KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Hobby / Anime & Manga Haven /
Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62beceb0da97af20f30086d0/di-balik-segudang-fan-service-bisnis-manga-ternyata-amatlah-kejam

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam

Apa manga kesukaan agan dan sista? Mungkin jawabannya tak akan jauh-jauh dari One Piece, Naruto, Bleach, Dragon Ball atau Kimetsu no Yaiba. Manga-manga itu memang terkenal dan sudah terjual ratusan juta kopi di seluruh dunia.

Tapi apa agan tahu manga berjudul Time Paradox Ghostwriter? Atau Bone Collection? Atau Golem Heart? Atau I Tell C? Well, kalau nggak tahu juga nggak masalah. Bahkan orang-orang yang pernah membacanya mungkin sudah lupa dengan manga-manga tersebut.

Manga-manga itu sudah tidak lagi terbit alias sudah tamat. Jumlah chapternya cukup mengagumkan, kurang dari 20 chapter. Manga-manga ini tidak tamat karena ceritanya sudah berakhir sesuai keinginan mangaka, manga-manga ini tamat karena dipaksa tamat oleh penerbit atau istilah lainnya, dikampak.

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam

Sama seperti acara-acara televisi yang tidak laku sehingga dipaksa untuk berhenti, industri manga juga tidak memiliki ruang untuk manga yang tidak laku sehingga manga-manga ini akan dipaksa tamat dan diganti dengan manga baru.

Mari ambil contoh Weekly Shonen Jump (WSJ). Buat yang tidak tahu, ini adalah majalah yang dulu menampung Dragon Ball dan Naruto, dan sampai sekarang masih menampung One Piece. Majalah ini biasanya memiliki dua puluh manga di dalamnya dan setiap kali majalah ini terbit (setiap Senin) para pembaca akan diminta untuk mengisi sebuah angket untuk memberitahukan tiga manga favorit mereka. Pihak perusahaan akan menarik seribu angket secara acak dan skor dari setiap manga yang terbit di majalah akan terlihat.

Setiap manga akan mendapat peringkat dan peringkat ini jugalah yang akan menentukan peletakan mereka di dalam majalah. Jika peringkatnya tinggi maka akan diletakkan di bagian depan sedangkan manga berperingkat rendah akan diletakkan di bagian belakang. Dengan begini pembaca bisa menilai sendiri mana manga yang populer dan mana yang tidak.

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam

Manga-manga yang berada di papan bawah (lima terbawah) biasanya selalu rentan dengan kapak sakti yang akan mengakhiri serialisasi. Biasanya setiap empat bulan sekali akan ada rapat untuk membahas manga mana yang harus diakhiri untuk diganti dengan manga baru dan karena itulah mangaka-mangaka papan bawah harus berusaha keras meningkatkan peringkat mereka. (Sumber: Bakuman)

Bagaimana caranya? Cara paling mudah adalah dengan meningkatkan kualitas gambar dan juga cerita. Sayangnya cerita dan gambar yang bagus tak akan turun begitu saja dari langit. WSJ memiliki jadwal terbit setiap minggu jadi setiap minggunya mangaka harus membuat sekitar dua puluh halaman manga dan ini benar-benar pekerjaan yang sangat berat. Beberapa mangaka bahkan sampai jatuh sakit karena tak sanggup dengan jadwal mingguan.

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam

Akhirnya beberapa mangaka terpaksa mengambil jalan mudah, memperbanyak fan service. Jangan heran, ada lo manga yang poin utama penjualannya adalah adegan-adegan ecchi yang pasti tak akan lulus sensor di negara ini (ex: To Love Ru, Yuragisou no Yuuna). Banyak dari Anda mungkin memandang rendah manga seperti ini, tetapi bukan berarti mangakanya ingin menggambar semua itu. Keadaanlah yang memaksa (meski ada juga sih yang memang hobi).

Singkatnya, di balik manga-manga yang biasa kita baca di situs bajakan(aduh) terdapat persaingan yang sangat ketat sehingga memberikan beban berat pada para mangaka dan juga pihak penerbit. Namun, well, begitulah bisnis. Hanya yang laku saja yang bisa bertahan dan jika tidak laku akan tergantikan dan akhirnya terlupakan.

Sekian dari saya mari bertemu di thread saya yang lainnya.

Di Balik Segudang Fan Service, Bisnis Manga Ternyata Amatlah Kejam
profile-picture
orangemonkey memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Halaman 1 dari 4
Post ini telah dihapus
makanya manga mulai kalah sama manhua dari korea yang banyak adegan syur nya...
Gaada bisnis yg tidak kejam emoticon-Big Grin selalu ada kesempatan dan resiko yg harus dihadapi
Resiko profesi aja sih klo ane bilang, namanya mangaka ya klo dicari dari yg top tier sampe kelas madesu ya ada. Jadi salary man stress jg, jadi politikus kyk Shinzo Abe resiko kena tembak. Hidup emang selalu penuh resiko.
Jd penulis deg2a juga ya...
ya begitulah dunia bekerja... hehe
Oda sensei kuat juga ya, bikin komik one piece sampe beratus ratus chapter. dan bisa bertahan terus.
itu ide ceritanya dari mana ya bisa sampe situ? wkwkw
gue jadi pengen deh punya ide cerita buat manga gitu

kenapa gak bikin kayak Death Note aja ya? ceritanya gak terlalu panjang tapi bagus
yang pic ahegao dari doujin apa aja tuh? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
apa betul banyak adegan manga yg ena ena disensor
padahal mantap mantap tuh
dan legit legit
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tidak sesuai dengan ajaran agama
Kimetsu no Yaiba ane perhatikan sebelum ada anime selalu ranking bontot di jump comic.

Sebagai kolektor komik elex grup g ngaruh toh g bakal masuk di Indonesia.

Sambil ngeluarin unek2: lama amat komik yg di jepang dah tamat tapi kagak keluar2 di Indonesia macam Toriko
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Ternyta ga mudah ya jd mangaka trkenal skelas akira toriyama masashi kishimoto nobuhiro watsuki
Persaingan ny ketat bgt emoticon-Cape d... (S)
Gk kejam apa bedanya dengan liga sepakbola, 3 trbawah trganti dgn 3 yg baru juga yg top 4 bisa masuk liga champion atau disini dpet serialisasi

Itu sistem seleksi yg kuat n konsisten akan trus brtahan yg hype sesaat n gk konsisten cepat atau lambat juga bkal trgerus dgn pendatang baru
Hampir sama kayak industri hiburan disini,tim kreatif dipaksa bikin kreasi bedanya deadline bukan lagi mingguan tp harian.Perbedaan lain yaitu kualitas konsumennya. So,kalo lo muak dgn industri hiburan kita,ya hanya segitulah kualitas mayoritas penontonnya..industri hanya bikin produk yg laku..
Sekarang model2 nya komik2 yg keluar seminggu sekali trus cuma bbrp page~ yg HOT banget dan lg mau buat Extra Credit nya tuh Solo Leveling~

Yg uda keluar seminggu sekali dna diangkat dr light novel, trus cuma bbrp halaman aja tiap minggu kadang bisa sakit sampai 2 3 bulan ga kluar chapter baru.

Gmn yg tiap minggu kudu hajar trus dan karya original dr 0 😂😂😂 ga gila mah boong emoticon-Ngakak
memang tak mudah yah. apalagi bukan cuma manga saja.
Baca yang kocak ekstreme aja

Mudazumo
Ride on King

Jamin bikin lo mikir

Ini mangaka minum obat apaan sih???
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
manga yg msh gw ikutin cuma the fable dan opm .. kalo manhwa uda byk gw tinggalin krn ya ceritanya ga jauh2 dr reinkarnasi reborn rebirt turnbacktime bla bla bla.. paling nunggu season baru legend of northen blade

top 10 manga skrg byk yg ga cocok utk gw
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ya begitulah hidup memang keras. Bukan cuma mangaka aja tapi semua bidang sama
ada salah satu manga yang ane koleksi tapi dah lama terbitnya Yotsuba &, dari Jepang apa sudah ga dilanjutkan lagi ya ceritanya.
profile-picture
araadea memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 4


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di