KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Skandal Pemilu 2019 Pernah Dibongkar Opposite6890 Kembali Viral, Apa yang Terjadi?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/630023fc0467664f9e4be1a7/skandal-pemilu-2019-pernah-dibongkar-opposite6890-kembali-viral-apa-yang-terjadi

Skandal Pemilu 2019 Pernah Dibongkar Opposite6890 Kembali Viral, Apa yang Terjadi?



Skandal besar di Pemilu 2019 dimana diduga institusi Polri terlibat mengerahkan buzzer untuk mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019 kembali viral.

Isu skandal besar di Pemilu 2019 tersebut kembali viral di publik usai salah satu akun TikTok @fanssejahtera mengunggah ulang video lama milik akun @Opposite6890 pada 15 Agustus 2022.

Dalam video tersebut akun @Opposite6890 membeberkan bahwa pihak kepolisian membentuk tim buzzer sejumlah 100 orang di setiap Polres di Indonesia yang terorganisir dari Polres hingga Mabes.

“Polisi membentuk tim buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisir dari Polres hingga Mabes,” tulisnya sebagaimana dikutip LingkarMadiun.com pada 16 Agustus 2022.

Bahkan akun @Opposite6890 menyebutkan bahwa para buzzer tersebut saling follow di Twitter, Instagram, hingga Facebook dan berinduk pada satu akun utama dengan nama @alumnisambhar.

Beredarnya isu tersebut juga sempat mendapatkan tanggapan dari politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya yang mengapresiasi keberanian akun @Opposite6890 dalam membongkar dugaan skandal besar di Pemilu 2019.

Mustofa Nahrawardaya lanjut mengungkapkan bahwa dalam skandal besar tersebut diduga dilakukan oleh salah satu oknum institusi yang ada di Indonesia yang seharusnya menjadi wasit dalam Pemilu 2019.

“Yang diduga pula dilakukan oleh salah satu oknum institusi yang ada di Indonesia, karena temuannya ini kemudian berujung pada keterlibatan salah satu wasit, tanda petik wasit Pemilu,” sambungnya.

Padahal wasit itu tidak boleh bermain di lapangan tetapi temuan Opposit ini kemudian membongkar satu praktek perbuatan yang sangat biadab, dimana ada satu aplikasi yang dibuat oleh seorang developer MySambhar.com,” tambahnya.

Mustofa Nahrawardaya mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut kemudian diinstal oleh ratusan atau mungkin ribuan orang di handphone masing-masing pengguna.

Mustofa Nahrawardaya juga mengungkapkan bahwa para penginstal aplikasi tersebut sebagian besar ternyata merupakan oknum-oknum polisi berbaju cokelat.

Semula itu diketahui dengan jelas itu adalah milik oknum-oknum polisi karena baju dinasnya masih lengkap, bahkan kemudian bisa ditelusuri dia memiliki aktivitas apa-apa melalui media sosial sebagian besar juga bisa dicek, nomor handphonenya juga bisa diketahui sehingga sangat yakin Opposit ini kemudian menyebarkan di media sosial bahwa kami telah membongkar praktek yang diduga akan merugikan salah satu paslon (pasangan calon),” terangnya.

Sementara dari pihak Polri sebelumnya telah menampik isu tersebut dan menilai bahwa pola-pola serangan dari akun @Opposite6890 tersebut bertujuan untuk mendelegitimasi proses Pemilu 2019.

Selain itu, pihak Polri juga menampik isu yang menganggap institusinya tidak netral dan berpihak pada salah satu pasangan calon tertentu.

Pihak Polri menegaskan bahwa tugas kepolisian dari awal adalah untuk memerangi berita hoaks seperti e-KTP, surat suara tercoblos, dan sebagainya

https://lingkarmadiun.pikiran-rakyat...a-yang-terjadi

profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 12 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
bujer itu istilah yang dinarasikan seolah dilakukan oleh satu pihak saja.
padahal era perang informasi gini, semua kubu punya tim yang kerjanya mengedepankan agenda kubu masing-masing dan pada dasarnya tim itu adalah bujer.
dikata oposit itu bukan bujer? bujer donk, komersil, cuma beda kubu.emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bhethoro.kolo dan 32 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
Wasit pemilu ya kpu bawaslu
Topa lemon mabok
Kalau masalah pengerahan anggota untuk pemenangan ya tinggal dibuktikan saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 5 lainnya memberi reputasi
si tofa bukannya juga buzzer?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 9 lainnya memberi reputasi
TS juga bujer kelonengan dongok....

Semua sama aja, saling serang demi kepentingan kelompok masing2

Dongokemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
merseysidered dan 9 lainnya memberi reputasi
fanssejahtera

PKS lagi PKS lagi

emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 7 lainnya memberi reputasi
Pkshitemoticon-Tai

Provokatoremoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 7 lainnya memberi reputasi
Ntah siapa yang bisa dipercaya.
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Post ini telah dihapus
Klw opposite ini benar, pastinya melanggar karena aparatur negara semuanya harus netral.

Tapi karena yg bela opposite juga orang yg kagak bisa dipercaya jadi gw kagak bisa komen lebih lanjut.

Sekilas tentang mustofa :

Dikenal juga saat terkait kasus hoaks yang dianggap melanggar UU ITE sehingga menimpanya karena tudingan kabar bohong soal penganiayaan oleh polisi di Masjid Al Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Klaten, 12 Juli 1972 ini,[3] dilaporkan oleh sesorang karena cuitan Twitter-nya mengenai tewasnya seorang remaja, Harun, dalam kerusuhan Aksi 21-22 Mei 2019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bhethoro.kolo dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
profile-picture
profile-picture
samsol... dan pilotreincarnat memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ooh tofa yang dulu kena kasus hoaks ya?
Kaga takut kena lagi?
emoticon-Ngakak

Skandal Pemilu 2019 Pernah Dibongkar Opposite6890 Kembali Viral, Apa yang Terjadi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ooooh, lagi coli....

emoticon-Ngacir2

profile-picture
profile-picture
profile-picture
samsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
Ini yg petugas kpps banyak yg mati itu ya?itu gmn ceritanya?
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
Buzzerp jasmev emang menjijikkan kayak taik
ngapain bahas ini lagi
toh pihak wowo pake bajer juga
psantrend, pengajian, majlis, kampus dll
dan sekarang wowo dan uno malah nyebong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
Yaelah dua2nya juga curang emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
Dananya dari siapa? Makanya mafia itu bukan hanya money laundering narkoba, judi dll termasuk mafia partai politik, itulah awal kehancuran rakyat kecil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
BuzzeRp dan mAhok'ers dipelihara oleh negara emoticon-Leh Uga
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tdk jelas dan tdk merubah hasil
emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan samsol... memberi reputasi
Beser eh baser itukan macam iklan yg kalo produk nya di bagus2in sambil ngejelek2in produk lawan.

Terserah pembeli yg memutuskan mo percaya iklan A atau iklan B.

Kalo udah beli dan bayar ya udah tinggal dihitung aja produk mana yg laris dan yg kalah bersaing.

Macam nonton bioskop dipajang tuh poster2 filmnya, mungkin bayar juga tukang review2 film buat memuji filmnya sambil mengkritik film lain.

Penonton yg maniak tentu saja anti spoiler, beli deh berdasar poster, pemain, sutradara dan review film. Jembrengg lalu ketahuan film mana yg banyak penonton bakal bertahan lebih lama di layar bioskop sedang yg jelek yah diturunin dong ganti film lain.

Artinya tetap aja hasil pemilu tidak berubah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di