KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Istri Tetangga Yang Menantang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62e213f1830b5a127f7a8672/istri-tetangga-yang-menantang

Istri Tetangga Yang Menantang

Kisah ini hanya fiksi belaka. Semua nama tempat, kejadian, waktu dan gambar hanya khayalan dan ilustrasi belaka.


Ronnie

Istri Tetangga Yang Menantang


Rossa

Istri Tetangga Yang Menantang


Konon katanya sih .. katanya ya... perawan memang menawan, janda memang menggoda tapi istri orang pasti sangat menantang



Ronnie, mahasiswa berusia 25 tahun, jurusan teknik sipil, kini sedang berada di semester akhir. Dia berasal dari keluarga kaya dan memiliki seorang kakak lelaki yang sudah sukses tapi memilih menetap di luar negeri. Kedua orang tua dia sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga mereka jarang berjumpa. Bukan masalah bagi Ronnie yang sejatinya sudah dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan.

Dia tinggal di sebuah rumah yang lumayan mewah dan seorang diri karena kedua orang tuanya sedang berada di tempat lain alias jarang di rumah. Kalaupun ada manusia selain Ronnie di rumah, dia hanyalah asisten rumah tangga bernama Sinta, perempuan lansia berusia 50 tahun. Bu Sinta sudah 20 tahun mengabdi dengan keluarga itu jadi dia tahu persis dinamika di dalam sana.

Ronnie, seperti layaknya anak muda seusia dia, ya kadang nakal tapi tidak melakukan kriminal tapi dia tetap fokus dengan kuliah dia untuk mengejar mimpinya. Soal perempuan? Hmmm.. Dia belum ada pikiran ke sana. Toh dia bahagia juga dengan status lajang yang dia pegang. Wajah tampan, tubuh atletis karena rajin olahraga dan duit tebal dr orang tuanya serta agak pelit dalam urusan uang.

Meski jurusan teknik sipil, dia juga paham cara mengatur uang dan memutar uang dengan bantuan teknologi mutakhir abad 21 seperti deposito, main saham dsb. Kata siapa yg boleh main saham cuma jurusan accounting and finance ? Siapa saja boleh termasuk tukang sayur dan ibu rumah tangga. Lah bener kan? Tanya saja sana kalau gak percaya.

Suatu sore, Ronnie sedang berjalan pulang dan dia iseng² melihat rumah di sebelah dia yang terbengkalai tapi masih ada papan dengan tulisan,

"Terjual. Sold!."

"Siapa yang mau beli rumah macam itu? Mau dijual tuh direnovasi kek. Setidaknya yg rapih dan bersih. Kayak gitu mah mana enak dilihat? Ah peduli amat. Bukan urusan saya." Katanya dalam hati selagi dia masuk ke dalam rumahnya.

Lelaki muda itu masuk, mandi dan beristirahat sejenak. Dia duduk santai menghisap sebatang rokok di teras sambil memikirkan tugas kuliah dia yang banyak.

"Semprul. Tugas aneh². Gampang lah. Nanti saja. Eh apaan tuh? Banyak bener mobil datang... koq parkir deket rumah saya?" Kata Ronnie dalam hati.

Memang benar ada 3 mobil datang ke rumah dia... untuk parkir doang.

"Maaf pak. Numpang parkir dulu. Kami mau lihat² rumah sebelah bapak. Mau renovasi." Kata seorang pria yang berkumis tebal itu.

"Silakan pak. Santai saja. Hehehe. " Jawab Ronnie sambil tertawa kecil.


Dia memang ada mobil tapi jarang dipakai. Sesuka dia saja sih. Bukan urusan siapa². Ternyata mereka adalah arsitek dan kontraktor serta beberapa orang yang berurusan dalam bangunan. Dia mau saja ikut bantu secara dia anak teknik sipil tapi itu bukan urusan dia dan dia gak akan dibayar untuk membagi ilmu nya; apalagi dia sangat minim pengalaman. Sama saja suruh anak kedokteran jadi ahli bedah dadakan. Siapa yang mau pakai? Cari mati malahan.

"Gile. Baru ngomong dalam hati aja... beneran direnovasi. Sakti. Dah ah. Masuk ke rumah. Saatnya kerjain tugas."


Ronnie mematikan rokoknya dan masuk ke dalam rumahnya. Tugas² itu segera dia kerjakan dan dalam waktu 3 jam saja, semua selesai dan dia keluar lagu untuk merokok. Semua mobil itu sudah tidak ada pertanda mereka semua sudah selesai berurusan dengan rumah terbengkalai itu.. untuk hari ini.

"Hmmm. Mungkin ada pembeli baru mau datang. Siapa ya kira²?"




Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grandiscreamo dan 23 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 14
Untuk update saja






Bab 2

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...271d74a144a0d4


Bab 3

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...275b378666a423


Bab 4

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...698363c96c3d48


Bab 5

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...ad956f645c7d50


Bab 6

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...7c8e772c769853


Bab 7

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...46e7273c4efe34


Bab 8

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...dcba2eff525e61


Bab 9

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...b8826b6c6a098c


Bab 10

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...e28633e2412949


Bab 11

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...cba44697273092


Bab 12

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...86553fc54c587c


Bab 13

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...13e10ae1671424


Bab 14

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...abea54af2cae8c


Bab 15

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...9a543e2320097b


Bab 16

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...0b726d5c11f894


Bab 17

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...3bb0052c3b5e73


Bab 18

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...9d80393c4b3a47


Bab 19

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...3f0047af06f6ec



Bab 20

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...990b609b28ad00


Bab 21

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...76623b160a487e


Bab 22

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...85824c293a623c


Bab 23

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...30d1701b7c1bbc


Bab 24

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...e5e73342695d87


Bab 25 (last chapter)

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...58c67c4b46e14f
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fernando4231 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh enjihalala25
Omongan mereka tidak salah. Besok pagi ketika Ronnie menuju kampus, ada beberapa mobil pick up yang diyakini dari toko bangunan membawa batu bata, pasir, baja ringan dsb. Sudah jelas akan ada pekerjaan konstruksi di rumah sebelah itu.

"Maaf pak kalau berisik. Sampai jam 5 selesai pak. Kami kerja mulai jam 8 pagi." Kata seorang lelaki yang diyakini seorang mandor.

"Gpp pak. Santai saja." Jawab Ronnie sambil tersenyum.

Jelas saja dia senang karena jalan tempatnya dia tinggal itu sepi. Penghuni ada tp tidak jelas semua. Ada yang diduga bandar narkoba, ibu2 kesepian bawa lelaki muda tiap malam, ada juga bapak² mesum bawa gadis cantik ke rumahnya bahkan ada juga yang ngakunya bujangan tapi mendadak ada anak kecil dan perempuan muda tinggal di rumahnya; mungkin saja family atau keponakan atau sepupu. Siapa tahu? Ada juga yang di rumah terus tapi mendadak bisa beli mobil mewah; entah dari mana uangnya, mungkin mining terus. Ya intinya banyak manusia misterius di sana dan tidak menutup kemungkinan ada makhluk halus juga di salah 1 dari rumah rumah itu.

Seiring berjalannya waktu, Ronnie yang begitu senang karena ada suara gaduh (bukan desahan) di sebelah rumahnya itu sedang menikmati teh di sore hari dengan sebatang rokok. Jelas saja. Dia bosan dengan suara tanpa suara alias sunyi. Sesekali ada suara biar ada nuansa kehidupan dan peradaban

"Permisi pak. Maaf sudah buat gaduh, tugas dah selesai. Paling tukang kebun aja besok datang. Gak berisik dia mah." Kata pak Herman yang tak lain adalah mandor itu. Ronnie dan pria itu sudah lumayan dekat dan tak jarang Ronnie memberikan mereka kopi, teh juga rokok dengan 1 syarat; dia mau ikut belajar dalam urusan konstruksi secara dia anak teknik sipil. Ya belajar doang, gak ikutan jadi kuli. Win win solutions. Dan itulah hari terakhir Ronnie dan pak Herman berjumpa. Mereka berpisah.

Besoknya, ada lelaki tua datang ke rumah itu yang ternyata adalah tukang kebun. Ronnie sudah tahu siapa calon tetangga barunya itu; bapak Denis yang sudah ada istri. Konon sudah menikah 5 tahun dan belum ada anak; entah kenapa, bukan urusan siapa² selain mereka berdua yang bertanggung jawab untuk menciptakan kehidupan baru nantinya.

Ronnie cuek saja. Dia kembali menjalankan kehidupan dia dengan santai, bebas tanpa hambatan karena dia sejatinya memang pintar. Rumah sebelah itu sudah rapuh eh rapih maksudnya. Rumput hijau, bunga-bunga dan pohon cemara ada di sana.

"Gila tuh pak tua. Sendirian kerja, rapih bukan main. Ada pohon cemara pula. Lah saya? Pohon untuk manggil setan. Gedek juga gua. Pantat ayam!." Gerutu Ronnie.

Dia tidak marah beneran, cuma terpukau saja dengan keindahan rumah sebelah dia yang dulunya lebih mirip sarang penyamun dan skrg dah lebih indah dari rumah dia. Bukan berarti dia nanti lempar batu kali ke rumah sebelah karena iri apalagi semprot tinja ke rumah sebelah pakai jasa pemadam kebakaran (mirip kasus siapa ini ya?)

Terlepas dari itu semua, Ronnie yang juga ikut "belajar" alias kuliah kerja nyata + gratis, sudah melihat dalam rumah itu. Memang bagus dan kokoh. Ronnie belajar banyak ilmu ketika dia ikut membantu atau belajar di sana. Dia juga sudah hafal "denah" rumah itu. Anyway, itu tidak terlalu penting bagi dia (untuk saat ini).




Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Para tetangga bisa jadi berkat atau bencana... tapi ada juga tetangga yang ramah dan senantiasa cuek seperti mereka ini.




Besok harinya, Ronnie berjalan ke kampus dia seperti biasa.

Spoiler for percakapan 1:


Ya itulah pak Johan yang sudah 65 tahun. Istrinya sedang di Malaysia bersama kedua anaknya. Dia seorang diri sehingga dia bisa seenaknya saja cuci baut. Perempuan cantik yg dilihat Ronnie tadi itu besok malam sudah berganti lagi dengan perempuan muda lainnya dengan nama dan wajah yang beda tapi usia gak jauh beda. Kaya? Jelas saja dia kaya raya sekali. Pengusaha export import ke eropa.

Itu baru 1 orang saja dari sekian banyak manusia yg tidak waras di jalan itu. Sorenya setelah dia pulang kuliah...

Spoiler for tante Amanda :


Itu tadi tante Amanda. Usia baru 55 tahun. Anak² nya sudah kuliah di luar. Suaminya kerja di perusahaan tambang milik swasta. Gajinya memang sangat besar. Tante ini memang masih lumayan cantik untuk wanita seusia dia dan di bagian "bawah" sana memang masih gatel dan tanpa malu lagi dia cerita ke Ronnie tentang "Heat gun" muda dia yang membuat dinginnya ac tidak berarti tiap malam.

Buat Ronnie, semua kegilaan itu sudah tidak asing lagi. Sebelum dia membuka pintu rumahnya, ada suara lelaki berteriak, "chimenk!!!! I love you... oohhhhh.... jeb ajeb ajeb... nak enak enak.. woooooo!!!!"

Suara itu berasal dari rumah ujung gang yang dihuni oleh bapak Phillips. Dia pemakai narkoba. Anaknya? Bandar narkoba. Polisi ke mana? Ya............ sedang kerja di kantor.

10 menit kemudian, Ronnie keluar mau beli rokok. Dia melihat anak balita kisaran 3 tahun. Perempuan sedang main sepeda dengan ibu kandungnya. Masih lumayan sih.

"Nak. Yuk pulang. Papa nunggu di rumah tuh. Mandi dan makan malam. Mama masak makanan kesukaan kamu." Kata wanita muda eh mama muda itu.

"Halo bu. Selamat sore." Sapa Ronnie

" Eh Ronnie. Halo. Hehehe. Saya pulang dulu ya. Biasa. Masak buat anak dan suami. Hehehe. Si bapak lagi ke warung beli kopi. Yuk mari." Kata mama muda itu.

