KOMUNITAS
Pengumuman! Kuy Ikutan Survey Feedback Kaskuser, Isi di Sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa Tak Ada Jembatan Penghubung Jawa dan Bali? Ternyata Ini Alasannya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/632d3691b178d5368c4ec370/kenapa-tak-ada-jembatan-penghubung-jawa-dan-bali-ternyata-ini-alasannya

Kenapa Tak Ada Jembatan Penghubung Jawa dan Bali? Ternyata Ini Alasannya

Kenapa Tak Ada Jembatan Penghubung Jawa dan Bali? Ternyata Ini Alasannya


Kenapa Tak Ada Jembatan Penghubung Jawa dan Bali? Ternyata Ini Alasannya Ilustrasi (Foto: Broonet)

KENAPA tak ada jembatan penghubung Jawa ke Bali akan dibahas pada artikel kali ini. Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.
Sayangnya, untuk menuju ke Pulau Bali hanya ada dua jalur, yaitu jalur udara dan laut. Sementara jalur darat belum dibuat oleh pemerintah.
Kabarnya, rencana pembuatan jalur darat dari Jawa ke Bali mendapat penolakan dari masyarakat asli Bali. Lantas, apa mengapa tidak ada jembatan dari Jawa ke Bali? berikut penjelasannya.
Pemerintah Indonesia sudah sejak tahun 1960-an ingin membangun tol bebas hambatan dari Merak, Banten, hingga Pulau Bali.
Usulan tersebut berasal dari mendiang Profesor Dr Ir Sedyatmo, guru besar ITB, yang terkenal dengan konstruksi cakar ayam.

Kenapa Tak Ada Jembatan Penghubung Jawa dan Bali? Ternyata Ini Alasannya

Usulan tersebut tadinya akan diberi nama Tri Nusa Bima Sakti yang akan menghubungkan tiga pulau, yaitu Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Bali. Sayangnya, ide brilian itu kandas lantaran menuai banyak tentangan dari berbagai pihak.
Pada 2012 silam, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengusulkan untuk membangun jembatan Selat Bali dengan panjang 39 km. Tujuannya dibangunnya jembatan ini adalah untuk memperlancar laju ekonomi masyarakat.
Sayangnya, usulan tersebut kembali ditolak oleh masyarakat Bali. Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jembrana turut mendukung penolakan tersebut.


Penolakan dibangunnya jembatan penghubung Jawa-Bali adalah karena keterkaitannya dengan mitologi yang dipercayai masyarakat Bali.

Masyarakat Bali yang sangat menghormati sejarah, tradisi, dan mitologinya mempercayai jika dulunya Sang Dang Hyang Sidhimantra sengaja memisahkan Jawa-Bali agar pulau Bali terhindar dari hal-hal negatif dan kebudayaannya tetap terjaga.
Merujuk pada konstruksi jembatan yang nantinya akan lebih tinggi karena ombak di selat Bali cukup besar dan tinggi, masyarakat Bali meyakini jika bangunan yang dibangun tidak boleh lebih tinggi dari Padmasana, yaitu tempat sembahyang atau menaruh sesaji bagi umat Hindu.

Di luar hal tersebut, Pemerintah Bali juga menyebutkan jika proyek jembatan tersebut berpotensi menaikkan jumlah pendatang ke Pulau Bali.
Bukan tidak mungkin jika nantinya Pulau Bali akan padat penduduk dan kejahatan atau angka kriminal akan meningkat. Jadi itulah hal-hal yang jadi pemicu mengapa pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dan Bali sulit terwujud.

https://travel.okezone.com/read/2022...ini-alasannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan 12 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
ada benernya juga dan ada salahnya juga. tapi bicara Bali the island of GOD klo dari slogan nya yaa mungkin untuk yang beragamm selain hindu ya harus agak berpancasila dikit biar gak baper.

Tapi klo bicara nanti ke depan bisa jadi jalur darat yang ditunggu ini bisa terlaksana
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
Mana nih geng pembenci kadrun yg biasanya komen "saat negara lain pada berlomba ke ruang angkasa, ini malah mabuk agama bla bla bla"

Pokoknya yg mabuk agama cuma islam, agama lain mo fanatik kyk gmn gk akan dianggap kadrunemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caurboy dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
39 km, apa gak bahaya ya jembatan sepanjang itu?
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
PADA MINGKEM NIH PEMBENCI ISLAM, KATANYA GK BOLEH MABOK AGAMA, LAH YG KEK GINI PADA DIEM, GOBLOK emoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jamesbondan007 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan

SAYA SETUJU DIPISAH PULAUNYA

Aku duduk wong bali dan tidak begitu juga suka dengan bali

Tapi sepertinya mitos itu memang betul ada sejarahnya sebelum jauh era penjajahan berlangsung dan para resi/ pendeta/ tau akan aadanya bencana tergerusnya budaya kepercayaan, yang akan memecahkan kerajaan asli indonesia


Oleh sebab itu para warga asli kerajaan di ungsikan ke pulau bali yang mungkin juga secara kebetulan ada fenomena alam bantuan kekuatan alam maka terpisahnya antara pulau jawa dan bali











Hanya masyarakat bali yang memegang teguh budaya dari dulu sampai skrg ... fakta di lapangan dunia lebih mengenal bali daripada indonesia




Percaya atau tidak ... orang yg menjaga warisan leluhurnya dan menghormati nya tidak akan kekurangan suatu apapun, karena doa para leluhur merestui




Ente boleh bilang udik, ndeso, dsb karna tidak mengikuti zaman namun bali punya tempat tersendiri di beberap hati orang kususnya masurakat dunia







Ada satu lagi yg menjaga warisan budaya dan leluhur .... dia adalah NEGARA JEPANG , silahkan komen sendiri ttg perbandingan jepang dan indo












Indo masih bingung mau ikut KIBLAT yg mana, mau barat , timur tengah , timur ... semua dicoba dan alhasil masyarakatnya jadi JULID





padahal indonesia punya budaya yg luhur jika dilestarikan pasti akan ciamik....
Sebagai orang jawa walau saya hanya debu saya akan melestarikan budaya KEJAWEN
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lanariaaaa dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh legowopanji
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan

Bukan, itu mitos dibuat-buat sama pejabat, ciri-ciri pejabatnya Memiliki Kumis mirip Charlie Chaplin.

Jika jembatan itu dibuat, ga cuan perusahaan kapalnya.

susah indonesia mau maju

profile-picture
profile-picture
profile-picture
setsunafyudha dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh b42l4t4k
Ya disambung ke Makassar aja ke utara siapa tau bagus. Nyambung ke IKN nanti nya.
hooooooo macam tu, baru tau sayah...
emoticon-Malu
Selain karena budaya, bla bla bla.
Ya karena ada kepentingab juga emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan nandaramdhan690 memberi reputasi
Post ini telah dihapus
Enak naik kapal sih kalau ane
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
Ndak maw gan jembatan jawa bali, nantik yg kismin ndak maw naek perahu, soal nya jalan kakik dah nyampe. emoticon-Leh Uga gak seru bikin duid cekak
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan nandaramdhan690 memberi reputasi
Aku takut nya kalau ada invasi agama mayoritas , dikit demi sedikit ambil kekuasaan disana, kayak di jawa barat mau bangun gereja aja udh banyak yang kayak cacing kremi kepanasan

Gesekan antar agama yang katanya paling damai sama agama yang emang damai ngeri aja , yang sebenar nya pelaku bisa jadi korban kan suka play victim kata sakti nya penistaan agama dan ***** phobia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
angelpesek dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dauarra
39km ? itu abis baut brp yak ? emoticon-Ngakak
Post ini telah dihapus
Iya hormati aja kalau emang gak diizinkan membangun jembatan yang menghubungkan jawa-Bali.. Mungkin ada benernya alasan mereka menolak. emoticon-Smilie
masih aja percaya mitos emoticon-Cape d...
Ane lebih setuju Bali tanpa jembatan,
biar bali tetap lestari dengan kearifan lokalnya,

dengan adanya jembatan, akan lebih mudah pengaruh dari budaya mayoritas mempengaruhi Bali,

Dan selalu ada cerita klo kita ke Bali, kita bisa menikmati lautan di kapal.
hihihihih

profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
2 pulau paling dianggap di indonesia.. jawa semena mena bali menolak masuk aturan2 ketat dari jawa emoticon-Angkat Beer
Lebih bagus jembatan internasional Malaysia Singapur batam ...

Udah jelas batam jauh lebih maju daripada jawa si anak emas Indonesiaemoticon-Ngakak

Ngapain jawa Mulu....
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 3


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di