Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

4574587568Avatar border
TS
4574587568
Hamas Dilaporkan Kian Melemah, Kekuatan Tempur Berkurang Signifikan
Hamas Dilaporkan Kian Melemah, Kekuatan Tempur Berkurang Signifikan

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Hamas telah kehilangan sekitar separuh pasukannya dalam delapan bulan perang.
Mereka mengandalkan taktik pemberontak serang-lari untuk menggagalkan upaya Israel menguasai Gaza.
Ini disampaikan para pejabat AS dan Israel kepada Reuters.

Kelompok penguasa di daerah kantong tersebut telah berkurang menjadi antara 9.000 dan 12.000 pejuang, menurut tiga pejabat senior AS yang mengetahui perkembangan medan perang, turun dari perkiraan Amerika sebelumnya sebesar 20.000-25.000 sebelum konflik.
Sebaliknya, Israel mengatakan mereka telah kehilangan hampir 300 tentara dalam kampanye di Gaza.
Hamas masih menghindari pertempuran berkelanjutan dengan pasukan Israel yang mendekati kota paling selatan Rafah, dan lebih mengandalkan penyergapan dan bom rakitan untuk mencapai sasaran yang sering berada di belakang garis musuh, kata salah satu pejabat.
Beberapa warga Gaza, termasuk Wissam Ibrahim, mengatakan mereka juga mengamati adanya perubahan taktik.
“Pada bulan-bulan sebelumnya, pejuang Hamas akan mencegat, menyerang, dan menembaki pasukan Israel segera setelah mereka masuk ke wilayah mereka,” kata Ibrahim kepada Reuters melalui telepon.

“Tetapi sekarang, ada perubahan penting dalam mode operasi mereka, mereka menunggu sampai mereka dikerahkan dan kemudian memulai penyergapan dan serangan," tambahnya.
Para pejabat AS, yang meminta tidak disebutkan namanya untuk membahas masalah-masalah sensitif, mengatakan bahwa taktik semacam itu dapat menopang pemberontakan Hamas selama berbulan-bulan mendatang.

Ini dibantu dengan senjata yang diselundupkan ke Gaza melalui terowongan dan senjata lain yang digunakan dari persenjataan yang tidak meledak atau dirampas dari pasukan Israel.

Jangka waktu yang berlarut-larut seperti ini juga diamini oleh penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan pekan lalu bahwa perang bisa berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2024.

Seorang juru bicara Hamas tidak menanggapi permintaan komentar mengenai strategi medan perangnya. 


Dalam upaya propaganda paralel, beberapa pejuang kelompok tersebut merekam serangan mereka terhadap pasukan Israel, sebelum mengedit dan mempostingnya di Telegram dan aplikasi media sosial lainnya. 

sumber
0
331
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan