KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / Kekoreaan /
Quotes Twenty-Five Twenty-One Bagian 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62c8f623cfd63213da38ae51/quotes-twenty-five-twenty-one-bagian-1

Quotes Twenty-Five Twenty-One Bagian 1

Hi semuanya!
Kali ini aku akan membagikan kutipan-kutipan yang ada di drama korea Twenty-Five Twenty-One.

Aku yakin yang pencinta drakor pasti nggak akan kelewatan nonton drama ini, karena beberapa waktu lalu pernah menjadi perbincangan dan juga karena ratingnya yang lumayan tinggi.

Jadi drama Twenty-Five Twenty-One ini menceritakan tentang atlet anggar yang pantang menyerah dengan impiannya, walaupun keadaannya memaksakan dia untuk berhenti beranggar tapi dia selalu berusaha menemukan cara supaya bisa beranggar kembali, dan dia bernama na hee-do. Kemudian na hee-do bertemu dengan back yi-jin seorang pria yang berkerja keras demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih tepatnya dia berusaha untuk bangkit dari dampak krisis yang di alami Korea selatan pada tahun 1998. Jadi begitulah, silahkan ini menjadi rekomendasi drakor yang wajib ditonton, karena sebenarnya drama ini kebayakan yang dimunculin tentang perjuangan meraih impian.



Here we go!




"Rencanamu dalam melindungi mimpi memang salah, tetapi tekadmu benar. Aku hanya memikirkan hal yang sudah hilang. Namun, kau memikirkan hal yang bisa kau raih. Aku ingin begitu mulai sekarang."






"Kau mau kembali ke masa itu? "
"Ingin sekali."
"Apa yang paling kau rindukan?"
"Aku hanya merindukan kekhawatiran di saat itu. Seperti tugas yang terlalu banyak, senior klub siaran yang menakutkan, takut membuat kesalahan di panggung saat festival, atau gadis yang kusukai malah tidak menyukaiku. Kekhawatiran seperti itu."





"Sekarang aku tahu kenapa aku payah dalam beranggar. Hal yang paling penting dalam beranggar adalah menjaga jarak dari lawan. Aku gagal melakukan itu. Aku terlalu berharap banyak, baik kepada Ko Yu-rim maupun kepadamu."





"Aku gagal mengendalikan jarak dengan semua orang yang kusuka. Aku tidak bisa menyukainya lagi."





"Artinya, tidak ada tragedi seutuhnya, begitu juga dengan komedi seutuhnya. Namun, semoga jalan yang terbentang di depan kita lebih dipenuhi dengan komedi. "





"Karena aku salalu kalah saat bertanding. Aku tak bisa menganggap tiap harinya adalah tragedi hanya karena terus kalah. Itu lebih mudah dilupakan dengan tawa. Setelah itu, aku bisa maju lagi."







"Aku tidak kecewa meski mimpiku tidak jadi kenyataan. Aku sudah terbiasa kalah dan gagal."
"Orang-orang menyebut itu. Kekuatan mental. Semua orang ingin memiliki hati yang kuat, yang tidak takut kalah dan gagal sepertimu. Aku ingin bisa jadi sepertimu yang begitu. Mungkin karena itu setiap kali mentalku melemah aku ingin bersama denganmu. Kau atlet yang sudah paling sering kalah dipertandingan pemilihan nanti. Kau membuat tangga dengan pengalaman kalahmu. Coba pikirkan. Kini tanggamulah yang paling tinggi. Naiklah perlahan dan raih yang kau inginkan. "
"Kenapa kau mendukungku? Padahal ibukupun tidak mendukungku."
"Karena kau memberiku harapan. Maka itu, aku jadi menginginkanmu. Aku juga menginginkan diriku berhasil."
"Hal apa dariku yang membuatmu bagitu?"
"Entahlah, hanya saja jika kau berusaha, aku juga jadi ingin berusaha. Kau membuat orang lain bertumbuh juga, tidak hanya dirimu. Dukunganku adalah pujian dari dirimu yang seperti itu."
"Aku akan bawa seluruh dukunganmu. Lalu, ayo kita menjadi hebat bersama."