"Mari bu." Jawab Ronnie.

Ronnie memang menuju ke warung yang dikunjungi oleh bapak dari anak balita itu dan memang benar; pak Leonardo yang (katanya) belum menikah itu sedang membeli kopi dan merokok di sana. Hanya ada dia seorang. Lah? Katanya belum menikah tapi dah ada anak bini. Kapan dibikinnya tuh anak? Ya sudah. Bukan urusan siapa². Cuek saja.

Spoiler for percakapan singkat:


Sambil berjalan menikmati pemandangan sore hari, tiba-tiba ada mobil pick up membawa plasma tv ke rumah tetangga dia yang lainnya.

Spoiler for tetangga untung :


Nah itu pak Charles yang kerjaannya di rumah terus tapi duit selalu datang karena keberuntungan luar biasa dia. Besok bisa aja dia beli pesawat jet pribadi. Kenapa tidak?

Ya itu dia beberapa penghuni alias tetangga Ronnie. Dari sekian banyak, cuma mereka saja yang lumayan dekat sama dia. Sisanya? Mungkin saja sudah jadi mayat di dalam rumah atau mungkin kabur ke luar negeri karena melarikan uang dalam jumlah banyak seperti pasutri Ali dan Indah yang ngakunya urus keberangkatan haji tapi duitnya gak jelas ke mana dan mendadak rumah mereka kosong tak jelas serta mendadak didatangi polisi. Ke mana mereka? Bukan urusan siapa ². Toh Ronnie beda keyakinan. Mungkin saja dia menyembah dewa Zeus. Siapa tau? Bukan hal penting untuk dibahas



Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gelar lapak dulu deh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
Besok hari sabtu. Sabtu artinya akhir pekan. Bagi semua orang termasuk Ronnie, itu artinya libur. Bangun jam 11 siang atau pagi menjelang siang, dia membuat kopi dan merokok di teras.

"Wow. Pindahan mereka. Penasaran. Katanya pasutri blm ada anak. Masih kenceng tuh bawahnya. Ah bodo amat. Cantik gak ya bininya? Hehehe." Kata Ronnie yang sedang mikir mesum.

Ya seperti layaknya pindahan, ada banyak barang masuk. Ronnie masih sibuk dengan rokok dan kopinya. Setelah puas dengan asupan gizi dari caffeine dan nicotine, dia mandi dan memutuskan untuk cari makan di luar dengan bermodalkan voucher diskon 80% di sebuah restoran siap saji dekat rumah dia. Pintar, irit dan pelit. Hak dia dong. Duit dia ini.

Dengan mobil honda dia, Ronnie melaju dan mengisi perut dia yang sudah berisik seperti mahasiswa yang sedang demo tapi tak tahu demo tentang apa. Sekitar 3 jam, dia pulang. Koq bisa makan 3 jam? Ya dia makan paling 20 menit. Sisanya ngopi sama beberapa teman baik dia. Dia ngantuk dan mau tidur siang. Mungkin kopi sudah tidak mempan melawan rasa kantuk dia.

Tampak pindahan sudah selesai dan sekarang bagian tim bersih² datang membersihkan rumah sebelah dia.

"Pasti kaum borjuis nih. Mantap ini. Gua demen ini. Siapa tahu gua kena duit juga dan sukur² dpt bininya juga dengan catatan bininya cantik. Wkkwkwk. Harap2 aja suaminya impoten. Ah dah ah ngantuk. Tidur ahhhh." Kata Ronnie dalam hati sambil tersenyum mesum.

Dan dia pun tertidur. Bukan malas, dia berhak istirahat setelah otak dia bekerja keras dari senin sampai jumat. Wajar saja. Dia terbangun dan sudah senja. Dalam kondisi setengah sadar, dia minum dan ambil rokok menuju teras. Rasa penasaran dengan tetangga baru dia mendorong tubuh dia ke tengah jalan. Eh tau² dah ada mobil sedan mewah buatan benua Eropa telah parkir di sana.

Tak lama kemudian, keluar pasutri yg katanya sudah 5 tahun menikah.

"Eh bused. Cantik bener bininya. Lakinya ganteng juga. Serasi dah nih dua." Kata Ronnie dalam hatinya. Mereka berdua masuk lagi dan keluar lagi membawa sebuah kotak. Isinya? Mungkin saja keris atau makanan. Mereka berdua menghampiri Ronnie.

D: "Halo selamat sore. Saya Denis. Saya baru pindah kemari. Hehhee. Ini istri saya, Rossa."

R: "oh halo. Saya Ronnie. Itu rumah saya. Ya kita tetangga an jadinya pak. Hehhee. Saya mahasiswa teknik sipil. Tinggal seorang diri."

Ro: "oh mahasiswa. Saya di rumah saja. Ibu rumah tangga. Cuma urus suami saja. Hehehe. Suami saya wiraswasta."

Mereka bertiga saling berkenalan dan akhirnya pasutri itu ke tempat para tetangga untuk memperkenalkan diri mereka ke para penghuni lama. Ronnie masuk ke rumah dia. Setelah mandi, dia makan makanan yang diberikan tadi yang isinya kue coklat.

"Enak juga ya. Makin enak karena gratis." Kata dia dalam hatinya. Dia semakin penasaran dengan tetangga barunya itu; ya siapalagi kalau bukan istrinya Denis yang cantik itu. Ronnie kembali ke kamar dia dan nonton drakor tapi otak dia malah ke rumah sebelah alias senantiasa memikirkan kecantikan Rossa. Otak mesum dia mulai bekerja.

Daripada menggila, dia turun ke teras merokok untuk memberikan sedikit "kedamaian" karena kepala atas dan kepala bawah sedang tidak kondusif. Dia yang sedang merokok di teras itu... mendadak mendengar suara piring pecah dan suara teriakan alias caci maki yang berasal dari rumah sebelah dia alias rumah Denis dan Rossa...

Kata² kotor khas kebun binatang dan daerah organ reproduksi manusia keluar semua dari mulut Denis yang awalnya terlihat begitu ramah. Siapa sangka mulut dia bisa seperti itu? Rossa mungkin tidak mau memakai kata² kotor dengan alasan jelas. Dia hany berteriak menyuruh suaminya diam atau "cukup!!".

"Pantas saja blm ada anak. Apa salah lubang terus? Apa lakinya impoten? Apa jangan² dulu Rossa itu lelaki ganti kelamin dan Denis kena tipu? Wah seru nih. Sudahlah Rossa sayang. Pintu belakang kan ada di rumahmu. Keluar dari sana dan masuk saja ke rumah aku. Dingin nih malam... eh brengsek. Ada petir. Masuk dulu ah." Kata Ronnie dalam hatinya



Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hatiyanghancur dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di dalam rumah, Ronnie masih bisa mendengar keributan pasutri itu. Untung saja hanya rumah mereka berdua saat yang bersebelahan, sisanya agak jauh dan memang pada saling cuek semua. Gak percaya? Lihat saja tetangga yang suka bawa berondong dan daun muda. Semua tau tapi pada gak peduli; toh urusan masing² dan gak saling ganggu.

Memang sejatinya sih harusnya begitu tapi kalau sudah mengganggu seperti kasus ini, Ronnie mungkin harus bertindak. Bagaimana tidak? Suaranya keras. Karena keras dan bahasa bisa dipahami, Ronnie sudah tau asal masalah keributan itu. Bukan salah siapa². Mereka ribut, Ronnie dengar. Ibarat anda mandi di tengah jalan dan dilihat orang. Siapa yang salah?

"Ah. Itu sebab rupanya. Karena si Rossa dari keluarga kurang mampu dan Denis itu orang kaya. Si Rossa senantiasa dihina dan dianggap hanya perempuan matre. Lah Denis saja goblok. Dia orang kaya kenapa gak cari cewek kaya raya? Imbang kan? Ah dasar pada gak tau diri juga. Harusnya ada memorandum of understanding. Kayak partnership aja dah. Ah bodo. Awas saja jam 10 masih blm berhenti. Lapor polisi loe pada." Kata Ronnie dalam hatinya.

Untung saja mereka berdua berhenti dan Ronnie kembali berbaring di atas ranjang dengan fantasi cabul dia. Ya semua kadang  cabul tapi dia tidak memperkosa perempuan. Kalau gak cabul, gimana bisa manusia beranak pihak? Bener kan? Dia akhirnya tertidur. Lelah? Pastinya. Untung saja Ronnie bukan tipikal orang yang senang pesta dan mabuk. Rokok? Sudah pasti. Alkohol? Gak dunq.

Besok paginya, ya hari minggu, dia bangun dan membuka pintu depannya. Cucian sudah dijemur. Matahari cerah. Tetangga sebelah belum buka pintu dan mobil masih ada. Artinya mereka masih tidur. Mungkin saja habis cekcok, langsung wik². Siapa tau kan? Kalau benar, dia melewatkan adegan itu. Sial. Kalau tidak, ya sudah. Bukan urusan dia.

Setelah selesai dengan rokok, Ronnie masuk ke dalam rumahnya. Saat yang sama, Denis membuka pintu dan dia pergi sendirian. Rossa? Tampak dia masih tidur. Biar saja. Mungkin dia lelah. Ronnie kemudian keluar lagi. Dia tampak lapar dan di saat yang sama, Rossa baru saja keluar. Dia masih memakai kemeja hitam longgar dan celana pendek. Dia terlihat sungguh menggairahkan di mata Ronnie.

Spoiler for nah mulai deh:


Ronnie kemudian menjelaskan semua tetangga di jalan tempat mereka tinggal dan semua kegilaannya. Rossa mulai merasa takut tapi Ronnie meyakinkan wanita itu kalau mereka semua cuek dan tidak akan mengganggu orang lain.



Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Oh istri tetangga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan 2 lainnya memberi reputasi
Memang bener sih. Lebih menantang
profile-picture
profile-picture
fernando4231 dan nafas.dewa memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan 2 lainnya memberi reputasi
Wah ada yg baru
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan fernando4231 memberi reputasi
Waduh. Mantap. Istri tetangga. Kwkwkww
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan kuda.unta memberi reputasi
Pdkt sama bini sebelah jgn terlalu cepat
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan kuda.unta memberi reputasi
Waduh udeh jadi aja yak yah???
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan kuda.unta memberi reputasi
Pertalite
profile-picture
profile-picture
enjihalala25 dan kuda.unta memberi reputasi
Pelan pelan saja
Hehehe
Bawa santai saja
profile-picture
enjihalala25 memberi reputasi
Rossa merasa tenang. Perempuan ini mulai berpikir kalau bukan ide jelek juga main gila dengan mahasiswa ganteng ini. Ronnie memang ganteng, masa depan jelas dan cerah, uang juga lumayan meski tidak kaya seperti suaminya saat ini dan juga tubuhnya bagus. Rossa masih muda dan wajar saja kalau dia berpikir seperti itu. Denis memang menang banyak tapi dia yakin Ronnie tidak seperti suaminya saat ini.

Spoiler for speak speak iblis:


Rossa masuk ke rumahnya dan sebatang rokok masuk ke mulut Ronnie. Seiring berjalannya waktu dan setelah menghabiskan 3 batang rokok,  Rossa keluar. Penampilan dia begitu menawan dengan kemeja yang sama + celana jeans dan sedikit make up di wajah cantiknya. Rokok di mulut Ronnie jatuh karena dia begitu terpana dengan penampilan sexy naughty dari perempuan itu.

Dia tidak terlihat seperti gadis dusun. Intinya Ronnie sangat terpesona.

Spoiler for marketing tingkat setan:


Rossa, dia sendiri sebetulnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat dia berjumpa dengan Ronnie untuk pertama kalinya. Ya bukan tanpa alasan tapi memang perempuan waras dan normal tentu saja mendambakan kasih sayang dari lelaki yang dicintainya tapi apa daya kalau sang suami malah memperlakukan dia sebaliknya.

Memang di dunia ini sih sudah banyak wanita yang mengalami hal seperti itu termasuk Rossa. Mungkin saja perempuan muda itu bisa mengutuk nasib dia yang malang tapi bukan berarti dia tidak berhak untuk hidup bahagia seperti layaknya umat manusia. Dalam perjalanan, Mereka berdua ngobrol bebas tanpa hambatan.

Bagi Ronnie, dia tidak merasa atau tidak peduli kalau Rossa itu statusnya adalah istri orang. Bagi Rossa? Dia tidak peduli kalau dirinya adalah perempuan yang sudah menikah dan suaminya masih hidup. Entah kenapa tapi bagi Rossa, ini adalah saat yang paling bahagia bagi dia. Ya jelas saja. Dia bisa bicara seenaknya saja tanpa ada rasa malu atau takut.

Rossa mungkin merasa kalau tetangga dia bisa jadi "wadah" untuk mencurahkan isi hatinya. Bagi Ronnie yang sudah jatuh hati dengan istri orang itu, dia cuek saja. Dia mah nothing to lose. Mereka saling cerita tentang kehidupan pribadi mereka dan pengalaman hidup mereka. Kalau Denis melihat Rossa saat ini, mungkin dia akan heran karena belum pernah dia melihat istrinya begitu bahagia seperti sekarang saat bersama tetangganya meski hanya sesaat saja di dalam mobil karena jaraknya tidak terlalu jauh dr rumah mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Quote:


Memang. Harus pintar di Ronnie saja. Tarik ulur
profile-picture
kuda.unta memberi reputasi
Quote:


Quote:


Iya dong. Dari kemarin dah dikejar. Sekali menulis... susah berhenti
profile-picture
kuda.unta memberi reputasi
Mereka akhirnya tiba di cafe langganan Ronnie. Dengan santai dia memesan sebuah ruangan privat yang tertutup dari orang lain tapi bukan untuk mesum loh. Hanya ada mereka berdua di ruangan itu dan Ronnie tanpa ragu mengeluarkan rokoknya. Rossa juga gak kalah gila. Dia juga merokok.

Spoiler for keluhan :


Rossa mengambil selembar tisu dan menyeka air mata dia. Untung saja di ruangan private. Rossa memang sudah menangis dari tadi. Ronnie? Dia setia mendengarkan keluhan istri tetangga dia. Ronnie juga mungkin akan lupa besok paginya. Seperti layaknya tong sampah; masukan sampah sebanyaknya dan besok dibuang ke halaman depan utk diambil sama tukang sampah. Kebanyakan sih gitu tapi Ronnie tidak bodo. Dia cuma ambil alias ingat bagian yang penting saja jadi kalau mendadak ditanya, ya dia bisa jawab.


Spoiler for mulut setan:

Mereka berdua menghabiskan kopi mereka sembari mencuci mulut mereka berdua setelah merokok sampai asbak penuh. Mereka kemudian ke restoran sebelah dan makan siang bersama. Tentu saja mereka kembali ngobrol bersama tapi tidak terlalu gamblang seperti di cafe tadi. Setelah makan siang selesai, mereka pulang.

Sejatinya sih Ronnie sudah tidak ada kerjaan lagi. Dia bisa santai seenaknya saja. Toh tugas dia sudah kelar. Belajar kalau perlu saja karena otak sudah pintar. Ngomong gampangnya ya... dia nganggur dah setelah makan siang ama bini orang. Sementara itu di sebelah rumahnya, Rossa galau. Dia tampak merasa resah. Mungkin bagi perempuan yang sudah menikah, bujangan ganteng bisa bikin resah dan menantang. Well dalam kasus ini mah Denis yang salah.

Jelas saja. Suruh siapa memperlakukan istri seperti itu. Siapapun di dunia ini berhak hidup bahagia terlepas dari status ekonomi dan tingkat pendidikannya. Rossa dan Ronnie lupa 1 hal; bertukar nomor hp. Rossa entah kenapa langsung keluar mengetuk pintu rumah tetangganya...

Spoiler for kode nuklir:


Setelah bertukar no hp, Rossa bukannya masuk lagi ke rumah tapi malahan memulai percakapan dengan tetangganya itu...

Mungkin memang Rossa saja nakal; emang gak bisa besok apa minta no hp org... dodol... ya mungkin dia ada rencana lain..



Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 8 lainnya memberi reputasi
Lanjut nanti saja ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 14


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di