Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

lifeisrealAvatar border
TS
lifeisreal
Modus Ajarkan Pahala, Guru Ngaji Cabuli 5 Bocah
Modus Ajarkan Pahala, Guru Ngaji Cabuli 5 Bocah

Malang Post – Jadi guru ngaji selama 14 tahun, kelakuan tersangka Ngadi alias Irul (41) terbongkar usai bocah 8 tahun salah satu muridnya mengadu ke orangtuanya. Ditelusuri lagi, korban aksi cabul tersangka terungkap lebih dari 4 anak.

Selasa (25/7/2023) usai gelar perkara, UPPA Polres Malang menetapkan Ngadi sebagai tersangka. Ngadi alias Irul, warga Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini kemudian ditahan dijebloskan ke rumah tahanan Polres Malang.

“Perkara tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan, terhadap tersangka juga sudah dilakukan sudah dilakukan penahanan,” kata Kasihumas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik saat dikonfirmasi di Polres Malang, Rabu (26/7/2023) siang.

Baca Juga :
Tujuh Tahun Buron, DPO Kejari Batu Tertangkap

Komplotan Pemalsu Dokumen Kerja ke Luar Negeri Beraksi di Malang

Tragedi Karangploso, Sang Ibu Pelaku Tunggal
Cerita Taufik, para korban merupakan murid perempuan di salah satu Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Tersangka Ngadi alias Irul sendiri merupakan seorang guru mengaji. Di hadapan penyidik PPA, tersangka mengaku mengajar sejak 2008.

Taufik menjelaskan, kejadian bermula saat salah satu keluarga korban melapor ke Polres Malang, Senin (24/7) lalu. Korban bercerita kepada orang tuanya ingin pindah tempat mengaji karena takut terhadap NA, guru mengaji di TPQ tempatnya menimba ilmu agama.

Berdasarkan penuturan korban, NA kerap meraba-raba area sensitif usai kegiatan mengaji selesai. Pelaku juga disinyalir pernah menggesek-gesekkan kemaluannya di bagian sensitif korban sehingga membuatnya takut dan trauma.

Menanggapi laporan tersebut, Unit Opsnal Reserse Kriminal Polres Malang kemudian bergerak cepat mengamanankan pelaku dan melakukan pemeriksaan di Satreskrim Polres Malang.


Berdasarkan hasil penyelidikan, NA mengaku kerap melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap 5 anak perempuan berusia antara 9 – 15 tahun di TPQ tempatnya mengajar. Salah satu korban bahkan sudah diperdaya pelaku sejak tahun 2018 lalu.

“Salah satu korban bercerita kepada orang tuanya tidak mau mengaji di TPQ, setelah didesak akhirnya mengaku kalau pengasuh TPQ tersebut sering melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban,” jelas Taufik.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, seluruh korban berdomisili tak jauh dari tempat tinggal pelaku. Pelaku memperdaya korban dengan bujuk rayu harus menurut kepada guru ngaji agar mendapat pahala.

Perbuatan tersebut dilakukan berulangkali kepada kelima korban di TPQ dengan rentang waktu yang berbeda-beda sejak tahun 2018, 2022 hingga terakhir, Jumat pekan lalu, Juli 2023. Pelaku melancarkan aksinya usai pelajaran mengaji selesai sekitar pukul 15.00 WIB.

Berkat keberanian salah satu korban, terungkaplah aksi cabul tersangka. Bahkan, salah satunya pernah terbongkar yakni saat salah satu korban dipanggil ke rumah tersangka. Menurut penyidik, orang yang memergoki tabiat pelaku adalah seorang wanita.

“Modus yang digunakan tersangka yakni memperdaya korban dengan mengatakan harus menurut agar mendapat pahala, sementara korban tidak berani melawan karena sosoknya sebagai guru ngaji di TPQ tempatnya mengaji,” ungkapnya.

Taufik menyebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang telah memfasilitasi seluruh korban untuk dilakukan visum di rumah sakit untuk kebutuhan penyidikan. Pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban yang masih trauma terhadap kejadian terssebut.

“Terhadap korban diberikan pendampingan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Malang, sementara kasus tersebut sudah proses, tersangka juga sudah ditahan,” pungkasnya.

Kini terhadap pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahan Polres Malang. Tersangka diancam dengan Pasal 82 Jo pasal 76 E UU No 35 tahun 2014 atas perubahan UU No 23 Th. 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Santoso FN – Yanuar Triwahyudi)

https://malang-post.com/2023/07/26/m...abuli-5-bocah/

pelan pelan pak kyai
kanglinu69Avatar border
jireshAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 7 lainnya memberi reputasi
4
1.1K
76
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan