- Beranda
- Komunitas
- Kesehatan dan Kecantikan
Waspada pada Denyut Jantung Tidak Teratur
TS
alvin.maxx99314
Waspada pada Denyut Jantung Tidak Teratur
Heartology Cardiovascular Hospital - Jantung merupakan sebuah organ yang paling dalam tubuh manusia dan harus dijaga kesehatannya. Jika tidak, Anda mempunyai risiko untuk mengalami gangguan jantung yang dapat berakhir pada kematian.
Salah satu cara untuk mengeceknya yaitu dengan memantau denyut jantung per menit. Hal ini karena dalam kondisi normal, detak jantung manusia berkisar 60-100 kali per menit.
Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini yuk!
Waspada pada Denyut Jantung Tidak Teratur
Jika denyut jantung Anda kurang dari 60 atau lebih dari 100 kali per menit, maka Anda harus waspada karena kondisi ini memungkinkan adanya gangguan pada jantung.
Dalam istilah medis, gangguan irama jantung atau aritmia yang terdiri dari, yaitu:
1. Fibrilasi Atrium
Ini termasuk keluhan umum irama jantung. Penderitanya akan mengalami denyut jantung yang abnormal, baik itu terlalu cepat, berdenyut terlalu dini hingga tidak beraturan.
Gejalanya yaitu seperti kelelahan, pusing, sesak napas, dan nyeri dada . Jika dibiarkan, kondisi tersebut meningkatkan risiko penggumpalan darah, stroke hingga gagal jantung.
2. Bradikardia
Berbeda dengan fibrilasi atrium, bradikardia membuat jantung penderitanya berdenyut lambat, yaitu kurang dari 60 kali per menit.
Kondisi ini tidak berbahaya, namun untuk sebagian orang bradikardia menandakan adanya masalah dalam sistem listrik jantung. Penderitanya akan mengalami sakit kepala, penurunan kesadaran, hingga kematian.
3. Fibrilasi Ventrikel
Ini lebih berbahaya daripada fibrilasi atrium. Kondisi ini terjadi karena gangguan listrik otot jantung bagian ventrikel sehingga aliran darah pada jantung terhenti. Akibatnya, jantung kekurangan oksigen dan denyutnya menjadi abnormal.
Dalam kasus yang parah, penderita fibrilasi ventrikel berpotensi mengalami serangan jantung atau henti jantung. Biasanya dokter akan melakukan resusitasi jantung (CPR) dan defibrilasi untuk menyelamatkan nyawa penderitanya.
4. Takikardia Ventrikel
Terjadi saat bilik jantung berdenyut sangat cepat hingga lebih dari 200 kali per menit. Bahkan sebelum menerima oksigen, jantung akan terus berdetak dan membuat penderita mengalami pusing, sesak napas hingga pingsan. Jika dibiarkan, takikardia ventrikel akan berkembang menjadi fibrilasi ventrikel.
Sumber : Heartology
Salah satu cara untuk mengeceknya yaitu dengan memantau denyut jantung per menit. Hal ini karena dalam kondisi normal, detak jantung manusia berkisar 60-100 kali per menit.
Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini yuk!
Waspada pada Denyut Jantung Tidak Teratur
Jika denyut jantung Anda kurang dari 60 atau lebih dari 100 kali per menit, maka Anda harus waspada karena kondisi ini memungkinkan adanya gangguan pada jantung.
Dalam istilah medis, gangguan irama jantung atau aritmia yang terdiri dari, yaitu:
1. Fibrilasi Atrium
Ini termasuk keluhan umum irama jantung. Penderitanya akan mengalami denyut jantung yang abnormal, baik itu terlalu cepat, berdenyut terlalu dini hingga tidak beraturan.
Gejalanya yaitu seperti kelelahan, pusing, sesak napas, dan nyeri dada . Jika dibiarkan, kondisi tersebut meningkatkan risiko penggumpalan darah, stroke hingga gagal jantung.
2. Bradikardia
Berbeda dengan fibrilasi atrium, bradikardia membuat jantung penderitanya berdenyut lambat, yaitu kurang dari 60 kali per menit.
Kondisi ini tidak berbahaya, namun untuk sebagian orang bradikardia menandakan adanya masalah dalam sistem listrik jantung. Penderitanya akan mengalami sakit kepala, penurunan kesadaran, hingga kematian.
3. Fibrilasi Ventrikel
Ini lebih berbahaya daripada fibrilasi atrium. Kondisi ini terjadi karena gangguan listrik otot jantung bagian ventrikel sehingga aliran darah pada jantung terhenti. Akibatnya, jantung kekurangan oksigen dan denyutnya menjadi abnormal.
Dalam kasus yang parah, penderita fibrilasi ventrikel berpotensi mengalami serangan jantung atau henti jantung. Biasanya dokter akan melakukan resusitasi jantung (CPR) dan defibrilasi untuk menyelamatkan nyawa penderitanya.
4. Takikardia Ventrikel
Terjadi saat bilik jantung berdenyut sangat cepat hingga lebih dari 200 kali per menit. Bahkan sebelum menerima oksigen, jantung akan terus berdetak dan membuat penderita mengalami pusing, sesak napas hingga pingsan. Jika dibiarkan, takikardia ventrikel akan berkembang menjadi fibrilasi ventrikel.
Sumber : Heartology
0
42
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan