi ketika dikonfirmasi oleh Tempo.

Menurut keterangan polisi tersebut, ketiga orang yang diamankan itu akan didata terlebih dahulu identitas mereka. "Tapi dipastikan mereka tidak membawa senjata tajam," ucap aparat yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Polisi juga mengamankan sekelompok pelajar di area Stasiun Palmerah. Anak-anak tersebut tampak masih menggunakan seragam sekolah dan diduga ingin bergabung dengan massa aksi untuk berdemonstrasi.

Dalam salinan foto yang diterima Tempo, tampak sekitar lima hingga sepuluh pelajar dikumpulkan oleh aparat kepolisian. "Tadi ada juga yang mencoba lari, tapi dikejar dan ditangkap," kata Abdul, (21 tahun), salah satu penumpang kereta kepada Tempo.

Abdul menceritakan, aparat kepolisian berseragam lengkap juga terlihat berjaga di area Stasiun Tanah Abang. Para polisi tersebut tampak berjaga di tangga keluar dan masuk stasiun. "Tidak tahu untuk keperluan apa penjagaan polisi itu," tutur Abdul.

https://www.tempo.co/hukum/polisi-ce...ah-dpr-2064105

Penyekatan lumayan hari ini

yang kasih ongkos siapa?



creativeslen783Avatar border
creativeslen783 memberi reputasi
1
147
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan