Kaskus

Story

rahmata.pAvatar border
TS
rahmata.p
Menginap Sendirian di Kantor… dan Menyesal Seumur Hidup
Gue kerja di sebuah kantor desain grafis di bilangan Jakarta Barat.
Bangunannya model ruko tiga lantai, agak tua, dan cuma dipakai tim kami. Di lantai satu ada ruang meeting, lantai dua ruang kerja, lantai tiga gudang dan ruang kosong yang katanya bekas mess karyawan jaman dulu. Malam-malam biasanya sepi banget karena lampu lorong dimatiin biar hemat.
Hari itu Jumat, hujan gerimis, dan semua orang udah cabut jam 8 malam. Gue masih betah di depan komputer, ngejar revisi buat klien. Jam 11 lewat dikit, tinggal suara hujan di luar yang menemani.

Jam 11.30, gue mulai dengar suara kursi berderit dari lantai bawah. Awalnya gue pikir itu satpam keliling. Gue teriak, “Pak, masih ada orang di sini!” Nggak ada jawaban. Suara itu berhenti sebentar… lalu muncul lagi, disertai “tok… tok… tok…” langkah kaki pelan.
Perasaan mulai nggak enak, tapi gue coba cuekin. Fokus ke layar. Tapi tiba-tiba lampu lorong lantai dua mati sendiri. Posisi saklar tetap ON, tapi bohlamnya padam. Cahaya monitor jadi satu-satunya penerangan.

Gue mulai tegang. Saat berdiri buat cek tangga, gue lihat bayangan seseorang di dinding lorong. Bayangannya panjang, kayak orang tinggi banget, bergerak naik tangga. Tapi anehnya, nggak ada suara langkah. Gue tunggu, sampai “orangnya” harusnya udah muncul di anak tangga terakhir… tapi lorong kosong.
Gue buru-buru beresin laptop. Pas mau turun, ada bau anyir menusuk. Semakin dekat ke lantai satu, baunya makin kuat, mirip bau darah bercampur karat. Di ruang meeting, semua kursi udah berputar menghadap pintu masuk. Padahal gue yakin banget tadi semuanya menghadap meja.

Saat itu HP gue getar. Ada WhatsApp masuk dari nomor tak dikenal:
nginx

Code:
Jangan keluar.


Gue melongo, liat jam — tepat pukul 00:00.
Jantung rasanya mau meledak.
Gue nekat buka pintu, niat kabur. Tapi kaget karena pintu terkunci rapat. Gue coba ke pintu belakang — juga terkunci. Semua lampu di lantai satu tiba-tiba padam. Dalam gelap, gue denger suara napas berat… dekat banget di belakang telinga.

Refleks gue lari ke tangga, naik ke lantai dua. Tapi pas sampai, ruangan kerja udah berantakankayak habis diacak-acak. Monitor nyala semua, tapi gambarnya cuma satu: CCTV dari lantai tiga.
Di layar, gue lihat seseorang berdiri membelakangi kamera. Tingginya nggak wajar, rambutnya panjang sampai lantai. Gue nonton, nggak bisa gerak, sampai makhluk itu pelan-pelan memutar kepala… bukan badannya, tapi kepalanya muter penuh 180°. Matanya merah menyala, dan dia… senyum.

Gue kabur ke bawah, teriak manggil satpam. Pas satpam datang, dia malah heran,
“Mas, kok bisa keluar dari dalam? Kantor udah saya kunci jam 9 tadi.”
Sampai sekarang gue nggak pernah mau lembur sendirian lagi. Dan nomor WA itu? Masih ada di kontak gue, tapi setiap gue coba hapus… HP gue langsung mati sendiri.


Diubah oleh rahmata.p 10-08-2025 02:35
silohAvatar border
tiokyapcingAvatar border
reskiaditya1609Avatar border
reskiaditya1609 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
1.2K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan