KOMUNITAS
Pengumuman! Kuy Ikutan Survey Feedback Kaskuser, Isi di Sini!
Home / FORUM / All / Food & Travel / Cooking & Resto Guide /
Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/632d86abf948743e952935b2/kafe-ala-manuscript-writing-caf-di-tiap-kecamatan-indonesia-semoga-ya

Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Beberapa kali saya datang ke kafe membawa laptop guna menyelesaikan pekerjaan tertentu. Pekerjaan yang harus dituliskan. Sayangnya suasana kafe seringkali kurang mendukung. Pekerjaan bukannya selesai, malah makan minum dan nonton.
 
Nah, Manuscript Writing Café yang berlokasi di distrik Koenji, Tokyo, Jepang ini sepertinya cocok bagi saya dan para penulis yang kejar deadline. Situasi dan kondisi kafe sangat mendukung pengunjung menyelesaikan tulisannya. Tidak boleh pulang sebelum tulisannya kelar! Berikut serangkaian fakta menariknya.  
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

1. Penulis yang datang membuat target, berapa kata yang akan diselesaikannya.  
 
Penulis yang datang menetapkan target, berapa kata yang akan dirampungkannya dalam jangka waktu tertentu. Kita dapat membuat target realistis sesuai dengan kemampuan kita. Apabila tulisan terdiri dari beberapa bab, tetapkan saja berapa bab yang kira-kira dapat selesai selama berada di kafe.  
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya


Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

2. Tetapkan juga, pengunjung mau diingatkan dengan level apa
 
Nah, aturan ini bagi saya solusi banget. Kita bisa pilih sendiri mau berada dalam tekanan seperti apa agar target tercapai. Sekadar ditanya, diperiksa tiap jam, sampai pelayan berdiri di belakang kita agar supaya berasa banget tekanannya. Bagi saya, ditanya setiap jam (level normal) sudah cukup.
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

3. Boleh bawa makanan dari luar, teh dan kopi boleh ambil sepuasnya.
 
Sebagian penulis berteman akrab dengan kopi dan teh. Saya juga sering ngopi dan ngeteh saat menulis, namun nggak selalu. Nah, di Manuscript Writing Café, kita bisa ngopi dan ngeteh serta bebas nambah. Melihat interior di foto, sepertinya banyak varian kopi dan teh di sana. Bisa sekalian icip-icip ini. Sayangnya untuk makanan dan cemilan tidak tersedia. Kita boleh bawa dari rumah atau beli di luar.
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

4. Tersedia wifi berkecepatan tinggi, pengisi daya listrik dan colokan
 
Menulis dengan laptop yang terhubung dengan jaringan internet itu ada baik dan buruknya. Apalagi jika kecepatan unduh dan unggahnya tinggi. Jadi godaan tersendiri sehingga harus pandai-pandai mengendalikan diri.
Manuscript Writing Café bukan hanya menyediakan jaringan internet gratis berkecepatan tinggi. Pengisi daya dan colokan listrik juga tersedia. Tidak khawatir laptop mati karena kurang daya, lagi kan?
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

5. Cukup bayar 300 Yen per jam
 
Manuscript Writing Café meneraapkan tarif per jam. Sekitar Rp30.000 per jam. Mirip dengan warnet tahun 2000-an, ya. Tarif segitu sepadan dengan berbagai fasilitas dan kenyamanan yang tersedia. Apabila seharian berada di sana, bisa habis sampai ratusan ribu juga, ya. Bikin kita termotivasi untuk cepat-cepat beresin pekerjaan juga.
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

6. Setelah pekerjaan selesai mendapatkan cap khusus
 
Pelayan kafe akan memberikan cap pada lembar target begitu pekerjaan kita beres. Meskipun sekadar cap, tapi jadi semacam tanda dan perayaan bagi selesainya tugas kita. Pelayan kafe juga senang memajang lembar target itu. Berharap tulisan kita akan jadi sesuatu yang besar dan mengubah dunia.      
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

7. Tidak boleh pulang sampai kafe tutup
 
Kita tidak boleh pulang sampai tulisan selesai. Apabila kafe akan tutup, barulah kita boleh pulang meskipun tulisan belum kelar. Pulang membawa beban itu namanya. Maka dari itu perlu menetapkan target realistis, sehingga kita bisa pulang tanpa harus menunggu kafe tutup.
 Kafe ala Manuscript Writing Café di Tiap Kecamatan Indonesia, Semoga Ya

Tipikal kafe ala yang berfaedah sekali, kan ya. Semoga para pengusaha terketuk nuraninya untuk membuat kafe seperti ini. Tidak perlu banyak-banyak. Satu kafe saja di tiap kecamatan.
 
Idealnya kafe ala Manuscript Writing Café Jepang ini berlokasi di dekat kampus dan sekolah. Mahasiswa dan pelajar seringkali butuh tempat yang mendukung kegiatan menulis. Pegawai kantoran dan lepas tinggal nimbrung aja. Semoga bisa terwujud, ya.



Sumber 123
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liamdn91 dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Ane mimpi dulu jadi orang kaya, Gan. Trus ane bikin 1 buat Kaskus kreator biar makin bagus thread-nya. Kagak usah bayar. Free dah emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
"tidak boleh pulang sampai tulisan selesai" mantap nih, sangat memotivasi untuk cepet-cepetan menyelesaikan tulisan!
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Level ekstrim
bakal ada ciwik jav pake kostum masokis bawa pecut
emoticon-Ngakak



-----
kalo ada cafe begitu
bisa buat lowongan kerja baru untuk orang yg tampang preman tapi kagak mau kerja jadi debt colector
emoticon-Cool
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Ga pernah ke coffe shop... Taunya warkop...

Tapi cafe kaya gini baru tau, ini ambil ceruk bisnis buat penulis hobi ngopi..

emoticon-2 Jempol
Yang penting harga murah ada colokan hp dan wifi
nyari workcafe yg kondusif aja susahnya minta ampun di sini emoticon-Mewek
Jepang memang selalu punya cara membuat warganya lebih produktif.
Cozy place for deadline
Waw kepikiran aja bikin kafe kaya begitu emoticon-Matabelo
Orang Jepang emang kreatif ya
Indonesah kalo ads cafe beginian cm bakal.laku di kota2 besar aja, soalnya di indonesah org2nya hobi ngerumpi gosip makanya jumlahnya ga banyak semacam coworking space, cafe yg suasananya memang didesain tenang dan nyaman buat para workaholic, cm di kota2 besar aja kebanyakan
Cafe di indonesah rata2 buat ngumpul dan ngerumpi, kalo maksain bisa cm kitanya musti pinter2 cari tempat dan belum tentu nyaman buat kerja lama2
Wahhh keren juga nih
angkringan juga harus bisa begitu
Jepang pemimpin Asia bukan sekedar slogan....

Mereka selalu memimpin inovasi
profile-picture
pard0 memberi reputasi
Post ini telah dihapus
keren ya ada cafe gitu disana.
disini ada juga ga ya? emoticon-Malu emoticon-Confused

Spoiler for Giveaway:
Mantep nih kosep, bolehlah bookmark
Jepun memang visioner
Indonesia cooming
Enak ya keliatannya, cuma entah knp kalo gw nulis skripsi atau sebagainya itu enaknya di tempat yg ga banyak org gitu. Soalnya kalau banyak org kek gitu malahan kgk fokus, banyakan ngomongnya ketimbang serius nulis emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di