KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62e9bbc4fa56ed1bac785eff/demi-urusan-medis-mending-melegalkan-euthanasia-atau-ganja-raburandom

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom


Perkara hidup dan mati sudah menjadi urusan Tuhan. Tapi terkadang ada manusia yang cenderung memilih untuk mati sesuai dengan keinginan dan caranya sendiri ketika hidup dirasa tidak menyenangkan untuk dijalani. Padahal di belahan dunia lain, sebagian manusia justru sedang sibuk berjuang untuk tetap bisa bertahan hidup. Ketika masih diberi kesempatan untuk hidup, orang-orang akan melakukan apapun demi memiliki tubuh yang sehat, atau demi bisa kembali dalam kondisi yang sehat jika penyakit ringan maupun berat sedang menyerang. Namun, ketika mati menjadi pilihan terakhir yang harus diambil, maka orang-orang akan melakukan apapun demi mendapatkan cara agar bisa mati dengan mudah, dan tanpa terasa menyakitkan.

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Euthanasia dan ganja adalah dua hal yang tidak lagi awam di telinga orang-orang yang mendengarnya. Euthanasia yang berwujud suntikan cairan Pentobarbital, banyak diambil sebagai pilihan terakhir ketika orang-orang sedang berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tetap hidup, namun hidupnya masih belum berakhir. Euthanasia banyak dipilih sebagai jalan untuk mengakhiri penderitaan.

Dan ganja, walaupun yang tertanam di dalam pemikiran orang-orang tentangnya adalah hal-hal negatif, namun belakangan ganja dianggap setidaknya bisa memperpanjang masa hidup seseorang yang menderita jenis penyakit tertentu yang terbilang berat, dan sudah bisa dipastikan akan mengalami penderitaan dalam jangka panjang, atau berujung dengan kematian.

Di dunia medis luar negeri, terlepas secara langsung atau tidak, Euthanasia dan ganja boleh dan sering dilibatkan dalam urusan hidup mati seseorang. Walaupun di Indonesia sendiri keduanya dilarang, namun tidak seperti Euthanasia, persoalan legalisasi ganja masih menuai pro dan kontra hingga saat ini. Sisi hukum, sisi agama, dan sisi medis, ketiganya saling beradu dengan ketentuannya masing-masing. Sisi hukum dan sisi agama tentu saja memberikan lampu merah setiap kali sisi medis menempuh banyak cara untuk memperjuangkan hidup mati seseorang dengan melibatkan salah satu, atau bahkan keduanya.

Demi urusan medis dan demi urusan hidup atau mati, mana yang perlu dilegalkan di Indonesia?
Euthanasia, atau ganja?
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Euthanasia berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata "eu" yang berarti baik, dan "thanatos" yang berarti mati atau kematian. Jadi, Euthanasia merupakan sebuah praktek untuk mengakhiri hidup seseorang yang dilakukan dengan sengaja, untuk menghilangkan rasa sakit dan penderitaan yang dimiliki olehnya.

Dalam sejarah, Euthanasia pertama kali muncul pada jaman Yunani kuno dan Roma, dimana hemlock yang merupakan sejenis tanaman beracun, digunakan sebagai cara untuk mempercepat kematian. Sedangkan di era modern, istilah Euthanasia pertama kali digunakan oleh sejarawan Suetonius untuk menggambarkan Kaisar Agustus yang "meninggal dengan cepat" di pelukan istrinya. Sedangkan dalam konteks medis, istilah Euthanasia pertama kali digunakan oleh Francis Bacon pada abad ke-17 untuk merujuk pada kematian yang mudah dan tanpa rasa sakit.

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Quote:
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Ganja atau marijuana, atau cimeng, atau rasta, atau ulah, atau gele, atau budha stile, atau pepen, atau hauxii, atau dope, atau weed, atau hemp, atau hasish, atau pot, atau joint, atau sinsemilla, atau grass, atau ratusan nama jalanan lainnya, merupakan tanaman psikoaktif yang berasal dari genus tanaman berbunga dalam keluarga Cannabaceae.

Dalam keluarga Cannabaceae tersebut, tanaman ganja memiliki tiga jenis yang berbeda, yaitu Cannabis Sativa, Cannabis Indica, dan Cannabis Rudealis. Namun, Cannabis Sativa menjadi jenis ganja yang paling sering digunakan, yang mengandung Delta-9 Tetrahydrocannabinol (THC) yang merupakan senyawa yang akan menciptakan efek euforia berlebihan dalam waktu relatif lama, dan akan membuat para penggunanya ketagihan untuk mengkonsumsi ganja, dan Cannabidiol (CBD) yang justru memiliki efek berlawanan dengan THC, yaitu memicu kegelisahan dan paranoia.

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Ganja berasal dari Asia Tengah, dan pada zaman Neolitik di Cina dan Jepang digunakan untuk membuat kain dan tali. Sedangkan pada zaman Assyria kuno, ganja mulai dikenal karena sifat psikoaktifnya melalui orang-orang Iran yang menggunakannya dalam beberapa upacara keagamaan. Pada zaman modern, ganja diperkenalkan oleh orang-orang Spanyol pada tahun 1530-1545an. Dan ganja mulai menjadi objek kriminal di berbagai negara sejak abad ke-19. Dimana pada tahun 1840, pemerintah kolonial Mauritius melarangnya karena mereka khawatir bahwa penggunaan ganja tersebut akan memberikan dampak yang buruk terhadap para pekerja kontrak India. Bahkan, Amerika melakukan pembatasan terhadap penjualan ganja pada tahun 1906 di distrik Columbia.

Quote:


Bagaimana cara untuk mengkonsumsi ganja?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka orang-orang akan memberikan jawaban bahwa secara umum ganja akan dibakar dan dihisap asapnya layaknya kegiatan merokok. Kemudian ada cara vaporizer, dimana segala bentuk ganja dipanaskan dengan suhu hingga 190⁰C dan menimbulkan uap tanpa perlu membakar ganjanya itu sendiri. Dan selain itu, ganja pun bahkan bisa dijadikan sebagai teh, bumbu tambahan untuk membuat berbagai menu masakan, serta dijadikan dalam bentuk kapsul untuk dietary supplement.

Apakah penggunaan ganja akan memberikan efek samping tertentu?

Jawabannya, iya. Menggunakan ganja baik itu untuk urusan medis, rekreasional, ataupun spiritual, akan memberikan efek samping dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Quote:
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Mengapa Euthanasia dilarang di Indonesia?
------------------------------------------------------------

Quote:

Di dalam agama Islam, terdapat salah satu ketentuan yang terdapat dalam Alquran yang berbunyi,

"Dan jangan kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang yang ditetapkan". QS An-Nisa 29

Sedangkan di dalam agama Kristen, terdapat salah satu ketentuan yang terdapat dalam Alkitab yang berbunyi,

"Jangan membunuh". Keluaran 20:13

Quote:

Di dalam Kode Etik yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dengan nomor : 434/Men.Kes./SK/X/1983, terdapat salah satu pasal yang berbunyi,

"Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajibannya melindungi hidup makhluk insani".

Quote:

Di dalam sisi hukum yang berlaku di Indonesia, secara mendasar hak setiap warga negara Indonesia diatur dalam pasal 28A Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) yang berbunyi,

"Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya".

Tentang Euthanasia sendiri tidak diatur secara tegas dalam uraian hukum di Indonesia. Namun, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 344 yang berbunyi,

"Barang siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan sungguh-sungguh hati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun".

Dari pasal tersebut sudah bisa diartikan bahwa tindakan Euthanasia, terutama Euthanasia Aktif dan Euthanasia Voluntary, akan dibawa ke jalur hukum. Namun pada kenyataannya, justru Euthanasia Pasiflah yang sering dilakukan oleh dokter terhadap pasiennya di Indonesia.

Quote:


****************************************

Mengapa ganja dilarang di Indonesia?
------------------------------------------------------------

Quote:

Pada dasarnya, semua tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi adalah halal dan boleh dimanfaatkan. Hal tersebut disebutkan dalam salah satu ayat Alquran yang berbunyi,

"Dan Dia (Allah) telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir". QS Al-Jasiyah 13

Namun, dalam salah satu ayat Alquran yang berbunyi,

"..dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.. ". QS Al-A'raaf 157

Dari ayat tersebut sudah bisa dipahami tentang halal haramnya ganja, mengingat selama ini ganja memiliki konotasi yang buruk sebagai tanaman yang bisa memabukkan. Dan jika ganja bermaksud untuk digunakan dalam medis, maka akan dibenturkan dengan salah satu hadis yang berbunyi,

"Sungguh Allah tidak menjadikan obat untuk kalian di dalam hal-hal yang diharamkan". HR. Al-Baihaqi

Sedangkan dalam agama Kristen, tidak ada ayat-ayat tertentu yang memberikan ketegasan tentang larangan ganja. Namun, muncul penjelasan tentang perintah untuk tunduk pada otoritas demi ketaatan umat Kristen pada Tuhan dan himbauan untuk hidup tidak bercela demi Injil. Hal tersebut terdapat pada salah satu ayat Alkitab yang berbunyi,

"Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi, atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah". 1 Korintus 10:32


bersambung ke #2..

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Sekian, dan terimakasih.

*
*
*
*
*

sumber 1, sumber 2, sumber 3, sumber 4, sumber 5, sumber 6, sumber 7, sumber 8, sumber 9, sumber 10, sumber 11, sumber 12, sumber 13, sumber 14, sumber 15, sumber 16

profile-picture
profile-picture
profile-picture
forever21alone dan 22 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Quote:

Ganja termasuk jenis narkotika Golongan I. Hal tersebut ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Perubahan Penggolongan Narkotika yang berbunyi,

"Tanaman ganja, semua tanaman genus-genus marijuana dan semua bagian dari tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasis".

Bentuk jeratan hukumannya sendiri akan disesuaikan dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan ganja tersebut. Karena hal yang dibahas dalam thread ini berkaitan dengan legalisasi ganja bagi medis, maka akan kita sebutkan jeratan hukum bagi pengguna dan pemilik ganja. Bagi pengguna ganja, maka dia akan dijerat dengan pasal 127 ayat 1a UU Narkotika Golongan I yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Namun, apabila pengguna terbukti sebagai korban narkotika, maka dia wajib menjalani rehabilitasi sesuai dengan pasal 127 ayat 3 yang berbunyi,

"Dalam hal penyalahguna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban Narkotika, penyalahguna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial".

Sedangkan bagi pemilik ganja, maka dia akan dijerat dengan pasal 112 UU Narkotika yang berbunyi,

"1. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000. 000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

2. Dalam hal memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)".
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Mengapa Euthanasia perlu dilegalkan di Indonesia?
------------------------------------------------------------

Walaupun diawal thread sempat disebutkan bahwa di dunia medis luar negeri Euthanasia sudah dilibatkan, namun memang baru beberapa negara yang melegalkannya. Berdasarkan data yang didapat hingga bulan November 2021, Belgium melegalkan Euthanasia pada tanggal 28 Mei 2002, Kanada melegalkan Euthanasia pada tanggal 17 Juni 2016, Kolombia melegalkan Euthanasia pada tanggal 15 Desember 2014, Luksemburg melegalkan Euthanasia pada tanggal 19 Maret 2009, Belanda melegalkan Euthanasia pada tanggal 1 April 2002, New Zealand melegalkan Euthanasia pada tanggal 6 November 2021, Spanyol melegalkan Euthanasia pada tanggal 25 Juni 2021, dan beberapa negara bagian di Australia seperti Victoria yang melegalkan Euthanasia pada bulan Juni 2019, Australia bagian selatan yang melegalkan Euthanasia pada bulan Desember 2019, dan New South Wales pada tanggal 19 Mei 2022.

Orang-orang pasti memiliki alasan mengapa Euthanasia dijadikan sebagai pilihan terakhir terkait dalam urusan kesehatan. Seorang pasien yang memiliki penyakit yang terbilang berat dan bisa memberikan rasa sakit, serta tidak dapat diobati seperti kanker misalnya. Atau seorang pasien yang berada dalam keadaan terminal dimana kemungkinan untuk hidupnya sangat kecil, dan tinggal menunggu waktu untuk meninggal. Hal-hal tersebut pastinya akan memberikan penderitaan terhadap pasien yang mengalaminya.

Penderitaan tidak hanya berbentuk fisik, tapi juga mental. Pasien pasti akan merasa depresi dan sedih karena berpikir mengapa penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, padahal segala usaha sudah dilakukan. Pasien juga pasti akan berpikir bahwa kondisi tubuhnya yang berpenyakit akan memberikan beban tertentu bagi diri, pihak keluarga, dan orang-orang sekitarnya, sehingga dia tidak ingin hal tersebut membuatnya harus bergantung pada orang lain. Persoalan penderitaan mental tidak hanya akan dialami oleh pasien, namun pihak keluarga dan orang-orang sekitarnya juga akan merasakan hal yang sama.

Dan yang paling utama, serta tidak dapat dipungkiri, penderitaan dari sisi ekonomi akan memberikan pengaruh yang signifikan mengingat penyakit yang terbilang berat biasanya akan menghabiskan biaya yang besar untuk menjalani setiap proses medis yang diperlukan. Biaya pemeriksaan, biaya perawatan yang dilakukan secara rutin, biaya obat-obatan, biaya ketika pasien menjalani rawat inap di rumah sakit, dan biaya-biaya lainnya. Kita tidak perlu berbicara tentang orang-orang yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi biaya-biaya tersebut, tapi kita akan berbicara tentang orang-orang dari kalangan menengah ke bawah yang belum tentu memiliki kemampuan untuk itu.

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Jadi, jika ditanya, mengapa Euthanasia perlu dilegalkan di Indonesia? Persoalan penderitaan fisik dan mental dari seorang pasien, serta persoalan dari sisi ekonomi. Adalah hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan untuk melegalkan Euthanasia di Indonesia.

****************************************

Mengapa ganja perlu dilegalkan di Indonesia?
------------------------------------------------------------

Sama halnya seperti Euthanasia, diawal thread juga sempat disebutkan bahwa ganja sudah dilibatkan di dalam dunia medis luar negeri walaupun belum banyak negara yang melegalkannya. Negara-negara yang melegalkan ganja untuk urusan medis diantaranya adalah Argentina, Barbados, Bermuda, Kanada, Chile, Kolombia, Costa Rica, Kroasia, Cypruz, Czech, Ekuador, Yunani, Israel, Italia, Jamaika, Libanon, Lithuania, Luksemburf, Malawi, Malta, Maroko, Belanda, New Zealand, Macedonia Utara, Norwegia, Panama, Peru, Polandia, Portugal, Rwanda, Saint Vincent dan Grenadines, San Marino, Swiss, Thailand, Uruguay, Vanuatu, Zambia, dan Zimbabwe.

Sedangkan negara-negara di bawah ini memiliki aturan tertentu yang berkaitan dengan legalisasi ganja.

Quote:


Secara umum, ganja memang digunakan untuk tujuan rekreasi. Tapi, sebagian dari kita juga pasti mengetahui bahwa ganja juga bisa dimanfaatkan dalam urusan di dunia medis, terutama di luar negeri. Dalam salah satu sumber disebutkan beberapa jenis penyakit dimana orang-orang luar negeri biasa menggunakan ganja untuk mengobatinya, yaitu HIV AIDS, Alzheimer, radang sendi, asma, kanker, penyakit kronis, penyakit Chron, epilepsi, glaukoma, dan Multiple Sclerosis. Dan secara singkat, kita akan bicara tentang penggunaan ganja terhadap HIV AIDS, kanker, dan Cerebral Palsy.

Quote:


Orang-orang pasti memiliki alasan mengapa memilih ganja sebagai obat untuk mengobati penyakit yang sedang mereka atau pihak keluarga mereka derita, walaupun belum tentu memberikan jaminan bisa menyembuhkan secara menyeluruh, dan walaupun pastinya ada jenis obat lain yang bisa digunakan.

Secara garis besar, orang-orang yang sedang memiliki penyakit yang ringan maupun berat, pastinya memiliki keinginan untuk bisa kembali dalam kondisi yang sehat, dan mereka akan melakukan apapun demi hal tersebut. Orang-orang yang berniat melibatkan ganja untuk membantu proses pengobatan yang mereka jalani, pastinya tidak seperti orang-orang yang memilih Euthanasia yang cenderung memiliki keinginan untuk mengakhiri segala bentuk penderitaan yang mereka alami. Orang-orang yang memilih ganja menandakan bahwa mereka masih bersedia untuk berjuang keras setidaknya hingga ajal tiba untuk menjemput, terlepas bentuk larangan dari sisi hukum dan agama.

Orang-orang yang memiliki penyakit tertentu dan memilih ganja, pastinya juga mengalami penderitaan fisik dan mental yang sama seperti yang dialami oleh orang-orang yang memiliki penyakit dan memilih Euthanasia. Sebentuk pemikiran mengapa mereka masih belum bisa sembuh, akan terus menghantui hingga mereka merasa sedih dan depresi, belum lagi dengan pihak keluarga yang pastinya merasakan hal yang sama.

Namun, penderitaan dari sisi ekonomi akan jauh berbeda jika dibandingkan antara orang-orang yang memilih ganja dan orang-orang yang memilih Euthanasia. Walaupun kita atau orang-orang sekitar kita tidak memiliki pengalaman pribadi yang berkaitan dengan Euthanasia, tapi kita pasti bisa memperkirakan bahwa biaya yang dikeluarkan akan terbilang sangat tinggi untuk bisa menerima tindakan tersebut. Sedangkan untuk ganja, sebagian besar dari kita pasti sudah bisa memperkirakan bahwa ganja yang diperjualbelikan secara ilegal, harganya masih bisa dijangkau, bahkan oleh lapisan masyarakat menengah ke bawah.

Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom

Jadi, jika ditanya, mengapa ganja perlu dilegalkan di Indonesia? Persoalan penderitaan fisik dan mental, serta persoalan dari sisi ekonomi tentu saja akan selalu menyelimuti orang-orang yang memiliki penyakit yang terbilang berat dan sulit untuk disembuhkan. Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan dengan menggunakan ganja setidaknya bisa lebih murah. Apalagi jika orang-orang yang memilih ganja diperkenankan untuk menanam dan memprosesnya menjadi obat secara independen.
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom
Terlepas dilegalkan atau tidak, Euthanasia yang dipilih oleh orang-orang yang lebih memilih untuk mengakhiri penderitaan ketimbang berjuang keras hingga ajal menjemput, sepertinya hanya akan berpengaruh pada orang-orang yang memang memiliki kemampuan secara ekonomi. Lain halnya dengan orang-orang yang berasal dari lapisan masyarakat menengah ke bawah yang memilih ganja sebagai bentuk usaha untuk melakukan pengobatan. Walaupun pada dasarnya, segala jenis penyakit tidak akan memilih seseorang berdasarkan harta yang dimilikinya.

Sebenarnya, status ganja yang saat ini masih ilegal pun, akan bisa dengan mudah didapatkan oleh orang-orang yang membutuhkannya untuk urusan medis. Namun, mereka tidak mau mengambil resiko sudah jatuh, tertimpa tangga pula untuk berurusan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Jadi, jika ganja dilegalkan, pastinya akan menjadi berita yang sangat baik bagi orang-orang yang memang mengharapkan sebuah keajaiban. Pun, jika pihak pemerintah yang terkait di dalamnya memberikan sederetan ketentuan yang harus dipenuhi, sepertinya tidak akan menjadi masalah yang berarti bagi orang-orang yang memang benar-benar membutuhkannya.

Ketentuan untuk bisa menggunakan ganja tersebut misalnya, legalisasi ganja harus diperuntukkan bagi penyakit yang memang membutuhkan ganja, selain penyakit itu tidak diperkenankan untuk menggunakan ganja. Oleh karena itu, sebelumnya harus dilakukan penelitian untuk mengklasifikasikan jenis-jenis penyakit yang bisa memberikan reaksi positif terhadap ganja. Selain itu, ganja yang dibutuhkan harus atas resep dari dokter yang memang menangani pasien yang membutuhkan ganja untuk pengobatannya. Dan jika ganja berniat untuk diperjualbelikan, maka apotek yang diperbolehkan untuk menjualnya harus bersertifikasi secara khusus. Dengan catatan, pembeli harus menyerahkan kartu identitas agar informasi datanya bisa disinkronkan dengan informasi data yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang terkait, dan dengan informasi data yang dimiliki oleh pihak kepolisian.
Demi Urusan Medis, Mending Melegalkan Euthanasia atau Ganja? #RabuRandom


profile-picture
profile-picture
profile-picture
widiantopamu621 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Quote:
profile-picture
jlamp memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
profile-picture
blezzernet memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 12 balasan
Ganja bukan obat... pemikiran utk medis jgn disalah artikan klo ganja utk obat yg menyembuhkan.
Ganja itu cm menghilamgkan rasa sakit.. Sudah hampir sama dg obat bius.

Apakah ada dlm medis.. Ente dibius terus2an? Ya tak ada.

Jadi stop mikir ganja utk medis klo penyakitnya membutuhkan ganja secara kontinyu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh red.wave
Lihat 23 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 23 balasan
Ane dukung yang terbaik Beb...
Apapun itu.. untuk medis dan turunannya.. sebaiknya dilakukan dengan hati hati.

emoticon-Sundul Up
profile-picture
ushirota memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
kemarin ibu2 mau ganja medis buat anaknya

terus ada juga yg pernah pake ganja medis di australia buat anaknya, dan katanya kondisi anaknya lebih baik

mungkin gara2 itu, si ibu kemarin minta legalkan ganja medis

ane dukung yg terbaik saja, kalo masih belum bisa pake ganja medis, berobatlah ke australia
profile-picture
profile-picture
jlamp dan MuhammadIrfand memberi reputasi
Diubah oleh ushirota
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Pilih mati perlahan tapi pasti, atau euthanasia?
profile-picture
MuhammadIrfand memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
ane setuju aja sih. sempat ada petisi untuk melegalkan ganja kan
karena untuk berobat anaknya.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ya pada akhirnya semua hanya demi "alasan" ,dinegri konoha yg berbelit" warganya "alasan" tsb akan jd tameng buat oknum agar secara legal bisa mempergunakan barang haram tsb seenak dewek. Ane balik tanya ke si ibu" atau para pro ganja yg kemarin" viral, EMANG DI ZAMAN SERBA CANGGIH INI GAK ADA OBAT LAIN SELAIN GANJA??? ane jawab ya ADA, BANYAK MALAH. BERBAGAI JENIS OBAT PENENANG YG NON GANJA MASIH BANYAK ,KENAPA HARUS MILIH GANJA COBA???? ada akhirnya semua kembali ke "alasan" , gak mau ribet, pengen murah ya pada akhirnya dengan segala keegoisan gak peduli nasib manusia" lainnya pengen minta lah sesuatu hal yg ilegal jd legal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pakde.edan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 38 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 38 balasan
mending ganja, daripada mati
profile-picture
blezzernet memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Legalin dua²nya bre, ganja buat hahahihi, euthansia buat yang pengen suntik mati emoticon-Traveller
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
ganja medis laah

euthanasia itu seharusnya gda

lebih baik mati happy

drpada diakhiri hidupnya oleh orang lain emoticon-Shutup emoticon-Shutup emoticon-Shutup emoticon-Shutup
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Orang yg mengalami kematian otak. Semua fungsi organnya masih baik. Tapi sudah tidak ada kemungkinan untuk sadar kembali. Kalo gw berada di posisi tersebut, lebih baik gw di euthanasia. Daripada menyeret seluruh keluarga ke dalam kesengsaraan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ieilegend dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
kalo menurut ane sih, kaga masalah euthanasia selama pasien menyetujui scr sadar dan sdh dinasehatin (penyakit pasien membuat pasien sangat menderita dan tdk mungkin sembuh), kalo pasien kaga sadar dan sdh kaga mungkin sadar lg, baru keluarga yg memutuskan...
euthanasia itu, meskipun terlht keji, tp itu sebenarnya manusiawi, bayangkan kita membiarkan org tsb menderita kesakitan terus sepanjang hari sepanjang waktu, kaga jelas kpn mati nya, itu sama aja kita melakukan penyiksaan dng rasa sakit yg hebat kpd org tsb sepanjang waktu, kaga manusiawi kan kalo dibiarin hidup kyk gt?? kalo mau dicoba doa2 mujizat pun boleh, tp mau sampai kpn org tsb tersiksa kalo kaga berhasil sembuh jg?? blm lagi biaya yg harus dikeluarkan keluarga, bisa jadi jg biaya tsb, yg luar biasa besar itu, menyita masa depan anak cucu org tsb, menyita uang utk pendidikan anak cucu (atau bs jd jg menyita biaya utk anak cucu sakit, kalo anak cucu yg mati krn kaga bs berobat gimana?)...
terkadang prinsip kaga bs dipegang teguh terus, termasuk norma agama, hrs bs fleksibel, krn tidak manusiawi kalo kolot begitu...
emoticon-Malu emoticon-Malu emoticon-Mewek emoticon-Mewek
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
TS nya pakar jengri emoticon-Matabelo
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
bagaiamana yang terbaik saja, mereka lebih tahu mana yang lebih baik
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
lahhh kalo disummon mari gaskan!!! rabu rendem kita gaskan sekentjang kentjangnya

#STOPLEGALKANGANJA
hey, i been there... gw sempat jadi user gele... dan gw udah kapok... teman gw sampe sarafnya terganggu gara2 gele... dia kayak nengok2 sendiri gak jelas padahal katanya dia gak nengok gak gerakin otot.. itu syarafnya rusak... itu pertama.. yang kedua ada dia jadi kayak "siyoyo" sinetron jadul, dia jadi "rada" kayak autis gitu ketawa2 sendiri padahal gw tau ini orang pastinya gak ngelakuin itu... tatapan kosong gak ada gairah dan semacamnya lah...

itu satu bradah en sestah... kedua gw menengok dari masih "BOBROKNYA" mental indonesia... please stop merasa diri nya paling bener, stop merasa negaranya makin maju... emoticon-Big Grin negara kita masih mundur, negara kita masih percaya dukun, negara kita masih "" banget... liat noh negara komunis, perdagangannya ditakutin negara2 maju, liat negara kecil tapi agama nya menyembah alam? teknologinya bikin chandu negara berkembang...
intinya negara ini belum maju, baru berkembang? iya... berkembang pesat?? enggak... kok bisa gitu?? ya gimana ya negara baru berkembang biasanya ngurusin hal gak jelas sepenglihatan gw emoticon-Betty (S) ? dijalan raya aja 45% motor mobil masih melanggar, di internet orang2 hujat sana sini lecehkan sana sini? gak kehitung (termasuk gw kayaknya)... ibarat kata kitanya udah vibes negatif dikasih celah buat hal yang negatif malah tambah tambah...

balik lagi ke masalah ganja... kalo sampek di legalkan ganja di indonesia FIX mental mental kayak rakyat indo ini bakalan 75% disalahkgunakan gw bisa bilang gitu balik lagi ke ketikan pertama gw... i been there kenapa bakal disalah gunakan? kita bukan negara maju apalagi berkembang pesat.. legalkan 100 tahun kemudian maybe yes.. .tapi legalkan sekarang?? makin banyak orang narkobaan sih kalo sampe legal...
tapi siapa yang tau emoticon-Smilie semua bisa terjadi sekarang di pemerentahan yang sekarang yang paling bebas maunya pemerentah itu bisa terlaksana dan itu dilakukan di pemerintahan sekarang emoticon-Big Grin

negara ini aja koruptor muncul terus, pejabat gak jelas muncul terus... terakhir kementrian apa tuh dihujat karena gak logis kinerjanya? emoticon-Big Grin ini lagi mo legalin ganja? yang ada bandar makin senang, pemakai ganja juga lebih pede tinggal bilang buat kebutuhan medis surat dokter komplit!! kalo udah gitu kejadian sapa yang mau tanggung jawab?

gw ghanteng emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mintz2006 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh blezzernet
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
hem berat aja ini pembahasannya sist TS..
poin nya adalah belum bisa diindo untuk keduanya..
budaya kita lebih ketimur..
dan negra ini masih termasuk negara berkembang, mayoritas mindset penduduknya dan literasinya masih terbatas ..
hal yg bukan peruntukannya aj kaya lem aibon dan komik, disalahgunain...

untuk ganja medis ya silakan aj diluar, atau kan memang ada brbpa tempat terapi dll yg tau sama tau..
untuk eutansia kan ud ada izroil tugasnya, kl memang waktunya ya kejadian juga.. banyak yg pngen hidup dengan perjuangan ( dbwah garis kemiskinan) toh tuhan ada maksud kl memang belum waktunya..
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Legalkan ganja hanya untuk kepentingan medis. Dengan kata lain, untuk mendapatkan ganja harus menggunakan resep dokter, sama seperti obat keras lainnya. Dan untuk mempermudah pengawasan, ganja hanya boleh dijual di rumah sakit, atau kalau mau lebih sempit lagi, hanya boleh di 1 RS per kabupaten/kota.

Legalkan euthanasia hanya untuk hukuman mati. Di luar hukuman mati, tidak boleh, walaupun ada orang yang minta untuk bunuh diri. Manusia tidak boleh membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain, kecuali pembunuhan itu adalah bagian dari undang-undang seperti dalam hukuman mati.
Diubah oleh junoon
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 24 balasan
Keduanya. Gampang kan? Gak usah berlagak suci
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 5


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di