- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Polri Pastikan Pembakaran Susi Air Tak Ada Kaitannya Dengan Kasus Lukas Enembe
TS
mabdulkarim
Polri Pastikan Pembakaran Susi Air Tak Ada Kaitannya Dengan Kasus Lukas Enembe
Polri Pastikan Pembakaran Pesawat Susi Air Tak Ada Kaitannya Dengan Kasus Lukas Enembe

By Dian - 07 Februari 2023
Jakarta, Gatra.com- Polda Papua memastikan insiden pembakaran Pesawat Susi Air di Bandara Distrik Paro, Nduga, tidak berkaitan dengan kasus korupsi yang dihadapi Lukas Enembe.
"Tidak ada (kaitan pembakaran dengan Lukas Enembe)," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri kepada wartawan, Selasa (7/2).
Mathius mengatakan saat ini tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi guna mengusut aksi pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.
"Ya ada gangguan sedikit dari kelompok bersenjata. Kita sudah berusaha tangani nanti kita akan ke sana untuk bagaimana masyarakat di sana," jelasnya.
Mathius mengaku aksi pembakaran itu terjadi setelah ada pengancaman kepada pekerja puskesmas di lokasi. Ia menyebut Pesawat Susi Air yang dibakar itu rencananya juga akan digunakan untuk mengevakuasi pekerja puskesmas.
"Ada pengancaman terhadap pekerja puskesmas. Kita berusaha untuk evakuasi. Namun kemarin pesawat yang kita kirim tadi pagi ya dibakar," jelasnya.
Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui telah membakar Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Distrik Paro, Nduga, Selasa (7/2).
"Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma sudah membakar satu pesawat jenis Susi Air nomor registrasi PK-BvY di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua," kata Panglima TPNPB Ndugama Bridgen Egianus Kogoya salam keterangan tertulis yang diterima.
Egianus juga membenarkan pihaknya telah menyandera pilot pesawat yang bernama Kapten Philips. Penyanderaan diakui merupakan kali kedua dilakukan kelompok tersebut.
"Pilotnya kami sudah sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarangan, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Pangima Bridgen Egianus Kogeya," tegasnya.
TPNPB juga mengaku tak akan melepaskan pilot tersebut hingga beberapa tuntutannya dipenuhi. Di antaranya, meminta penerbangan jalur masuk ke Kabupaten Nduga dihentikan.
"Sesuai sikap kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma bahwa, segala jenis pembangunan di tanah Ndugama kami sudah tolak resmi, apabila ada pembangunan di Ndugama apa lagi di distrik-distrik yang pengungsian, maka kami akan sapu bersih, dengan itu kami TPNPB lakukan sesuai sikap keputusan secara militer TPNPB," tulisnya.
Pesawat Susi Air PK BVY dilaporkan dibakar di Paro, Nduga, Papua. Managing Director Susi Air Nadine Kaiser menyebut pesawat mendarat dengan aman di airstrip Paro. Lalu, 2,5 jam kemudian ELT pesawat atau pemancar sinyal darurat aktif.
"Dan confirmed pesawat dibakar," kata Nadine saat dihubungi.
https://www.gatra.com/news-564617-hu...as-enembe.html
Teroris Papua beraksi dan menyadar pilot dan para penumpang.
Apakah mungkin Teroris Papua punya kaitan sama LE?
KPK Ungkap Kondisi Papua Kondusif Meski Lukas Enembe Ditangkap

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri (Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta - KPK menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi di Papua. Salah satu pembahasan terkait kondisi keamanan Papua usai Lukas Enembe ditangkap dan ditahan.
"Hari ini tadi dilakukan rapat koordinasi baik dari segi keamanan di Papua. Kami mengundang dari pihak Polda dari Pangdam dari BIN daerah, dari Bais, dari Baintelkam," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2023).
Ali mengatakan polisi, TNI, hingga BIN menyebut Papua aman sejak Lukas Enembe ditangkap pada 10 Januari. Dia mengatakan tak ada gejolak yang terjadi meski Gubernur Papua nonaktif itu ditangkap atas kasus korupsi.
"Dari saksi-saksi keamanan tadi bisa disampaikan bahwa saat ini Papua dalam kondisi kondusif, aman, dan kami sangat yakin masyarakat papua mendukung penegakan hukum oleh KPK," jelas Ali.
Rakor Bersama Tim Kesehatan
Selain masalah keamanan di Papua, rakor hari ini juga membahas kondisi kesehatan Lukas Enembe. Perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga dokter RSPAD hadir dalam pertemuan hari ini.
Para ahli bidang kesehatan ini memutuskan permintaan Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura tidak bisa dipenuhi. Ali mengatakan fasilitas kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto dinilai masih mumpuni.
"Dari kemudian diskusi dan analisis mengenai kesehatan dari tersangka LE ini tentu menjadi pegangan KPK adalah pendapat dari tim medis menyikapi surat itu yang ditujukan kepada pimpinan KPK, harus diputuskan secara kolektif kolegial. Pendapat kemudian yang menjadi kesimpulan dari hasil rapat koordinasi tersebut tidak perlu kemudian dirujuk ke rumah sakit sebagaimana permintaan dari tersangka LE di Singapura," jelas Ali.
"Karena fasilitas kesehatan di Indonesia yang sudah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan sudah memadai," tambahnya.
Ali mengatakan Lukas Enembe dinyatakan sehat oleh tim dokter IDI. Dia mengatakan Lukas dinilai mampu mengikuti proses pemeriksaan sebagai tersangka.
"Dari asesmen pengurus besar IDI sudah jelas menyebutkan fit to interview. Artinya dia punya kesadaran penuh artinya berkomunikasi untuk bisa dilakukan pemeriksaan, termasuk fit to trial. Bisa dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk kepentingan hukum," tutur Ali.
https://news.detik.com/berita/d-6556...mbe-ditangkap.
KPK menyatakan kondisi Papua aman meskipun ada kasus penyanderaan oleh teroris
Bakar Susi Air dan Sandera Pilot Asing, KKB Papua Sampaikan 7 Pernyataan Sikap

Pesawat Susi Air dibakar KST Papua di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (7/2/2023)..
Foto: Istimewa
Serangan di wilayah Nduga tersebut dilakukan oleh KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyampaikan tujuh ultimatum setelah melakukan pembakaran pesawat sipil Susi Air di Lapangan Udara Paro, Nduga, Papua, Selasa (7/2/2023). Dalam pernyataannya, Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menegaskan kelompok separatis bersenjata itu bertanggung jawab atas pembakaran armada sipil tersebut.
Mereka juga mengeklaim melakukan penyanderaan terhadap pilot asing asal Selandia Baru yang mengawaki pesawat udara tersebut. Dalam pernyataannya, pembakaran pesawat Susi Air tersebut, sebagai salah satu bentuk perang dengan Indonesia untuk kemerdekaan Papua. Serangan di wilayah Nduga tersebut dilakukan oleh KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.
Tujuh ultimatum TPNPB yang disampaikan tersebut, di antaranya terkait dengan penyetopan lalu lintas udara masuk dan keluar wilayah Nduga, di Pegunungan Papua. Juga meminta pembubaran pemerintah daerah di Nduga. Lalu, tuntutan agar Pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Papua.
Berikut tujuh pernyataan dan ultimatum TPNPB-OPM yang disampaikan resmi kepada wartawan di Jakarta, atas pembakaran pesawat, dan penyanderaan pilot atas nama Kapten Philips Max Marthin tersebut:
Dengan ini kami TPNPB Kodap III Nduga Kodap III Ndugama-Derakma menyatakan sikap tegas kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan perpanjangan tangan pemerintah pusat di Kabupaten Nduga:
1. Semua penerbangan jalur masuk ke Kabupaten Nduga mulai serkarang setop.
2. Roda pemerintahan Kabupaten Nduga sebelum alm YG (Yairus Gwijangge) berbeda dengan PJ (pejabat sementara) sekarang, dalam hal ini setelah PJ Bupati dilantik, banyak penangkapan masyarakat sipil, pengungsi, pemerkosaan terhadap mama di kebun, oleh TNI Polri dan lain-lain di Ibu Kota Kenyam.
3. Pilotnya kami sudah sandera, dan kami sedang bawa keluar. Untuk itu anggota TNI Polri tidak boleh tembak atau intergoasi masyarakat sipil Nduga sembarang. Karena yang melakukan (serangan dan pembakaran) adalah kami TPNPB - OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Panglima Bridgen Egianus Kogeya.
4. TPNPB 36 KODAP se-Tanah Papua segera bergerak.
5. Kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tidak akan pernah kasih kembali atau kasih lepas pilot yang kami sandera ini. Kecuali NKRI mengakui dan lepaskan kami dari negara kolonial Indonesia (Papua Merdeka).
6. Sesuai sikap kami, TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma bahwa, segala jenis pembangunan di Tanah Ndugama, kami sudah tolak resmi. Apabila ada pembangunan di Ndugama, apalagi di distrik-distrik yang pengungsian, maka kami akan sapu bersih. Dengan itu kami TPNPB lakukan sesuai sikap keputusan secara militer TPNPB.
7. Dan selama ini hampir 1 tahun, kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma sudah isterahat sekalian dalam duka nasional, dan mulai sekarang kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma sudah memulai untuk melanjutkan perang sampai Papua merdeka.
https://www.republika.co.id/berita/r...rnyataan-sikap
Ancaman teroris Papua
bukan minta LE dibebaskan
Bukan Cuma Pilot Susi Air, KKB Juga Sandera 15 Pekerja di Nduga!

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Selasa, 07 Feb 2023 18:37 WIB
Foto: Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri. (Yogi Ernes/detikcom)
Nduga - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Egianus Kogoya menyandera pilot Susi Air yang pesawatnya sudah dibakar. Ternyata, kelompok Egianus Kogoya juga menyandera 15 pekerja.
"Iya (15 pekerja disandera), dari kelompok Egianus ya," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri saat dihubungi detikcom, Selasa (7/2/2023).
Mathius mengatakan pihaknya saat ini sedang berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap pilot dan 15 pekerja yang disandera tersebut.
"Kami sedang berupaya untuk bisa berkomunikasi," kata Irjen Mathius Fakhiri.
Menurut Fakhiri, para pekerja itu sedang mengerjakan proyek Puskesmas di Nduga. Namun selama ini mereka diancam oleh KKB kelompok EK.
"Kami menggunakan tokoh masyarakat untuk berkomunikasi supaya bisa bernego lah untuk mereka bisa lepas karyawan sama pilot," katanya.
Pesawat Susi Air Dibakar, Pesawat Disandera
Pesawat Susi Air yang dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Tengah membawa 5 penumpang, Selasa (7/2). Pilot pesawat pun disandera KKB.
Pesawat Pilatus Porter Susi Air dengan nomor penerbangan SI-9368 itu awalnya lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Selasa (7/2) sekitar pukul 05.33 WIT. Pesawat rute Timika-Paro-Timika itu diketahui dipiloti Capten Philips asal Selandia Baru.
"Membawa lima penumpang take off dari Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika menuju Bandara Paro Distrik Paro Kabupaten Nduga," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Selasa (7/2).
Benny menuturkan, pesawat tersebut tiba di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, pada pukul 06.17 WIT. Namun setelahnya pesawat Susi Air yang seharusnya kembali ke Timika sudah sulit dihubungi.
"Seharusnya pesawat tersebut sudah kembali ke Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika pada Pukul 07.40 WIT," paparnya.
Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa membenarkan pilot pesawat disandera. Pesawat Susi Air yang dipiloti Captain Philips itu dibawa kelompok KKB.
"(Pilot Pesawat Susi Air) dibawa kelompok EK," ujar Muhammad Saleh kepada detikcom, Selasa (7/2).
https://www.detik.com/sulsel/berita/...erja-di-nduga.
Terors juiga menyandera para pekerja

By Dian - 07 Februari 2023
Jakarta, Gatra.com- Polda Papua memastikan insiden pembakaran Pesawat Susi Air di Bandara Distrik Paro, Nduga, tidak berkaitan dengan kasus korupsi yang dihadapi Lukas Enembe.
"Tidak ada (kaitan pembakaran dengan Lukas Enembe)," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri kepada wartawan, Selasa (7/2).
Mathius mengatakan saat ini tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi guna mengusut aksi pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.
"Ya ada gangguan sedikit dari kelompok bersenjata. Kita sudah berusaha tangani nanti kita akan ke sana untuk bagaimana masyarakat di sana," jelasnya.
Mathius mengaku aksi pembakaran itu terjadi setelah ada pengancaman kepada pekerja puskesmas di lokasi. Ia menyebut Pesawat Susi Air yang dibakar itu rencananya juga akan digunakan untuk mengevakuasi pekerja puskesmas.
"Ada pengancaman terhadap pekerja puskesmas. Kita berusaha untuk evakuasi. Namun kemarin pesawat yang kita kirim tadi pagi ya dibakar," jelasnya.
Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui telah membakar Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Distrik Paro, Nduga, Selasa (7/2).
"Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma sudah membakar satu pesawat jenis Susi Air nomor registrasi PK-BvY di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua," kata Panglima TPNPB Ndugama Bridgen Egianus Kogoya salam keterangan tertulis yang diterima.
Egianus juga membenarkan pihaknya telah menyandera pilot pesawat yang bernama Kapten Philips. Penyanderaan diakui merupakan kali kedua dilakukan kelompok tersebut.
"Pilotnya kami sudah sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarangan, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Pangima Bridgen Egianus Kogeya," tegasnya.
TPNPB juga mengaku tak akan melepaskan pilot tersebut hingga beberapa tuntutannya dipenuhi. Di antaranya, meminta penerbangan jalur masuk ke Kabupaten Nduga dihentikan.
"Sesuai sikap kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma bahwa, segala jenis pembangunan di tanah Ndugama kami sudah tolak resmi, apabila ada pembangunan di Ndugama apa lagi di distrik-distrik yang pengungsian, maka kami akan sapu bersih, dengan itu kami TPNPB lakukan sesuai sikap keputusan secara militer TPNPB," tulisnya.
Pesawat Susi Air PK BVY dilaporkan dibakar di Paro, Nduga, Papua. Managing Director Susi Air Nadine Kaiser menyebut pesawat mendarat dengan aman di airstrip Paro. Lalu, 2,5 jam kemudian ELT pesawat atau pemancar sinyal darurat aktif.
"Dan confirmed pesawat dibakar," kata Nadine saat dihubungi.
https://www.gatra.com/news-564617-hu...as-enembe.html
Teroris Papua beraksi dan menyadar pilot dan para penumpang.
Apakah mungkin Teroris Papua punya kaitan sama LE?
KPK Ungkap Kondisi Papua Kondusif Meski Lukas Enembe Ditangkap

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri (Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta - KPK menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi di Papua. Salah satu pembahasan terkait kondisi keamanan Papua usai Lukas Enembe ditangkap dan ditahan.
"Hari ini tadi dilakukan rapat koordinasi baik dari segi keamanan di Papua. Kami mengundang dari pihak Polda dari Pangdam dari BIN daerah, dari Bais, dari Baintelkam," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2023).
Ali mengatakan polisi, TNI, hingga BIN menyebut Papua aman sejak Lukas Enembe ditangkap pada 10 Januari. Dia mengatakan tak ada gejolak yang terjadi meski Gubernur Papua nonaktif itu ditangkap atas kasus korupsi.
"Dari saksi-saksi keamanan tadi bisa disampaikan bahwa saat ini Papua dalam kondisi kondusif, aman, dan kami sangat yakin masyarakat papua mendukung penegakan hukum oleh KPK," jelas Ali.
Rakor Bersama Tim Kesehatan
Selain masalah keamanan di Papua, rakor hari ini juga membahas kondisi kesehatan Lukas Enembe. Perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga dokter RSPAD hadir dalam pertemuan hari ini.
Para ahli bidang kesehatan ini memutuskan permintaan Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura tidak bisa dipenuhi. Ali mengatakan fasilitas kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto dinilai masih mumpuni.
"Dari kemudian diskusi dan analisis mengenai kesehatan dari tersangka LE ini tentu menjadi pegangan KPK adalah pendapat dari tim medis menyikapi surat itu yang ditujukan kepada pimpinan KPK, harus diputuskan secara kolektif kolegial. Pendapat kemudian yang menjadi kesimpulan dari hasil rapat koordinasi tersebut tidak perlu kemudian dirujuk ke rumah sakit sebagaimana permintaan dari tersangka LE di Singapura," jelas Ali.
"Karena fasilitas kesehatan di Indonesia yang sudah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan sudah memadai," tambahnya.
Ali mengatakan Lukas Enembe dinyatakan sehat oleh tim dokter IDI. Dia mengatakan Lukas dinilai mampu mengikuti proses pemeriksaan sebagai tersangka.
"Dari asesmen pengurus besar IDI sudah jelas menyebutkan fit to interview. Artinya dia punya kesadaran penuh artinya berkomunikasi untuk bisa dilakukan pemeriksaan, termasuk fit to trial. Bisa dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk kepentingan hukum," tutur Ali.
https://news.detik.com/berita/d-6556...mbe-ditangkap.
KPK menyatakan kondisi Papua aman meskipun ada kasus penyanderaan oleh teroris
Bakar Susi Air dan Sandera Pilot Asing, KKB Papua Sampaikan 7 Pernyataan Sikap

Pesawat Susi Air dibakar KST Papua di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (7/2/2023)..
Foto: Istimewa
Serangan di wilayah Nduga tersebut dilakukan oleh KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyampaikan tujuh ultimatum setelah melakukan pembakaran pesawat sipil Susi Air di Lapangan Udara Paro, Nduga, Papua, Selasa (7/2/2023). Dalam pernyataannya, Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menegaskan kelompok separatis bersenjata itu bertanggung jawab atas pembakaran armada sipil tersebut.
Mereka juga mengeklaim melakukan penyanderaan terhadap pilot asing asal Selandia Baru yang mengawaki pesawat udara tersebut. Dalam pernyataannya, pembakaran pesawat Susi Air tersebut, sebagai salah satu bentuk perang dengan Indonesia untuk kemerdekaan Papua. Serangan di wilayah Nduga tersebut dilakukan oleh KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.
Tujuh ultimatum TPNPB yang disampaikan tersebut, di antaranya terkait dengan penyetopan lalu lintas udara masuk dan keluar wilayah Nduga, di Pegunungan Papua. Juga meminta pembubaran pemerintah daerah di Nduga. Lalu, tuntutan agar Pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Papua.
Berikut tujuh pernyataan dan ultimatum TPNPB-OPM yang disampaikan resmi kepada wartawan di Jakarta, atas pembakaran pesawat, dan penyanderaan pilot atas nama Kapten Philips Max Marthin tersebut:
Dengan ini kami TPNPB Kodap III Nduga Kodap III Ndugama-Derakma menyatakan sikap tegas kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan perpanjangan tangan pemerintah pusat di Kabupaten Nduga:
1. Semua penerbangan jalur masuk ke Kabupaten Nduga mulai serkarang setop.
2. Roda pemerintahan Kabupaten Nduga sebelum alm YG (Yairus Gwijangge) berbeda dengan PJ (pejabat sementara) sekarang, dalam hal ini setelah PJ Bupati dilantik, banyak penangkapan masyarakat sipil, pengungsi, pemerkosaan terhadap mama di kebun, oleh TNI Polri dan lain-lain di Ibu Kota Kenyam.
3. Pilotnya kami sudah sandera, dan kami sedang bawa keluar. Untuk itu anggota TNI Polri tidak boleh tembak atau intergoasi masyarakat sipil Nduga sembarang. Karena yang melakukan (serangan dan pembakaran) adalah kami TPNPB - OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Panglima Bridgen Egianus Kogeya.
4. TPNPB 36 KODAP se-Tanah Papua segera bergerak.
5. Kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tidak akan pernah kasih kembali atau kasih lepas pilot yang kami sandera ini. Kecuali NKRI mengakui dan lepaskan kami dari negara kolonial Indonesia (Papua Merdeka).
6. Sesuai sikap kami, TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma bahwa, segala jenis pembangunan di Tanah Ndugama, kami sudah tolak resmi. Apabila ada pembangunan di Ndugama, apalagi di distrik-distrik yang pengungsian, maka kami akan sapu bersih. Dengan itu kami TPNPB lakukan sesuai sikap keputusan secara militer TPNPB.
7. Dan selama ini hampir 1 tahun, kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma sudah isterahat sekalian dalam duka nasional, dan mulai sekarang kami TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma sudah memulai untuk melanjutkan perang sampai Papua merdeka.
https://www.republika.co.id/berita/r...rnyataan-sikap
Ancaman teroris Papua
bukan minta LE dibebaskan
Bukan Cuma Pilot Susi Air, KKB Juga Sandera 15 Pekerja di Nduga!

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Selasa, 07 Feb 2023 18:37 WIB
Foto: Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri. (Yogi Ernes/detikcom)
Nduga - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Egianus Kogoya menyandera pilot Susi Air yang pesawatnya sudah dibakar. Ternyata, kelompok Egianus Kogoya juga menyandera 15 pekerja.
"Iya (15 pekerja disandera), dari kelompok Egianus ya," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri saat dihubungi detikcom, Selasa (7/2/2023).
Mathius mengatakan pihaknya saat ini sedang berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap pilot dan 15 pekerja yang disandera tersebut.
"Kami sedang berupaya untuk bisa berkomunikasi," kata Irjen Mathius Fakhiri.
Menurut Fakhiri, para pekerja itu sedang mengerjakan proyek Puskesmas di Nduga. Namun selama ini mereka diancam oleh KKB kelompok EK.
"Kami menggunakan tokoh masyarakat untuk berkomunikasi supaya bisa bernego lah untuk mereka bisa lepas karyawan sama pilot," katanya.
Pesawat Susi Air Dibakar, Pesawat Disandera
Pesawat Susi Air yang dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Tengah membawa 5 penumpang, Selasa (7/2). Pilot pesawat pun disandera KKB.
Pesawat Pilatus Porter Susi Air dengan nomor penerbangan SI-9368 itu awalnya lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Selasa (7/2) sekitar pukul 05.33 WIT. Pesawat rute Timika-Paro-Timika itu diketahui dipiloti Capten Philips asal Selandia Baru.
"Membawa lima penumpang take off dari Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika menuju Bandara Paro Distrik Paro Kabupaten Nduga," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Selasa (7/2).
Benny menuturkan, pesawat tersebut tiba di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, pada pukul 06.17 WIT. Namun setelahnya pesawat Susi Air yang seharusnya kembali ke Timika sudah sulit dihubungi.
"Seharusnya pesawat tersebut sudah kembali ke Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika pada Pukul 07.40 WIT," paparnya.
Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa membenarkan pilot pesawat disandera. Pesawat Susi Air yang dipiloti Captain Philips itu dibawa kelompok KKB.
"(Pilot Pesawat Susi Air) dibawa kelompok EK," ujar Muhammad Saleh kepada detikcom, Selasa (7/2).
https://www.detik.com/sulsel/berita/...erja-di-nduga.
Terors juiga menyandera para pekerja
muhamad.hanif.2 dan nomorelies memberi reputasi
2
1.2K
6
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan