4574587568Avatar border
TS
4574587568
Awas "Perang" Baru AS VS China, Biden Hukum Xi Jinping karena Putin


Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi Amerika Serikat (AS) dan China bisa memanas ke depan. Pasalnya AS tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan "bom" baru ke perusahaan-perusahaan China.

Mengutip CNBC International, usulan datang dari parlemen, DPR AS. Mereka mempertimbangkan rencana itu, merujuk pada tindakan serupa yang telah dilakukan Uni Eropa (UE) akhir pekan lalu. 

Mereka menuding perusahaan-perusahaan China telah membantu Rusia dalam perang dengan Ukraina. Ini menandai serangan langsung pertama yang ditunjukan Washington ke Beijing sejak perang dimulai, hampir dua tahun lalu.
"China harus memahami bahwa jenis sanksi yang sama yang mulai berlaku di Rusia dan memengaruhi produktivitas, kinerja ekonomi, dan kualitas hidup Rusia, juga dapat diterapkan ke China," kata anggota Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, Senator Demokrat Gerald Connolly, dikutip Selasa (20/2/2024).

"Dan sejujurnya, China mempunyai lebih banyak kerugian dibandingkan Rusia," tambahnya. 


Sebenarnya sanksi AS diyakini dapat sangat merugikan perekonomian China yang sudah lesu, setelah pemulihan akibat Covid-19 yang lebih lambat dari perkiraan dan gejolak di sektor real estate. Namun langkah seperti itu juga dapat merugikan AS, mengingat saling ketergantungan perdagangan di antara kedua negara tersebut.
Meski begitu, Connolly mengatakan hal itu tidak akan menghalangi hukuman ke negeri Persiden Xi Jinping. 

Ia menegaskan hal itu pun mungkin akan terjadi "segera".
"Harapan saya adalah ancaman terbesarnya dan fakta bahwa negara-negara Eropa benar-benar serius mengenai hal ini, yang merupakan perkembangan yang relatif bar. (Jadi) saya harap dapat memperjelas beberapa pemikiran ke Beijing," katanya.
"Jika sanksi luas diterapkan terhadap China, hal itu akan berdampak besar. Dan kinerja perekonomian mereka saat ini sudah lemah. Jadi saya berharap China akan memperhitungkan dengan hati-hati bahwa ada konsekuensi jika mendukung kekerasan dan kebobrokan Rusia di Ukraina," tambahnya.

Senator AS lain juga membenarkan hal itu. Ben Cardin mengatakan kongres AS saat ini sedang mempertimbangkan opsi dengan pemerintahan Presiden Joe Biden.
"Ini adalah bidang yang sedang kami pertimbangkan, dan kongres sedang bekerja sama dengan pemerintah mengenai bagaimana kami dapat menegakkan sanksi terhadap Rusia, dan hal ini memerlukan kerja sama yang lebih besar dari negara-negara lain," katanya.
"Ancaman China menjadi kekhawatiran besar bagi AS," tambahnya. 


Sebelumnya UE mengumumkan sedang bersiap untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China yang diyakini membantu Rusia menghindari hukuman Barat. Ini dimaksudkan untuk mengekang perangnya di Ukraina.
Proposal tersebut, yang akan menjadi bagian dari paket sanksi ke-13 blok tersebut sejak dimulainya invasi besar-besaran Rusia, kemungkinan akan siap pada akhir bulan ini. Diplomat utama UE Josep Borrell mengatakan bahwa rencana tersebut menjadi semakin mendesak setelah kematian pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny pada hari Jumat.

Rencana tersebut muncul di tengah laporan yang beredar bahwa Beijing benar-benat mendukung ekonomi perang Moskow.
Investigasi CNBC International pada bulan September menemukan bahwa perusahaan-perusahaan China memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan militer Rusia, termasuk melalui perdagangan barang untuk digunakan di medan perang di Ukraina.
Laporan terpisah Januari juga mengklaim menemukan bahwa China telah menjadi saluran utama dalam menyalurkan teknologi penting Barat ke Rusia. Sayangnya belum ada tanggapan dari China soal ini.


sumber
combustorAvatar border
indrastridAvatar border
indrastrid dan combustor memberi reputasi
2
760
10
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan