KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6328fd0a5202b161bf16ebc0/jangan-serampangan-mengkonsumsi-antibiotik-mengapa

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

Semalam ngobrol dengan seorang teman, mama muda dengan 2 balita.
Teman: "Anakku kalau sakit, aku bawa ke dokter langganan. Dikasih antibiotik, demam langsung turun"
Aku yang walau bukan dokter atau nakes atau apoteker; tapi belajar selama bertahun dari seorang dokter internis, yang di era pandemi kemaren bagai obor bagi orang-orang yang mau belajar dan menggunakan logika serta rasionalitasnya di kegelapan ilmu pengetahuan yang tetiba semua pengetahuan medis stuck akibat virus bernama SarsCov-2; memahami bahwa antibiotik digunakan untuk melawan bakteri yang menyerang tubuh. Bakteri ya, bukan virus karena kedua patogen asing ini sangat berbeda dari segi fisik maupun daerah tubuh yang diserang juga cara menanganinya.
Kubilang: "Loh, jangan dikit-dikit kasih antibiotik. Akan menekan imun tubuh, dan ini dampaknya jangka panjang."
Teman: "Ini dokter spesialis anak loh Mbak. Bukan dokter abal-abal."
Aku jelaskan, bahwa di luar negeri pemberian antibiotik itu sangat dihindari. Dan seharusnya memang begitu. Karena sesuai kegunaannya untuk melawan bakteri, dokter memberikan resep antibiotik harusnya berdasarkan hasil uji kutur darah di laboratorium. Bukan hasil diagnosis yang cuma berdasarkan asumsi.

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

Kenapa sih penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan?

ANTIBIOTIK MAKROLIDA dan EFEK RESISTENSI ANTIBIOTIK

Dalam beberapa tahun terakhir, baik kejadian resistensi makrolida pada pneumokokus dan berbagai mekanisme resistensi telah meningkat tajam. [A]•

Munculnya mekanisme resistensi terhadap obat-obatan Antibiotik Makrolida ini mungkin tetap tidak terdeteksi di masa lalu karena kurangnya teknik yang memadai atau, sebagai alternatif. [A]•

Penggunaan jenis Antibiotik Makrolida baru yang telah berkolaborasi dengan farmakokinetik berbeda mungkin telah berkontribusi pada modulasi tekanan selektif yang diberikan terhadap pneumokokus dan pemilihan genotipe resisten baru. [A]•

Keragaman fenotipe yang dihasilkan membuatnya sulit untuk mendeteksi sifat resistensi pada isolat klinis dan dapat menyebabkan kesulitan atau tidak memungkinkan deteksi resistensi, tergantung pada obat individu yang diuji. [A]•
___

CATATAN :
EFEK SAMPING LAIN DARI OBAT-OBATAN ANTIBIOTIK MAKROLIDA :
• Kehilangan Pendengaran
• Sindrom Stevens-Johnson [C]•
____________________
OTHER REFERENCES :

[A] • Resistance to Macrolides and Related Antibiotics in Streptococcus pneumoniae
[ https://aac.asm.org/content/46/9/2727 ]
___

• Macrolide-associated sensorineural hearing loss: A systematic review
[ https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28771738/ ]
___

[C] • Stevens-Johnson syndrome after erythromycin therapy while deployed at sea
[ https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10957862/ ]
___

[D] • ANTIBIOTIC RESISTANCE
[ https://www.nhs.uk/conditions/antibi...al-resistance/ ]

• Antibiotics don't work for everything
[
]
___

[E] • A Comparison of the Antibacterial and Antifungal Activities of Thiosulfinate Analogues of Allicin
[ https://www.nature.com/articles/s41598-018-25154-9 ]
___

[F] • Natural Ways to neutralize the side effects of antibiotics
[ https://www.medyhealth.com/blog/natu...ntibiotics-114 ]
___

[G] • Brain Fog: The Hidden Causes + How to Fix It
[ https://selfhack.com/blog/the-cause-of-brain-fog/ ]
___

Dan kita bisa melihat bahkan merasakan di diri kita betapa efek penggunaan antibiotik yang serampangan merusak kesehatan jangka panjang. Sebut saja panyakit terkait lambung (maag, asam lambung, tukak lambung, GERD)
Baca: Asam Lambung Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak? Penjelasan Simon David Monty

Quote:


Dan contoh dampak antibiotik paling masif adalah saat "wabah" Covid19. Penggunaan Antibiotik Makrolida dan Fluoroquinolone pada Infeksi pertama lah PENYEBAB UTAMA terjadinya Infeksi bakteria pada Sekunder/ Kedua.

[ https://mbio.asm.org/content/11/4/e01806-20 ]

Quote:


[B]
Translate:

"Salah satu faktor risiko yang terkait dengan COVID-19 adalah pneumonia bakteri sekunder. Dalam studi terbaru pada pasien COVID-19, infeksi bakteri sekunder secara signifikan dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk dan kematian meskipun telah menjalani terapi antimikroba. Di masa lalu, penggunaan antibiotik secara intensif selama pandemi sindrom pernapasan akut yang parah (SARS-CoV) MENYEBABKAN PENINGKATAN PREVALENSI BAKTERI YANG RESISTAN TERHADAP BEBERAPA OBAT. Meningkatnya jumlah bakteri yang kebal antibiotik dan penurunan kemampuan kita untuk memberantasnya tidak hanya membuat kita lebih rentan terhadap infeksi bakteri tetapi juga melemahkan kita selama pandemi virus. Pandemi COVID-19 mengingatkan kita akan tantangan kesehatan yang besar yang kita hadapi, terutama terkait bakteri yang kebal antibiotik."

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

ANTIBIOTIK TIDAK TEPAT GUNA

1. SAMA aja biadabnya, antara :

• yang membunuh/ melukai orang-orang tidak bersalah menggunakan bom bunuh diri atau senjata apapun.

• dengan yang menggunakan obat-obatan Antibiotik secara tidak tepat guna.

diagnosisnya hanya berdasarkan ASUMSI akan adanya infeksi sekunder yang bahkan 90% kasus TIDAK ADA BUKTI VALIDNYA, dosisnya pun jauh di atas dosis seharusnya.
___

2. Lalu BEDANYA dimana?

• yang membunuh/ melukai orang-orang tidak bersalah menggunakan bom bunuh diri atau senjata apapun, PROSESNYA cenderung CEPAT, SEMUA orang tau bahwa pelakunya bersalah.

• yang membunuh/ melukai orang-orang tidak bersalah menggunakan obat-obatan Antibiotik sembarangan, PROSESNYA cenderung lebih LAMA, TIDAK SEMUA orang tau bahwa pelakunya bersalah, BAHKAN ada keluarga korban yang MENGLORIFIKASI para pelaku.
____

REFERENSI :

• A Major cause of deaths realted to antimicrobial resistance
global-tuberculosis-report-2020/infographic-page-1
https://www.who.int/images/default-s...hic-page-1.png

• GLOBAL TUBERCULOSIS REPORT 2020
https://cdn.who.int/media/docs/defau...tsheet-(2).pdf
___

DRUG-RESISTANT TB
• Globally, 465 000 people fell ill with multidrug or rifampicin-resistant (MDR/RR-TB) in 2019.
• A global total of 206 030 people with MDR/RR-TB were detected and notified in 2019, a
10% increase from 186 883 in 2018.
• The treatment success rate for MDR/RR-TB, at 57% globally, remains low.
___
JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

Jadi masihkah Anda akan mengkonsumsi antibiotik secara serampangan hanya berdasarkan asumsi (seorang dokter) tanpa melakukan uji darah di laboratorium untuk mengetahui dengan pasti apakah ada bakteri yang sedang menginvasi sel tubuh Anda? Dan untuk mengetahui bakteri apa yang masuk, hingga pemberian jenis antibiotiknya bisa lebih tepat?
Sudah saatnya kita kritis terhadap apapun yang diberikan kepada kita apalagi menyangkut kesehatan tubuh kita sendiri.


Semoga bermanfaat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dieq41 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hatiyanghancur
Halaman 1 dari 2
Hmmm... Dengan berat hati ane ingin mengatakan ane PERTAMAX...
profile-picture
profile-picture
69banditos dan hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?

JANGAN SERAMPANGAN MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, MENGAPA?


TS dokter bukan? Sudah punya kompetensi belum dibidang kedokteran kalau membuat narasi seperti ini? Harus bisa bedakan edukasi memberikan dengan mengajak ataupun menghindari. Kalau bukan bidangnya jangan memberikan narasi, bisa menyesatkan yang lainnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gushastoko dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 26 balasan
Beberapa link referensinya gak bisa dibuka nih gan

Gelar tikar dulu menunggu tanggapan kaskuser dokter emoticon-Cool
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Diubah oleh fanserker
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Kl lama sembuhnya, dibilang dokternya ga ahli
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
dan lebih sebal lagi kalau dokter spesialis anak, pas kita periksaken anak kita demam pilek, dikasihnya obat racikan dngan label "harus habis", nah artinya kan ada kandungan antibiotik.

dah gitu emaknya si anak, ngeyel harus percaya sama dokter, lha wong udah spesialis katanya. meski kita tau demam pilek dikasih antibiotik kaga ada nyambung2nya.
emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 14 balasan
pikiran jas putih
- pasti demam krna bakteri masuk.
- hrus q kasik antibiotik
- lgipula efeknya kronis kok, tunggu lamaaaaaa baru terasa.

pikiran pak sien
- apa hubungannya ya demam dg bakteri ?
- mending beli paracetamol aja ckup

banyak hal terdistorsi karena perbedaan ilmu pengetahuan antar manusia.

setidaknya, sebelum memberi resep, beritahu dulu kepada kami, kenapa hrus minum obat ini.... kenapa harus habis.... dan apa efek sampingnya.......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qiyazya dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nyang penting kalo lo2 pada minum antibiotik kudu diabisin bor, jangan setengah2 bor
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Biasanya harus habis dan yang penting harus dengan resep dokter.
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Kalau mau diambil kesimpulan dari thread ini, dokter biasa atau spesialis harus mengadakan uji lab darah terlebih dahulu sebelum memberi obat ?
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Takut nanti ginjalnya bisa rusak
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Makanya back to nature saja. Jika anak Anda sakit berilah JAMU ANAK SEHAT SIDOMUNCUL atau JAMU BUYUNG UPIK JAMU JAGO. Tanpa bahan kimia artifisial dan tanpa efek samping.Harganya juga sangat terjangkau. Bisa dibeli di warung, toko2 terdekat, di situs2 jual beli online juga banyak.
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Lebih baik lagi sebelum menggunakan atau meresepkan antibiotik, diperiksa lab dulu, klo pny asuransi minimal bpjs sih masih bisa check lab, klo dana sendiri, tdk semua org mampu atau mau di check lab dulu.
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Treatment untuk penyakit infeksius kan emang ada yang causatif ada yang simptomatis
Kalau panas, simptomatisnya ya antipiretik seperti parasetamol, causatifnya ya antibiotik kalo infeksi bakteri, antiviral kalau virus, kalau autoimun ya steroid, dst
Terapi antibiotik bisa dibagi lagi yang empiris sama definitif. Kalau mau yang definitif memang harus ada hasil kultur, tapi yang mau dikultur apa dulu. Kalau yang dikultur darah terus 5 hari kemudian tanpa terapi antibiotik empiris hasilnya positif ada bakterinya berarti pasiennya septicemia, tinggal tunggu aja ajalnya karena dalam 5 hari itu pasti udah nyebar ke organ organ yang lain bakterinya nya kecuali di RS nya bisa plasmapheresis (spolier alert: alatnya nggak sampe 10 se-Indonesia)
profile-picture
hatiyanghancur memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Soal TB

Pasien TB memang harus diberi obat farmasi untuk membunuh bakterinya. Karena TB itu tdk bisa sembuh tanpa obat dari farmasi. Orang kena TB itu pasti imunnya turun. Nah obat yg diberikan biasanya kombinasi antibiotik.

Nah yg buat resisten adalah si pasien minumnya tidak teratur dan tidak sesuai anjuran dokter. Pasien juga tdk bisa di slaahkan 100 persen karena minum obat ini minimal 3-6 bulan, telat minum sehari aja itu siklusnya dari awal lagi. Nah jika tidak rajin, maka bakteri mycobacterium tubercolosisnya kebal dan resisiten,klo udah resisten biasanya lebih ganas. Susah dibmatikan. Klo susah dimatikan nyebar ke otak, tulang dsbnya.

Nah di kematian akibat TB itu untuk orang yg kena HIV dan badannya yg sudah kebal terhadap antibiotik (antibiotik yg dipakai bukan antibiotik yg biasa buat demam anak,tp antibiotik khusus resep tingkat tinggi)Jgnkan TB, flu dinpagi hari malamnya bisa masuk ICU buat orang HIV-AIDS.

Jadi kesimpulannya, boleh baca jurnal, boleh banyak buku kesehatan. Hanya saja kita harus punya filternya,jgn mabok ilmu kesehatan. Karena ilmu kesehatan pun tidak bisa dilihat dari sisi A saja,sisi B, C dll.
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Anti biotik untuk membunuh virus atau bakteri seperti disinpektan atau alkohol yg buat cuci tangan sebelum kantor aman virus

Demam tanda-tanda terserang virus
Minum alkohol bacardi 1 sendok makan
Diubah oleh meimeiput
kalau sakit2 dikit, biasakan istirahat yg cukup (bedrest kalo bisa) dan gizi yg cukup.. daripada dikasi antibiotik

istirahat sering jadi kunci dalam penyembuhan emoticon-Malu (S)

emoticon-Jempol
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus
Walaupun engga alergi obat?
Post ini telah dihapus
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di