4574587568Avatar border
TS
4574587568
Gila! Israel Gempur Gaza Semalaman, 103 Orang Tewas dalam 24 Jam


Jakarta, CNBC Indonesia - Israel makin menggila di Gaza. Di saat pemungutan suara dilakukan PBB untuk meminta gencatan senjata yang kemudian di veto Amerika Serikat (AS), Selasa malam waktu setempat, Negeri Zionis melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah itu.

Dilaporkan sebanyak 103 orang tewas dalam 24 jam terakhir. PBB sendiri telah memberi peringatan atas situasi mengerikan itu seraya menyebut musibah lainnya seperti kekurangan pangan yang menyebabkan ledakan kematian anak-anak. 


"Berapa banyak dari kita yang harus mati... untuk menghentikan kejahatan ini?" kata dokter Palestina Ahmad Moghrabi di kota utama Gaza selatan, Khan Younis, dikutip AFP, Rabu (21/2/2024).

"Di manakah letak kemanusiaannya?" tegasnya.

Bukan hanya serangan udara, Israel juga disebut mengirimkan tembakan tank ke Gaza. Para saksi mata mengatakan lingkungan Zeitoun di selatan Kota Gaza juga menjadi sasaran pemboman besar-besaran.

"Kami tidak tahu ke mana harus pergi. Setiap tempat dibom," kata warga Zeitoun, Abdullah Al-Qadi, 67 tahun.

Lebih jauh ke selatan di Al-Zawayda, Ayman Abu Shammali mengatakan istri dan putrinya tewas dalam serangan rudal Israel semalam. Ia mengatakan situasi sekarat.

"Orang-orang di wilayah utara sekarat karena kelaparan, sedangkan di sini kami sekarat karena pemboman," katanya.

Sebelumnya, Israel telah mengancam Rafah. Wilayah perbatasan Mesir itu kini menjadi tembok terakhir pengungsi Gaza menghindari serangan Israel.

Israel telah mengatakan bahwa kecuali semua sandera Israel dibebaskan pada pada 10 atau 11 Maret, maka mereka akan melanjutkan serangannya selama bulan suci umat Islam, Ramadhan. Sejumlah negara dunia memprotes hal tersebut namun tak ada aksi nyata yang dilakukan untuk mencegah ancaman Israel sejauh ini.

AS Veto Lagi Resolusi PBB Terbaru soal Gaza

Di sisi lain, AS telah kembali memveto reslusi soal Gaza. Resolusi ini merupakan proposal yang dirancang oleh Aljazair, yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan "tanpa syarat" semua sandera Israel yang diculik Hamas dalam serangan 7 Oktober.

Duta Besar Washington untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menyebut pemungutan suara tersebut "hanya angan-angan dan tidak bertanggung jawab". Hamas mengatakan veto AS sama dengan "lampu hijau bagi pendudukan untuk melakukan lebih banyak pembantaian".

Veto tersebut memicu kritik dari negara-negara termasuk China, Rusia dan Arab SaudI. bahkan sekutu dekat AS termasuk Prancis dan Slovenia juga mengecamnya.

Presiden AS Joe Biden sebenarnya menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengurangi dukungan negerinya bagi Israel. Diketahui, di PBB, Washington juga mengajukan rancangan resolusi alternatif mengenai Gaza, dengan memberikan dukungan untuk "gencatan senjata sementara di Gaza sesegera mungkin".


sumber
combustorAvatar border
itkgidAvatar border
sukhoipakfaAvatar border
sukhoipakfa dan 2 lainnya memberi reputasi
3
669
27
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan