Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

harrywjyyAvatar border
TS
harrywjyy
Membanggakan! Animator Indonesia Ikut Produksi Film Kingdom of the Planet of the Apes
Membanggakan! Animator Indonesia Ikut Produksi Film Kingdom of the Planet of the Apes
Sumber Gambar

Sashya Subono, seorang animator Indonesia, berperan penting dalam pembuatan film Kingdom of the Planet of the Apes. Film ini merupakan bagian dari franchise Planet of the Apes dan mengisahkan dunia 300 tahun setelah film pertama, War of the Planet of the Apes. Di masa ini, kera adalah spesies dominan yang hidup harmonis, sementara manusia terpaksa berada dalam bayang-bayang. Sashya Subono, yang bekerja di bawah WetaFX dan tinggal di Selandia Baru, bertanggung jawab sebagai Facial Motion Animator. Tugasnya adalah menganimasikan gerakan wajah, ekspresi, dan mimik karakter dalam film. Berbeda dengan proyek sebelumnya, di Kingdom of the Planet of the Apes, Sashya fokus pada animasi karakter hewan kera. Proses ini memerlukan kemampuan untuk menerjemahkan gerakan manusia menjadi gerakan kera yang meyakinkan. Sashya mengaku senang mengamati kera di kebun binatang sebagai bagian dari rutinitasnya sebelum terlibat dalam proyek ini.

Franchise "Planet of the Apes" adalah salah satu waralaba film yang ikonik dan memiliki penggemar yang fanatik di seluruh dunia. Cerita ini bermula dari novel karya Pierre Boulle yang diterbitkan pada tahun 1963, yang kemudian diadaptasi menjadi film pada tahun 1968. Kisahnya berpusat di sekitar perjuangan antara manusia dan simpanse cerdas yang berevolusi, memunculkan pertanyaan tentang identitas, moralitas, dan kekuasaan. Waralaba ini telah memperluas keberadaannya melalui film, serial televisi, novel, komik, dan permainan video.

Cerita "Planet of the Apes" menggambarkan dunia di mana manusia bukanlah spesies puncak dalam hierarki makhluk hidup. Sebaliknya, para simpanse, orangutan, dan gorila telah menjadi pemimpin intelektual dan kekuasaan, sementara manusia sering kali dianggap sebagai makhluk inferior yang digunakan sebagai budak atau bahkan menjadi objek penelitian. Dinamika kekuasaan ini menciptakan konflik yang kompleks dan mendalam, memunculkan pertanyaan etis tentang perlakuan terhadap makhluk lain dan harga diri manusia.

Membanggakan! Animator Indonesia Ikut Produksi Film Kingdom of the Planet of the Apes
Sumber Gambar

Salah satu aspek menarik dari franchise ini adalah penggambaran dunia pasca-apokaliptik yang penuh dengan analogi sosial dan politik. Beberapa adaptasi menggambarkan kehancuran peradaban manusia sebagai akibat dari kecerobohan atau ambisi ilmiah, sementara yang lain menyoroti konsekuensi dari eksploitasi lingkungan dan perang nuklir. Dalam konteks ini, "Planet of the Apes" tidak hanya merupakan kisah fiksi ilmiah yang menghibur, tetapi juga cermin bagi masyarakat kita sendiri, mendorong kita untuk merenungkan masa depan dan tindakan kita saat ini.

Selain itu, waralaba ini juga mengeksplorasi tema-tema seperti identitas, keadilan, dan moralitas melalui karakter-karakter yang kompleks dan berkembang. Ada konflik internal di antara simpanse yang mempertanyakan peran mereka dalam masyarakat, manusia yang berusaha untuk mempertahankan martabat mereka, dan orangutan yang terperangkap di antara ambisi politik dan kekhawatiran etis. Melalui perjalanan karakter ini, penonton dihadapkan pada pertanyaan universal tentang apa itu manusia, apa arti dari keadilan, dan bagaimana kita dapat hidup bersama secara damai dalam perbedaan.

Akhirnya, pengaruh waralaba "Planet of the Apes" terus terasa dalam budaya populer dan kesusastraan, dengan tema-temanya yang meresap dalam karya-karya lain. Kisah-kisah tentang konflik antara manusia dan makhluk lain, serta refleksi tentang sifat manusia dan peradaban, terus mempengaruhi narasi-narasi modern. Dengan demikian, "Planet of the Apes" tidak hanya menjadi waralaba film, tetapi juga sumber inspirasi yang berkelanjutan bagi para penulis, pembuat film, dan penggemar yang terus meneliti dan menghargai kompleksitas dunia yang diciptakan dalam cerita ini.

Sumber Valid (baca baik-baik): Link Referensi 1 , Link Referensi 2
krynsatAvatar border
handokorasin969Avatar border
arpiramdanAvatar border
arpiramdan dan 6 lainnya memberi reputasi
7
477
24
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan