KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62c533765234f8501b6530d8/dilema-aborsi-para-korban-pemerkosaan

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Menurut Anda seperti apa hukumnya aborsi? Tentunya apa yang disebut aborsi itu haram dalam agama dan dalam keadaan tertentu termasuk ilegal dalam hukum di negara ini. Hukum mengenai aborsi diatur dalam UU no. 39 tahun 2009 tentang kesehatan yang mana dijelaskan alasan-alasan aborsi diperbolehkan sekaligus juga dilarang.

Pada pasal 75 dijelaskan beberapa kondisi yang dapat mengecualikan larangan aborsi, di antaranya adalah bila kehamilan mengancam nyawa sang ibu atau adanya kemungkinan genetik bawaan genetik cacat yang akan menyulitkan hidup sang bayi nantinya.

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Dalam pasal itu pula dituliskan bahwa bayi yang tercipta dari pemerkosaan dan dapat menyebabkan trauma psikologis bagi sang ibu, legal untuk diaborsi. Tentunya praktek aborsi ini harus mendapat persetujuan dari pihak-pihak bersangkutan dan juga tenaga kesehatan berwenang.

Meski demikian itu secara hukum, bagaimana dengan sudut pandang moral?

Mungkin buat yang masih ingat dengan band Padi pasti ingat lirik lagu mereka yang bunyinya; ’Kita terlahir bagai selembar kertas putih.’ Nah, itu dia, tak ada bayi yang terlahir dengan dosa. Tak peduli meski lahir di kandang babi sekali pun, seorang bayi itu suci layaknya kertas yang baru dicetak. Dan karena anggapan itulah aborsi dianggap sebagai sebuah kejahatan keji, tak peduli meski sang ibu adalah korban pemerkosaan.

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Mungkin di sekitar Anda sendiri ada banyak orang yang suka sekali ikut campur urusan orang lain. Mereka selalu mengatakan bahwa Anda harus begini, harus begitu, harus jadi seperti ini, harus bersikap seperti itu, blablabla blablabla. Orang-orang seperti ini akan berteriak paling keras untuk menentang aborsi tetangganya yang korban pemerkosaan, tetapi saat si anak lahir mereka juga yang akan berteriak paling keras mencap anak itu sebagai anak haram.

Akhirnya si ibu, sang korban, terjebak dalam dilema berkepanjangan. Di satu sisi dia tidak menginginkan anak, itu sesuatu yang terjadi di luar keinginannya. Namun di sisi lain ada kemanusiaan dan moralitas yang membuatnya harus melahirkan sang anak.

Tentunya jika menggunakan akal sehat menggugurkan bayi di kandungan adalah pilihan terbaik. Coba bayangkan kondisi si ibu, belum tentu dia bisa membesarkan si anak dengan penuh cinta dan dukungan seperti ibu-ibu normal, terlebih si anak akan tumbuh besar tanpa seorang ayah. Mungkin akan lebih baik bila sang anak tak perlu melihat dunia yang kejam ini. Tak perlu dicap sebagai anak haram.

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Namun di sinilah uniknya manusia. Manusia punya tiga macam otak; satu di kepala, satu di selangkangan, dan satu lagi di hati. Tergantung situasi dan kondisi, salah satu otak bisa menguasai tubuh secara penuh dan jika sudah melibatkan kemanusiaan, moral, dan kehidupan bermasyarakat, otak yang berada di hatilah yang terkadang menggerakkan tubuh kita.

Cinta, belas kasih, tanggungjawab, tak ada manusia yang bisa sepenuhnya membuang emosi-emosi ini sehingga beberapa orang memilih menanggung semua resiko dan melahirkan sang anak. Keputusan yang berat, tentu saja, mungkin suatu hari nanti si ibu akan menyesal, mungkin juga dia akan sangat bersyukur.

Dilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan

Meski demikian tak sedikit juga yang memilih melakukan aborsi. Biasanya para pelaku masih tengah menempuh pendidikan, masih remaja, dan otaknya masih dipenuhi dengan senang-senang belaka. Melakukan aborsi tentunya akan melenyapkan sumber masalah ke depannya dan juga menyelamatkan masa depan sang anak, tetapi aborsi juga bisa menyebabkan masalah-masalah baru seperti rasa bersalah hingga kemandulan.

Pada akhirnya pilihan mana pun yang diambil tetap akan ada resiko dan bebannya masing-masing. Diperkosa hingga hamil benar-benar seperti makan buah simalakama dan karena itu lebih baik untuk menghindar. Tentunya kejahatan bisa terjadi di mana-mana dan oleh siapa saja, tetapi kita selalu bisa menghindar, selalu bisa mengurangi resiko.

Namun jika sudah benar-benar terjadi… berdoalah. Semoga Tuhan menuntun jalanmu.

sumur
profile-picture
ushirota memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Halaman 1 dari 2
Orang bijak pernah berkata: semua anak pantas memiliki orangtua, tetapi tak semua orangtua pantas memiliki anak.





























Sebenarnya ini cuma komen netizen sih
profile-picture
jiresh memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

Kalau Yang Ini Sih Ane Nggak Tau Harus Ngomong Apa

Dilema Aborsi Para Korban PemerkosaanDilema Aborsi Para Korban Pemerkosaan
profile-picture
unwantet memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Kita tunggu Fatwa dari MUI nya.
Korban perkosaan di pesantren sama ustad² cabul khan banyak emoticon-Leh Uga
profile-picture
bhucho memberi reputasi
Diubah oleh apawaal
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Masih menunggu pelaku pemerkosa anak dibawah umur dipotong t i t i t
profile-picture
jiresh memberi reputasi
Diubah oleh ihsa37
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
rumit sih ini perlu dikaji bener-bener mateng
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jgnkan diperkosa.. Wikwik mau sama mau dan hamilpun tetap bikin pasangan tak bertanggungjawab trauma..

Oborsi musti dilarang.. Apapun alasannya..
profile-picture
MuhammadIrfand memberi reputasi
Quote:



papa sampai detik ini ndak setuju sama aborsi. mau akibat suka sama suka atau perkosaan.
klo buat mama aborsi itu fine... teteh teteh dirumah juga fine, karena cewek kali emoticon-flower

yg paling menderita tentu anak yg dilahirkan tapi tidak diinginkan.
jgn sampai ngasih petaka nelangsa ke anak yg lahir ndak tau apa-apa terus nanya ke Tuhan, "kok ibu saya benci sama saya?"

klo memang bisa dan dibolehin aborsi bila akibat perkosaan, kenapa ndak

walaupun pasti yg legal aborsi ada penyelewengan terus dijadiin lahan cuan dari yg suka seks bebas. emoticon-heart
profile-picture
jiresh memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Hukum di Indonesia membolehkan aborsi buat korban pemerkosaan, tapi syaratnya kalo ga salah.masih 3 bulan kehamilan kalo lebih dari itu dilarang aborsi dan masuk pidana
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yaa namanya juga netijen...
Ga hidup kalau ga komentari orang...
Ini gw pernah diskusi panjang lebar sama beberapa temen gw sih.

Kalo secara etika barat, aborsi itu ilegal dan merupakan bentuk pembunuhan, gimanapun bentuknya.

Kalo secara islam (lebih tepatnya, salah satu penafsirannya), aborsi masih dibolehkan selama usia kandungan masih muda (kurang dari 100 hari kalo ga salah), lebih dari itu, ilegal dan juga dianggap sebagai pembunuhan.


Tapi kalo gw (sama temen2) setelah diskusi, akhirnya beranggapan kalo aborsi itu legal, kalo memenuhi syarat2 tertentu: masih berusia kurang dari 100 hari, dan hanya selama dilakukan untuk demi kepentingan si calon bayi. Selain itu, kita ikut hukum berdasarkan etika barat.

Contohnya gini nih, janin yg boleh diaborsi itu = janin yang punya ibu/bapak yang sama sekali tidak bertanggung jawab, yang jika setelah melahirkan pun cuma akan memberikan penderitaan ke bayi. Dan itupun orang yg mempunyai niat aborsi juga wajib dikenakan hukuman, mungkin ga seberat pembunuhan, tapi ya ga jauh lebih ringan juga.

Jadi posisi kita sebenernya ada di tengah2 kedua hukum rujukan itu.
profile-picture
jiresh memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
kalo kata soe hok gie manusia paling beruntung itu yg tidak dilahirkan
batas oot
tp emg dilematis bahas aborsi ini. tinggal kita lihat nya dr perspektif mana
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kalo menurut ane pribadi sih, korban pemerkosaan berhak nentuin pilihan sendiri mau aborsi apa ngga... kalo dipaksa buat ngelahirin dan merawat anak itu tanpa kasih sayang seorang ibu kasihan nanti masa depan anaknya itu sendiri,,,
profile-picture
jiresh memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Semua karena pengaruh hormon.
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Untuk kasus perkosaan, menurut ane sih kalo negara melarang aborsi sah-sah aja.
Tapi jangan hanya melarang, harus kasih solusi juga bersamaan.
Semisal negara ikut bertanggung jawab dengan anak tersebut sampai dalam batas tertentu, ekonomi, sekolah, atau sampai batas mana yg memberatkan korban perkosaan tersebut sendiri.
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane setuju kalau hamil hasil perkosaan, untuk diaborsi. Daripada ketika lahir itu anaknya, ibunya mengabaikan, itu akan jadi trauma berat bagi si ibu dan anak itu sendiri. Meskipun ada cara lain, misal diadopsikan.
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
setuju sih anak hasil perkosaan di aborsi, pas anaknya gede mukanya mirip si pemerkosa kan trauma emaknya hahaha
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
kalo ga salah boleh koq menggugurkan kandungan dgn posisi diperkosa asal ada keterangan BAP kepoliasian nanti di rujuk ke RS tertentu .....asal kandungan di bawah 3-4 bulan. kalo lebih dari itu akan membahayakan sang ibu juga.

profile-picture
jiresh memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalau ane sih Pro choice, hidup loe, loe yg nentuin. Pro Life juga emang mau nanggung beban si anak ? Beban si Ibu? Entar si anak lahir juga kena stigma anak haram.
Quote:


emoticon-Ngakak
hohohihe sebelum waktunya
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di