Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
KNPB dan Pimpinan Gereja Berhasil Mendamaikan Konflik Suku di Distrik Kobakma
KNPB dan Pimpinan Gereja Berhasil Mendamaikan Konflik Suku di Distrik Kobakma, Mamberamo Tengah
KNPB dan Pimpinan Gereja Berhasil Mendamaikan Konflik Suku di Distrik Kobakma
admin 7 Juni 2025 2 min read
DETIKPAPUA.COM : Wamena – Konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, pada 6 Juni 2025 akhirnya berhasil diredam. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mamberamo Tengah, bersama pimpinan gereja, melakukan pendekatan persuasif sehingga kedua pihak yang bertikai mencapai kesepakatan damai.

Latar Belakang Konflik

Pertikaian ini dipicu oleh ketegangan yang muncul akibat pergantian kepala kampung oleh pemerintah, yang kemudian berujung pada bentrokan antar sesama Suku Gem.

Upaya Mediasi dan Perdamaian

Menyikapi situasi tersebut, KNPB Wilayah Mamberamo Tengah berkoordinasi dengan pimpinan gereja untuk melakukan upaya mediasi. Pendekatan persuasif yang dilakukan berhasil menenangkan kedua kubu yang bertikai dan mengamankan situasi di Distrik Kobakma.

Dalam proses perdamaian, perwakilan dari kedua pihak yang bertikai menyampaikan kesepakatan mereka.
*”Kami sudah berbicara dari hati ke hati dan sepakat mengakhiri perselisihan ini,”* ujar salah satu tokoh masyarakat Suku Gem yang terlibat dalam konflik.

Ketua KNPB Wilayah Mamberamo Tengah, Ravis Polona, menegaskan pentingnya menjaga persatuan.
“Pertumpahan darah antar saudara tidak boleh terjadi lagi. Kami mengajak semua pihak untuk kembali hidup berdampingan dan membangun daerah ini bersama-sama,” katanya.

Pimpinan gereja pun turut memberikan pesan perdamaian.
“Sebagai orang beriman, kita harus saling mengasihi dan menghindari konflik yang tidak bermanfaat. Mari kita jadikan ini sebagai pelajaran agar ke depannya lebih bijak dalam menyelesaikan perbedaan,” ujar Larson Endambia, Wakil Ketua Klasis Koma GIDI.

Peran Media dalam Konflik

Di tengah ketegangan yang terjadi, berbagai bentuk pemberitaan mengenai konflik ini turut mempengaruhi opini publik dan memperkeruh suasana. Beberapa laporan yang beredar di media sosial dan platform digital dianggap berpotensi memperbesar perpecahan dengan menyajikan narasi yang tidak seimbang. Sebagai respons terhadap hal ini, KNPB dan pimpinan gereja menyerukan agar masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi dan menghindari provokasi dari media yang bisa memperkeruh keadaan.

“Kami mengimbau agar semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Kita harus lebih kritis dalam memahami setiap berita agar tidak memperburuk situasi,” ujar Ravis Polona.

Pimpinan gereja juga menambahkan bahwa media memiliki peran besar dalam menciptakan perdamaian.
*”Sebagai alat komunikasi, media seharusnya digunakan untuk memperkuat persatuan, bukan memperbesar konflik,”* kata Larson Endambia.

Seruan Perdamaian

Masyarakat dihimbau untuk kembali menjalani aktivitas normal mulai 7 Juni 2025 serta menjaga perdamaian dan persaudaraan.

Hingga saat ini, jumlah korban dari konflik tersebut belum dapat dipastikan.

Dalam kesempatan ini, KNPB bersama pimpinan gereja juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mamberamo Tengah, agar tidak terjebak dalam skenario politik adu domba yang berpotensi memicu konflik antar sesama Orang Papua. Mereka menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari pertumpahan darah yang dapat merugikan komunitas sendiri.

Mediator Konflik
Badan Pengurus Klasis Koma Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Larson Endambia, Wakil Ketua Klasis Koma. Badan Pengurus KNPB Wilayah Mamberamo Tengah
Ketua Ravis Polona. (Red).

https://www.detikpapua.com/knpb-dan-...beramo-tengah/

peranan OPM mendamaikan masyarakat..


0
274
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan