Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
BRICS Rayu Global South Kekuatan Alternatif, Media Rusia Klaim Indonesia Tertarik
BRICS Rayu Global South dengan Narasi Kekuatan Alternatif, Media Rusia Klaim Indonesia Tertarik
BRICS Rayu Global South Kekuatan Alternatif, Media Rusia Klaim Indonesia Tertarik
Rabu, 26 Juli 2023 | 06:30 WIB
Share : 
brics-rayu-global-south-dengan-narasi-kekuatan-alternatif-media-rusia-klaim-indonesia-tertarik
Berbagai negara diklaim tertarik bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS yang digadang-gadang menjadi pesaing G7. Kalangan pakar menilai bahwa, belakangan ini, BRICS berupaya memosisikan diri sebagai "kekuatan alternatif" dan representatif Global South, suatu istilah yang merujuk negara-negara berkembang yang umumnya terletak di belahan bumi selatan. (Sumber: Sky News)
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari
MOSKOW, KOMPAS.TV - Berbagai negara diklaim tertarik bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS yang digadang-gadang menjadi pesaing G7. Kalangan pakar menilai bahwa belakangan ini, BRICS berupaya memosisikan diri sebagai "kekuatan alternatif" dan representatif Global South, suatu istilah yang merujuk negara-negara berkembang yang umumnya terletak di belahan bumi selatan.

Wakil Direktur Institute for International and Security Affairs Jerman (SWP) Guenther Maihold menyebut BRICS kini menemukan momentum untuk berekspansi. Negara-negara Global South pun dinilai menjadi calon anggota potensial.

"Mitos dari ekomomi berkembang sudah memudar. Negara-negara BRICS tengah mengalami momen geopolitik mereka," kata Maihold dikutip DW.

Jelang KTT BRICS di Afrika Selatan pada 22-24 Agustus mendatang, Rusia pun menggelar sejumlah acara. Pada pekan ini, lembaga wadah pemikir Rusia, Valdai Discussion Club menggelar Konferensi Rusia-Afrika pada Selasa (25/7). Acara ini digelar sebelum KTT dan Forum Ekonomi Rusia Afrika pada 27-28 Juli.

Pada kesempatan tersebut, diplomat Rusia, Oleg Ozorov mengeklaim bahwa negara-negara Afrika kini meninggalkan Barat dan lebih condong ke Rusia. Ia menyebut bahwa Rusia memiliki prioritas untuk "mengembalikan hubungan-hubungan mendalam dan beraneka dengan benua Afrika."

Jelang KTT, akademisi dari negara-negara BRICS juga melontarkan argumen bahwa perkembangan kelompok ekonomi itu semakin ditakuti Barat. Profesor sosiologi dari University of Free State Afrika Selatan, Pedro Mzileni menyebut BRICS menjadi tantangan bagi dominasi Barat.

"Ekspansi BRICS menimbulkan ancaman internasional terhadap sistem unioplar yang dioperasikan di dunia, yang mana didominasi dan dikendalikan AS selama 70 tahun terkini," kata Mzileni dikutip TASS, Senin (24/7).

Indonesia diklaim tertarik bergabung
Setelah invasi Rusia ke Ukraina yang memicu upaya pengucilan ekonomi Barat terhadap Moskow, BRICS justru dilaporkan semakin berkembang. Berbagai negara diklaim tertarik bergabung kelompok ekonomi tersebut.

Kantor berita Rusia TASS mengeklaim bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang tertarik bergabung dengan BRICS. Blok ekonomi ini disebut menawarkan kemandirian ekonomi kepada negara-negara Global South.

"BRICS beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Lebih lanjut, Ethiopia, Aljazair, Bangladesh, dan Mesir secara resmi telah mendaftarkan diri untuk keanggotaan BRICS. Argentina, Iran, juga Indonesia, Arab Saudi, dan Turki telah menyampaikan ketertarikan bergabung kelompok tersebut," demikian tulis laporan TASS.

Mikatekiso Kubayi, akademisi dari Institute for Global Dialogue Afrika Selatan, menyebut BRICS memberi kesempatan untuk menjalin hubungan perdagangan tanpa paksaan "senjata." Kubayi menyebut keberadaan BRICS menciptakan pasar luas baru dan kesempatan bekerja sama antarnegara-negara anggota.

"BRICS memungkinkan Global South dan Afrika untuk melihat bahwa situasinya bisa berbeda, bahwa orang-orang bisa menjaga hubungan perdangan dengan bebas satu sama lain tanpa pembatasan seperti yang kita lihat sebelumnya," kata Kubayi dikutip TASS, Selasa (25/7).

"Inilah yang diberikan BRICS kepada dunia, ini adalah kesempatan untuk sesuatu yang berbeda, kesempatan untuk menjalin perdagangan tanpa prasyarat apa pun atau todongan senjata," lanjutnya.

https://www.kompas.tv/internasional/...nesia-tertarik

Kabarnya Presiden Jokowi akan datang ke KTT BRICS di Afrika Selatan
Apa persiapan buat Indonesia masuk BRICS emoticon-Big Grin
bukan.bomatAvatar border
areszzjayAvatar border
areszzjay dan bukan.bomat memberi reputasi
2
650
27
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan