Kaskus

Games

sadelihasann21Avatar border
TS
sadelihasann21
5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan
5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan


Tidak semua konsol yang lahir dari ambisi besar berakhir dengan kejayaan.Dalam sejarah industri game, ada sejumlah konsol yang awalnya digadang-gadang akan merevolusi cara bermain, tapi justru harus menelan pil pahit karena berbagai faktor.

Dari kesalahan strategi pemasaran, harga yang terlalu tinggi, hingga kurangnya dukungan game, berikut adalah 5 konsol game yang gagal mencapai kesuksesan yang diharapkan.

1. Sega Dreamcast (1999) – Terlalu Cepat untuk Masanya

5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

Sega Dreamcast


Sega Dreamcast sering disebut sebagai konsol yang “lahir terlalu cepat”. Dirilis pada 1999 dengan fitur revolusioner seperti online gaming dan grafis 128-bit, Dreamcast sebenarnya punya potensi luar biasa. Game seperti Shenmue, Sonic Adventure, dan Jet Set Radiojadi bukti ambisi Sega.
Sayangnya, hype PlayStation 2 yang menyusul tak lama kemudian membuat banyak gamer menahan diri. Ditambah lagi, reputasi Sega yang sudah tercoreng karena kegagalan konsol sebelumnya membuat konsumen ragu.
📉 Total penjualan: Sekitar 9,13 juta unit
Faktor kegagalan: Kurangnya dukungan pihak ketiga dan persaingan dari PS2

2. Nintendo Virtual Boy (1995) – Gagalnya “Virtual Reality” Awal

5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

Nintendo Virtual Boy


Sebelum VR jadi tren, Nintendo sudah mencoba menghadirkan pengalaman virtual dengan Virtual Boy. Tapi apa daya, konsol ini lebih membuat pusing ketimbang menyenangkan. Menggunakan tampilan 3D monokrom merah-hitam yang menyakitkan mata, banyak pengguna mengeluh mual dan sakit kepala.
Meskipun ide dasarnya unik, eksekusi Virtual Boy dianggap terburu-buru. Bahkan Nintendo sendiri seperti tak yakin dengan produk ini.
📉 Total penjualan:Kurang dari 1 juta unit
Faktor kegagalan: Desain buruk, tidak nyaman dimainkan, minim game

3. Ouya (2013) – Konsol Android yang Gagal Tancap Gas

5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

Ouya


Saat Android sedang naik daun, Ouya muncul sebagai konsol mini berbasis Android yang dijual murah dan open-source. Proyek ini sukses besar di Kickstarter, bahkan mengumpulkan lebih dari $8 juta dari para pendukung.
Namun setelah rilis, kenyataannya jauh dari ekspektasi. Game yang tersedia kebanyakan adalah port mobile berkualitas rendah. Antarmuka lambat, kontroler tidak responsif, dan dukungan developer sangat minim.
📉 Total penjualan:Diperkirakan sekitar 200 ribu unit
Faktor kegagalan: Kualitas rendah, kurang game menarik, kehilangan arah

4. Atari Jaguar (1993) – "64-bit" Tapi Kurang Bukti

5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

Atari Jaguar


Jaguar adalah upaya terakhir Atari untuk kembali bersaing di era konsol modern. Diklaim sebagai konsol 64-bit pertama (meski ini masih diperdebatkan), Jaguar memiliki slogan “Do the Math” sebagai sindiran ke pesaing 16-bit seperti SNES dan Genesis.
Namun kenyataannya, Jaguar sulit diprogram, memiliki sedikit game eksklusif berkualitas, dan pemasaran yang buruk. Bahkan game terkenalnya, Alien vs Predator, tidak cukup menyelamatkan konsol ini dari kegagalan.
📉 Total penjualan:Sekitar 250 ribu unit
Faktor kegagalan: Arsitektur rumit, minim game, kalah bersaing

5. PlayStation Vita (2011) – Konsol Hebat yang Terlupakan

5 Konsol yang Gagal Mencapai Kesuksesan yang Diharapkan

PlayStation Vita


Secara teknis, PS Vita adalah monster handheld. Layarnya tajam, kontrol dual analog, bisa main game sekelas PS3, bahkan mendukung remote play dengan PS4. Tapi meski terlihat menjanjikan, Vita justru tenggelam di tengah dominasi mobile gaming dan kurangnya dukungan game AAA.
Sony akhirnya lebih fokus ke PS4, dan meninggalkan Vita terlalu cepat. Komunitas yang tersisa kebanyakan datang dari penggemar JRPG atau game indie.
📉 Total penjualan:Sekitar 15–16 juta unit
Faktor kegagalan: Harga mahal, kartu memori proprietary, minim dukungan game besar

Konsol-konsol di atas mengajarkan satu hal penting: inovasi tanpa eksekusi yang tepat bisa berujung kegagalan. Industri game memang kejam—gagal sedikit, bisa tersingkir dari persaingan. Tapi meskipun mereka tak sukses secara komersial, banyak dari konsol ini tetap dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perkembangan teknologi game.
Apakah kamu pernah mencoba salah satu dari konsol ini? Atau mungkin malah menyimpan kenangan manis bersama salah satunya?

Baca Artikel Bola Voli Terlengkap disini

Spoortzoomid

0
12
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan