- Beranda
- Komunitas
- News
- Sejarah & Xenology
Tragedi Pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua Theys Eluay 10 November 2001
TS
mabdulkarim
Tragedi Pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua Theys Eluay 10 November 2001
Quote:

Foto pemakaman Theys Hiyo Eluay
Quote:
Biografi singkat Theys Eluay
Semenjak lengsernya Presiden Suharto dan semangat reformasi menjalar kemana-mana termasuk wilayah Provinsi Irian Jaya. Sebagian wilayah paling timur Indonesia, aspirasi untuk memerdekaan diri muncul di mana rasa kebangsaan Papua muncul yang sudah lama ada dengan gerakan-gerakan Organisasi Papua Merdeka. Sehingga kondisi Irian Jaya cukup diwarnai berbagai macam demonstrasi dan pengibaran bintang kejora sehingga sering kali orang-orang yang terlibat ditangkap oleh aparat yang salah satunya adalah Theys Eluay. Theys H Eluay menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Irian Jaya dan ditangkap di 7 Oktober 1998 karena bertanggung jawab atas demonstrasi 1 Juli 1998 di Jayapura yang menyerukan pemisahan Irian Jaya dari Indonesia bersama tokoh-tokoh lain. P
Sebelum Suharto lengser, Theys yang juga Kepala Suku pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I dari fraksi Golkar dari 1978 dan berhenti di 1988. Saat itu, ia membentuk Lembaga Musyawarah Adat Papua untuk mempersatukan 250 tokoh dari seluruh Papua dan mensuarakan masalah hak masyarakat asli. Jauh sebelumnya, ia menjadi anggota Dewan Musyawarah Pepera(Penentuan Pendapat Rakyat) yang di mana suara masyarakat Papua yang diwakilkan utusan-utusan memilih intergrasi ke Indonesia atau merdeka dan setelah itu bergabung dengan Partai Kristen Indonesia dalam Pemilu 1971. Pada 1 Agustus 1998, pria yang lahir di Fale, Sentani pada 2 November 1938 dinobatkan sebagai Pemimpin besar Bangsa Papua oleh Dewan Adat Papua. Pada 1 Desember 1999, Theys bersama Presidium Dewan Papua dan para simpatisan kemerdekaan Papua, mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Terpilihnya Abdurachman Wahid sebagai Presiden sejak 20 Oktober 1999 berdampak besar pada pergolakan yang terjadi di Papua di mana pendekatan Gus Dur berbeda dari Habibie yang membolehkan pengibaran Bintang Kejora selama di bawah bendera Merah Putih dan termasuk juga para tahanan Papua yang salah satunya Theys Eluay. Gus Dur mendirikan Presidium Dewan Papua dan memberikan dana Rp 1 Miliar untuk Kongres Rakyat Papua 29 Mei-1 Juni 2000 di mana memperjuangkan pengembalian kedaulatan Papua Barat. Alhasil Theys Eluay selaku Ketua Presidium Dewan Papua dan tokoh-tokoh kemerdekaan Papua ditangkap oleh polisi lagi dan menjalani penahanan di Jayapura pada 29 Desember 2000. Padahal saat itu masyarakat Jayapura sedang mempersiapkan acara peringatan kemerdekaan Papua yang jatuh pada 1 Desember.Termasuk di antaranya, rencana mengumumkan kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semenjak lengsernya Presiden Suharto dan semangat reformasi menjalar kemana-mana termasuk wilayah Provinsi Irian Jaya. Sebagian wilayah paling timur Indonesia, aspirasi untuk memerdekaan diri muncul di mana rasa kebangsaan Papua muncul yang sudah lama ada dengan gerakan-gerakan Organisasi Papua Merdeka. Sehingga kondisi Irian Jaya cukup diwarnai berbagai macam demonstrasi dan pengibaran bintang kejora sehingga sering kali orang-orang yang terlibat ditangkap oleh aparat yang salah satunya adalah Theys Eluay. Theys H Eluay menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Irian Jaya dan ditangkap di 7 Oktober 1998 karena bertanggung jawab atas demonstrasi 1 Juli 1998 di Jayapura yang menyerukan pemisahan Irian Jaya dari Indonesia bersama tokoh-tokoh lain. P
Sebelum Suharto lengser, Theys yang juga Kepala Suku pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I dari fraksi Golkar dari 1978 dan berhenti di 1988. Saat itu, ia membentuk Lembaga Musyawarah Adat Papua untuk mempersatukan 250 tokoh dari seluruh Papua dan mensuarakan masalah hak masyarakat asli. Jauh sebelumnya, ia menjadi anggota Dewan Musyawarah Pepera(Penentuan Pendapat Rakyat) yang di mana suara masyarakat Papua yang diwakilkan utusan-utusan memilih intergrasi ke Indonesia atau merdeka dan setelah itu bergabung dengan Partai Kristen Indonesia dalam Pemilu 1971. Pada 1 Agustus 1998, pria yang lahir di Fale, Sentani pada 2 November 1938 dinobatkan sebagai Pemimpin besar Bangsa Papua oleh Dewan Adat Papua. Pada 1 Desember 1999, Theys bersama Presidium Dewan Papua dan para simpatisan kemerdekaan Papua, mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Terpilihnya Abdurachman Wahid sebagai Presiden sejak 20 Oktober 1999 berdampak besar pada pergolakan yang terjadi di Papua di mana pendekatan Gus Dur berbeda dari Habibie yang membolehkan pengibaran Bintang Kejora selama di bawah bendera Merah Putih dan termasuk juga para tahanan Papua yang salah satunya Theys Eluay. Gus Dur mendirikan Presidium Dewan Papua dan memberikan dana Rp 1 Miliar untuk Kongres Rakyat Papua 29 Mei-1 Juni 2000 di mana memperjuangkan pengembalian kedaulatan Papua Barat. Alhasil Theys Eluay selaku Ketua Presidium Dewan Papua dan tokoh-tokoh kemerdekaan Papua ditangkap oleh polisi lagi dan menjalani penahanan di Jayapura pada 29 Desember 2000. Padahal saat itu masyarakat Jayapura sedang mempersiapkan acara peringatan kemerdekaan Papua yang jatuh pada 1 Desember.Termasuk di antaranya, rencana mengumumkan kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Quote:
Video AP mengenai Theys Eluay (menit ke-2)
30 nov 2000
30 nov 2000
Quote:
Pembunuhan dan Penyelidikan
Pada 10 November 2001, Theys Eluay yang dikabarkan akan mengikuti upacara 10 November 2001 menghilang setelah mengikuti makan malam di rumah Panglima Kodam XVII Trikora Mayor Jenderal TNI Mahidin Simbolon. Ia bersama supirnya diculik di kompleks perumahan Pemerintah Daerah Entrop. Supirnya, Aristoteles Masoka, sempat memberi tahu kepada Sekretaris DPP Presidium Dewan Papua Tahal Al Hamid bahwaia dan Theys Eluay diculik oleh suku pendatang tapi kontaknya terputus.
Kematian Theys Eluay sontak menimbulkan kemarahan besar bagi para pendukungnya di Papua setelah jenazahnya ditemukan pada jam 8 pagi 11 November 2001. Jenazah ditemukan di dalam mobil kijang yang terperosok dalam jurang. Pada 12 November 2001, aparat dikerahkan untuk mengamankan kondisi Jayapura di mana masyarakat pedatang menjadi sasaran kemarahan massa. Masyarakat pendatang banyak yang mengungsi ke Batalyon 751 dan tempat pelatihan Rindam XVII Trikora. Pada keesokannya, situasi Papua sudah kondusif dan banyak sekali massa yang melayat ke Sentani di mana kurang lebih 40 KM dipadati ribuan massa.
Presiden Megawati memberikan atensi besar dalam tewasnya Theys Eluay. Ia memerintahkan kepada Menkopolkam, Susilo Bambang Yudhoyono dan Kapolri S.Bimantoro untuk mengusut kasus ini sehingga tim dari Mabes Polri diturunkan. Selain itu, Presiden juga memerintahkan jenazah Theys dikebumikan dengan baik demi kemanusiaan.
Ketua MPR Amien Rais mendesak Polri dan TNI segera mengungkap kematian Theys di tengah kemarahan masyarakat Papua. Pada awalnya, dugaan polisi mengarah kepada kelompok OPM yang tak sejalan dengan Theys Eluay atau kelompok Papua Nugini yang punya kepentingan mengingat lokasi tewasnya di dekat perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Namun bantahan-bantahan muncul dari pihak Presidum Dewan Papua meskipun mereka menunggu menyelidikan kepolisian.
Untuk memastikan penyebab kematian itu, mayat Theys diotopsi di Rumah Sakit Dok II, Jayapura. Selepas itu, jenazah Theys disemayamkan di Gedung DPRD Jayapura. Selanjutnya, jasad Theys dipindah ke Gereja Pengharapan untuk mendapat penghormatan terakhir dari para simpatisannya pada.
Ketika jenazah Theys dibawa ke kediamannya di Sentani, ribuan pengantar memadati sepanjang jalan dari Jayapura ke Sentani. Jenazah Theys dimakamkan di halaman rumahnya di Sentani. Tapi, sebelum pemakaman digelar, massa dari Pegunungan Jayawijaya Tengah menolak prosesi itu. Mereka menuntut sikap politik Presidium Dewan Papua untuk mendukung kemerdekaan Papua. Jika tidak, mereka akan mencegah jenazah Theys tak dikebumikan. Ketegangan ini mereda setelah tokoh PDP pendeta Herman Awom membacakan sikap politik mereka yang mendukung kemerdekaan Papua. Pemakaman Theys Eluay dilakukan pada 17 November 2001 dan Tom Beanal selaku wakil Ketua PDP menyerukan tuntutannya untuk referendum Papua ketika upacara pemakaman Theys dilakukan.
Terbunuhnya Theys Eluay memiliki dampak besar di saat Presiden Megawati mengesahkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua (UU No 21 tahun 2001) pada 21 November 2021 ketika tuntutan Papua merdeka atau referendum cukup besar oleh masyarakat Papua saat itu. Dukungan luar negeri seperti Forum Kepulauan Pasifik cukup besar mendukung kemerdekaan Papua. Pembuatan UU Otsus Papua dilakukan sebagai upaya solusi penyelesaian yang terjadi di Papua saat itu demi mencegah keluarnya Papua dari Indonesia pasca Timor Timur memilih keluar dari NKRI atas hasil referendum pada 30 Agustus 1999.
Polemik siapa yang membunuh Theys Eluay cukup panas dan membuat tuntutan Polisi harus segara mengusut tuntas masalah ini karena menyangkut nasib Papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih konflik-konflik di banyak daerah memanas seperti di Ambon, Poso, dan Aceh.
Kontras menyebutkan bahwa mereka mendapatkan dokumen yang dikeluarkan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Lintas Masyarakat Kementerian Dalam Negeri pada 9 Juni 2000. Dokumen tersebut hasil dari menentukan sikap pasca Kongres Rakyat Papua bersama jajaran TNI, Polri, BAIS, dan BIN dalam pertemuan pada 8 Juni 2000. Dokumen tersebut disebut operasi tertutup untuk meredam aksi pemisahan Papua dari NKRI dengan menargetkan Ketua PDP dan nama-nama lainnya
Setelah penyelidikan yang melibatkan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, akhirnya ditemukan anggota-anggota Kopassus terlibat dalam pembunuhan Theys Eluay. Markas Kopassus disegel oleh Puspom TNI AD pada 28 Febuari 2002 dalam pencarian bukti baru pembunuhan Theys.
7 anggota Kopassus disidang oleh Mahkamah Militer III Surabaya pada 5 Maret 2003 didakwa dengan hukum berbeda-beda dari 2-3 tahun penjara termasuk pemecatan. Namun tak ada informasi lebih lanjut apakah para terdakwa benar-benar menjalani hukuman bahkan sanksi pemecatan tidak pernah dilakukan sehingga menjadi catatan buruk bagi masalah HAM di Papua.
Pada 10 November 2001, Theys Eluay yang dikabarkan akan mengikuti upacara 10 November 2001 menghilang setelah mengikuti makan malam di rumah Panglima Kodam XVII Trikora Mayor Jenderal TNI Mahidin Simbolon. Ia bersama supirnya diculik di kompleks perumahan Pemerintah Daerah Entrop. Supirnya, Aristoteles Masoka, sempat memberi tahu kepada Sekretaris DPP Presidium Dewan Papua Tahal Al Hamid bahwaia dan Theys Eluay diculik oleh suku pendatang tapi kontaknya terputus.
Kematian Theys Eluay sontak menimbulkan kemarahan besar bagi para pendukungnya di Papua setelah jenazahnya ditemukan pada jam 8 pagi 11 November 2001. Jenazah ditemukan di dalam mobil kijang yang terperosok dalam jurang. Pada 12 November 2001, aparat dikerahkan untuk mengamankan kondisi Jayapura di mana masyarakat pedatang menjadi sasaran kemarahan massa. Masyarakat pendatang banyak yang mengungsi ke Batalyon 751 dan tempat pelatihan Rindam XVII Trikora. Pada keesokannya, situasi Papua sudah kondusif dan banyak sekali massa yang melayat ke Sentani di mana kurang lebih 40 KM dipadati ribuan massa.
Presiden Megawati memberikan atensi besar dalam tewasnya Theys Eluay. Ia memerintahkan kepada Menkopolkam, Susilo Bambang Yudhoyono dan Kapolri S.Bimantoro untuk mengusut kasus ini sehingga tim dari Mabes Polri diturunkan. Selain itu, Presiden juga memerintahkan jenazah Theys dikebumikan dengan baik demi kemanusiaan.
Ketua MPR Amien Rais mendesak Polri dan TNI segera mengungkap kematian Theys di tengah kemarahan masyarakat Papua. Pada awalnya, dugaan polisi mengarah kepada kelompok OPM yang tak sejalan dengan Theys Eluay atau kelompok Papua Nugini yang punya kepentingan mengingat lokasi tewasnya di dekat perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Namun bantahan-bantahan muncul dari pihak Presidum Dewan Papua meskipun mereka menunggu menyelidikan kepolisian.
Untuk memastikan penyebab kematian itu, mayat Theys diotopsi di Rumah Sakit Dok II, Jayapura. Selepas itu, jenazah Theys disemayamkan di Gedung DPRD Jayapura. Selanjutnya, jasad Theys dipindah ke Gereja Pengharapan untuk mendapat penghormatan terakhir dari para simpatisannya pada.
Ketika jenazah Theys dibawa ke kediamannya di Sentani, ribuan pengantar memadati sepanjang jalan dari Jayapura ke Sentani. Jenazah Theys dimakamkan di halaman rumahnya di Sentani. Tapi, sebelum pemakaman digelar, massa dari Pegunungan Jayawijaya Tengah menolak prosesi itu. Mereka menuntut sikap politik Presidium Dewan Papua untuk mendukung kemerdekaan Papua. Jika tidak, mereka akan mencegah jenazah Theys tak dikebumikan. Ketegangan ini mereda setelah tokoh PDP pendeta Herman Awom membacakan sikap politik mereka yang mendukung kemerdekaan Papua. Pemakaman Theys Eluay dilakukan pada 17 November 2001 dan Tom Beanal selaku wakil Ketua PDP menyerukan tuntutannya untuk referendum Papua ketika upacara pemakaman Theys dilakukan.
Terbunuhnya Theys Eluay memiliki dampak besar di saat Presiden Megawati mengesahkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua (UU No 21 tahun 2001) pada 21 November 2021 ketika tuntutan Papua merdeka atau referendum cukup besar oleh masyarakat Papua saat itu. Dukungan luar negeri seperti Forum Kepulauan Pasifik cukup besar mendukung kemerdekaan Papua. Pembuatan UU Otsus Papua dilakukan sebagai upaya solusi penyelesaian yang terjadi di Papua saat itu demi mencegah keluarnya Papua dari Indonesia pasca Timor Timur memilih keluar dari NKRI atas hasil referendum pada 30 Agustus 1999.
Polemik siapa yang membunuh Theys Eluay cukup panas dan membuat tuntutan Polisi harus segara mengusut tuntas masalah ini karena menyangkut nasib Papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih konflik-konflik di banyak daerah memanas seperti di Ambon, Poso, dan Aceh.
Kontras menyebutkan bahwa mereka mendapatkan dokumen yang dikeluarkan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Lintas Masyarakat Kementerian Dalam Negeri pada 9 Juni 2000. Dokumen tersebut hasil dari menentukan sikap pasca Kongres Rakyat Papua bersama jajaran TNI, Polri, BAIS, dan BIN dalam pertemuan pada 8 Juni 2000. Dokumen tersebut disebut operasi tertutup untuk meredam aksi pemisahan Papua dari NKRI dengan menargetkan Ketua PDP dan nama-nama lainnya
Setelah penyelidikan yang melibatkan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, akhirnya ditemukan anggota-anggota Kopassus terlibat dalam pembunuhan Theys Eluay. Markas Kopassus disegel oleh Puspom TNI AD pada 28 Febuari 2002 dalam pencarian bukti baru pembunuhan Theys.
7 anggota Kopassus disidang oleh Mahkamah Militer III Surabaya pada 5 Maret 2003 didakwa dengan hukum berbeda-beda dari 2-3 tahun penjara termasuk pemecatan. Namun tak ada informasi lebih lanjut apakah para terdakwa benar-benar menjalani hukuman bahkan sanksi pemecatan tidak pernah dilakukan sehingga menjadi catatan buruk bagi masalah HAM di Papua.
Quote:
Video pemakaman
17 November 2001
13 November 2001
Keterangan penangkapan oknum prajurit
16 April 2002
17 November 2001
13 November 2001
Keterangan penangkapan oknum prajurit
16 April 2002
Quote:
Rekonsiliasi dan Berdamai dengan Masa Lalu

Tragedi terbunuhnya Theys Eluay terus diingat dan peringatan tragedi ini sering kali dirayakan oleh simpatisannya dan dijadikan salah satu kasus pelanggaran HAM di Papua oleh aktivis. Di sisi keluarga Theys Eluay, setelah pergulatan batin 17 tahun, mereka akhirnya mendeklarasikan perdamaian dengan kasus ini . Yanto Eluay menyebutkan ada pihak yang mempengaruhi Theys Eluay untuk bersebrangan dengan Indonesia dan akhirnya kejadian pembunuhan terjadi.
Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen Doni Monardo, mengundang secara khusus putra sulung Theys Eluay,Boy Eluay menghadiri HUT Kopassus di Mako Kopassus di 16 April 2015 dan menjadi pintu awal perdamaian dan menghapus rasa dendam.
Pada 10 November 2018m keluarga Theys Eluay memaafkan para pelaku lewat 5 poin perdamaian yang dibacakan Yanto Eluay di pedopo rumah keluarganya dan dihadiri Lily Wahid. Dari 5 poin tersebut, ditegaskan bahwa kasus Theys jangan dipolitisasi, Papua tak boleh dilepaskan dari NKRI yang sudah masuk lewat PEPERA 1969 dan membangun kesejahteraan Papua bersama elemen Bangsa Indonesia.

Tragedi terbunuhnya Theys Eluay terus diingat dan peringatan tragedi ini sering kali dirayakan oleh simpatisannya dan dijadikan salah satu kasus pelanggaran HAM di Papua oleh aktivis. Di sisi keluarga Theys Eluay, setelah pergulatan batin 17 tahun, mereka akhirnya mendeklarasikan perdamaian dengan kasus ini . Yanto Eluay menyebutkan ada pihak yang mempengaruhi Theys Eluay untuk bersebrangan dengan Indonesia dan akhirnya kejadian pembunuhan terjadi.
Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen Doni Monardo, mengundang secara khusus putra sulung Theys Eluay,Boy Eluay menghadiri HUT Kopassus di Mako Kopassus di 16 April 2015 dan menjadi pintu awal perdamaian dan menghapus rasa dendam.
Pada 10 November 2018m keluarga Theys Eluay memaafkan para pelaku lewat 5 poin perdamaian yang dibacakan Yanto Eluay di pedopo rumah keluarganya dan dihadiri Lily Wahid. Dari 5 poin tersebut, ditegaskan bahwa kasus Theys jangan dipolitisasi, Papua tak boleh dilepaskan dari NKRI yang sudah masuk lewat PEPERA 1969 dan membangun kesejahteraan Papua bersama elemen Bangsa Indonesia.
Quote:
Sumber
AP Archives
Suara Pembaruan.7 oktober 1998
Suara Pembaruan.25 Juni 2001
Suara Pembaruan 20 Agustus 2001
Suara Pembaruan.12 November 2001
Suara Pembaruan .13 November 2001
Suara Pembaruan .16 November 2001
Suara Pembaruan .17 November 2001
Suara Pembaruan . 19 November 2001
Suara Pembaruan . 21 November 2001
Liputan 6. 11 Nov 2001. Theys Eluay dikabarkan Hilang
Liputan 6. 20 Nov 2001. Tewasnya Sang Pemimpin
Liputan 6.03 Mar 2002. Markas Kopassus di Papua disegel
Liputan 6.05 Mar 2003. Terdakwa Pembunuh Theys dituntut Dua-Tiga Tahun Penjara
Tempo 18 September 2003. Kronologi Hari Terakhir Theys Hiyo Eluay
Tempo. 21 September 2016. Terlibat Bunuh Theys dan Dipecat, Hartomo Kini jadi Kabais
Republika.13 Nov 2018 . Jaket Penyeka Duka Berbuah Damai di P apua
AP Archives
Suara Pembaruan.7 oktober 1998
Suara Pembaruan.25 Juni 2001
Suara Pembaruan 20 Agustus 2001
Suara Pembaruan.12 November 2001
Suara Pembaruan .13 November 2001
Suara Pembaruan .16 November 2001
Suara Pembaruan .17 November 2001
Suara Pembaruan . 19 November 2001
Suara Pembaruan . 21 November 2001
Liputan 6. 11 Nov 2001. Theys Eluay dikabarkan Hilang
Liputan 6. 20 Nov 2001. Tewasnya Sang Pemimpin
Liputan 6.03 Mar 2002. Markas Kopassus di Papua disegel
Liputan 6.05 Mar 2003. Terdakwa Pembunuh Theys dituntut Dua-Tiga Tahun Penjara
Tempo 18 September 2003. Kronologi Hari Terakhir Theys Hiyo Eluay
Tempo. 21 September 2016. Terlibat Bunuh Theys dan Dipecat, Hartomo Kini jadi Kabais
Republika.13 Nov 2018 . Jaket Penyeka Duka Berbuah Damai di P apua
Diubah oleh mabdulkarim 29-12-2022 20:50
0
1.1K
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan