KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/632c53e867e5826e287a6633/diduga-26-juta-dokumen-polri-bocor-di-forum-hacker

Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker

Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker


Salah satu pengguna situs gelap mengklaim membocorkan data Polda Metro Jaya. Namun, sampel yang diberikan bisa ditemukan secara bebas di situs berbagi dokumen Scribd.

User bernama Meki mengunggah utas atau thread bertajuk '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC' dengan menampilkan logo besar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (21/9/2022).

Dalam deskripsinya, ia mengaku memiliki dokumen penting semua personel polisi seluruh Indonesia berformat CSV yang dibobol pada September 2022. Totalnya mencapai 26.263.105 dokumen.

Data yang diklaim bocor (compromised data) berupa pangkat, Nomor Registrasi Pokok (NRP), nama lengkap, jabatan, foto, daerah, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, dan lainnya.

"The Indonesian National Police have spent a lot of money just to build servers or simple websites (because they don't care about vulnerabilities in the websites they manage)," klaim Meki, di unggahannya itu.

"Polri sudah menghabiskan banyak uang cuma untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang dikelolanya), red)

"And this time I intend to sell valid data and important documents at affordable prices. because the police in Indonesia are no longer on the right track, but often make it difficult and bring down the poor," lanjut dia.

(Dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering menyusahkan dan menjatuhkan orang miskin, red).

Ia, yang baru mengunggah tiga utas bocoran data itu, pun mengunggah beberapa sampel data bocor yang diklaimnya sebagai "valid data for members of the Indonesian Police.

"Beberapa nama yang dicantumkannya di antaranya adalah Kapolda Brigjen Pol Damianus Jackie (mendiang), Wakapolda Kombes Pol Anton Carliyan, Dirreskrimsus Kombes RZ Panca Putra, Dirreskrimum Kombes Trihadi Sutono.

Berdasarkan penelusuran, nama-nama itu bukanlah penjabat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya maupun Polda Metro Jaya. Mereka menjabat di Polda Kalteng di periode 2009 hingga 2012.

Bahkan, daftar nama yang percis dengan yang diunggah Meki itu bisa ditemukan di situs e-book scribd.com, lengkap dengan nomor teleponnya.

CNNIndonesia.com sudah berusaha mengonfirmasi dugaan kebocoran data ini kepada Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasteyo, namun belum ada respons hingga berita ini terbit.


https://www.riaueditor.com/detail/Ip...i-forum-hacker
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TridentzMaximum dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2

26 Juta Dokumen Polri Diduga Bocor di Forum Hacker

26 Juta Dokumen Polri Diduga Bocor di Forum Hacker



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Ilustrasi. Seornag user BreachForums mengunggah data yang diklaim milik polisi. (Foto: iStockphoto)


Salah satu pengguna situs gelap mengklaim membocorkan data Polda Metro Jaya. Namun, sampel yang diberikan bisa ditemukan secara bebas di situs berbagi dokumen Scribd.

User bernama Meki mengunggah utas atau thread bertajuk '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC' dengan menampilkan logo besar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (21/9).

Dalam deskripsinya, ia mengaku memiliki dokumen penting semua personel polisi seluruh Indonesia berformat CSV yang dibobol pada September 2022. Totalnya mencapai 26.263.105 dokumen.

Data yang diklaim bocor (compromised data) berupa pangkat, Nomor Registrasi Pokok (NRP), nama lengkap, jabatan, foto, daerah, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, dan lainnya.

"The Indonesian National Police have spent a lot of money just to build servers or simple websites (because they don't care about vulnerabilities in the websites they manage)," klaim Meki, di unggahannya itu.

"Polri sudah menghabiskan banyak uang cuma untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang dikelolanya), red)

"And this time I intend to sell valid data and important documents at affordable prices. because the police in Indonesia are no longer on the right track, but often make it difficult and bring down the poor," lanjut dia.

(Dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering menyusahkan dan menjatuhkan orang miskin, red).

Ia, yang baru mengunggah tiga utas bocoran data itu, pun mengunggah beberapa sampel data bocor yang diklaimnya sebagai "valid data for members of the Indonesian Police."

Beberapa nama yang dicantumkannya di antaranya adalah Kapolda Brigjen Pol Damianus Jackie (mendiang), Wakapolda Kombes Pol Anton Carliyan, Dirreskrimsus Kombes RZ Panca Putra, Dirreskrimum Kombes Trihadi Sutono.

Berdasarkan penelusuran, nama-nama itu bukanlah penjabat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya maupun Polda Metro Jaya. Mereka menjabat di Polda Kalteng di periode 2009 hingga 2012.

Bahkan, daftar nama yang percis dengan yang diunggah Meki itu bisa ditemukan di situs e-book scribd.com, lengkap dengan nomor teleponnya.

CNNIndonesia.com sudah berusaha mengonfirmasi dugaan kebocoran data ini kepada Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasteyo, namun belum ada respons hingga berita ini terbit.


https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220922114104-192-851189/26-juta-dokumen-polri-diduga-bocor-di-forum-hacker

Diduga Data Milik Polri dan DPR Dijual Hacker

Diduga Data Milik Polri dan DPR Dijual Hacker



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Ilustrasi topeng hacker. ©2022 Merdeka.com


Dugaan kebocoran data kembali terjadi. Dugaan ‘kemalingan’ data ini berasal dari institusi kepolisian. Hal tersebut diketahui dari situs Breach.to melalui akun Meki. Diketahui dari unggahan itu, data identitas anggota kepolisian yang dijual mencapai 26 juta.

Disebutkannya, data yang dijual yakni nama lengkap, pangkat/NRP, jabatan, nomor HP, ID kesatuan, ID personel, termasuk sejumlah dokumen penting. Data ini dijual dengan harga USD 2.000 BTC.

"Kepolisian Indonesia telah menghabiskan banyak uang untuk membangun server atau situs web sederhana (karena mereka tidak peduli mengenai kerentanan pada website yang mereka miliki," tulis akun tersebut.

Selain data identitas anggota Polri, akun ini juga mengaku menjual data anggota DPR. Ia mengaku menjual data ini dengan harga terjangkau. Dari informasi yang diunggah, informasi yang dijual ini berisi sekitar 500 ribu data anggota DPR.

Data yang diduga bocor ini berisi informasi NIK, nomor telepon, nama, alamat email, password, hingga sejumlah dokumen internal. Data yang diduga milik anggota DPR ini dijual dengan harga 0,026 BTC.

Sebelumnya, Alfons Tanujaya pakar keamanan siber mengatakan, diketok palunya, Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) tidak akan berpengaruh terhadap aksi peretasan. Pada dasarnya aksi peretasan sudah melanggar hukum dan dapat di hukum berat sesuai kesalahannya tanpa UU PDP.

"Peretas yang menjalankan aktivitasnya semuanya tahu tindakannya melanggar hukum dan jika tertangkap konsekuensi hukum menanti mereka," ujar Alfons kepada Merdeka.com, Kamis (22/9).

Justru, kata Alfons, dengan adanya UU PDP ini diharapkan pengelola data bisa lebih peduli dan baik dalam mengelola datanya. Kunci dari semua ini adalah lembaga yang dibentuk untuk mengawasi pengelolaan data pribadi ini.

"Kalau bisa menjalankan perannya dengan dan berkomunikasi baik dengan institusi pengelola data yang diawasinya dan bertaji selevel satgas pengendali kebocoran data yang dibentuk Menkopolhukam maka ini akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perbaikan pengelolaan data di Indonesia," ungkap dia.


https://www.merdeka.com/teknologi/diduga-data-milik-polri-dan-dpr-dijual-hacker.html

Oknum Ngaku Punya Data Polri Bocor, Dijual di Forum Hacker

Oknum Ngaku Punya Data Polri Bocor, Dijual di Forum Hacker



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Oknum Ngaku Punya Data Polri Bocor, Dijual di Forum Hacker


Data polisi sebanyak 26 juta baris diduga bocor. Ini terlihat dari salah satu akun bernama Meki di forum breached.to.

Akun tersebut mengunggah postingan dengan judulnya "National Police of Indonesia Republic (Totally 26M) Contains important documents of all Indonesian National Police including police membership data throughout Indonesia".

Meki mengklaim memiliki 26.263.105 data berisi mengenai nama lengkap, posisi, foto, data personil, nomor ponsel, dan lokasi. Data tersebut dijual seharga US$2.000 atau Rp 30 juta.

Meki mengklaim memiliki 26.263.105 data berisi mengenai nama lengkap, posisi, foto, data personil, nomor ponsel, dan lokasi. Data tersebut dijual seharga US$2.000 atau Rp 30 juta.


https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220922143435-37-374198/oknum-ngaku-punya-data-polri-bocor-dijual-di-forum-hacker

Pengamat soal 26 Data Polri Diduga Bocor: Valid, tapi Sampelnya dari 2019

Pengamat soal 26 Data Polri Diduga Bocor: Valid, tapi Sampelnya dari 2019



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
26 juta data yang diduga milik Polri bocor dan dijual di forum hacker. Foto: Screenshot breached.to


Seorang pengguna forum hacker breached.to menjual 26 juta data diduga milik Polri. Data yang bocor memuat jabatan, nama, wilayah kerja, email, kata sandi, Nomor Registrasi Pokok, nomor HP dan lain-lain.

Dokumen berjudul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC' tersebut dijual seharga 2 ribu dolar AS atau sekitar Rp 30 juta (kurs Rp 15.016).

Salah satu file pdf yang dilampirkan terdapat dokumen dengan kop Polri tertanggal 26 November 2019. Surat tersebut memuat pemanggilan peserta Lapraops Sikat Jaya 2019. Ada lampiran 180 polisi dari berbagai daerah, lengkap dengan pangkat, NRP dan kesatuan.

Di salah satu tautan yang mengarahkan ke situs Shoppy, ada data lain yang diklaim adalah database dari DPR RI. Data ini memuat nama, NIK, nomor HP, email dan kata sandi, diploma, alamat, hingga dokumen rapat. Dokumen ini memuat 560 ribu data dengan total 43 GB uncompressed.

Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Ilustrasi Polda Metro Jaya. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, mengatakan 26 data Polri yang diduga bocor itu valid. Namun, ia tidak bisa memastikan data yang dijual di breached.to itu baru atau lama berdasarkan deskripsi dan sampel yang diberikan.

“Datanya valid saya random cek beberapa nomor telepon dan NIK,” ungkap Alfons kepada kumparanTECH, Kamis (22/9).

“Tetapi saya tidak tahu apakah ini data lama atau data baru. Karena sampel yang diberikan surat tahun 2019.

Bantahan Polri

Sementara itu Polri menepis klaim kebocoran database mereka. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, hal tersebut merupakan hoaks. Dia menegaskan tak ada data personel Polri yang bocor.

"Hoaks," kata Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (22/9).

Meski begitu, Dedi menuturkan, pihaknya akan mendalami siapa penyebar hoaks tersebut. Kasus ini akan ditangani Dittipidsiber Bareskrim Polri.

"Dit Siber akan dalami," ujar dia.

Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Kadivhumas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Kadiv TIK Polri Irjen Pol Slamet Uliandi (kedua kanan), konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Sebelumnya, 28.000 data personel polisi Indonesia juga pernah diduga bocor pada November 2021 lalu. Database yang diberikan hacker kala itu mempunyai ukuran dan isi yang sama, yakni 10.27 MB, dengan file pertama bernama polrileak.txt dan kedua polri.sql.

File tersebut berisi banyak informasi penting dari data pribadi personel kepolisian, misalkan nama, nrp, pangkat, tempat dan tanggal lahir, satker, jabatan , alamat, agama, golongan darah, suku, email, bahkan nomor telepon. Ada pula kolom data rehab putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, rehab keterangan, ID propam, hingga tanggal hukuman selesai dalam data yang dibocorkan oleh hacker tersebut.


https://kumparan.com/kumparantech/pengamat-soal-26-data-polri-diduga-bocor-valid-tapi-sampelnya-dari-2019-1yuRFmjHniD/full

Data 26 Juta Personil Polisi Bocor di ‘Kandang’ Bjorka

Data 26 Juta Personil Polisi Bocor di ‘Kandang’ Bjorka



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker


Sebanyak 26 juta data personil polisi bocor. Data yang bocor tersebut berisi informasi pribadi, seperti nama, nomor telpon, alamat, hingga foto pribadi yang tersebar di breachforum yang menjadi tempat peretas seperti Bjorka pada Rabu (22/9/2022).

Pengguna bernama ‘Meki’ mengunggah utas bertajuk ’26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC’ dengan menampilkan logo besar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,

Dalam deskripsinya, ia mengaku memiliki dokumen penting semua personel polisi seluruh Indonesia berformat CSV yang dibobol pada September 2022. Totalnya mencapai 26.263.105 dokumen.

Data yang diklaim bocor itu berupa pangkat, nama lengkap, Nomor Registrasi Pokok (NRP), daerah, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK),nomor telefon, jabatan, foto, dan lainnya.

“Polri sudah menghabiskan banyak uang cuma untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang dikelolanya,” tulis Meki.

“Dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering menyusahkan dan menjatuhkan orang miskin,” lanjut dia.

Ia, yang baru mengunggah tiga utas bocoran data itu, pun mengunggah beberapa sampel data bocor yang diklaimnya sebagai “valid data for members of the Indonesian Police.”

Beberapa nama yang dicantumkannya di antaranya adalah Kapolda Brigjen Pol Damianus Jackie (mendiang), Wakapolda Kombes Pol Anton Carliyan, Dirreskrimsus Kombes RZ Panca Putra, Dirreskrimum Kombes Trihadi Sutono.

Berdasarkan penelusuran, nama-nama itu bukanlah penjabat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya maupun Polda Metro Jaya. Mereka menjabat di Polda Kalteng di periode 2009 hingga 2012.

Bahkan, daftar nama yang persis dengan yang diunggah Meki itu bisa ditemukan di situs e-book scribd.com, lengkap dengan nomor teleponnya.

Sebelumnya, Polisi juga sempat diretas dengan model yang sama yakni sekitar ada 28.000 akun dan data pribadi yang bocor tersebut pada tahun lalu.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan sebelumnya Polri sudah beberapa diretas. Mulai dari peretasan diubah tampilannya (deface), diretas untuk situs judi online sampai peretasan pencurian database personilnya.

“Polri harus belajar dari berbagai kasus peretasan yang pernah menimpa institusinya. Agar bisa lebih meningkatkan security awareness dan memperkuat sistem yang dimilikinya. Karena rendahnya awareness mengenai keamanan siber merupakan salah satu penyebab mengapa banyak situs pemerintah yang jadi korban peretasan,” kata Pratama.

Inilah.com sudah mencoba menghubungi Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasteyo, namun pesan singkat maupun telepon belum direspons hingga berita ini tayang.


https://inilahsumbar.com/data-26-juta-personil-polisi-bocor-di-kandang-bjorka/

Bobol 26 Juta Data Polda Metro, Hacker Sebut Situsnya Sederhana

Bobol 26 Juta Data Polda Metro, Hacker Sebut Situsnya Sederhana



Hacker bernama Meki menyebut menjual 26 juta data dari situs Polda Metro setara Rp 30 juta dalam bentuk bitcoin.



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Tampilan hacker Meki yang mengaku membobol data Polda Metro Jaya di situs breach.


Sebanyak 26 juta data Polda Metro Jaya diduga bocor dan dijual disitus breached.to. Hacker juga menyebut bahwa server dan website milik Polda Metro Jaya disusun dengan sederhana.

Data tersebut bocor oleh hacker dengan nama pengguna Meki dalam unggahan yang berjudul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC'. "Berisi dokumen penting seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia termasuk data kepesertaan kepolisian di seluruh Indonesia," tulis dia, dikutip Kamis (22/9).

Hacker menyebutkan data tersebut meliputi nama, pangkat, jabatan, nomor handphone, NIP, NIK, hingga dokumen penting. Ia juga melengkapi unggahan dengan beberapa sampel data. Hacker menyertakan logo Direktorat Kriminal Khusus dalam unggahannya. Namun, belum dijelaskan apakah data yang dibobol tersebut hanya dari direktorat itu saja.

Sebanyak 26.263.105 data itu berhasil dicuri pada September 2022 yang kemudian dijual dengan harga US$ 2.000 atau setara Rp 30 juta. Hacker juga menyantumkan pembayaran diterima dalam bentuk Bitcoin atau Cryptocurrency lainnya.

Dalam unggahannya, hacker mengatakan bahwa Polri menghabiskan banyak uang hanya untuk membangun server atau website yang sederhana. "Karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola," katanya.

Hacker juga menyapaikan niatnya untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau.

Dengan alasan karena polisi di Indonesia tidak lagi berada di jalur yang benar. "Tapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin," kata hacker Meki.


https://katadata.co.id/yuliawati/digital/632c37555dddd/bobol-26-juta-data-polda-metro-hacker-sebut-situsnya-sederhana
Iya in aja, apa kata tuan pol emoticon-Smilie

Apalagi mau percepat dana cair suntikan 400milyar, untuk perkuat sistem, keamanan data polri emoticon-Smilie
Diubah oleh styrn
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan

Hacker Meki Klaim Bobol 26 Juta Data Polda Metro Jaya, DiJual di Forum

Hacker Meki Klaim Bobol 26 Juta Data Polda Metro Jaya, DiJual di Forum yang Sama Seperti Bjorka



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker


Sistem keamanan siber Indonesia diduga mengalami kebocoran data oleh oknum hacker yang tidak bertanggung jawab.

