Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

iskrimAvatar border
TS
iskrim
Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu
Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu

Nama Starlink masih hangat diperbincangkan setelah satu momen Luhut menyambut kedatangan Elon Musk pemilik Stralink dan resmi beroperasi di Indonesia pada 19 Mei 2024 lalu. Stralink menjadi kompetitor sekaligus alternatif terhadap kemajuan internet Indonesia..

Starlink, sebuah proyek internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan teknologi luar angkasa yang didirikan oleh Elon Musk, memiliki tujuan utama menyediakan akses internet berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah sampai ke daerah terpencil di seluruh dunia yang awalnya sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional karna faktor geografis seperti Indonesia.

Masih dalam pengulikkan saya, dibalik kelebihan ada kekurangan, menurut saya inilah sisi gelap dari hadirnya Starlink bagi manusia berdasarkan sumber yang saya sertakan sebagai referensi tulisan ini.


Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu


Pertama, berdampak pada gangguan 'akses astronomi'. Istilah yang masih asing kita dengar tapi mungkin sepuluh tahun ke depan akan semakin sering kita dengar karena semakin banyak satelit komersil bermunculan.

Dengan semakin banyaknya satelit berada di orbit rendah dampaknya akan mengganggu pengamatan astronomi dan menghasilkan polusi cahaya di langit malam hari. Satu Satelit Starlink saja dikabarkan sudah mulai mengganggu pengamatan teleskop seperti meninggalkan jejak terang pada gambar astronomi, ini membuat bagian dari gambar tersebut menjadi tidak dapat digunakan. Bahkan teleskop sekelas Hubble dan observatorium lain yang mempelajari objek dekat Bumi ikut terganggu.


Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu


Kedua, menimbulkan Radiasi. Yang tidak kalah penting adalah satelit Starlink rupanya memancarkan radiasi elektromagnetik yang tidak diinginkan yang dampaknya bisa mengganggu efektifitas pengamatan radio astronomi. Misalnya, satelit-satelit ini memancarkan sinyal dalam rentang frekuensi yang penting bagi penelitian astronomi.


Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu


Ketiga. Resiko terjadi tabrakan antar satelit. Menurut United Nations' Outer Space Objects Index total satelit yang mengorbit rendah dan aktif saat ini ada sekitar 7.500 satelit, jadi bisa kita bayangkan seberapa padatnya diatas sana dengan kehadiran para satelit ini.

Aktifitas satelit dan dampak cuaca tentu meningkatkan resiko satelit saling bertabrakan (efek domino atau sindrom Kessler) lalu imbasnya menimbulkan banyak sampah antariksa di masa depan. Masalah ini jelas dapat mengancam misi antariksa lainnya seperti pernah terjadi kasus pada Stasiun luar angkasa ISS (International Space Station) pernah rusak setelah ditabrak puing sampah yang ternyata adalah lengan robotik Canadarm2.

ISS dilaporkan juga pernah harus melakukan manuver darurat tiga kali untuk menghindari tabrakan dengan puing-puing luar angkasa di ketinggian sekitar 400 kilometer. Tapi ISS juga pernah membuang sampah baterai seberat 2,9 ton yang merupakan sampah terbesar dan terberat yang pernah dilakukan manusia di orbit rendah bumi. Hm.



Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu


Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu

Original Thread © 2016 - 2024 iskrim
Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Opini, Ref1, Ref2, Ref3, Ref4, Ref5 | img : Ai  


Ketawan, Ini 3 Sisi Gelap Starlink yang Perlu Kita Tahu
Diubah oleh iskrim 21-05-2024 04:44
herisukasukaAvatar border
yasyah81Avatar border
pakdejossAvatar border
pakdejoss dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.1K
20
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan