- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Penyelesaian Konflik TPNPB-OPM, Mantan Gubernur Papua Sarankan Hal Ini ke Pemerintah
TS
mabdulkarim
Penyelesaian Konflik TPNPB-OPM, Mantan Gubernur Papua Sarankan Hal Ini ke Pemerintah
Bicara soal Penyelesaian Konflik TPNPB-OPM, Mantan Gubernur Papua Sarankan Hal Ini ke Pemerintah

Sabtu, 6 Mei 2023 12:00
Editor: Astini Mega Sari
Mantan Gubernur Papua, Freddy Numberi - Tokoh Papua Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi bicara soal penyelesaian konflik yang berkaitan dengan TPNPB-OPM.
TRIBUN-PAPUA.COM - Tokoh Papua Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi bicara soal penyelesaian konflik yang berkaitan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Gubernur Papua 1998-2000 memberikan satu saran untuk pemerintah.
Freddy menyarankan pemerintah mengosongkan warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai TPNPB-OPM.
Setelah itu, Freddy menyarankan agar TNI melaksanakan operasi militer.

KKB PAPUA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggungjawab atas penembakan pesawat Asian One Air di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Jumat (14/4/2023) pagi. (Tribun-Papua.com/Istimewa)
“Misalnya di Nduga, singkirkan masyarakat dulu, keluar dari area itu. Kita punya uang kan? Pemerintah punya uang kan?” kata Freddy kepada wartawan di sela-sela acara “Temu Warga Papua 2023” di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2023).
“Bangun tenda-tenda untuk mereka, mungkin di situ, kasih makan mereka (warga sipil),” tutur Menteri Perhubungan 2009-2011 itu.
“Tentara pembebasan Papua Barat ini sudah mengaku dirinya sebagai kombatan, bukan hanya sebagai kriminal,” kata Freddy.
Freddy juga mengatakan bahwa operasi itu tidak akan melanggar hak asasi manusia (HAM).
Sebab, hal itu termasuk dalam perjanjian Konferensi Jenewa.
Mantan Danlantamal V itu mengatakan bahwa TPNPB-OPM menguasai wilayah tertentu dan melakukan serangan secara terus menerus.
“Jadi tidak ada pelanggaran HAM,” tutur Freddy.
“Kita singkirkan dulu penduduk, singkirkan dulu sipilnya, baru daerah itu dibersihkan, operasi militer jalan,” kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Desakan Stop Operasi Militer
Di sisi lain, Amnesty International Indonesia mendesak Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menghentikan operasi militer dengan status siaga tempur di wilayah konflik Papua.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendorong aparat keamanan mengutamakan upaya damai, seperti pada upaya pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens.
“Kami menyerukan agar aparat keamanan segera menghentikan operasi militer dengan status siaga tempur TNI, mengedepankan pendekatan dialog dengan kelompok pro-kemerdekaan dan pihak-pihak terkait,” kata Usman Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu (9/4/2023).
Usman mengatakan, selama puluhan tahun TNI menerapkan pendekatan keamanan dalam mengatasi konflik di Papua, selama itu pula korban terus berjatuhan.
Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan juga mendesak TNI membatalkan operasi siaga tempur di daerah rawan di Papua.
Ketua Centra Initiative Al Araf dari perwakilan koalisi menyebut pilihan operasi siaga tempur merupakan kebijakan yang akan terus memproduksi spiral kekerasan.
"Jika itu pilihan kebijakan yang akan ditempuh, maka koalisi mendesak agar rencana itu dibatalkan," kata Araf dalam siaran pers, Selasa (18/4/2023). (*)
https://papua.tribunnews.com/2023/05...ntah?page=all.
pendapat gubenuer yang di masanya cukup genting di mana gejolak minta merdeka Papua sangat tinggi di masa awal reformasi sampai DPRD Papua diduduki demonstran.
ide itu udah digagas Kapolda Papua tapi tunggu realisasinya gimana..
KKB ngaku tentara pembebasan tapi tiap ada korban jiwa kadang diklaim korban sipil sama aktivis HAM

Sabtu, 6 Mei 2023 12:00
Editor: Astini Mega Sari
Mantan Gubernur Papua, Freddy Numberi - Tokoh Papua Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi bicara soal penyelesaian konflik yang berkaitan dengan TPNPB-OPM.
TRIBUN-PAPUA.COM - Tokoh Papua Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi bicara soal penyelesaian konflik yang berkaitan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Gubernur Papua 1998-2000 memberikan satu saran untuk pemerintah.
Freddy menyarankan pemerintah mengosongkan warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai TPNPB-OPM.
Setelah itu, Freddy menyarankan agar TNI melaksanakan operasi militer.

KKB PAPUA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggungjawab atas penembakan pesawat Asian One Air di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Jumat (14/4/2023) pagi. (Tribun-Papua.com/Istimewa)
“Misalnya di Nduga, singkirkan masyarakat dulu, keluar dari area itu. Kita punya uang kan? Pemerintah punya uang kan?” kata Freddy kepada wartawan di sela-sela acara “Temu Warga Papua 2023” di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2023).
“Bangun tenda-tenda untuk mereka, mungkin di situ, kasih makan mereka (warga sipil),” tutur Menteri Perhubungan 2009-2011 itu.
“Tentara pembebasan Papua Barat ini sudah mengaku dirinya sebagai kombatan, bukan hanya sebagai kriminal,” kata Freddy.
Freddy juga mengatakan bahwa operasi itu tidak akan melanggar hak asasi manusia (HAM).
Sebab, hal itu termasuk dalam perjanjian Konferensi Jenewa.
Mantan Danlantamal V itu mengatakan bahwa TPNPB-OPM menguasai wilayah tertentu dan melakukan serangan secara terus menerus.
“Jadi tidak ada pelanggaran HAM,” tutur Freddy.
“Kita singkirkan dulu penduduk, singkirkan dulu sipilnya, baru daerah itu dibersihkan, operasi militer jalan,” kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Desakan Stop Operasi Militer
Di sisi lain, Amnesty International Indonesia mendesak Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menghentikan operasi militer dengan status siaga tempur di wilayah konflik Papua.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendorong aparat keamanan mengutamakan upaya damai, seperti pada upaya pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens.
“Kami menyerukan agar aparat keamanan segera menghentikan operasi militer dengan status siaga tempur TNI, mengedepankan pendekatan dialog dengan kelompok pro-kemerdekaan dan pihak-pihak terkait,” kata Usman Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu (9/4/2023).
Usman mengatakan, selama puluhan tahun TNI menerapkan pendekatan keamanan dalam mengatasi konflik di Papua, selama itu pula korban terus berjatuhan.
Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan juga mendesak TNI membatalkan operasi siaga tempur di daerah rawan di Papua.
Ketua Centra Initiative Al Araf dari perwakilan koalisi menyebut pilihan operasi siaga tempur merupakan kebijakan yang akan terus memproduksi spiral kekerasan.
"Jika itu pilihan kebijakan yang akan ditempuh, maka koalisi mendesak agar rencana itu dibatalkan," kata Araf dalam siaran pers, Selasa (18/4/2023). (*)
https://papua.tribunnews.com/2023/05...ntah?page=all.
pendapat gubenuer yang di masanya cukup genting di mana gejolak minta merdeka Papua sangat tinggi di masa awal reformasi sampai DPRD Papua diduduki demonstran.
ide itu udah digagas Kapolda Papua tapi tunggu realisasinya gimana..
KKB ngaku tentara pembebasan tapi tiap ada korban jiwa kadang diklaim korban sipil sama aktivis HAM
nomorelies memberi reputasi
1
950
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan