KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Analogi Merpati Dan Sifat Posesif ( COC STFH 2022 )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62bf23bc17a28f1ee106d915/analogi-merpati-dan-sifat-posesif--coc-stfh-2022

Analogi Dan Kisah

Analogi Merpati Dan Sifat Posesif

Quote:


Analogi Merpati Dan Sifat Posesif ( COC STFH 2022 )

Menurutmu, bagaimana kah rasanya jika kau memiliki seorang pacar yang selalu saja merasa cemburu?

Menyebalkan? Atau kah ada yang akan berkata jika itu menyenangkan? Terserah kalian mau menjawab apa namun yang jelas jawaban pribadiku adalah " Menyebalkan "

Namaku Agi, seorang mahasiswa yang beberapa bulan lalu resmi menjadi pacar seorang primadona kampus bernama Tsuki. Aku senang ketika dia bersedia jadi pacarku.

Sialnya kesenangan itu hanya berlangsung sesaat, dan mulai berubah menjadi rasa tidak nyaman begitu diri ini tau bahwa tsuki seorang posesif. Posesif, mungkin itulah istilah yang tepat untuk menyebut sifat terlalu cemburu milik seseorang.

Tidak ada satu perempuanpun yang boleh dekat denganku, entah itu teman kelas guru, dosen, bahkan adikku sendiri. Aku yakin kalian akan berkata " Gila " Dan ya memang hal itu sangat gila hingga membuat kewarasan ini nyaris hilang.

Pernah suatu ketika aku bicara berdua saja dengan seorang dosen perempuan di Koridor. Dosen itu memang masih muda dan cantik. Percakapan kami membuat Tsuki cemburu dan mulai melaranku untuk berkomunikasi dengannya lagi.

Dia bilang jika dosen muda bernama bu Rina itu berpotensi merebut hatiku, jadi Tsuki membuat aturan yaitu larangan berbicara dengannya lebih dari lima menit, padahal apa yang aku bahas dengannya adalah tentang skripsi bukan yang lain ( bagaimana caranya membahas skripsi hanya dalam waktu lima menit?)

Suatu hari, diri ini menemani adik perempuanku belanja ke super market dan kebetulan kami bertemu dengan Tsuki di sana. Aku memang belum memperkenalkan adikku kepadanya, namun siapa sangka hal itu membuatku harus menahan rasa malu yang sangat besar.

" Hai Tsuki " Sapaku dengan nada senang karena bisa kebetulan bertemu dengannya.

" Jadi begini kelakuanmu jika sedang tidak bersamaku? " Ujarnya kesal.

" Maksudmu? " Tanyaku.

" Kau selingkuh, dengan anak SMA? "

" Hoi apa maksudmu? Ini adikku Kugi. Oh iya aku belum memperkenalkannya kepadamu "

" Salam kenal kak, namaku Kugi " Kugi memperkenalkan dirinya kepada Tsuki

" Hai Kugi, jadi sudah berapa lama kau jadi selingkuhan Agi? " Tanya Tsuki.

" Sudah aku bilangkan dia adikku " Ujarku kesal.

" Alasa " Ujanya

Tebak apa yang terjadi berikutnya? Kami berdebat panjang di sana dan hal itu membuat kami menjadi sorotan. Kugi sudah memperkenalkan dirinya pada Tsuki, namun perempuan itu masih tidak percaya. Pada akhirnya aku harus mengajak Tsuki ke rumah karena dirinya tak kunjung percaya. Aku sampai meminta kesaksian ibu bahkan memperlihatkannya kartu keluarga kami setelah itu baru dia percaya.

Dia tidak langsung meminta maaf kepadaku. Bagaimanapun ketidak percayaan nya membuat diri ini harus menanggung malu yang terlampau besar, akan tetapi dia malah membuat aturan baru yang jauh lebih tidak masuk akal dari sebelumnya.

" Mulai sekarang, jangan dekat-dekat dengan kugi lagi. Jangan ajak dia belanja, jangan ngobrol panjang dengannya. Pokoknya jangan! " Ujarnya.

" Dia adikku, kau bahkan sampai cemburu dengannya? "

" Yup benar. Bagaimanapun kau berpotensi memiliki kelainan sehingga bisa terangsang saat melihat adikmu sendiri "

" Kau gila " Aku langsung membentak perempuan sedeng itu.

" Apa maksudmu aku gila? "

" Kau terlalu posesif Tsuki, kau melarangku mendekati semua perempuan bahkan adikku. Habis ini apa? Lihat kucing peliharaanku betina, apa nanti kau mau membuat aturan agar aku tidak mendekatinya? "

" Salah sendiri kau membuatku cemburu "

" Cemburumu tidak masuk akal, orang paling sabar pun sepertinya akan gila jika berpacaran dengamu "

" Aku hanya mau memastikan jika hatimu tidak berpindah "

" Dengan cara mengikat sayapku kemudian memasukan raga ini kedalam sangkar yang kau kubur di tumpukan es antartika dengan kedalama tiga ribu meter? Apa kau tidak pernah bisa percaya kedaku? Apa percaya padaku adalah hal tabu? Apa kau menganggap hati ini bisa dengan mudahnya berpindah?Tidak, aku sangat mencintaimu, tidak pernah terbesit dalam benak ini untuk menduakanmu, kau boleh cemburu tapi jika sudah seperti ini rasa cemburumu lah yang akan mengikis cintaku kepadamu "

" Dengar Agi, diri ini sangat mencintaimu, maka wajar kan jika semua ini aku lakukan? "

" Bagianmanya yang wajar? "

" Menghilangkan semua pengganggu hubungan kita "

" Ah cukup, sekarang lebih baik kau keluar dan kita akhiri saja hubungan kita. Aku bisa gila jika terus berhubungan dengan perempuan sepertimu " Ujarku.

"Apa maksudmu akhiri hubungan ini? " Tanyanya dengan wajah kaget.

" Kau dan aku end, paham? " Jawabku singkat.

" Kenapa kau meminta putus?Apakah kau benar-benar menaruh rasa pada bu Rina? "

" Kesabaranku sudah habis, sana cari pacar lain saja yang sanggup kau cemburui setiap detik "

" Tapi aku hanya mencintaimu " Ujar Tsuki yang mulai menangis.

" Aku juga mencintaimu. Tapi maaf, rasa cemburumu itu membuatku tidak tahan " Ujarku sambil membukakan pintu rumah untuknya.

"Aku hanya takut kau selingkug, aku hanya ingin memastikan jika kau tidak mengkhianataiku, apakah hal itu salah?

" Keinginanmu tidak salah, namun caramu lah yang salah. Ah maaf aku ralat, caramu tidak salah hanya saja kau bertemu dengan orang yang salah karena aku tidak sanggup meladeni caramu meyakinkan hati "

" Aku yakin kau adalah orang yang tepat untuk diri ini cintai "

" Ya itu memang mungkin, namun percayalah aku bukan orang yang tepat untuk menerima aturan main cintamu "

" Aku harus apa Agar kau menerima cara mainku? "

" Mencari orang yang sanggup kau cemburui setiap saat"

"Sosok yang aku cintai hanyalah kau "

" Kalau begitu ubah aturan main cintamu "

" Tidak mau, jika aku mengubahnya maka kau kemungkinan akan mengkhianatiku "

" Apa kau sangat tidak percaya kepadaku? "

" Aku percaya padamu, namun banyak hal yang bisa mengubahmu "

" Ya salah satunya adalah rasa cemburumu dan itu terbukti sekarang karena rasa cemburumu menbuatku benci untuk mengakui kalau cintaku adalah kau "

" Kau membenciku? "

" Sekarang aku sangat membencimu "

" Mengapa begitu, apa karena ada orang lain yang kini hadir di hatimu? "

" Kau ini bodoh ya? Aku begini karena rasa cemburumu "

" Kenapa? Kenapa kau berkata jika caraku mengamankanmu adalah salah dan membuatmu jadi membenciku? Apa kau ingin berselingkuh? Apa aku tidak cukup bagimu? Apa peraturanku membuatmu bosan karena memperkecil potensimu untuk menduakan diri ini? " Tanya Tsuki sambil memelukku.

" Aku tidak menyangka jika dirimu ternyata seegois ini "

" Mengapa sekarang kau malah mengumpatku dengan kata egois? "

" Kau tau memang banyak hal di luar sana yang berpotensi membuatku mengkhianatimu atau mengganggu hubungan kita. Namun perlu kau ketahui, sebuah hubungan itu selalu berbicara tentang presfektif dua orang atau lebih. Kau salah jika memaksakan satu sudut pandang jika membicarakan suatu hubungan "

" Apa maksudmu? "

" Tsuki, Hubungan ini bukan hanya bicara tentang kau atau aku, melainkan kita. Di saat kau berjuang untuk menjaga hati itu agar tidak di rebut orang, maka aku juga melakukannya. Saling menguatkan pertahanan hati memanglah hal yang wajib kita lakukan, namun bukan dengan rasa cemburu, melainkan memupuk nya dengan rasa nyaman. Karena bagaimanapun rasa nyamanlah yang membuat kita tidak terbebani apapun ketika berjuang "

" Kau mau mengatakan jika rasa cemburuku adalah hama yang menggerogoti pohon cintamu? "

" Kurang lebih seperti itu. Kau selalu cemburu dengan semua perempuan yang ada di sekitarku. Namun pernahkah kau berfikir mengenai aku? "

" Aku selalu memikirkanmu "

" Jika memang begitu, apakah kau berfikir jika aku tidak pernah cemburu dengan laki-laki lain yang berada di sekitarmu? Pernahkah aku melarangmu dekat dengan mereka? Pernahkah aku sampai melarangmu jalan bersama Tsuka karena merasa kau berpotensi memiliki kelainan dan mulai menyukai adik sendiri? Katakan padaku apakah aku pernah memberikanmu larangan seperti itu? "

" Tidak pernah "

" Apa kau mau menganggap diri ini tidak menyayangimu karena tidak membuat aturan sebagai mana yang kau terpakan kepadaku? "

" Aku tidak pernah berfikir begitu "

" Syukurlah jika tidak karena jika kau mengiya, aku akan langsung memintamu keluar"

" Aku tidak mau putus "

" Sekarang aku minta kau membayangkan bagaimanakah jika diri ini sampai melakukan hal yang sama seperti apa yang dirimu terapkan kepadaku. Melarangmu dekat dengan mereka semua, dan setiap hari kau aku cemburui "

" Aku "

" Kau pasti tidak akan merasa nyaman, sekalipun aturan yang aku buat pada dasarnya baik untuk hubungan kita. Bukan kah begitu? "

" Tapi "

" Tapi apa?kau adalah primadona angkatan, banyak yang ingin menjadikanmu pacar, dan banyak orang yang secara diam-diam menyiapkan strategi agar bisa merebutmu dariku. Percayalah Aku khawatir, aku cemburu tapi apa aku bertindak gila sepertimu?

" Tidak "

" Kau tau kenapa aku bisa begitu? Karena bagaimanapun diri ini percaya, cara terbaik untuk membuat kau tetap di berada di sisiku bukanlah dengan mengurung raga dan hatim. Melainkan membiarkanmu terus merasa nyaman di sisiku hingga kau menganggap hati ini sebagai rumah "

" Aku belum memahamiucapanmu "


" Mudahnya begini, jika kita menggunakan peribaratan, kau itu bagaikan merpati, sementara aku adalah pemiliknya. Cara terbaik untuk menjaga merpati agar tidak kabur bukanlah dengan mengurungnya setiap saat, tapi dengan membuatkannya sarang, memberinya makan setiap hari sehingga sang merpati menganggap sarangnya adalah rumah atau tempat kembali. Percayalah jika sudah seperti itu, sejauh apapun merpati itu pergi maka dia akan kembali ke sarangnya. Karena bagaimanapun, merpati itu sudah tau tempat ternyamannya untuk kembali "

" Hatimu sudah menjadi rumah bagiku "

" Sayangnya kau tidak memperlakukanku seperti itu. Kau menganggapku seperti burung kaka tua, mengikat kaki ini dan memenjarakan ragaku di dalam sarang bernama rasa cemburu. Setiap hari aku di latih agar bisa mengikuti setiap ucapanmu. Percayalah, jika kau lengah dan sang kaka tua melihat celah dari sangkar milikmu, maka dia akan segera kabur dan tidak akan pernah kembali lagi. Mengapa? Karena sangkar yang buat terasa seperti neraka baginya "

" Kau mau mengatakan hubungan kita membuatmu merasa seperti di neraka? "

" Yup, maka dari itu silahkan keluar. Terserah kau mau membenciku atau apa, namun yang jelas diri ini ingin terlepas dari sangkarmu dan terbang bebas, sebebas-bebasnya. Kita akhiri saja hubungan ini ok? " Ujarku sambil mendorong pelan tubuhnya ke arah luar rumah.

"Tapi "

" Maaf Tsuki, sekarang kau dan aku hanyalah orang asing "

Ketika tubuh perempuan itu sempurna keluar dari rumahku, diri ini pun segera menutup pintu kemudian menguncinya. Ya, ini yang terbaik karena bagaimanapun aku sudah merasa sangat tidak nyaman dengan tingkahnya.

Jika kalian bertanya apakah Aku masih menyayanginya ? Maka lisan ini akan menjawabnya dengan kata " Iya aku masih sangat menyayanginya " Namun untuk saat ini kewarasaku harus jauh lebih diri ini jaga ketimbang perasaan.

Hubungan yang malah membuat tokoh-tokoh di dalamnya saling menyakiti merupakan sebuah hubungan yang tidak sehat. Jadi, lebih baik aku akhiri saja kisah kami sekarang, semoga dia dapat yang lebih baik dari diri ini.

Tsuki tidaklah salah karena bagaimanapun dasar dari tindakannya adalah cinta, di sini akulah yang salah karena tidak sanggup dengan caranya mengamankanku. Semoga nanti dia dapat kekasih baru yang sanggup memikul rasa cemburunya.

Akupun melangkah menjauhi pintu, meminta kepada ibu dan Kugi untuk tidak membukakan pintu untuk Tsuki apapun yang terjadi, kemudian berjalan menuju kamar. Setibanya di kamar, air mataku langsung membasahi pipi ini. Sial, ternyata putus itu rasanya sesakit ini. Walau sekarang aku bisa terbebas dari tingkah laku tsuki, namun entah mengapa hati ini tetap terasa remuk karena bagaimanapun diri ini memang masih menyayanginya.


Quote:


Akupun memutuskan untuk tidak masuk selama seminggu, entah bagaimana jadinya diri ini ketika harus bertemu dengan Tsuki nanti. Semoga dia membenciku, karena jika tidak dan perempuan itu malah memohon untuk balikan hal itu malah akan semakin mempersulit diri ini untuk melepasnya.

Seminggu pun berlalu, akupun kembali masuk ke kampus dan di kejutkan dengan berita heboh. Tsuki pindah dari kampusku tiga hari yang lalu, dan dari apa yang diri ini dengar Tsuki terpaksa pindah ke kampus lain karena harus mengikuti orang tuanya. Entah kepindahan Tsuki itu memang karena alasan orang tuanya atau diri ini. Namun yang jelas, rasa bersalah sekaligus lega langsung membanjiri hati ini.

Anehnya, semua teman-temanku langsung menghampiri diri ini dan memberikan kata-kata motivasi. Ketika aku bertanya mengapa mereka seperti itu, hal mengejutkan lainya kembali muncul.

Teman-teman ku berkata jika tiga hari yang lalu Tsuki bercerita bahwa dirinya putus denganku, dan orang yang pertama kali mengajak putus adalah dirinya karena tidak mau merasakan LDR. Sungguh berbeda jauh dengan kenyataan yang ada di lapangan. Sekarang aku mengerti tentang penyebab teman-temanku menyemangati diri ini, mereka menganggap aku galau sampai tidak masuk selama seminggu.

Akupun segera berlari kekamar mandi, mengeluarkan HP dan segera menelepon perempuan itu. Sialnya nomorku sudah di Blok olehnya dan hal itu membuatku sangat kacau. Sial apakah dia pindah karna aku? Entah aku harus mesara lega atau sedih, karena bagaimanapun sekarang kami benar-benar terpisah. Lega karena tidak harus bertemu dengannya lagi dan sedih karena harus menerima kenyataan jika kami selesai untuk selamanya.

Beberapa tahunpun berlalu hingga pada akhirnya aku lulus kuliah dan mulai memasuki dunia kerja. Kenanganku dengan Tsuki secara perlahan memudar, terkikis oleh kesibukan yang sekarang harus diri ini alami setiap saat.

Setelah putus dengan Tsuki, aku tidak pernah lagi berpacaran dengan siapapun, entah karena trauma atau posisi perempuan super posesif itu memang sulit di gantikan. Aku memutuskan untuk fokus bekerja saja dan baru mau mejalin hubungan jika sudah serius dengan seorang wanita.

Suatu hari, aku mendapatkan sebuah paket kecil yang tidak di ketahui pengirimnya. Ketika diri ini membukanya, aku mendapati paket itu hanya berisikan sebuah kertas bertuliskan " Aku menunggumu di taman kota, dekat patung lumba hari ini, pukul 20.00 "

Aku jelas heran dengan paket itu, siapa pula pengirimnya, dan kenapa harus pakai jasa ekspedisi jika sudah ada HP? Namun karena penasaran akupun memutuskan untuk pergi ke tempat yang tertera di paket itu.
Setibanya di sana, akupun langsung mencari sosok yang berpotensi ingin menemuiku. Namun karena tidak tau harus mencari siapa, aku malah jadi bingung. Seharusnya si bodoh itu menuliskan namanya agar aku hisa bertanya pada seseorang.

" Hai " Tiba -tiba seseorang memanggilku dari arah belakang.

Ketika diri ini menoleh, akupun mendapati seorang wanita tengah berdiri di sana. Dia mengenakan topi dan kaca mata sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Sepertinya dia adalah orang yang ingin menemuiku.

" Kau yang mengirimiku paket? "

" Ya itu aku "

" Ada perlu denganku? "

" Aku dengar kau ahli dalam memelihara merpati, benarkah itu? " Tanya wanita itu.

" Sepertinya kau salah orang, aku bukan peternak merpati " Jawabku.

" Apa kau tau bagaimana cara merawat merpati agar dia tidak kabur "

" memberinya sarang dan makan setiap hari agar sang merpati nyaman dan menganggap tempatmu adalah rumah baginya " Ujarku ala kadarnya.

" Haha jawaban yang menarik "

" Apa itu saja yang ingin kau ucapkan? Nona, katakan padaku siapa yang memintamu memanggilku kemari? Teman kantorku memang iseng, tapi untuk kali ini keisengan mereka sudah keterlaluan "

" Haha aku tidak di suruh oleh siapapun, diri ini memang ingin menemuimu Agi "

" Kau mau apa? " Ujarku sambil mengerutkan kening karena dia baru saja menyebut namaku.

" Aku hanya ingin pulang "

" Maksudmu? "

" Hatiku ini kayaknya merpati, dan hatimu adalah sarang yang sudah merpati ini anggap seperti rumah. Jadi sejauh apapun hati ini pergi, maka dia akan tetap merinduka hatimu, karena di sanalah rumah merpati ku " Ujar si wanita misterius sambil melepas topi dan kaca matanya.

Alangkah terkejutnya diri ini ketika tau jika yang selama ini berdiri di depanku adalah Tsuki. Wajah perempuan itu masih saja cantik bukan main, di tersenyum ke arahku kemudian mulai melangkahkan kakinya ke arah raga ini.
" Hai, bolehkah hati ini kembali ke sarangnya " Ujarnya.

" Tentu boleh " Aku langsung memeluk tubuh Tsuki. Entah mengapa bersamaan dengan itu air mata ini mulai berlinang sehingga membasahi pipiku.

" Agi, bolehkah aku meminta kesempatan kedua? Aku berjanji diri ini tidak akan selalu cemburu seperti dulu lagi "

" Kau tidak akan mencemburuiku terus? "

" Ya, bertahun-tahun aku tidak bisa melupakanmu. Akhirnya aku paham tentang konsep " Kita " Dalam sebuah hubungan. Apa yang dlu aku lakukan kepadamu memang lah sangat menyebalkan, oleh karena itu izinkan aku memperbaikinya sekarang "

" Aku juga tidak bisa melupakanmu, berbulan-bulan di kekang olehmu ternyata malah membuatku jadi masokis dan mulai meikmari kekangan orang lain "

" Eh yang itu becanda kan? "

" Haha tentu saja bercanda "

" Mari kita bangun kisah baru... "

" Mau kah kau menikah denganku? "

" Tentu aku mau... "
BETA
profile-picture
bukhorigan memberi reputasi
Diubah oleh Rebek22
emoticon-terimakasih untuk emoticon-Pertamax emoticon-Goyang


edit, ngisi komen, after reading.

Quote:




seperti itukah sulitnya, bila sudah melekat di hatiemoticon-Bingung (S) ....sesaat logika terasa jadi benar.. tapi selanjutnya tetap hati yang menanggung beban hampa ....

seruu ceritanya emoticon-Smilie
profile-picture
sisinin memberi reputasi
Diubah oleh makola
@Rebek22 untuk link puisi, mungkin bisa diganti yang tanggal postingnya sebelum tanggal 29 juni 2022, yezz emoticon-Smilie

di rules event, syarat puisi yang diikutkan adalah yg di-posting sebelum tanggal 22 juni 2022 emoticon-Smilie CMIIW emoticon-Smilie
profile-picture
Rebek22 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emoticon-ridingsenja

Ninggalin jejak dulu bro,,
profile-picture
Rebek22 memberi reputasi
Menarik nh, di tunggu ya karya yang lainnya..
ane follow deh
Merpati suka berak sembarangan
Setelah bertemu sekian lama, tidak perlu banyak narasi lagi untuk menjelaskan arti kesempatan kedua, nice storyemoticon-Rate 5 Star
profile-picture
Rebek22 memberi reputasi
..........................
Pertalite
Makasih buat agan dan sista yang sudah membaca..
Semoga ter hibur..
Mungkin ane bakal bikin versi panjangnya
Post ini telah dihapus

Analogi Takdir Dan Judi

Analogi Merpati Dan Sifat Posesif ( COC STFH 2022 )

Quote:


Pernahkah kalian berfikir seperti apakah wujud dari sang takdir itu? Ada sebuah literasi yang pernah aku baca dan berkata jika wujud dari sosok tak kasat mata itu serupa dengan benang berwarna merah. Terurai kesegala arah dan mengikat tiap insan yang di jumpainya.

Ada kalanya benang itu mengencang dan menarik manusia yang terikat oleh raganya ke suatu tempat kemudian Mempertemukan seseorang dengan sosok baru lalu kembali mengendur. Terkadang dia merajut raganya hingga benang yang mengikat kedua orang tersebut menjadi satu dan membiarkan mereka menikmati alur baru yang dirinya siapkan.

Namun terkadang dia seakan bertindak jahat, karena sengaja mempertemukan dua insan namun terus enggan untuk mempersatukan mereka. Layaknya sepasang ban pada sepeda, sangat dekat namun mustahil bersatu antara yang depan dengan yang belakang. Dengan kata lain, Sedekat apapun dua orang insan yang saling mencintai, jika ia tidak berkenan maka sebuah alur asmara tidak akan pernah terjalin.

Begitu juga sebaliknya, andai dua orang insan saling membenci, jika ia ingin keduanya saling mencintai maka itulah yang akan terjadi. Rangkaian skenario akan ia buat hingga alur asmara antara mereka terwujud. Layaknya minyak dan air dalam sebuah mie instan, mustahil untuk bersatu namun bisa berkolaborasi hingga menciptakan rasa yang teramat nikmat. Dengan kata lain, Entah sejauh apapun dua orang insan terpisah, entah sebenci apapun seorang pria terhadap seorang wanita, jika sosok tak kasat mata bernama takdir itu berkenan, maka mereka tetap mampu bertemu.

Lantas bagaimana jika kita mencintai sosok yang mungkin tidak di takdirkan untuk kita? Mungkin jawabannya mudah. Berubahlah, karena takdir sekalipun pasti memiliki alasan untuk mempertemukan dan memisahkan seseorang. Bagaimanapun takdir adalah mahluk dari Tuhan yang Maha adil. Rasanya mustahil jika takdir itu sendiri melakukan hal yang bertentangan dengan sifat yang menciptakannya.
Buat takdiri menilaimu layak untuk di rajut kan kisah asmara dengan seseorang, semudah itu kan?

Inilah kisahku, kisah saat aku berjudi dengan salah satu rahasia langit bernama takdir.


" Mau kah kau menjadi pacarku?? " Ujarku dengan suara lantang.

Seorang wanita cantik yang saat ini berada di hadanku nampak tercengang dengan apa yang baru saja terlontar dari lisan ini. Nama wanita itu adalah Yumi, seorang perempuan yang sudah aku sukai sejak lama. Yumi merupakan perempuan yang cantik, berambut panjang sepunggung dan memiliki lesung pipi di wajah yang membuat kesan imut selalu terpancar darinya.

Kami sudah dekat cukup lama, namun selama ini hubungan yang aku dan yumi jalin hanyalah sebatas teman. Pertemanan antara pria dan wanita tentu akan menumbuhkan sebuah benih di hati, dan sudah tentu benih yang dimaksud adalah benih cinta. Kedekatan yang ada selama ini sukses membuat cinta itu tumbuh di hatiku, sikapnya yang seakan menspesialkan diri ini berhasil menjadi pupuk bagi benih itu.

Perlahan namun pasti karena banyak unsur yang mendukung, benih itupun mulai berubah menjadi pohon dan terus tumbuh hingga akarnya merambat di setiap sisi lantai hati ini. Aku tidak bisa menghalau laju pertumbuhan nya hingga tanpa sadar pohon itu sudah begitu tinggi sampai-sampai menggapai langit-langit hati ini.

Fase sulit ini pun muncul dan mau tidak mau harus aku hadapi. Cepat atau lambat pohon itu akan mendobrak langit-langit hatiku. Seandainya nutrisi hati yang di serap pohon itu tidak di alihkan ke sesuatu yang lain, aku yakin hati ini pada akhirnya akan hancur.

Pada akhirnya akupun memutuskan untuk menyatakan cinta kepada Yumi. Aku tau apa yang aku niatkan itu mengandung banyak sekali resiko. Seandainya cintaku di tolak, maka pertemanan kami tidak akan mungkin kembali seperti dulu lagi. Selayaknya kaca, yang jika pecah tidak akan mungkin kembali seperti semula walau kita telah memperbaikinya. Namun jika di biarkan, hati ini jelas akan sakit karena ada rasa yang di biarkan terpenjara begitu lama.

Aku siap mengbil resiko yang akan diri hadapi nanti, oleh sebab itu diri ini memutuskan untuk pergi bersamanya ke sebuah restauran. Aku tidak tau apakah sebuah tempat makan memang layak untuk di jadikan tempat menyatakan cinta. Bagaimanapun aku belum pernah berpacaran sebelumnya, jadi secara otomatis ini adalah kalau pertamakh menyatakan cinta kepada perempuan.

Usai aku menyatakan cinta, Yumi nampak terdiam dan hal itu jelas membuatku panik bukan main. Apakah lisannya akan menjawab iya? Semoga saja begitu.

" Yumi pasti berkata iya, karena bagaimana pun aku lumayan tampan dan setia " Ujarku dalam hati.

" Maaf " Ujar Yumi yang seketika membuatku lemas.

" Pasti jawabanmu tidak " Ujarku dengan nada lirih.

" Haha ternyata kau sudah bisa menebaknya "

" Apa ada orang yang sedang kau sukai? " Tanyaku.

" Hmmm ada "

" Haha jadi begitu ya, sial padahal kita dekat kenapa kau tidak cerita jika kau sedang naksir seseorang? Sebab bisa saja kan aku membantumu "

" Haha kau yakin mau membantuku? "

" Tentu, sebab bagiku itu lebih baik. Mendukung seorang teman dalam urusan asmara adalah hal yang wajar. Justru yang tidak wajar adalah aku, karena tega merusak pertemanan kita dengan cara mengungkapkan perasaan kepadamu "

" Mengapa pertemanan kita akan hancur? "

" Haha mungkin kau mudah mengatakan jika pertemana kita tidak akan hancur. Namun bagaimana denganku? Tetap dekat dengan sosok yang baru saja menolak diri ini rasanya akan sangat sulit, terlebih lagi nanti saat kau bisa bersama dengan pria yang kau cintai "

" Hahaha Yuki kau ada-ada saja "

Entah mengapa Yumi malah tertawa dan hal itu jelas membuatku terganggu. Apakah ada sesuatu yang lucu? Sial apa dia mengganggao ungakapan perasaanku itu serupa dengan lawakan yang layak di tertawakan?

" Hentikan tawamu " Ujarku kesal.

" Maaf, maaf "

" Yumi aku tau kau cantik dan banyak pria yang mengincar hatimu itu. Aku juga sadar jika diri ini hanyalah sosok yang biasa saja, mendapatkan hatimu itu layaknya menggapai bulan. Namun bisa kah setidaknya kau menolakku dengan cara yang halus dan tidak menertawakanku. Mengumpulkan keberanian untuk menembakmu itu butuh usaha tau, ada banyak hal yang harus diri ini pertimbangkan dan jelas ada juga yang akan aku korbankan "

" Yuki, apa kau tidak penasaran dengan sosok yang aku sukai? " Tanyanya.

" Aku tidak peduli. Paling kau suka dengan orang paling tampan di angkatan, atau atlit yang ada di kampus kita "

" Kau yakin tidak peduli? "

" Baiklah aku peduli " Ujarku yang terpaksa jujur kepadanya.

Bagaimanapun aku memang penasaran dengan sosok yang di cintai oleh Yumi. Diri ini memang di tolak olehnya, namun jika perasaan ini aku kubur dan tetap mendukungnya untuk menemukan cinta sejati ada kemungkinan kami masih tetap bisa berteman. Itu lebih baik ketimbang berpisah darinya. Bisa saja aku menikung dia suatu saat nanti, tapi bisa juga aku malah jadi badut yang bertugas untuk menghibur Yumi di saat dirinya bertengkar dengan pacarnya. Entah mana yang akan terjadi, namun yang jelas keinginanku untuk saat ini hanyalah satu yaitu mengetahui siapa sosok yang Yumi sukai.

" Haha dasar labil " Ujar Yumi.

" Baiklah, siapa yang sedang kau sukai? "

Bukannya menjawab pertanyaanku, entah mengapa Yumi malah mengangkat tangan kanannya kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arahku. Aku jelas bingung dengan tindakannya, bukan kah dengan begini artinya dia mengakui jika sosok yang dirinya sukai adalah aku? Jika demikian mengapa dirinya menolak cinta yang baru saja diri ini ajukan? Tindakannya sungguh sangat kontradiksi. Mungkin kah Yumi tengah mempermainkanku?

" Ok aku bingung sekarang " Ujarku.

" Kau menanyakan sosok yang aku sukai kan? "

" Iya, lantas mengapa kau malah menunjukku? "

" Karena memang sosok yang aku sukai adalah kau Yuki "

Aku semakin yakin jika Yumi sedang mempermainkanku, ah sial siapa yang menyangka jika perempuan yang selama ini aku nilai baik ternyata memiliki sisi jahat yaitu tega mempermainkan laki-laki. Aku akan berusaha untuk bertindak biasa saja, tidak boleh merasa PD atau berharap karena bagaimanapun Yumi tengah mempermainkanku.

" Baiklah, bagaimana kalau kita akhiri saja semua ini " Ujarku.

" Maksudmu? " Tanya Yumi bingung.

" Maaf Yumi, aku memang masih agak polos. Meski demikian diri ini tidak bodoh, kau sedang mencoba mempermainkanku bukan? "

" Hei kenapa kau berfikir seperti itu? "

" Kau baru saja menolakku, tapi beberapa saat kemudian dirimu berkata jika orang yang hati itu sukak adalah diriku. Bukan kah itu namanya mempermainkanku? "

" Aku tidak pernah mempermainkanmu Yuki. Orang yang tengah aku sukai adalah kau "

" Lantas mengapa kau menolakku? "

" Karena aku tidak ingin pacaran "

" Ah aku paham, kau berusaha menolakku dengan cara lembut kan dengan mengatakan hal tersebut "

" Yuki, kau adalah orang yang paling mengenalku. Menurutmu bagaimanakah diriku ini? Apakah pernah bersikap abu-abu? Bagaimanapun aku orang yang to the point, dan mengatakan segala sesuatu dengan apa adanya. Jika itu hitam maka aku akan mengatakannya hitam, jika putih aku juga akan mengatakannya putih. Aku tidak suka bertele-tele, jika tidak suka maka lisan ini akan berkata demikian, tidak peduli hal itu akan menyakiti seseorang atau tidak."

" Lantas mengapa kau menolakku? "

" Karena aku tidak suka hubungan yang abu-abu "

" Maksudmu? "

" Mengapa kau ingin berpacaran denganku? "

" Karena aku menyukaimu "

" Apa menurutmu pacaran adalah sesuatu yang bersifat jelas dan pasti? "

" Sejujurnya menurutku tidak "

" Maka kau paham kan mengapa aku menolakmu? Hubungan cinta yang aku anggap hanyalah pernikahan. Karena ada banyak hal yang membuat hubungan itu kuat terutama dalam hal hukum. Dalam Hukum negara, agama dan lain sebagainya pernikahan lah yang selalu di anggap ada, bukan pacar. Bagiku berpacaran hanyalah hubungan palsu yang akan selalu berujung pada rasa sakit "

" Tapi bukan kah dari berpacaran kita bisa melaju ke jenjang yang lebih pasti seperti pernikahan? Banyak orang yang telah melalui itu juga "

" Berapa persen kau yakin dari berpacaran itu kita akan bisa sampai ke jenjang pernikahan? "

" Hmm aku rasa di atas lima puluh persen "

" Entah itu fakta atau opinimu, namun dari yang aku tau pacaran adalah salah satu hal payah yang di lakukan seorang laki-laki yang tidak siap menseriuskan seorang wanita "

" Bukankah mengungkapkan perasaan itu adalah bentuk keseriusan? "

" Hmmm kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja melamar ku? Itu lebih seriusan? "

Lisan ini jelas terdiam seribu bahasa ketika Yumi mengatakan hal tersebut, melamarnya sih diri ini siap-siap saja, namun ada banyak hal yang harus di pikirkan jika aku mengajaknya menikah. Rumah, pekerjaan, pemasukan dan lain sebagainya sementara aku masihlah bocah baru dewasa yang kerja sambilan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Gaji dari kerja part timeku di cafe jelas tidak akan cukup untuk menghidupi dua orang sekaligus. Maka dari itu mengajaknya menikah bukanlah langkah yang berani diri ini ambil untuk saat ini.

" Kenapa kau diam? " Tanya Yumi.

" Hmmm "

" Kau pasti berfikir keraskan? Bagaimanapun menikah itu sulit, biaya melamar ku hingga acara resepsi itu pasti membutuhkan uang. Ok lah anggap saja kita resepsi dengan apa adanya, namun bagaimana dengan fase setelah itu? Kita akan tinggal berdua, tidak bisa bergantung pada siapapun, butuh uang banyak untuk rumah, anak, kendaraan dan lain-lain. Bukan kah begitu? "

" Iya kau benar "

" Menikah berbeda dengan pacaran Yuki karena bagaimanapun kasta kedua hubungan itu berbeda sangat jauh. Berpacaran hanyalah hubungan yang di buat oleh para lelaki payah. Lebih tepatnya mereka yang hanya ingin berpura-pura serius "

" Apa maksudmu berpura-pura serius? "

" Hmmm jika sekarang aku berkata, aku tidak mau berpacaran denganmu, Namun diri ini mau menikah denganmu. Apa yang akan kau lakukan jika aku mengatakan hal seperti tadi ? "

" Aku akan berusaha menikahimu "

" Aku percaya kau akan berusaha melakukannya dan pasti dirimu akan benar-benar sangat ingin mempercepat hal itu. kau tau kenapa? "

" Hmm karena aku sangat mencintaiku "

" Iya karena hal itu, dan ada satu hal lagi yang membuatmu ingin menyegerakannya "

" Apa itu? "

" Karena kau ingin segera mengamankan diriku "

" Iya aku jelas ingin segera mengamankan hatimu "

" Hal itu terjadi karena aku sengaja menggantung hubungan ini. Kau mencintaiku dan percaya lah diri inipun demikian. Namun tidak ada status apapun yang mengikat kita sehingga dirimu tidak memiliki hak apapun agar dapat mengatur hati ini untuk tidak membuka pintu kepada yang lain. Bukannya aku mau membuka hati pada yang lain, karena ingat aku pun mengalami hal yang sama, diri ini tidak punya hak juga untuk mengaturmu bukan kah itu adil? "

" Iya itu sangat adil "


" Aku hanya ingin menguji keseriusanmu, maka dari itu datanglah padaku dengan tawaran hubungan yang sah karena hati ini juga menginginkanmu, namun segeralah! karena banyak hal yang bisa mengikis cinta ini "

" Kurang lebih aku paham maksudmu, kau sengaja membuat hubungan kita menggantung agar diri ini bisa benar-benar berhasrat untuk menghalalkanmu, bukan kah begitu? "

" Iya kau benar Yuki, jika kita berpacaran artinya kau sudah memilikiku namun dalam hubungan semu dan rentan akan akhir yang buruk. Aku yakin kau akan nyaman dengan hubungan itu hingga merasa enggan untuk mengubahnya menjadi lebih serius. Mengapa aku berfikir demikian? Sebab pada dasarnya banyak yang sudah seperti itu, dan percayalah aku sangat tidak suka dengan pria yang menganggap pacaran sebagai bentuk keseriusan "

" Apa kau bisa berjanji untuk tidak membuka hati kepada siapapun selain aku hingga diri ini melamarmu? "

" Aku tidak bisa berjanji "

" Mengapa begitu? " Aku agak kaget ketika Yumi mengatakan hal tersebut.

" Jika kau terlalu lama, maka aku akan segera mencari yang lain. Jadi cepat lah datang kepadaku " Ujar Yumi sambil mengedipkan mata kanannya.

" Baiklah kalau begitu, aku akan segera melamarmu " Ujarku penuh semangat.
" Yuki, apa kau percaya pada takdir? "

" Ya aku percaya "

" Menurutmu bagaimana rupa dari takdir itu? "

" Banyak yang bilang bentuknya serupa benang merah "

" Haha jawaban yang menarik "

" Aku pernah membacanya di sebuah buku, karena masuk akal maka diri inipun mempercayainya "

" Apa kau senang berjudi? "

" Hoi, apa maksudmu? Tentu saja aku bukan orang yang suka berjudi " Ujarku bingung.

" Bagaimana jika kau terpaksa berjudi dengan sosok yang sangat besar "

" Sosok seperti apa? "

" Takdir "
" Apa maksudnya? "

" Aku sedang memintamu untuk maju menghadapi banyak ketidak pastian bukan? Dengan kata lain, aku bisa di katakan tengah memintamu berjudi "

" Ah aku paham sekarang, maksudmu "

" Lawanmu adalah takdir dan sebagaimana yang kita ketahui bersama sosok berwujud benang merah itu sangat sulit untuk di pahami. Lawanmu adalah sesuatu yang kadang bertindak sangat kejam, namum bisa juga terlampau baik kepada seseorang. Dia di ciptakan oleh yang maha adil, oleh karena itulah sekalipun kau menghadapinya dalam perjudian, takdir tidak akan pernah bermain curang. Rayulah benang merah itu, buatlah dirimu terlihat pantas di hadapannya agar hati sang benang merah merasa senang dan bersedia membuatmu jadi pemenang dalam pertaruhan yang tengah kalian mainkan "

" Memantaskan diri di hadapan takdir ya.. "

" Apa kau siap melakukannya? "

" Hoi, kau pikir aku bisa berkata tidak siap? Perjudian ini akan aku mainkan, taruhannya adalah dirimu dan apapun pasti diri ini lakukan demi terlihat pantas di hadapan sang takdir "

" Aku suka Yuki yang seperti itu.. "

Berjudi dengan takdir ya? Sepertinya hal ini layak untuk di coba. Menapaki jalan penuh ketidak pastian menuju hati Yumi yang tengah menanti diri ini untuk melamarnya.

Apa yang mungkin akan terjadi nanti? Tentu tidak ada yang tau akan hal itu. Karena bagaimanapun tidak ada yang tah bagaimana benang merah itu membuat alur bagi manusia yang di ikatnya.


Quote:


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di