KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengapa Masyarakat Indonesia Makin Banyak "Gagal Paham" Dan Beropini Tanpa Dasar?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62c6aa9460bcb60106725de0/mengapa-masyarakat-indonesia-makin-banyak-quotgagal-pahamquot-dan-beropini-tanpa-dasar

Mengapa Masyarakat Makin Banyak "Gagal Paham" Dan Beropini Tanpa Dasar?

Mengapa Masyarakat Indonesia Makin Banyak "Gagal Paham" Dan Beropini Tanpa Dasar?
Mengapa Masyarakat Indonesia Makin Banyak "Gagal Paham" Dan Beropini Tanpa Dasar?
Sebelumnya saya ingin menggarisbawahi dulu apa yang saya maksudkan dengan "gagal paham" dan beropini tanpa dasar. Mari kita memberi definisi satu demi satu terlebih dahulu mengapa lantas saya kemudian berpendapat sedemikian.

Dari segi bahasa, gagal paham (saya sengaja memberinya tanda petik karena ini merujuk pada konteks tertentu atau informasi tertentu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh orang atau sekelompok orang tertentu) adalah suatu keadaan yang dipandang dalam dua sisi, yaitu :

Pertama dari sisi informasinya yang mana keabsahan suatu informasi yang didapatkan entah itu dari media atau secara verbal disampaikan oleh seseorang dan disaksikan atau didengarkan langsung masih diragukan karena seseorang yang menyampaikan informasi ini adalah bukan sumber primer. Seringkali kita tidak bisa membedakan yang mana fakta berdasarkan data dan yang mana opini yang di dasarkan pada analisa dari data. Dua hal ini tentu saja berbeda secara substansi. Perbedaan substansi ini ditambah lagi dengan stigmatisasi atau streotyping yang cenderung menghakimi sesuatu tanpa terlebih dahulu mengetahui informasinya akan menyebabkan "gagal paham". Di era media sosial yang masif ini, "gagal paham" yang awalnya hanya dialami oleh satu individu saja bisa menjadi pemahaman umum dan jika kejadian semacam ini berulang secara terus-menerus akan dianggap sebagai sebuah fakta kebenaran. Dampaknya, kita akan dengan mudah menaruh stigma dan kesan pada orang atau hal tertentu hanya berdasarkan informasi yang tidak valid semata. Pada bagian yang lain, ini dapat mengakibatkan merebaknya berita palsu atau berita bohong atau yang populer disebut hoax.

Yang kedua dari sisi behaviour masyarakat kita yang cenderung menyukai hal-hal super cepat dan instan. Tidak ada keinginan dan usaha untuk menggali dan menemukan sesuatu dari sumber aslinya. Keadaan ini juga semakin diperparah oleh minimnya literasi akibat rendahnya minat baca di kalangan masyarakat kita. Orang-orang memilih mengandalkan sumber-sumber yang hanya berasal dari internet seperti searching google daripada mencari sumber yang lebih kuat semisal buku, artikel atau jurnal yang merupakan hasil sebuah observasi yang tentu saja tingkat akurasinya lebih tinggi.

Pada akhirnya, output dari kondisi ini adalah masyarakat yang "gagal paham" dan mudah menyampaikan opini secara serampangan tanpa data. Belum lagi pembelahan akibat isu-isu primordial yang masih saja berlangsung entah itu akibat kontenstasi politik atau fanatisme identitas yang berlebihan makin menambah buruknya situasi. Kedepannya, masyarakat Indonesia harus diberikan pencerahan tentang pentingnya literasi dan pengetahuan. Sehingga dengan adanya keterbukaan dan saling memahami akan menyebabkan lebih banyak masyarakat yang bisa berpikiran terbuka, rasional dan mengutamakan akal sehat dalam beropini.

*===*


Kendari, 7 Juli 2022
Written by Ali Marwan
Founder, Positive Vibes91
profile-picture
ovihan19477 memberi reputasi
Diubah oleh albyabby91
Halaman 1 dari 3
Counter strike emoticon-kuyapproved
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bagus bgt...
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Sama..ane juga lebih gagal paham lagi. Apa masalahnya profesi Tukang Baso?
emoticon-Cool
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Quote:


Ada yang kurang bre, orang2 lebih senang baca berita yang disebar oleh grup wa dari sumber yang tidak jelas dibanding dengan poin2 yang ente sebut padahal sumber2 buku, artikel, dan jurnal itu jumlahnya bejibun emoticon-Jempol
profile-picture
knoopy memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Ada yang aneh dengan netizen kita...
Post yang mendapatkan banyak likes dianggapnya adalah berita benar emoticon-Hammer2
profile-picture
caerbannogrbbt memberi reputasi
Diubah oleh Pathela
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
karena banyak yg gobl*k.. Udah gitu aja..
profile-picture
xandernathaniel memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
goblok bawaan. dah, gitu aja.
profile-picture
xandernathaniel memberi reputasi
Karena arus informasi sering didapat..
Dan masalahnya adalah sekarang itu ada algoritma machiene learning yg mana elu hanya terus2an dapat informasi sesuai profiling..

Kalau elu suka baca2 tentang bumi datar, maka informasi2 yg didapat di IG, FB dll itu hanya dr sumber2 yg akan ngasih lu informasi bahwa bumi datar..
Sehingga terjadi bias..
Gak pernah dapat informasi dr sudut pandang lain..
profile-picture
gembelngehe memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Lebih baik di teliti dulu yang jelas sebelum mengekspost(pengingat diri juga)
Faktor pendidikan rendah dan low life pemicu orang males berfikir emoticon-Traveller
Malas baca, malas melakukan riset mandiri secara ilmiah, percaya berita dari akun gosip, jarang terlatih untuk berpikir objektif.. hopeless lah pokoknya.
profile-picture
xandernathaniel memberi reputasi
Ribet bahasanya anjier... gw sih berpegang pada data, fakta, realita dlu masi okelah no pic = hoax skrg sih udh ga berlaku.. sekarang yang penting hasil.. udh itu aja...
Gan itu foto yg diatas siapa yah gan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Enak soalnya ga pake mikir, toh ga ada yang nangkep, yang banteh dipelototin juga kicep, apalagi kalau yang melototin rame dan pake kostum semua gitu bawa2 nama yang di atas.


iya kebanyakan warga plus 62 memang kalau memperoleh informasi ditelan mentah mentah kemudian dimuntahkan lagi. mungkin karena daya pikir masyarakat masih rendah, dan berita yang diterima dicerna dulu lah dipahami apa maksud dan tujuannya
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Mungkin masyarakat kita lebih tertarik pada berita yang negatif ketimbang melihat cek dan ricek kebenaran nya.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mungkin karena otaknya sudah rusak
membedakan opini, hipotesam dan teori saja masih bingung.
pasti sering baca kalimat seperti ini:
1. gini bro teori gua, dr.strange bakal ngelawan mepisto.
2. teori gua anime ini akan memiliki ending yang biasa aja.
3. ahh cuma teori, saya tidak percaya.
profile-picture
supremacist memberi reputasi
Ane juga gagal paham sama konten youtube "ATM Terisi Sendiri Dengan Shalawat"
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hargai pendapat org.. gitu aja sih..
Halaman 1 dari 3


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di