KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Anakku Depresi di RSJ karena aku RUQIAH dan ku marahi berkali-kali sebab ia BENC*NG
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62dc1232837974654615de01/anakku-depresi-di-rsj-karena-aku-ruqiah-dan-ku-marahi-berkali-kali-sebab-ia-bencng

Anakku Depresi di RSJ karena aku RUQIAH dan ku marahi berkali-kali sebab ia BENC*NG

Note: Kisah ini adalah kisah Nyata dari salah satu relasi TS. Nama dan lokasi disamarkan demi menjaga privasi narasumber. Komentar akan disampaikan dan dibalas langsung oleh narasumber. 

Halo semuanya.. Bagaimana kabar kalian? Lama juga ya TS kutilkuda tidak bercerita di lapak kaskus.. Mohon maaf kalau tidak membalas juga semua komentar dari agan-agan dan aganwati. TS lagi pusing dan syibuk di dunia nyata sambil mengumpulkan kisah-kisah nyata yang siap TS bawakan di akun kutilkuda ini.
 
Tanpa berbasa-basi, kali ini TS akan bawakan sebuah kisah nyata dari seorang tetangga kontrakan TS. Beliau ini seorang bapak paruh baya. Beliau sangat taat beribadah dan ane sangat senang ngobrol dengan beliau ketika waktu senggang. Dan akhirnya beliau menceritakan kisah hidupnya yang sedang dia alami akhir-akhir ini. Sebuah dilema dan masalah yang cukup membuat keringat menetes setiap kali beliau memikirkan hal ini. Mungkin karena lagi musim kemarau jadi keringetan hehehe.. bercanda..

Langsung saja, berikut adalah ceritanya…

Anakku Depresi di RSJ karena aku RUQIAH dan ku marahi berkali-kali sebab ia BENC*NG

Perkenalkan namaku Setyo. Orang-orang memanggilku pak Tiyo. Aku seorang pedagang kerupuk kulit ikan di sebuah kota di Jawa Tengah. Aku memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki. Anak laki-laki terakhir inilah yang ku tunggu-tunggu karena dua kali memiliki anak tetapi munculnya perempuan. Kalian pasti tahu betapa bahagianya memiliki anak laki laki bagi seorang pria sepertiku. Aku dari dulu ingin memiliki anak laki-laki karena pasti sangat membahagiakan sekali apabila bermain dengan mereka, berlari-larian bermain bola, lari pagi bersama, dan bila ia telah beranjak dewasa, ia akan berdiskusi bersama denganku membicarakan hal hal yang diketahui seorang pria. Itulah mengapa aku ingin memiliki seorang anak laki-laki sejak aku menikah dengan istriku.

Akhirnya di usiaku yang menginjak 37 tahun, lahirlah anak ketigaku. Anak laki-laki yang telah ku tunggu sejak awal menikah kini lahir juga. Hidungnya sangat mirip denganku, warna kulitnya putih seperti ibunya. Mendengar tangisannya dan gerakan gerakan tangan kecilnya, membuatku menyayanginya dan ingin selalu menggendongnya. Aku beri nama dia “Rasyid”.  

Anakku ini kujaga, ku sayangi dan ku nafkahi sekuat tenagaku. Aku ingin ia bertumbuh dengan sehat dan menjadi laki laki yang kuat dan bias menjadi kebanggaan ayahnya dan ibunya. “Nak, bapak akan berjuang sekuat tenaga bapak, untuk beli susu dan kebutuhanmu. Kakak kakakmu juga akan bersekolah di bangku SMP dan SD. Rasyid juga akan tumbuh jadi anak laki laki sehat ya nak”, ucapku dalam hati sambil menggendongnya. Aku semakin semangat bekerja, bahkan aku juga bekerja di pabrik untuk menambah pemasukan. Istriku berjualan kerupuk kulit, aku bekerja di pabrik sekaligus mengurusi usaha kerupuk ini. Malam hari aku persiapkan jualan ke pasar, siang aku bekerja. Sore aku mengurusi rumah sambil menemani anak-anakku. Betapa beratnya hidup ini tetapi aku semangat demi anak anak ku.

Tetapi seiring berjalannya waktu, ada yang berbeda dari anak laki laki ku dalam pertumbuhannya. Ia tidak se aktif anak laki laki lain. Ia lebih suka di rumah, bermain masak-masakan bersama kakak-kakaknya. Aku mengingatkan kepada Rina dan Ruri untuk tidak mengajak Rasyid bermain masak-masakan. Mereka selalu berkata bahwa Rasyid lah yang memaksa untuk ikut. Disaat banyak anak laki laki bermain bola atau berkeliling mengejar layangan, ia malah sibuk di kamar main boneka kakaknya. Aku tegur untuk tidak menyentuh mainan perempuan itu. Ia menangis dan menyendiri di kamar. Tetapi aku tetap menyayanginya dan berusaha mengajari hal hal berbau pria kepadanya. Aku ajak dia bermain bola di depan rumah, ku belikan sepatu bola dan fasilitas mainan bola. Tetap saja dia tidak menyukainya, bahkan malah terlihat lemas atau berpura-pura sakit.

Ku pikir, ia tidak suka bola. Jadi aku alihkan lagi ke permainan anak laki laki lain. Aku ajak bermain badminton, lempar bola, laying-layang, kelereng dan permainan game seperti balap ataupun tembak-tembakan. Tetapi tetap saja dia tidak tertarik. Dia lebih suka nonton acara acara anak perempuan, berjoget joget ala cherrybelle di tahun 2012 disaat ia masih SD kelas 2 kala itu.

Semakin beranjak besar, ia malah semakin melambai. Semakin centil dan berlagak seperti perempuan. Ia bermain dengan anak anak perempuan di sekitaran rumah ataupun teman sekolahnya. Aku selalu menegurnya dan memarahinya. Sampai sampai aku cari tahu teman teman sekolahnya siapa saja, lalu menghubungi salah satu teman pria di sekolahnya yang tidak terlalu gaul tetapi macho. Namanya Sandi. Ia anak pintar di sekolah itu, temannya itu anak laki laki penyuka anime, game online dan juga sering membaca buku. Aku pikir setidaknya Rasyid bias bergabung dengan mereka, karena tidak menyukai bola ataupun olahraga. Jadi Rasyid pasti bisa mengikuti alur pergaulan Sandi dan kawan kawan prianya. Aku bahkan memberikan uang saku tambahan untuk Sandi dan kawan-kawannya agar bisa mengajak Rasyid bermain bersama. 

Tetapi gagal, Rasyid malah tidak nyaman dan terkesan pemalu seperti perempuan yang di kelilingi pria pria.
“om, Rasyid nya malah kabur om. Malu malu kayak mau di apain aja.. malu kami om kalo kayak gitu..”
“ Rasyid lebih suka kumpul sama Gisel, Annind dan Ismy kalo istirahat dan sepulang  sekolah. Kami kalau mendekati mereka malah dikira mengganggu anak perempuan”
Itulah ungkapan mereka.. gagal lagi.. Aku tak henti hentinya menegur Rasyid. 

“ Syid.. kamu itu anak laki satu satunya bapak, jangan bergaul sama cewek terus, nanti kamu jadi perempuan. Dosa nak.. ingat kodrat kita itu laki laki. Harus bisa jadi pemimpin, jangan malah seperti perempuan”
“Kamu boleh jadi laki laki kalem, melankolis atau pemalu. Tidak jago bergaul pun tidak masalah. Di rumah terus juga tidak masalah, Tetapi cara bergaul, cara bertingkah, cara perilaku kamu itu ya selayaknya laki laki to..”
“ Kamu tidak apa apa tidak bisa bola, tidak apa apa gak suka game laki laki.. Tapi, perilaku kamu itu di jaga agar tidak menjadi perempuan.. Dosa nak”

Itu aku ucapkan setiap kali menasehati Rasyid. Anak laki laki ku yang kusayangi malah bertingkah layaknya perempuan. Sempat ku intip kamar nya, dia sedang berjoget joget ala girl band korea. Sebenarnya tidak apa apa suka music korea cewek, karena mereka cantik. Aku sering melihat banyak yotuuber pria menyukai girlband cewek, Karena cantik dan suara bagus. Tetapi rasyid ini tidak menyukai hal itu, ia malah MERASA CANTIK seperti mereka.

