KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
9 Mitos tentang Kesehatan Mental yang Perlu Diluruskan. Menunggu Kondisi Sudah Buruk?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62c1353040b81c65ba0352f7/9-mitos-tentang-kesehatan-mental-yang-perlu-diluruskan-menunggu-kondisi-sudah-buruk

9 Mitos tentang Kesehatan Mental yang Perlu Diluruskan, Menunggu Kondisi Sudah Buruk?

Sangat mudah untuk mengabaikan masalah kesehatan mental dengan pandangan “itu hanya ada di pikiranmu.” Inilah mengapa itu tidak hanya tidak adil, tetapi juga kontraproduktif dan bahkan berbahaya.

9 Mitos tentang Kesehatan Mental yang Perlu Diluruskan. Menunggu Kondisi Sudah Buruk?

1. Mitos: Penyakit mental itu tidak nyata

Oleh karena bekas luka yang ditinggalkan tidak terlihat dari luar, banyak orang mempertanyakan kebenaran adanya gangguan kesehatan mental. Ini bukan hanya mitos, tetapi itu juga telah menghina dan merendahkan orang-orang dengan kondisi ini.
Penyakit mental adalah kondisi nyata yang patut dianggap serius, dan meragukan validitasnya mengasumsikan bahwa orang yang menderita gangguan ini memalsukannya, membuat mereka merasa malu dengan kondisi mereka dan mungkin membuat mereka tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

2. Mitos: Tidak ada orang yang berjuang dengan kesehatan mentalnya

Kondisi kesehatan mental jauh lebih umum daripada yang disadari, dan kemungkinan kamu mengenal seseorang yang sedang mengalaminya. Data dari Mentalhealth.gov memperkirakan bahwa 1 dari 5 orang dewasa telah menderita masalah kesehatan mental, 1 dari 25 orang dewasa mengalami penyakit mental yang parah, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, dan depresi merenggut lebih dari 41.000 jiwa setiap tahun, sebagai penyebab utama bunuh diri. Statistik yang mengejutkan ini membuktikan bahwa sudah waktunya untuk memahami urgensi masalah ini.

3. Mitos: Pengobatan tidak akan berhasil

Beberapa orang percaya bahwa berbagai perawatan untuk gangguan kesehatan mental seperti obat-obatan, terapi, dsb. tidak efektif atau tidak berguna. Sementara para ahli mengatakan bahwa perawatan sangat efektif dan berhasil, terutama ketika seorang pasien memulai perawatan sejak tahap awal. Perawatan sangat bervariasi pada setiap orang. Beragam pilihan yang ada mempunyai arti bahwa setiap orang harus dapat menemukan bentuk terapi yang sesuai dan dapat membantu mereka merasa lebih baik.

4. Mitos: Anak-anak tidak mengalami masalah kesehatan mental

Banyak orang tidak berpikir anak-anak dapat menderita kesehatan mental. Padahal, diperkirakan 50 persen dari semua penyakit mental dimulai pada usia 14 tahun, meskipun banyak dari mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk didiagnosis. Statistik menyatakan kesehatan mental memengaruhi setiap orang, dan dari segala usia.

5. Mitos: Penyakit mental disebabkan oleh masalah pribadi

Penyakit mental bukan salah siapa-siapa. Itu bisa terjadi pada siapa saja, tidak peduli usia, jenis kelamin, ras, atau kelas ekonomi, dan seseorang itu tidak boleh merasa bersalah atau malu. Mengatakan bahwa kondisi kesehatan mental seseorang disebabkan oleh kelemahan pribadinya adalah menempatkan kesalahan pada korban, yang hanya membuat mereka merasa lebih buruk. Daripada menyalahkan orang yang berjuang melawan penyakit mental, pahamilah bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti genetika, pola makan yang buruk, atau perubahan hidup yang signifikan dan substansial.

6. Mitos: Orang dengan masalah kesehatan mental harus tetap diam

Stigma negatif yang melingkupi kesehatan mental menyebabkan banyak orang berpikir bahwa yang terbaik untuk dilakukan adalah menyembunyikan kondisi mereka dan menghindar untuk membicarakannya. Namun, satu-satunya cara untuk menghilangkan stigma ini adalah dengan mendiskusikan secara terbuka realitas penyakit mental dan secara terbuka menerima bahwa memiliki penyakit mental tidak mengurangi harga diri. Kesehatan mental tidak perlu malu.

7. Mitos: Orang dengan penyakit mental kejam

Ada stereotip luas bahwa orang-orang dengan penyakit mental sangat kejam dan agresif, tetapi data membuktikan sebaliknya. Sekitar 95 persen kejahatan dengan kekerasan dilakukan oleh orang tanpa gangguan kesehatan mental. Sebaliknya, kebanyakan orang dengan penyakit mental tidak pernah bertindak keras, tetapi akhirnya menjadi korban kekerasan. Mereka yang menderita masalah kesehatan mental yang serius 10 kali lebih mungkin mengalami kekerasan secara langsung. Sangat tidak proporsional.

8. Mitos: Penyakit mental tidak dapat dicegah

Sama seperti penyakit lainnya, penyakit mental dapat muncul secara tak terduga dan memengaruhi siapa pun. Ahli mengatakan ada banyak cara untuk mengurangi risiko kondisi kesehatan mental, dimulai sejak masih muda hingga dewasa. Menjaga kesehatan, mengawasi tanda-tanda dan gejala penyakit mental, berkonsultasi dengan dokter, menjalani gaya hidup sehat dengan cukup tidur, makan dengan baik, dan berolahraga secara teratur juga dapat menurunkan risiko mengalami penyakit mental.

9. Mitos: Pola asuh buruk yang harus disalahkan

Ketika seorang anak mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit mental, orang dengan cepat menyalahkan orang tua karena menempatkan anak mereka dalam situasi itu. Padahal, keluarga biasanya merupakan salah satu sumber dukungan terkuat bagi seorang anak yang berjuang melawan kondisi kesehatan mental, dan menjadi orang pertama yang mengetahui ada sesuatu yang salah. Trauma dalam keluarga, seperti kematian atau perceraian, tentu saja dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit mental, tetapi ini bukan akibat langsung.

Referensi: 1, 2 | Ilustrasi: google
profile-picture
cheria021 memberi reputasi
Diubah oleh elvici
Halaman 1 dari 2
Reserved
profile-picture
bekticahyopurno memberi reputasi
Nice thread, Sist, infonya sangat bermanfaat
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Taat ber AGAMA lah maka hal hal yang seperti ini tidak terjadi
Karena semua yang berasal dari Allah akan di sembuhkan oleh Allah
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 26 balasan
Penyakit mental beneran berasal dari lingkup keluarga dan pergaulan dari kecil hingga remaja berpengaruh.

Kalo sadar bibit penyakit mental yg sering diterapkan ke ortu ke anak awalnya buat nakutin dan jera tp keblabasan. Ditempat saya ada anak remaja ke belakang rumah pada saatmalam hari walo cuma cek aja gk mw takut nangis". Ditinggal suruh jaga runah ngerengek takut , padahl cuma dintinggal acara pertemuan warga. Biasanya perilaku ortu nakutin kalo sore" masih diluar rumah nanti di culik digigit setan
profile-picture
belibeli69 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
itulah kenapa mental itu penting bgt emoticon-Smilie
jangan sembarangan perlakuin orang sesuka hati emoticon-Smilie
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sebenernya namanya penyakit mental dari jaman dulu juga dah ada, bedanya dulu dikasih garis merah utama, lewat itu dikatakan gila. Diluar itu disebut kekuatan mental atau kekuatan jiwa.

Jenis2 pendidikan formal dari dulu bahkan mulai dari non formal seperti permainan anak2 juga salah satu alasannya ke situ. Lebih tingginya nanti ada tahapan2 kesehatan/kekuatan jiwa, bagaimana kita mengontrol dan menaklukan emosi/pikiran2 liar dalam diri dan ga terperangkap dalam lingkaran berpikir --> berasumsi--> kesimpulan berdasar asumsi--->kesimpulan dianggap fakta--->berpikir--->berasumsi dst.

Ada satu karakter dalam diri kita yg sangat diperlukan buat memperkuat jiwa, dengan kata lain mengurangi penyakit mental, seperti yg umum sekarang, depresi and anxiety.
Empaty, itu perlu dimiliki dan dipupuk agar semakin kuat dan sensitif. Ini lawanya egois, sombong, rakus, kepedean, pd dll.

Ane kalau ketemu anak2 dan ngomong serius, yg bisa ane ajarin biasanya tentang hidup, hidup itu perlu keberanian, dan jadi orang yg berani kalau mau hidupnya kuat.

Berani bukan berani gelut, berani ngajak debat orang dll, tapi berani untuk jujur, berani buat ga berbohong, berani ga curang dan tanamkan dari kecil.
profile-picture
pard0 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap penyakit mental itu sepele. Padahal penyakit mental itu bisa dibilang "silent killer". Depresi misalnya. Terlihat nggak bahaya tapi bisa buat bunuh diri. Perlu edukasi sebenernyaemoticon-Matabelo
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sangat jelas dan masuk akal. Tapi informasi seperti ini jika disampaikan oleh orang yang berpikir sempit akan marah.

Padahal tujuannya adalah agar mental selalu balance. Nice thread
profile-picture
rushidkas memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalau PEMBUNUH yang bisa mengatur ngatur hidup orang dari jauh itu termasuk penyakit mental tidak?

Jadi ceritanya ada seseorang yang melakukan segala cara agar dapat mencari nafkah namun gagal ada PEMBUNUH yang berusaha mengatur dan mempermainkan hidupnya dari jauh, di tutup pintu rezeki nya untuk mencari nafkah dan segala rencana hidupnya di gagalkan oleh PEMBUNUH tersebut, dengan tujuan orang tersebut kehilangan harapan hidup dan akhirnya bunuh diri, apapun yang dilakukan percuma, dan lucunya, semua ini hanya demi bahan omongan berantem oleh para PEMBUNUH itu, kemudian meminta temannya akting dan membuat sebuah alasan konyol dan hilanglah dosanya tersebut 🥶🥶🥶
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Terlalu baper salah satu penyebab bukan ?
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mitos: biaya pengobatan kesehatan mental secara professional itu mahal emoticon-Big Grin

Variatif tergantung seberapa berat penyakit mentalnya...kalau tahap awal biasanya terapi mingguan-bulanan 1-2 kali aja cukup....kalau berat sampai mesti masuk rsj baru deh....emoticon-Takut
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Untuk masalah kesehatan mental, sudah ditanggung BPJS. Jadi selama agan punya BPJS, jangan malu/takut untuk berobat, karena sudah di cover BPJS.
Agan cukup ke faskes 1 minta rujukan ke Rs yg ada bag.penyakit jiwa nya.
profile-picture
taosipudan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Bullyan bisa menurunkan mental
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Mitos itu banyak berkembang di masyarakat. "Kok bisa gitu." Kalimat yang keluar ketika melihat kejadian yang ada. Waspadai dan saling berempati dengan berteman baik, bersahabat baik. Terapi untuk orang lain dan juga diri sendiri. Nice info, Gan.
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
jangan anggap sepele penyakit mental, bisa sangat berbahaya
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mental illness tu klo bagi kebanyakan orang = tu orang lemah bngt sih....


Setidaknya itu pendapat ortu ane....


Banyak yg ingin ane kemukakan, cm susah nulisnya disini....


Jika kita dihadapkan dgn kondisi yang menggepur terus..shud I leave or shud I go?
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Enakan plat ganjil. Kalau bulan sampai 31, 31=ganjil, tanggal 1= ganjil lagi.
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
sampe sekarang masih kalah sama sipat males and introvert.. butuh support sistem yg bagus.
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalau orang yang ngaku2 punya bipolar setelah nonton film joker gimana bre? emoticon-Malu
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emoticon-ridingsenja

Ninggalin jejak dulu bro,,
profile-picture
elvici memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di