- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Bolehkah Menutup Jalan untuk Kepentingan Pribadi seperti Hajatan?


TS
mnotorious19150
Bolehkah Menutup Jalan untuk Kepentingan Pribadi seperti Hajatan?

JAKARTA, KOMPAS.com - Penutupan jalan untuk kegiatan non-transportasi, seperti hajatan atau acara masyarakat lainnya, memang diizinkan asalkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menekankan pentingnya mematuhi peraturan tersebut demi menjaga kelancaran pergerakan lalu lintas.
Victor menjelaskan bahwa jalan merupakan fasilitas umum yang berfungsi untuk pergerakan orang, barang, dan kendaraan. Oleh karena itu, penutupan jalan tidak boleh dilakukan sembarangan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), penutupan jalan harus disertai beberapa persyaratan, termasuk penyediaan jalan alternatif dan pemasangan rambu-rambu yang jelas.
"Izin penutupan jalan untuk kepentingan pribadi atau masyarakat harus diajukan paling tidak 7 hari sebelum pelaksanaan," ujar Victor kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2024).
"Penutupan jalan yang tidak sesuai prosedur dapat dikenakan sanksi denda hingga Rp 1,5 miliar atau hukuman penjara maksimal 18 bulan," tambahnya.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan dengan baik setiap rencana penutupan jalan dan mengikuti prosedur yang berlaku, demi kenyamanan bersama dan menghindari dampak negatif bagi pengguna jalan lainnya.
kompas.com






odjay05 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
433
31


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan