Kaskus

News

https://s.kaskus.id/images/2024/10/09/11690419_202410090343520717.png
1/1
lasiminvoice785Avatar border
TS
lasiminvoice785
TUKANG
Para pekerja konstrruksi ini dirasakan semakin penting kehadirannya, di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari segala sektor.
Salah satu sisi yang menarik dari mereka adalah, kebanyakan otodidak, bahkan lebih kepada faktor talent, bakat semata.
Bukan berarti, kita mengesampingkan out put dari jurusan konstruksi, baik pada jenjang SMK, terlebih lulusan perguruan tinggi.
Para tukang itu juga kaya pengalaman konstruksi di lapangan, hanya saja tidak kaya akademik. Mereka justeru pioneer dari suatu pekerjaan konstruksi, mulai dari penggalian pondasi hingga tahap finishing.
Karena secara umum pendampingan dari kegiatan konstruksi mereka ini sudah dihandel oleh insinyur-insinyur handal, maka untuk memberi nilai plus buat mereka, cukup dengan melibatkan mereka di organisai- organisasi pekerja--konstruksi, hingga merekapun musti punya semacam tabungan--asuransi buat masa tua mereka, sehingga di masa tua mereka masih masih di dukung dengan keuangan buat akhir kehidupan, meskipun tidak sebanyak ketika mereka masih produktif dulu, dan, ini berarti juga membantu keuangan keluarganya.
Sebab selama ini yang di cover oleh pemerintah adalah mereka yang nekerja di perusahaan-perusahaan.
Padahal, pekerja konstruksi--para tukang ini juga bisa.
Diperlakukan seperti halnya karyawan perusahaan, melalui program tabungan--asuraransi.
Semoga.
suekethosAvatar border
suekethos memberi reputasi
1
183
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan