- Beranda
- Komunitas
- Games
- Zona Gamer
5 Game Strategi Luar Biasa yang Sayangnya Gagal Laku di Pasaran
TS
sadelihasann21
5 Game Strategi Luar Biasa yang Sayangnya Gagal Laku di Pasaran

game strategi
Tidak semua game hebat mendapat tempat di hati gamer. Bahkan di genre strategi—yang terkenal dengan pemain fanatik dan komunitas loyal—ada game yang secara kualitas jempolan, tapi gagal mencatat angka penjualan tinggi. Mungkin karena marketing kurang, waktu rilis yang salah, atau karena terlalu "niche" untuk pasar umum. Nah, berikut ini adalah 5 game strategiluar biasa yang layak kamu mainkan, meskipun mereka tidak sukses secara komersial.
1. Sacrifice (2000) – Strategi, RPG, dan Seni Eksperimental dalam Satu Paket

Sacrifice
Dirilis oleh Shiny Entertainment pada tahun 2000, Sacrificeadalah game strategi real-time dengan elemen RPG yang sangat unik. Alih-alih mengatur pasukan dari atas, kamu mengendalikan penyihir utama dalam tampilan third-person sambil memanggil makhluk-makhluk sihir dan melawan dewa-dewa mitologi.
[ul][li]Kenapa luar biasa?
Visualnya avant-garde, gameplay-nya inovatif (campuran strategi + aksi), dan ceritanya bisa berubah tergantung dewa mana yang kamu pilih.[/li][li]Kenapa gagal laku?
Terlalu eksperimental untuk masanya, dan strategi pemasaran yang membingungkan.[/li][/ul]Nilai plus: Banyak game modern seperti Overlord atau Brütal Legend terinspirasi dari konsep unik Sacrifice.
2. EndWar (2008) – Kontrol Suara yang Terlalu Cepat untuk Zamannya

EndWar
Tom Clancy’s EndWaradalah salah satu game strategi yang mencoba keluar dari zona nyaman: pemain bisa mengendalikan unit hanya dengan perintah suara! Game ini punya dunia futuristik, sistem RTS berbasis squad, dan nuansa perang global yang megah.
[ul][li]Kenapa luar biasa?
Sistem perintah suara bekerja mengejutkan baik. Skala perangnya epik, dan peta dunia bisa berubah tergantung kemenanganmu.[/li][li]Kenapa gagal laku?
Banyak pemain belum terbiasa atau tidak tertarik dengan perintah suara, dan tampilannya dianggap "kaku" untuk gamer kasual.[/li][/ul]Fakta unik: Jika rilis hari ini dengan teknologi voice recognition modern, EndWar bisa jadi viral.
3. Achron (2011) – RTS dengan Time Travel Nyata

Achron
Bayangkan bisa mengatur strategi masa lalu, kini, dan masa depan secara bersamaan? Itulah yang ditawarkan Achron, game buatan tim indie Hazardous Software. Game ini benar-benar memperkenalkan konsep “meta-time strategy”yang belum pernah ada sebelumnya.
[ul][li]Kenapa luar biasa?
Kamu bisa melakukan "time manipulation" — memundurkan waktu, membuat keputusan ulang, atau bahkan melihat masa depan.[/li][li]Kenapa gagal laku?
Kurva belajar sangat curam, visualnya tidak menarik, dan terlalu rumit untuk gamer mainstream.[/li][/ul]Kata pengamat: Achron adalah game paling ambisius yang hanya bisa dipahami oleh segelintir "strategic genius".
4. Battle Realms (2001) – Seni Asia Timur dalam Bentuk RTS

Battle Realms
Dikembangkan oleh Liquid Entertainment, Battle Realmsadalah RTS bertema Asia yang menyuguhkan visual cantik, sistem pelatihan unit unik, dan cerita penuh nuansa budaya Timur. Meskipun sempat populer di Asia Tenggara, game ini secara global tergolong underperforming secara penjualan.
[ul][li]Kenapa luar biasa?
Desain unit yang hidup, tidak ada bangunan barak—unit dilatih dari petani, dan setiap keputusan berpengaruh pada reputasi klan.[/li][li]Kenapa gagal laku?
Dirilis berdekatan dengan Warcraft III dan minim promosi dari Ubisoft.[/li][/ul]Kabar baik: Ada rencana remake dan komunitas modding Battle Realms yang masih hidup hingga sekarang.
5. Frozen Synapse (2011) – Catur Digital dengan Senjata Modern

Frozen Synapse
Frozen Synapseadalah game strategi berbasis giliran yang menggabungkan estetika neon cyberpunk dengan gameplay prediksi langkah musuh. Game ini sangat cocok untuk pemain yang suka berpikir beberapa langkah ke depan—mirip main catur, tapi pakai senjata.
[ul][li]Kenapa luar biasa?
Setiap giliran dirancang serentak, dan kamu harus menebak gerakan lawan. AI-nya pintar, dan multiplayer-nya penuh taktik.[/li][li]Kenapa gagal laku?
Terlalu “niche”, visualnya dianggap terlalu minimalis oleh pasar umum, dan kurang publikasi besar.[/li][/ul]Versi barunya, Frozen Synapse 2, juga mendapat review bagus tapi tetap underdog secara komersial.
Tidak semua game hebat bisa sukses di pasaran. Ada yang terlalu inovatif, terlalu rumit, atau sekadar kurang beruntung karena rilis di waktu yang salah. Namun satu hal yang pasti—game-game ini adalah permata tersembunyi di genre strategi. Kalau kamu bosan dengan formula strategi yang itu-itu saja, judul-judul ini bisa jadi oase segar dan tantangan baru.
Jadi, gamer sejati bukan cuma soal main game populer—tapi juga berani menjelajah game underrated yang penuh kejutan!
Baca Artikel Bola Voli Terlengkap disini
Spoortzoomid
0
21
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan