Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

masih.berdramaAvatar border
TS
masih.berdrama
Cerita Yang Sampai Sekarang Tidak Pernah Aku Cari Tau Lagi - KUNCEN
Jadi kenakalan kami ini suka bolos sekolah sampai pernah satu geng kami ini termasuk saya kedapatan lagi sedang bolos, karena pada saat itu sebagian guru2 melakukan razia diluar sekolah untuk mencari siswa siswinya yg bolos. dan kami terciduk dimall, kami gak kepikiran guru mau melakukan razia smpai kemall setelah itu kami di bolos kesekolah untuk di kenakan sanksi, tapi setibanya di kantor kepala sekolah ternyata banyak juga yg bolos dari kelas-kelas lain juga ada sebagian yang bolos, mereka kedapetan di mall juga tapi ada juga di tempat lain seperti di tempat-tempat wisata pemandian juga ada. kebetulan kejadianya itu pas hari Valentine jadi mereka para guru berpikir banyak murid yg bolos karena pacaran atau cari kado bwt pasangannya, nah di hari valentine itulah kami kedapetan bolos mana di mall lagi tempatnya, jadi guru menyangka kami juga salah satu murid yang ikut merayakan valentine, padahal tidak, kami bolos hanya untuk bersenang senang dan dsana kami hanya maka bersama teman satu sekolah yang ikut bolos.

bolos ini memang sering kami lakukan tidak hanya di hari valentine saja, bahkan kena sanksi dan surat pemanggilan orang tua kami sudah sering, tapi masih tetap saja gak kapok, kami dengan cara gak datang kesekolah malah lebih punya kesempatan untuk bolos lagi.

Jadi pada suatu hari setelah ujian sekokah, tiba tiba kami tidak mampu mengisi soal, jadi kmi kena remedial, remedial ini harus melakukan tugas kelompok yang diberikan guru, guru ingin kelompok kami berdiskusi dan mengumpulkan profosal dalam tugas yang sudah dipersiapkan guru, masing-masing setiap mata pelajaran yang berbeda itu, dalam satu profosal isinya bisa sampai 23 lembar kertas yg harus di print dan di cetak, bayangkan kalo ada 10 mata pelajaran yang akan di buat profosal mana setiap mata pelajaran yang berbeda itu, lain pembahasan bayangkan bagaimana pusingnya gimana grup ini mencari jawaban yang akan di print serta dibuat profosal nanti.
karena guru kami pun mengerti kesulitan kami, kami di beri jangka waktu satu bulan lebih untuk menyelesaikannya, kami juga mengerti para guru ini memberi profosal yang gak main-main ke kami agar mendapat efek jera, dan mau tidak mau kami kerjakan, karena menyangkut kelulusan kelas kami diberi waktu oleh guru sebulan lebih kurangnya

Tapi ternyata waktu satu bulan, bahkan telah lebih, kami belum mampu menyelesaikannya semua. masih baru beberapa lagi yang belum sempat terselesaikan dan guru masih baik, kami diberi waktu satu minggu lagi namun kalo msih gak terselesaikan juga, guru akan ambil keputusan, semenjak kami dapet tugas ini kami gak pernah lgi bolos karena sibuk ngejar waktu target profosal yang akan di kumpulkan dengan waktu yang sudah dijanjikan gurunya, atau kalo ga terancam kami gak lulus, bayangkan murid sebandal kami yang biasanya ngabisin waktu diluar kini jadi pelajar yang amat tekun bahkan melebihi teman teman kami yang rajin dan pinter.

Waktu itu wali kelas kami Pak Andre pernah menyampaikan ke kami apabila tugas proposal kalian semuanya sudah selesai kumpulkan kepada bapak selaku wali kelas kalian, karena itu juga permintaan guru yang lain. murid yang lain yang ada tugas remedial bila sdh selesai kumpul kewali kelas masing-masing begitu dari permintaan guru.

Pada saat kelompok kami sudah selesai waktu sangat mepet sekali pada hari itu, tugas harus di kumpulkan untungnya hari itu pula kami selesai juga, alhamdulillah tapi yang jadi masalah malahan saat pengumpulan profosal wali kelas kami tidak hadir karena beliau juga ada tugas di sekolah yang lain dimana posisi beliau sebagai kepala sekolah disana jadi bapak itu menelpon guru penjas kami untuk meminta tolong sampaikan ke anak-anak tugas remedial mereka bawa saja ke rumah saya, nanti jam 4 sore saya tunggu mereka di rumah saya karena saat ini saya sedang ada tugas dinas di sekolah lain dan guru penjaspun memberi tau berita ini kepada kami, kami pun tidak keberatan rumah beliau karena kami tau rumahnya karena sudah beberapa kali kesana untuk tugas lain yang ambil dirumah beliau, mangkanya kita tau rumahnya ditambah lagi wali kelas kami ini cukup akrab dan ramah kepada para murid nya.

Setelah mendapat kabar seperti itu kelompok kami pun janjian sepulang sekolah untuk pulang dulu masing-masing kerumah setelah itu sekitaran jam 3 sore udah harus berkumpul, barulah sepakat berangkat kerumah beliau namun yang mau berangkat cuma orang 4 saja gak semuanya, karena semua kelompok kami terdiri dari 7 orang dan hanya 4 orang termaksud saya yang ikut mengantarkan tugas remedial kerumah Pak Andre, kamipun ga masalah untuk pengantarannya saja tidak apa, gak ikut semua yang penting saat mengerjakannya kami semua ikut andil kok jdi tidak terlalu mempermasalahkan kalo gak bisa ikut semua kerumah Pak Andre.

Tiba dirumah Pak guru kami, hampir mau adzan magrib dirumah beliau, keliahatan wajah beliau kesal melihat kami, pak guru bilang bukannya kalian sudah diingatkan kalo datang jam 4 sore dan jangan terlambat, kami hanya meminta maaf, terus kami beranikan diri nanya “memangnya ada apa ya pak kami sudah biasa kok lewat sini bahkan kadang kalo malam minggu kami lewat pukul 11 malam alhamdulillah aman aman aja”.
Terus beliau menjawab dengan nada sedikit tinggi dan marah “bukan begitu soalnya disini baru"? tidak lama beliau terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan nya, kami yang penasaran bertanya, kenapa pak??, belum saja beliau menjawab adzan magrib pun berkumandang beliau melarang kami, kalo magrib dijalan terus mengajak kami untuk sholat berjamaah dulu setelah itu baru boleh pulang.

Selesai sholat, kami malah di ajaknya makan bahkan agak memaksa jadi kami turuti aja, sesudah makan, kami berbincang sebentar, waktu menunjukkan pukul 9 malem, sampai lupa nasehat beliau sendiri tadi agar pulang jgn malam-malem, akhirnya salah satu temen kami mengajak pulang, pada saat mau jalan pulang, beliau melihat kami di depan pintu saat motor kami mau meninggalkan rumah Pak guru itu aku yg di boncengin temen melihat seperti ada sesuatu yang baru disadari Pak guru lupa menyampaikannya kepada kami, saat beliau mencoba teriakin kami, ada bapak-bapak berpeci nyamperin guru kami aku rasa itu adalah tetangga beliau dan aku lihat dari kejauhan beliau ngobrol dengan tetangganya ini. akhirnya aku berpikir ini hanya pikiranku saja tapi yang sebenarnya tidak ada hal yg mau di sampaikan pak Andre, tapi seketika perasaanku jdi gak enak ada rasa khawatir ketika melihat exspresi beliau yg seperti mau memberi peringatan, namun terhalang karena tetangganya dateng, padahal suasana sepanjang jalan ini di cukup terang karena banyak diberi lampu, yang anehnya hanya motor kami saja yang lewat, tidak ada motor lain yang biasanya suka lewat, padahal jam masih 9 malam juga.

Kebetulan kami kalo keluar suka ambil jalan ini sebagai jalan pintas yang lebih cepat namun kali ini sepi sekali hanya motor kami saja yang lewat, saat hati ini bertanya, temenku yang membocengku membuka obrolan yang tadinya suasana perjalanan hening dan dia nanya “kenapa kok aku ngerasa jalan ini agak lain ya”, membuka obrolan sambil melambati laju matornya agar temen yg dibelakang tidak tertinggal jauh, terus aku jawab “udalah positif aja gak usah pikir yang aneh-aneh karena perjalanan di pinggiran sungai ini masih cukup panjang, jadi lebih baik berpikir positif saja, padahal sebenarnya hatiku juga sedang khawatir walaupun belum jelas, tiba-tiba motor di hentikan secara dadakan oleh temanku, sontak temanku yang bawa motor di belakang pun ikut berhenti, lalu kenapa tanya kami semua kepada temanku yg didepan membawa motor.

Jadi saat temenku yang membawa motor menghentikan motornya dengan agak sedikit dadakan, jantung ku langsung degdegkan seakan punya firasat akan ada hal yg terjadi, terus langsung Ku tanya pda temanku ini
“ada apa kenapa berhenti disini tanyaku”
temenku Angga langsung balik ke arahku yang di boncengnya, beserta teman ku yang lain ikut penasaran.
"kalian liat itu" kata denis dengan menunjukkan jari tangannya kearah pinggiran sungai paling depan jarak beberapa meter dari tempat kami hentikan motor.
Karena Angga paling depan dia yang duluan melihatnya lebih jelas.

Karena merasa aku tidak melihat siapa-siapa selain hanya rombongan kami saja di depan kami pun masih keadaan sepi mencekam, aku sambil memperhatikan situasi tempat Angga menunjukkan sesuatu dengan keadaan belum turun dari atas motor sama dgn posisi Angga dan temen yang lainnya membawa motor di belakang kami, Angga melanjutkan perkataan lagi
“woii coba kalian semua liat dulu lebih jelas di sebelah kiri deket dengan pohon itu”
dengan suara agak pelan.

melihat exspresi Angga dan cara dia menyampaikan membuatku dan temen temen lain gelisah sekaligus mulai ada rasa takut namun kami tetep cari kelokasi yg di lihat Angga melihat hal ganjil, kami semua berjalan dengan berhati hati sekali.

Jadi saat kami mencoba turun dan jalan, di pinggirannya itu adalah tanah kosong seperti tanah komplek, namun belum dibangun rumah, melainkan hanya ada pepohonan serta kebon tanaman warga yang dibatasin dengan kawat, saat mendekati jarak 3 meter dari sumber tempat lokasi kami.
“dengar semua, ada suara seorang bapak yang jelas sekali suaranya”, dan sampai saat ini pun aku masih ingat perkataan Pak guru, kala itu bapak terdengar sedang menghitung sesuatu menggunakan bahasa jawa beliau berucap siji, loro, telu, papat, lima, enem, pitu kalo gak salah sampai lebih dari sepuluh menghitung mengunakan bhasa jaw dan pengucapannya setiap hitungan sangat lambat, pelan namun jelas sekali seperti contoh begini, bapak itu mengucapkan kata siji tapi ucapannya sedikit berirama dan berjeda contohnya bgini Sii'jiiii/Loo'rooo seterusnya sampai selesai kalian bayangkan sajalah seperti apa, membuat perasaan kami semua semakin gelisah.

Karena masih penasaran antara takut dan tidak, sebab ini suara manusia tpi orangnya belum kelihatan karena ada di balik pohon besar yang menutupi.

Sekali lagi kami tanyakan ke Angga sembari berjalan bersama.
“aku tdi melihat bapak-bapak sendirian di deket pohon besar itu namun posisinya dia membelakangiku, mangkanya aku kasih tau kalian nah pas saat aku menunjukkan dia malah lari kedalam kebun dibalik pohon besar itu” ucap Angga
Tapi emang benar kami semua mendengarkan suara bapak- bapak yang lagi dan belum juga berhenti berhitung dia seakan mengulang ulang hitungannya, terus entah kenapa perasaanku ini tambah gak enak akhirnya aku bilang ke Angga dan juga ke semuanya.
“ya udahlah lebih baik kita gak usah cari sumber suara itu karena perasaanku jadi gak enak”. temenku yang satunya lagi nimbrung
“Ah udalah pikir positif aja mungkin emang iya ada bapak-bapak yang sedang berkebon disini dan belum sempat pulang, tuh liat aja ada pondoknya”.
sambil terus berjalan sampai menuju ke balik pohon yang ternyata sebuah kebon pisang, disitu ada pondok kecil untuk tempat sekedar duduk dan istirahat saja tapi pondok itu seperti sudah banyak kerusakan nya.

Apakah kami semua kelelahan jadinya sampe berpikir yang tidak atau ada maksud dari Pak guru kamu di malam itu, sejak saat itu saat kami tanyakan kembali disekolah Pak guru tidak mau menjawab, dan sampai sekarang kami sudah tidak pernah saling bertemu lagi.
azhuramasdaAvatar border
bukhoriganAvatar border
annaonymusAvatar border
annaonymus dan 2 lainnya memberi reputasi
3
39
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan