- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Syukur Warga Kota Malang Dapat Beras Gratis di Tengah Harga Melambung
TS
mabdulkarim
Syukur Warga Kota Malang Dapat Beras Gratis di Tengah Harga Melambung

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 15 Nov 2023 16:09 WIB
Warga Kelurahan Gadang rela antre untuk mendapatkan bantuan pangan berupa beras (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang - Senyum merekah tampak pada puluhan warga di Kota Malang. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan beras Bulog secara gratis, yang dibagikan di kantor Kelurahan Gadang, Kota Malang. Masing-masing warga menerima beras seberat 10 kilogram.
Pembagian beras gratis ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali, bagi keluarga pra sejahtera. Namun, hari ini ada banyak warga bersyukur bisa mendapatkan bantuan pangan ketika harga beras melambung tinggi.[/b\
Salah satunya Nanik, warga Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia merupakan satu dari 661 keluarga prasejahtera yang menerima bantuan pangan tersebut.
Nanik menerima bantuan pangan berupa beras seberat 10 kilogram. Bagi Nanik, membeli beras untuk makan sehari-hari adalah hal yang sulit. Terlebih, saat harga beras mahal seperti kali ini.

Senyum warga Kelurahan Gadang usai antre demi mendapatkan bantuan pangan berupa beras Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Dalam sehari, untuk kebutuhan makan bersama dua anggota keluarga lainnya, Nanik membutuhkan sekitar setengah kilogram beras.
"Dengan bantuan ini, saya bisa hemat pengeluaran sampai 20 hari," ucap Nanik ditemui wartawan usai menerima bantuan pangan, Rabu (15/11/2023).
Selain Nanik, penerima bantuan pangan berupa beras banyak didominasi oleh emak-emak yang berdomisili di Kelurahan Gadang. Mereka rela mengantre di bawah terik matahari.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Gadang, Suminem menambahkan, penyaluran bantuan pangan ini akan dipercepat. Agar masyarakat yang memang memiliki hak menerima bantuan segera mendapatkan beras.
"Jumlah beras dari Bulog sebanyak 6 ton, untuk 661 keluarga prasejahtera di wilayah Kelurahan Gadang," imbuhnya terpisah.
Menurut Suminem, penyaluran bantuan pangan ini rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras.
https://www.detik.com/jatim/berita/d...rga-melambung.
Penjual di Pasar Induk Cipinang Teriak Harga Beras Naik, Ini Penyebabnya

Samuel Gading - detikFinance
Senin, 13 Nov 2023 13:35 WIB
Beras di Pasar Induk Beras Cipinang/Foto: Samuel Gading/detikcom
Jakarta - Sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipimang (PIBC), Jakarta Timur mengatakan harga beras meningkat 10% dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini disinyalir terjadi karena meningkatnya harga gabah di tingkat petani.
Penjual dari CV Lautan Mas, Ita mengatakan pihaknya menjual beras jenis IR-64 I Rp 13.000/kg atau naik dari sebelumnya Rp 12.000/kg. Ia menyebut, kenaikan harga beras terjadi karena tingginya harga gabah di tingkat petani.
"Gabahnya mahal,[/b\" ucapnya kepada detikcom, Senin (13/11/2023).
Sementara itu, Riyadi, Kepala Penjualan CV Menara Citra Selaras (MCA), menjual beras paling murah Rp 12.800/kg untuk jenis medium IR-64 I atau naik dari sebelumnya Rp 11.300/kg. Berdasarkan laporan para petani di Solo, Riyadi mengatakan harga beras meningkat karena kenaikan harga gabah di tingkat petani.
"Harga gabahnya mahal di tingkat petani. Ini beras Solo semua karena kita ngambil dari penggilingan. Di sana harga gabah Rp 7.800/kg," bebernya.
Menurut data Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (13/11) pukul 12.00 WIB, harga Rata-rata nasional gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp 6.620/kg. Sementara harga rata-rata nasional GKP tingkat penggilingan bertengger di angka Rp 6.980/kg.
Harga GKP tercatat meningkat dalam enam bulan terakhir. Untuk GKP tingkat petani meningkat dari Rp 5.140/kg pada Juli menjadi Rp 6.000/kg pada November. Sementara itu, harga GKP tingkat penggilingan meningkat dari Rp 5.550/kg pada Juli menjadi Rp 6.640/kg pada November.
Sedangkan, untuk rata-rata nasional harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan juga melonjak dalam enam bulan terakhir. Jumlahnya meningkat Rp 1.680 dari Rp 5.600/kg pada Juli menjadi Rp 7.280 pada November 2023.
Produksi Menurun
Berdasarkan catatan detikcom, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency, Arief Prasetyo Adi sempat membeberkan penyebab harga beras masih tinggi, yaitu karena tingginya harga GKP. Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi pertanian sehingga penggilingan juga tidak memiliki banyak stok GKP.
"Hari ini, seperti ini artinya penggiling padi tidak dapat GKP. Karena GKP harganya tinggi, maka harga beras tingi," kata di Gudang Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (4/10/2023).
Pada hari ini Senin (13/11), Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan terjadi penurunan produksi beras nasional pada 2022 hingga 2023. Hal ini disebabkan oleh cuaca panas ekstrem atau El Nino. Sebelum fenomena itu terjadi, Amran mengatakan produksi beras Indonesia bisa mencapai 31 juta ton. Namun, tahun ini diprediksi hanya 30 juta ton.
"Kondisi ini memaksa kita impor beras sebanyak 3,5 juta ton (2023) untuk cadangan pangan pemerintah," kata Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
https://finance.detik.com/berita-eko...i-penyebabnya.
Efek kemarau panjang jadi nggak semua wilayah sawah di Indonesia bisa panen...
jadi beras naik drastis dari biasanya 10rb ke 12rb..
apakah bakal terus naik karena jika terlalu drastis harga beras di banyak daerah bisa memicu masalah ekonomi dan sosial besar.
gula juga naik karena masalah produksi..
bukan.bomat memberi reputasi
1
232
12
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan