Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

harrywjyyAvatar border
TS
harrywjyy
Potret Mengerikan Dahsyatnya Erupsi Gunung Ruang di Sulut!

Sumber Gambar

Lima Fakta Menarik tentang Erupsi Dahsyat Gunung Ruang

1. Waktu Erupsi
Gunung Ruang, yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meletus pada Selasa, 16 April 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa erupsi terjadi pada pukul 19.19 WITA1.

2. Jenis Erupsi
Erupsi Gunung Ruang dikategorikan sebagai erupsi eksplosif1. Erupsi ini memuntahkan bahan-bahan piroklastik, yang merupakan campuran partikel-partikel padat dan gas yang dipancarkan oleh gunung berapi saat meletus1.

3. Frekuensi Erupsi
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, tercatat ada tiga kali erupsi eksplosif dari Gunung Ruang1. Erupsi pertama terjadi pada 16 April 2024 pukul 21.45 WITA, diikuti oleh erupsi kedua pada 17 April 2024 pukul 01.08 WITA, dan erupsi ketiga pada 17 April 2024 pukul 05.05 WITA1.


Sumber Gambar

4. Fenomena Alam Saat Erupsi
Erupsi Gunung Ruang disertai dengan fenomena alam yang cukup menakjubkan, yaitu munculnya kilatan petir dan suara dentuman yang cukup keras1. Fenomena ini menjadi viral di media sosial dan menambah keunikan dari erupsi Gunung Ruang1.

5. Status Gunung Ruang
Seiring dengan erupsi yang terjadi, status Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) oleh PVMBG1. Perubahan status ini berlaku mulai 17 April 2024 pukul 21.00 WITA1.
Erupsi Gunung Ruang ini tentunya menjadi perhatian publik dan peneliti gunung berapi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait aktivitas Gunung Ruang.


Sumber Gambar

Berikut adalah beberapa upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk menghadapi erupsi gunung berapi:

1. Pemetaan dan Identifikasi Risiko: Melakukan pemetaan dan identifikasi daerah rawan erupsi gunung berapi. Selain itu juga mengidentifikasi potensi risiko yang dapat terjadi, seperti lahar, awan panas, dan aliran piroklastik1.

2. Sistem Peringatan Dini: Membangun dan mengoperasikan sistem peringatan dini yang efektif. Dilakukan untuk memberi tahu masyarakat tentang ancaman erupsi gunung berapi dengan cukup waktu untuk evakuasi dan mengambil tindakan pencegahan1.

3. Penyuluhan dan Edukasi Masyarakat: Melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang tindakan yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah terjadinya erupsi gunung berapi. Termasuk cara menghadapi ancaman yang mungkin timbul1.

4. Pembangunan Infrastruktur Pengamanan: Membangun infrastruktur pengamanan seperti bendungan lava, tanggul, dan jaringan drainase. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko aliran lava, lahar, dan bahaya lainnya yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi1.

5. Pengaturan Ruang dan Tata Ruang: Menerapkan pengaturan ruang dan tata ruang yang tepat. Misalnya, pembatasan pembangunan di daerah rawan erupsi gunung berapi dan pengembangan zona-zona evakuasi yang aman1.

6. Penelitian dan Pengembangan: Melakukan penelitian dan pengembangan terus-menerus. Dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman tentang perilaku gunung berapi, sistem peringatan dini, teknologi mitigasi, dan manajemen bencana gunung berapi secara umum1.

7. Evakuasi dan Pengungsian: Melakukan evakuasi dan pengungsian penduduk dari daerah yang berpotensi terkena dampak erupsi gunung berapi1.
Harap dicatat bahwa upaya mitigasi ini harus disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik gunung berapi serta masyarakat di sekitarnya. Selalu berkoordinasi dengan pihak berwenang dan ahli geologi atau vulkanologi untuk mendapatkan informasi yang akurat dan up-to-date.

Sumber: Link Referensi
suksesinambo008Avatar border
suksesinambo008 memberi reputasi
1
802
12
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan