KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
BELUM BANYAK DIKETAHUI? Gugurnya Putra Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/633f9b7a6de50d470e4d73ec/belum-banyak-diketahui-gugurnya-putra-sunan-gunung-jati-pangeran-bratakelana

BELUM BANYAK DIKETAHUI? Gugurnya Putra Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana

Quote:
Pangeran Bratakelana (1489 M - 1513 M)

Banyak yang belum mengetahui kisah tragis dari Pangeran Bratakelana atau disebut juga Pangeran Gung Anom adalah putra Sunan Gunung Jati dari istrinya Nyi Raradjati alias Nyimas Lara Kahfi atau Syarifah Baghdad yang memiliki kisah hidup yang amat tragis, yaitu Pangeran tewas dibunuh bajak laut atau perompak.

Dari pernikahannya dengan Syarifah Baghdad, Sunan Gunung Jati memperoleh dua orang putra yakni Pangeran Djajakelana serta Pangeran Bratakelana. Secara singkat sang Kakak, Pangeran Djajakelana yang lahir pada 1486 M, menurut Babad Cirebon menikah dengan seorang wanita bernama Ratu Pembayun.
BELUM BANYAK DIKETAHUI? Gugurnya Putra Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana
Menurut Sulendraningrat (1978), Pangeran Bratakelana lahir pada tahun 1489 M. Setelah beranjak dewasa, Pangeran Bratakelana kemudian dinikahkan pada tahun 1511 M dengan Ratu Nyawa, putri Raden Fatah, Sultan Demak Pertama. 

Dikisahkan, ketika menikah dengan Ratu Nyawa, maskimpoi yang diajukan oleh Pangeran Bratakelana adalah mati Syahid. Sang Pangeran sangat terobsesi menjadi pejuang dan wafat dalam perjuangan.

Kisah kewafatan tragis Pangeran Bratakelana dikisahkan dalam banyak naskah sejarah asal Cirebon, seperti Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Naskah Mertasinga, Naskah Babad Cirebon, dan lain sebagainya.

Suatu ketika, di Demak Pangeran Bratakelana merasa kangen dengan keluarganya, dari itulah beliau meminta izin kepada istri dan mertuanya untuk pulang ke Cirebon. Daripada melalui jalan darat, Pangeran Bratakelana lebih memilih jalur laut
untuk pulang ke Cirebon, sehingga sang Pangeran-pun memutuskan menaiki sebuah kapal pribadi dari Demak menuju Cirebon.

Perjalanan dari Demak menuju Cirebon pada mulanya berjalan dengan baik, akan tetapi manakala kapal yang ditumpangi Pangeran Bratakelana memasuki perairan Gebang beliau dikejar oleh beberapa kapal yang dikendalikan oleh Bajak Laut atau perompak.

Mulanya, para perompak yang menyerbu kapal dapat dipatahkan oleh Pangeran Bratakelana dan pengawalnya, sehingga banyak perompak yang mati. Akan tetapi,
karena perompak jumlahnya banyak dan datang terus menerus, para pengawal
sang Pangeran kwalahan, selain itu, banyak diantara mereka yang gugur.

Di sisi lain, mendapati para pengikutnya banyak yang gugur, Pangeran Bratakelana dengan gagah berani terus berjuang melawan para perompak sekuat tenaga, dan berkat kepiawaiannya dalam berperang, Pangeran Bratakelana mampu
membunuh beberapa Bajak Laut.
BELUM BANYAK DIKETAHUI? Gugurnya Putra Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana
Dalam pertempuran tersebut satu persatu para pengawal Pangeran Bratakelana tewas, sehingga dua pengikut Pangeran Bratakelana yang masih tersisa mengajak sang Pangeran untuk menjeburkan diri ke laut menyelamatkan diri, sebab iumlah Bajak Laut sangat banyak sehingga tidak mungkin dihadapi bertiga.

Pangeran Bratakelana menyuruh pengikutnya untuk menyelamatkan diri sementara sang Pangeran berniat terus melawan para perompak, karena sebetulnya sang Pangeran menginginkan mati Syahid.

Dalam beberapa babad disebutkan bahwa Pangeran Bratakelana sulit ditaklukan, beliau bahkan tidak mempan senjata sehingga dalam pertarungan itu banyak bajak laut yang mati. 

Salah satu pimpinan Bajak Laut yang terbilang sakti mempunyai cara khusus untuk dapat membunuh Pangeran Bratakelana. Ia membunuh anjing yang ia bawa di kapalnya kemudian mengoleskannya ke senjata yang ia bawa.

Benar saja, dengan senjata yang sudah berlumur darah anjing, Pangeran Bratakelana dapat mempan ditebas senjata, sehingga sang Pangeran akhirnya roboh bersimbah darah.

Oleh para perompak, mayat Pangeran Bratakelana dilemparkan ke laut, jasadnya kemudian ditemukan oleh nelayan di pesisir Mundu. Dua pengawal Pangeran Bratakelana yang selamat kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Sultan Cirebon
yang tak lain sebagi ayah sang Pangeran.
  
Murka atas peristiwa itu, Sunan Gunung Jati memerintahkan Ki Gede Bungko yang kala itu menjabat sebagai Laksamana Kesultanan Cirebon untuk menumpas para bajak Laut.

Oleh Sunan Gunung Jati, mayat anaknya dikuburkan di Mundu, kini makam Pangeran Bratakelana dapat dijumpai di situs pemakaman Pangeran Bratakelana satu komplek dengan situs pemakaman Ki Lobama.
BELUM BANYAK DIKETAHUI? Gugurnya Putra Sunan Gunung Jati, Pangeran Bratakelana
Sumber tulisan:

1. Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, Sejarah Peradaban Islam, Amzah, Buku Elektronik.
2. https://www.historyofcirebon.id/2022...atakelana.html
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh penikmatsenja06
Wah baru tau saya nih gan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
kisahnya tragis ya gan karna pengen banget mati Syahid, rela berjuang sampai mati kaya gitu emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Patriot yang sangat gagah berani 😢
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Mati konyol. Bayangkan kalo dia masih hidup. Dia bisa berjuang bersama raden patah mengusir Portugis. Cuman karena kepengen cepat masuk surga, mati sia2 di tangan perompak rendahan.
profile-picture
profile-picture
arsenalkufc dan bukan.bomat memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kalo lewat Cirebon dari jalan biasa bukan tol pasti melewati pesisir Mundu... Boleh mampir sekadar berziarah.
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan bukan.bomat memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


Ingin mati Sahid tapi percaya ilmu kebal ha ha haemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
k112yu dan arsenalkufc memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
mau cari mati tapi pakai kekebalan emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
k112yu dan arsenalkufc memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Ane baru tau nih kisahnya...hmmm thanks gan



Spoiler for gn.jati:
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Diubah oleh 50F14
Dari skema yg terpampang di atas, ternyata beliau beristri 6. Tapi jangan dipermasalahkan, jangan ribut, jangan gibah, jangan iri, tentang hal tersebut, karena gk baik ngrasani orang yg sudah tiada, krn dia sudah gak bisa membela diri lagi. Ingat itu.
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Beliau ini Angkatan Laut juga.


Fakta! emoticon-Cool
Kena sikat sama perompak emoticon-Mewek
Sumbernya cuma dari Babad Cirebon, diragukan historisitasnya. Selain karena Babad Cirebon ditulis di abad ke-19 yang sangat jauh dari abad ke-14, juga karena isinya bertentangan dengan Carita Purwaka Caruban Nagari / Babad Purwaka yang muncul lebih awal, sekitar abad ke-17. Biasanya, sumber tradisional yang digunakan untuk sumber sejarah Sunan Gunungjati adalah Babad Purwaka ini, di samping juga Serat Keprabonan dan Babad Tanah Jawi.

Ketiga sumber tsb sepakat bahwa Sunan Gunungjati pernah menikahi adik perempuannya Sultan Trenggono di Demak, lalu Sunan Gunungjati pindah ke Cirebon dan menikahi seorang putri Cina. Aneh ketika dibenturkan ke Babad Cirebon, dimana anaknya Sunan Gunungjati menikahi anaknya Raden Patah. Weird, masa iya Sunan Gunungjati menikahi anaknya Raden Patah, lalu anaknya Sunan Gunungjati juga menikahi anaknya Raden Patah? Ini another incestuous story genre or what?

Sumber utama seperti Babad Tanah Jawi sendiri juga tidak lepas dari kritik, Raden Patah dikatakan keturunan Majapahit sudah disepakati ahistoris oleh sejarahwan modern. Figur Raden Patah ini juga sebenarnya seperti campur-aduk dengan figur Sultan Trenggono. Tome Pires menyebut "Pate Rodim" untuk merujuk Sultan Trenggono, dimana sejarahwan kita dulu sempat keliru mengira itu Raden Patah.

=== edited === kok TS tiba-tiba edit OS nya dan memasukkan Carita Purwaka Caruban Nagari emoticon-Ngakak (S) boleh dicek sendiri, kisah matinya anak Sunan Gunungjati di tangan bajak laut ini gak ada di situ emoticon-Big Grin
profile-picture
susilo01 memberi reputasi
Diubah oleh tyrodinthor


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di