“na tul se. anyong.. aku Raisya Twice…”, ucapnya sambil menaruh tangan kanan di dada dan membungkuk di depan cermin. Seolah ia punya dada yang harus ditutupi.  aku dengar itu dari kamarnya.. 

“Astaghfirulloh nak.. kok malah makin centil ini gimana” , batinku. Aku pun berdiskusi dengan istriku masalah ini. Ia malah tidak tega dengan Rasyid karena aku selalu memarahi dia dan membentak nya karena berperilaku seperti wanita. Akhirnya di tahun 2017, saat ia kelas 8 SMP, aku bawa dia ke Ruqiah.

Katanya ada jin wanita yang nempel di Rasyid. Ia di doakan, di pijat jarinya, di ikat dan di guyur air suci. Tetap saja, masih centil. Sebulan setelahnya, ku bawa lagi ke tempat lain. Hingga ia lulus SMP, terus aku tekan ia dengan ruqiah dan amukan ku agar tidak menjadi benc*ng. Tetap saja, tidak menjadi laki laki. Tetapi ia malah menjauhiku, diam, dan menutup diri. Ia melihatku seperti guru pengawas di rumah. Ia malah takut dengan ku. Tetapi kalau aku halusi dia, dia pasti akan semakin menjadi. Aku takut dia ubah kelaminnya. Aku takut dia jadi perempuan. Ya Allah, cobaan apa ini.

Di tahun 2022 ini, tepatnya Februari 2022, aku marah besar. Rasyid yang pendiam dan menjauh dariku membuatku merasa kecewa berat karena tidak ada perubahan dalam dirinya dan malah terus tenggelam dalam pergaulan lingkaran wanita. Tanpa sengaja aku melihat notifikasi chat nya dari temannya
“Raisya..  gimandose cucok gak lipstiknya? jangan ampe ayahanda tau, entar bisa metong.. tekotek eike nek”

Aku tidak mengerti bahasa itu apa, tetapi yang membuatku kecewa dia itu namanya Rasyid bukan Raisya, terus ada lipstik, dan jangan sampai ayahanda tau. Rahasia apa yang ia sembunyikan dariku. Lingkaran apa dalam pergaulannya. Kok sampai dirahasiakan padaku.

Rasanya aku amat sangat kecewa. Aku memberi nama baik baik “Rasyid” kok malah ganti nama jadi Raisya. Aku merindukan anak laki laki sejak pertama menikah, dan hingga akhirnya di berikan Rasyid. Tetapi dia dan lingkaran pertemanannya terkenal sebagai seorang wanita. Aku amat sangat kecewa, merasa gagal sebagai ayah karena tidak bisa mendidik nya menjadi laki laki sejati. Aku gagal tidak bisa menjaga dia dari pergaulan yang salah. Aku pikir pikir, dulu dia selalu ku perhatikan, tetapi mengapa dia seperti ini. Apa karena dia sering bergaul dengan kakak kakak perempuannya, atau aku yang salah dalam mendisiplin dia sehingga dia tidak nyaman dan terus kekeuh menjadi laki laki melambai begini.

Setiap pertemuan dengan bapak-bapak, selalu disinggung perilaku anakku. Cara jalannya, cara bermain, cara berbicara layaknya perempuan. Bahkan ibu ibu mencoba menyindirku dengan ungkapan yang sebenernya menyakitkan tetapi di perhalus saja, misalnya

“wah Rasyid itu rajin ya pak, pinter masak, pinter nyuci. Wah yang perempuan kalah.. kalo jalan juga klemar klemer.. perempuan aja kalah.. hahaha”
“Pak, anaknya diajak main bola, biar LAKIK”
“Hati hati lho pak nanti kebablasan.. bisa kayak artis operasi itunya”

Dan masih banyak lagi ucapan orang orang.. bagaimanapun aku menyayangi Rasyid, tetapi aku tetap tegas dan mendisiplin nya untuk menjadi laki laki sejati.
Jujur, aku sudah menutup telinga dari omongan orang. Semua tetangga juga tidak pernah berhenti menasehati dan menegurku soal perilaku anakku. Ada yang bilang anakku ini kelainan tidak ada kelamin nya, ada yang bilang aku salah didik, ada yang bilang kurang perhatian ayah. 

Padahal sejak kecil selalu ada waktu untuknya. Memang ku akui, semenjak ia SMP, aku lebih ketat perihal perilaku Rasyid. Aku melarang dia untuk bergaul dengan wanita, bermain hal hal wanita, dan bertingkah laku layaknya pria, dan yang pasti melakukan ruqiah setidaknya seminggu hingga dua minggu sekali di sebuah rumah kyai yang terkenal dalam pelayanan ruqiah.

Ternyata Rasyid malah tertekan mentalnya. Akhirnya bulan Juni lalu, ia depresi. Menangis terus, diajak bicara hanya diam, tatapannya kosong, pucat dan tak mau makan. Aku pun  kawatir lalu ku bawa ke rumah sakit. Kata dokter, ia terkena depresi dan dirujuk ke RSJ di jawa Tengah. Ia menangis sendiri, diam lagi, tatapan kosong dan sekali bicara berucap "ayah jahat, kenapa aku harus lahir?"

Hancur rasanya hati ku ini. Rasyid, andai kamu tahu isi hati bapakmu ini, nak. Ayah hanya ingin kamu itu normal.

“ya Allah… apa aku salah mendidik anak dengan begini agar ia menjadi lelaki tulen.. tetapi malah ia sekarang depresi di RSJ”

Entah aku harus bagaimana… yang ku pikirkan sekarang, Rasyid bisa sehat kembali. Bisa sekolah lagi, bisa bicara dan beraktifitas lagi. Mungkin inilah kesalahanku yang terlalu mendisiplin dia dan memaksa Rasyid ruqiah berkali kali. Belum lagi tekanan dariku untuk dia bertingkah seperti pria normal lainnya. Entahlah aku harus bagaimana. Aku yang salah. Semua salah ayah nya yang gagal mendidik anak.


Untuk anakku Rasyid…
“Nak.. maafkan bapak yang terlalu ketat disiplin kepadamu. Tetapi ini semua karena bapak tidak mau kamu terjerumus semakin dalam kedalam dosa najis itu. Allah akan marah bila kamu begitu.
Tetapi sekarang, yang penting kamu sembuh dan sehat dari depresimu. Setelah sembuh, bapak hanya minta satu. Jangan berhubungan dengan sejenis ya nak.. tetapi kalau memang tidak bisa, bapak akan berusaha menerima kamu apa adanya, tetapi jangan ubah kelaminmu dan meninggalkan bapak. Kamu anak laki laki bapak satu-satunya. Bapak saying sama kamu, nak”
 
Salam,
Pak Tiyo- Magelang


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tika1909 dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Effort sang ayah sudah luar biasa....salute
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makgendhis dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kok gue nangis yaa bacanya... Syedihh gituuu... Engga kebayang kalau kejadian ini nimpa gue, amit amit amit.... Tapi seharusnya dari awal sii bapak sudah ada mencurigai tentang keanehan pada sii anak aturan dibawa ke psikolog anak bukan di ruqiah. Lagipula lebih bagus ruqyah mandiri, daripada di ruqyah orang.
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan YohanChan~ memberi reputasi
Diubah oleh ntu.ntu
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ini cobaan yg besar emang , tp sebagai seorang ayah anda sudah melakukan yg terbaik emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
anakpenakut dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
kasus mirip sama saudara ane gan. tapi bedanya ponakan ane itu kidal. dari kecil dimarahin terus,kalo makan pake tangan kanan !!!

tapi dasarnya kidal itu kehendak Tuhan.sampe suatu ketika dia udah SD kelas 4,dia main kerumah ane. makan disini trus ibu ane nasehatin lagi kalo makan pake tangan kanan. tangan bagus kalo cewe tuh harus sopan dll.

anaknya diem lalu ane bilang
"kamu nyaman makan pake tangan ini? (kiri) "
dia ngangguk
"kalk nulis juga paks tangan ini?"
ngangguk lagi
"yaudah kalo disini gpp pake tangan ini. lanjutin makannya"
lalu ane bilanh sama ibu
"dia itu kidal dari kecil bu,bukan mau dia kaya gitu. itu udah dari sananya,g bisa dia lawan. kasihan dia yg kidal alami malah di suruh sesuatu yg dia sendiri g mampu melakukannya. emg simpel bagi kita yg normal,tapi bagi anak yg terlahir unik ya beda"
ibu lalu melunak
"yaudah tapi diusahakan kalo ditempat orang jangan gitu ya. bila perlu jangan makan ditempat orang. dirumah aja" kata ibu

kita semua sayang dia namun kadang cara kita belum tepat dalam penyampaian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makgendhis dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
hmmmm susah siii.. dblg najis? gmn yaaaa,, genetik jg kan..
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Saya memiliki isu semacam ini, karna saat kecil keseringan main dengan perempuan. Bagi saya itu masa lalu yang berdampak dengan kepribadian saya. Saat ini menjadi seorang yang merasa tidak normal klo di keramaian.
profile-picture
profile-picture
johny251976 dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sad. Telaten banget orang tuanya.emoticon-Mewek

Terkadang, emang ada beberapa garis takdir yang sudah ditentukan tuhan yang nggak bisa kita ubah seberusaha apapun itu.

Semangat bua Pak Tiyo
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Semangat pak tiyo... Doakan saja anak bapak selalu sehat, minta aja sama yg diatas pak biar anak bapak tetap selalu lurus jalannya, dan satu lagi pak yg namanya anak pasti akan ttp selalu ingat sama orang tuanya... 😢
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pak Tiyo, maaf ya, pertama-tama menurut saya tidak bijak memaki anak sebagai bencong dsb, dan juga memaksa anak untuk berubah orientasi seperti itu. Sepertinya memang anak Bapak itu adalah LGBT dan mungkin saja Bapak tidak menyetujui dan membenci tindakannya, namun Bapak perlu tetap mencintai anak Bapak itu.

Saran saya, cobalah mencintai dan menerima dia apa adanya, sering berdiskusi dan arahkah ke arah positif. Jika bisa berubah syukur namun jika tidak bukan berarti anak Bapak tidak layak untuk dicintai. Acuhkan saja masyarakat yg menghina Bapak dan anak Bapak. Selalu ada karma, di mana suatu saat mereka juga mungkin mengalami yang Bapak rasakan. Bapak lebih baik fokus membangun hubungan dengan anak Bapak, bahkan jika perlu meminta maaf dan semoga anak Bapak bisa sembuh dari gangguan kejiwaannya.

Orientasi anak Bapak bukan kesalahan Bapak atau anak Bapak. Itu adalah rahasia alam dan anak adalah titipan. Jangan sampai anak Bpk jadi gila dan atau malah bunuh diri karena stress akibat tidak dicintai okeh orang tuanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
prosperity24 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Wah...anak ane yg cowok dulu kecil nya juga begitu main nya masak2an,sempet kuatir juga awal nya,akhirnya ane alihin perhatian nya ane arahin ke alam sekarang malah kayan tarzan main nya di kebon terus bawa pulang hewan2 liar,ular,kadal,serangga,ikan2 sungai..🤦‍♂️🤣
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jakompank dan 2 lainnya memberi reputasi
bw k ustad2 salafy untuk druqyah dn belajar agama
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Biasanya ada hal hal tertentu yg bikin perubahan perilaku dari kecil . Salah satunya traumatic masalalu / pengalaman masalalu . Jika perilaku tersebut sudah menjadi bagian pikiran atau jati diri , bakal susah untuk dihilangkan . Karena orng yg bersangkutan bakal mikir dan merasa hal itu normal untuk dia malah yg normal itu (dirasa aneh untuk dia) . Dan dia bakal harga diri dia bakal jatuh dan serasa bersalah (cikal bakal kepikiran terus tentang kehidupan dia jati diti dia dia itu apa,kok bisa seperti itu dll, intinya bnyk pikiran) jika banyak orang yg menekan dia .
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kadang orang tua membesarkan anak seperti robot sih, selalu harus dengerin perintah2 lebih parahnya dengan cara toxic bukanya si anak bertumbuh secara positif kadang malah sebaliknya. Contohnya bisa jdi kasusnya ya deperesi bahkan ke hal2 negatif.

Anak juga manusia, mereka cuma mau hidup selayaknya manusia bukan hidup seperti robot yang selalu di perintah.

Kayanya mesti kita tuh mesti berteman bgt deh jgan sampe anak takut rata2 anak takut sih jadi ngejaga jarak dengan orang tuanya.
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Diubah oleh maximumtunexxd
Gue udah sering baca kasus ada anak laki-laki melambai terus dikerasin sama ortunya. Tapi baru kali ini gue baca ada yang sampai masuk RSJ. Biasanya mereka kabur dari rumah. Terus hidup di jalanan jadi bencong pengamen atau jual diri. emoticon-Big Grin

Walaupun gue gak setuju dengan praktek LGBT tapi jangan terlalu keras. Karena itu gak menyelesaikan masalah. emoticon-Big Grin


profile-picture
jakompank memberi reputasi
emoticon-Ngakak
biarin aja
Ko ane ngeliatnya tu anak tertekan dari kecil ya. Ortu nya ngarep bgt anak laki nya macho. Tp ga gitu jg kali
Ini cerita asli?
Serba salah sih emang,
Si pak tiyo pgn punya anak macho
Gw malah gedeg bgt sama kelakuan anak gw yg trlampau "cowok",
Kelas 6 sd udah doyan nglayap sampe malem, naik motor jauh2, nyoba rokok, nyemir rambut kek jamet

Skrang aja pak Tiyo pgn anaknya macho, tp coba kalo anaknya jd (so called) macho beneran, bakal puas kah? Apa jd gedeg kayak gw jg dan berharap anaknya jd anteng lg?
Manusia ga pernah puas pak.
Misal anaknya nanti bisa jd macho, pasti ttp akan ada hal2 yg bikin pak Tiyo ga puas lg

Jadi ortu tu nerima aja dgn legowo setiap karakter anak.
Jgn maksa anak jd seperti keinginan kita.
Kita sndiri aja susah bgt menjadi seperti yg kita impikan, kok mau maksa anak menjadi seperti yg kita impikan.

Kita memang wajib ngarahin anak jd bener,
Tapi ya gausah maksa sampe berlebihan.
Yg penting mreka ga merugikan orang lain, ga nyakitin orang lain dan diri mreka sendiri.

Gw pernah liat reality show amerika (lupa judulnya, klo ga salah what would you do).
Ada episode spasang ortu punya anak dragqueen dan mreka marahin anaknya itu karna malu anaknya dandan cewek siang2 (anaknya kebetulan mau perform di sekolahnya)
Lalu orang yg lg makan disamping mreka bilang "aku akan bangga kalo dia jadi anakku,, karna aku baru aja dr makam anakku.
Anakku sudah mati. Jadi kalau anakku bisa hidup lg, walau dia jadi banci, aku akan terima dgn bahagia, daripada aku harus ke pemakamannya"

Jd yg bisa gw rangkum dr kasus gw, yg mungkin bisa jadi sdikit insight buat pak Tiyo:

Gw ga mau bgt kalo anak gw kecewek2an kayak anak pak Tiyo.
Tapi nyatanya gw jg ga mau anak gw trlalu cowok.
Sampai akhirnya gw nyadar yg gw mau itu ya anak gw. Gw mau anak gw. Terlepas bagaimana sifatnya
profile-picture
belibeli69 memberi reputasi
Diubah oleh peemz
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Sebenernya Tadi Bapak bawa ke Rehab Semi Militer....Coba Bapak Tanya Informasi dimana Rehab Semi militer
profile-picture
mypurplesaturn memberi reputasi
Jadi ingat dulu teman ane pernah cerita punya teman klemer-klemer gitu.
Bukan di ruqiah atau keagamaan yg teman ane pake, malah ngundang ngajakin setan emoticon-Hammer (S)

Beberapa teman yg beneran perduli udunan sewain cewe, kemudian itu teman yg klemer-klemer dikunci dalam kamar bareng itu cewe yg ditugasin bikin enak dan bikin sampai dia bersyukur dan tau enaknya jadi laki emoticon-Malu
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di