Diduga data polisi sebanyak 26 juta baris bocor melalaui forum breached.to.

forum breached.to. ini juga dilakukan oleh hacker Bjorka saat ia membocor kan data pribadi para pejabat negara.

Namun data polisi yang diduga alami kebocoran bukan dari Bjorka. Melainkan salah satu akun bernama Meki

Akun bernama Meki memposting dengan judulnya bernama "National Police of Indonesia Republic (Totally 26 M) Contains importans document of all Indonesia National Police including police membership data thoroughout Indonesia".

("Kepolisian Negara Republik Indonesia (Jumlah 26 M) Berisi dokumen penting seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia termasuk data kepesertaan polisi di seluruh Indonesia".)

Meki mengklaim memiliki 26.263.105 data berisi mengenai nama lengkap, posisi, foto, data personil, nomor ponsel, data personil, nomor ponsel, dan lokasi.

Data polri pun dijual seharga US$2.000 atau Rp 30 juta.

"The Indonesian National Police have spent a lot of money just to build servers or simple websites [because they don't care about vulnerabilities in the websites they manage) and this time I intend to sell valid data and important documents at affordable prices. because the police in Indonesia are no longer on the right track, but often make it difficult and bring down the poor," tulis akun Meki, dikutip pada kamis, 22 September 2022.

Dalam forum tersebut sejumlah data yang mencantumkan nama diklaim sebagai orang kepolisian, Data tersebut berisi mulai dari tanggal lahir, NIK, KK, hingga agama.

Namun, sampel data yang dijajakan ternyata tersedia di internet di scribd.com, situs yang menyediakan berbagai dokumen dan bisa dengan mudah diakses publik.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan tanggapan mengenai dugaan kebocoran data.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi undang-undang.

"Undang-undang PDP ini merupakan undang-undang yang sudah lama ditunggu. Jadi itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kebocoran data. Karena ini jauh sebelum ribut-ribut soal Bjorka, itu sudah disahkan di DPR RI tinggal menunggu sidang pleno," kata Mahfud MD usai menghadiri Diskusi Publik RUU KUHP di Hotel Mercure Surabaya, Rabu.

Mahfud mengungkapkan Undang-undang PDP sudah dua tahun lebih dibahas. Bahkan dalam UU tersebut telah disiapkan peraturan perlindungan data pribadi dan peraturan pelaksanaannya.

Mahfud memastikan pengesahan UUD PDP ini tidak ada kaitanya dengan Bjorka selain itutidak ada data negara yang bocor.

"Apa data yang bocor oleh Bjorka, data negara? Tidak ada. Itu buat sendiri saja, terus disebar. Data saya disebarkan, ditulis nama ibu, Siti Aminah. Lha, nama ibu saya bukan Siti Aminah. Berarti ngarang dia," ujar Mahfud.

Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker


https://fin.co.id/read/109430/Hacker-Meki-Klaim-Bobol-26-Juta-Data-Polda-Metro-Jaya-DiJual-di-Forum-yang-Sama-Seperti-Bjorka/15

BERITA TERBARU! 26 Juta Data Diduga Identitas Polri Dijual di Breached Forum

BERITA TERBARU! 26 Juta Data Diduga Identitas Polri Dijual di Breached Forum, Bukan Bjorka Pelakunya



Diduga 26 Juta Dokumen Polri Bocor di Forum Hacker
Hacker MEKI menjual 26 juta data diduga berisi identitas polri di Breached Forum. (Tangkapan layar breached.to)


Belum usai dengan Bjorka dan DESORDEN, kini hadir sosok hacker lain yang menjual diduga database polri di forum Breached.

Sebelumnya, Indonesia dihebohkan dengan kehadiran sosok Bjorka yang membocorkan data pribadi yang diduga telah ia ambil dari database milik Kominfo.

Tak hanya itu saja, Bjorka kemudian mulai membocorkan data-data dari beberapa pejabat di Indonesia dan juga memberi beberapa kritikan serta ancaman.

Atas dasar hal tersebut, Bjorka kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan sosoknya masih dalam pencarian dari tim khusus yang dibentuk pemerintah.

Sementara Bjorka masih dalam tahap pencarian, hadir sosok hacker dengan nama DESORDEN yang mengaku telah bertanggung jawab atas kebocoran data milik anak perusahaan pertamina.

Sedikit berbeda dengan Bjorka, DESORDEN merupakan kelompok hacker terkenal yang sudah berulang kali membobol sistem keamanan perusahaan internasional seperti Acer.

Namun, kehadiran DESORDEN tampaknya tidak seperti Bjorka yang sangat fenomenal karena data yang ia curi cenderung mengarah ke perusahaan saja dan tidak menyenggol masyarakat atau pemerintah.

Di sisi lain, kemudian hadir seorang hacker dengan nama pengguna MEKI pada forum yang sama dengan Bjorka maupun DESORDEN.

Pada Rabu, 21 September 2022, MEKI membuat postingan di breached.to dengan judul “26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC.”

Ia mengaku bahwa telah membobol database diduga milik Polri berisikan 26 juta data identitas dari polisi nasional Indonesia dan berniat untuk menjualnya di forum tersebut.

Ia menuliskan bahwa data tersebut berisikan pangkat, NRP, nama lengkap, jabatan, foto, daerah, password, email, KTP, identitas personal, identitas kesatuan, nomor ponsel, dokumen penting, lokasi, dan masih banyak lagi.

Dalam postingannya tersebut, MEKI bahkan melampirkan foto yang menunjukkan tabel berisi data-data pribadi diduga anggota kepolisian Indonesia, beserta pangkat, jabatan, dan nomor ponsel.

Tak hanya itu saja, bahkan ia melampirkan daftar riwayat hidup dari seseorang yang berisikan data-data lengkap dari KTA sampai golongan darah.

MEKI juga melampirkan dokumen yang menunjukkan RAB atau detail anggaran yang diduga milik kepolisian.

Ia menjual database dengan jumlah 26 juta data tersebut seharga 2K dollar atau sekitar 30 juta rupiah.

Tak hanya menjual data saja, hacker yang satu ini juga memberi kritikan dan sindiran terhadap polri melalui postingan tersebut.

“Polri telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola),” tulisnya jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

“Kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah kehadiran hacker baru ini berhubungan dengan Bjorka atau tidak.

Akan tetapi, terdapat kemiripan dari tindakan yang dilakukan oleh hacker dengan nama pengguna MEKI ini dengan sosok Bjorka.***


https://www.ayojakarta.com/news/pr-764859922/berita-terbaru-26-juta-data-diduga-identitas-polri-dijual-di-breached-forum-bukan-bjorka-pelakunya?page=3
Emang Polri punya anggota sampai 26 juta orang? itu sudah berapa persen jumlah penduduk Indonesia lho. Bahkan kalo yang sudah pensiun termasuk pun belum tentu sampai 26 juta. Kecuali kalo yang sudah almarhum dan jarak waktunya puluhan tahun. Tapi sepertinya ga masuk akal. Karena buat apa Polri menginput nama anggota tahun 1960 ke dalam server mereka?

Cina saja yang dikenal sebagai negara Police State dan penduduknya 1 milyar, jumlah armed police mereka paling cuma 1 - 2 juta orang saja.
profile-picture
profile-picture
subzerohero dan fathur394 memberi reputasi
Diubah oleh Yuwen
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Waduh ane kira uda ga bakal jebol pertahanan saibernya, padahal uda pasang layar ijo kemarin emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Another scammers unjuk gigi, sok atuh lah dilepas ke public biodatanya. Jangan sampai gw yg turun tangan emoticon-Ngakak
profile-picture
subzerohero memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jiahh.. Data nya ud basi bgt emoticon-Hammer (S)

RZ panca putra msh kombes emoticon-Ngakak (S)
Skrg ud *2 nih.. Msti nya bocorin yg ga jauh2 bgt validitas nya..
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Bjorka mana neh?
emoticon-Leh Uga
gass teross bos emoticon-Ngakak
profile-picture
dieq41 memberi reputasi
Usernamenya keren emoticon-Jempol
GG usernamenya biar media ga nyebutin secara gamblang. wkwkwkwkwkw

pinterrrr

kan ga lucu tar media nyebut beritanya

"Seorang hacker dengan username MEKI diduga membocorkan data polri di sebuah forum internet"
Diubah oleh mayavin
Ini beneran pro hacker atau ditepat kiat saja banyak kelemahannya gans? Kok akir2ini banyak data yang terbuka ke umum, entah benar atau salah
Kok masih nyerang ya, kan uda dibilangin jangan menyerangemoticon-Bingung
Sekalin gembok dulu breemoticon-Cool
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di