"Aku tidak akan kabur lagi. Aku ingin memulai semuanya dari awal."





"Dahulu aku pernah bilangkan? Jika kau berhasil, aku juga jadi ingin ikut berhasil. Sekarang sudah waktunya aku berusaha untuk berhasil. "






"Aku selalu berdoa agar kau tidak menderita. Apakah doaku dikabulkan?"
"Aku sempat terpuruk, tetapi segera bangkit lagi. Aku berhasil bangkit."
"Sudah kuduga akan begitu."






"Kau mendadak menghilang, lalu muncul serasa tidak ada apa-apa.lalu kau menanyakan kabarku? Lantas kabarmu baik? Kini sudah baik?"
"Maafkan aku. Namun, aku lebih kuat dari sebelumnya. Aku berusaha untuk begitu. Maka itu, aku tak menghubungimu."






"Kau harus merasakan cinta sesungguhnya. Baru perpisahan akan terasa menyedihkan."






"Kim min chae jujurlah pada Ibu. Kenapa kau mau berhenti menari balet?"
"Aku tetep payah meski sudah berusaha."
"Jadi, balet kini tidak menarik lagi?"
"Apakah kau berpikir kemampuanmu seharusnya meningkat seperti lereng inikan? Bukan begitu, kemampuan meningkan bak tangga, bukan seperti lereng, seperti ini. Lalu biasanya orang-orang merasa ingin menyerah di titik-titik ini. Setelah melalui ujung ini, nantinya seseorang akan berkembang pesat, tetapi dia tidak menyadarinya. Kenapa begitu? Karena dia merasa titik ini akan abadi."
"Sungguh begitu?"
"Tentu saja, ibu bukti hidupnya. Pikirkanlah dengan baik. Apakah balet membuatmu senang atau karena pujian mengikuti balet? Jika kau senang karena dipuji, maka kau boleh berhenti. Namun, jika balet membuatmu senang, Pikirkanlah sekali lagi. "





"Jika nanti beranggar tidak semulus keinginanmu, ingatlah satu hal ini. Kemampuan tak meningkat bak lereng, tetapi bak tangga. Naik selangkah demi selangkah."






"Meski ada kalanya kita merasa sedih karena semua seperti mengabaikan kita, tetapi dihari lain kita tertawa terbahak-bahak. Persahabatan kita selalu berlebihan, tak berdaya di depan cinta, dan sering patah semangat. Kegelisahan dan helaan napas bercampur dengan canda dan tawa, lalu membuat bentuk sesuka mereka. Mungkin sekarang kita sedang berada di tengah masa muda kita. Aku tahu betul betapa sakitnya rasa sakitmu yang bertumbuh.
Terimakasih karena sudah memahami, back yi-jin."




"Aku tidak tahu sebelumnya, Tetapi ternyata ada utang yang bisa dilunasi dengan perasaan."




"Kenapa kita semua tidak punya uang dan payah begini?"
"Memang kenapa? Aku suka diriku. Aku senang hidup jadi diriku."




"Kau tidak mau menjadi orang tidak dewasa yang tidak bisa minta maafkan? "




"Rasanya hidupku terlalu membosankan."
"Bukankah hidupmu sangat asyik?"
"Karena membosankan, aku terus berusaha berbuat sesuatu. Namun aku merasa senang jika bersama ji-woong. Sesuatu pasti terjadi jika bersama dia. Lihat dia sekarang, karena aku bermain dengannya, aku sampai di pantai."




"Mana ada hal yang abadi, semua hal hanya sementara dan hidup terus mengalir. namun, itu tak sepenuhnya buruk."





See you



Link bagian 2 nya, aku taruh dibawah👇
https://kask.us/iMVHG

Gambar Sensitif
Quotes Twenty-Five Twenty-One Bagian 1


https://lulumahfudhoh.blogspot.com/
Diubah oleh lulumahfudhoh27


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di