KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Blunder Partai: Megawati Antara Migor, Tukang Bakso & Kecerobohan Komunikasi Politik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62ba5996fee5555547048bb2/blunder-partai-megawati-antara-migor-tukang-bakso-amp-kecerobohan-komunikasi-politik

Blunder Partai: Megawati Antara Migor, Tukang Bakso & Kecerobohan Komunikasi Politik

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) beberapa waktu belakangan mendapatkan sorotan publik karena pernyataan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

Megawati yang kerap melabeli partainya sebagai partai wong cilik (rakyat kecil dalam bahasa Jawa) justru kerap melontarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan titel itu.

Pernyataan-pernyataan itu ia sampaikan di forum terbuka dan menjadi konsumsi publik.

Ada dua pernyataan kontroversial Megawati yang masih diingat oleh publik. Pertama soal minyak goreng dan yang kedua terkait tukang bakso.

Megawati soal minyak goreng

Beberapa bulan lalu, Megawati Soekarnoputri menyarankan masyarakat untuk merebus atau mengukus makanan sebagai solusi kelangkaan minyak goreng.


Hal ini disampaikan Megawati ketika masyarakat tengah kesulitan memperoleh minyak goreng di pasaran. Pernyataan Megawati itu pun mendapat cibiran dari masyarakat.

Megawati disorot atas pernyataannya. Ia mengaku heran melihat ibu-ibu rela mengantre berjam-jam demi membeli minyak goreng.

Ia juga mempertanyakan kebiasan para ibu-ibu Indonesia yang terlalu banyak menggoreng.

"Saya sampai mengelus dada, bukan urusan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng, saya sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng sampai begitu rebutannya?" kata Megawati dalam webinar yang disiarkan Youtube Tribunnews, Jumat (18/3/2022).

Padahal, menurut Mega, masih banyak cara untuk membuat makanan selain menggoreng. Misalnya dengan direbus atau dikukus.

"Apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus, atau seperti rujak, apa tidak ada? Itu menu Indonesia lho. Lha kok njelimet (rumit) gitu," imbuh Megawati.

Sebulan kemudian, lagi-lagi Megawati berbicara soal antrean minyak goreng.

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu mengaku bingung dengan maraknya warga yang mengantre lama untuk mendapatkan minyak goreng ketika terjadi kelangkaan.

Pasalnya, di saat bersamaan, ibu-ibu juga berbondong-bondong belanja ke pasar untuk membeli baju baru.

"Saya lihat di pasar-pasar sekarang akibat sudah dilepaskannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), ibu-ibu berbondong-bondong beli baju baru dan sebagainya. Padahal, di sisi lain bingung, mereka antre minyak goreng," kata Megawati dalam acara Kick Off Pembentukan Brida yang ditayangkan secara virtual, Rabu (20/4/2022).

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, menilai bahwa komunikasi politik Megawati terkait pernyataan ini cenderung ceroboh.

Tak heran jika rakyat merasa tersakiti atas pernyataan Mega, sebab masyarakat di berbagai daerah berbulan-bulan dalam kondisi sulit akibat kelangkaan dan mahalnya harga minyak.


"Komunikasi politik Bu Mega ini agak ceroboh karena pertama kondisi masyarakat sedang susah," kata Kunto kepada Kompas.com, Minggu (20/3/2022).

Kunto menilai, gaya komunikasi Mega ini menunjukkan adanya diskrepansi atau gap yang besar antara elite politik dengan kalangan akar rumput.

Rupanya tak seluruh elite politik menganggap kisruh minyak goreng sebagai masalah prioritas, sementara bagi publik persoalan ini sangat mendasar.

"Ini yang menurut saya jadi problem. Berarti ada saluran komunikasi, saluran aspirasi dari bawah ke atas yang mandek," ujar Kunto.
Gurauan soal tukang bakso

Terkini, Megawati disoroti lantaran ucapannya soal tukang bakso.

Hal itu terjadi pada saat rapat kerja nasional (Rakernas) kedua PDI-P tahun 2021 dibuka Selasa (21/6/2022) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Baca juga: Megawati: Saya Merasa Berterima Kasih, Tidak Salah Pilih Deklarasi Pak Jokowi

Mulanya, Megawati menceritakan soal gurauannya kepada ketiga anaknya saat akan mencari jodoh.

Iya terang-terangan meminta anak-anaknya agar tidak mencari pasangan yang berprofesi sebagai tukang bakso.

"Jadi ketika saya mau punya mantu, saya sudah bilang ke anak-anak yang tiga ini. Awas lho kalau nyarinya kayak tukang bakso," ujar Megawati saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI-P Tahun 2021 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa.

"Jadi maaf, tapi bukannya saya apa. Maksud saya, manusia Indonesia ini kan Bhinneka Tunggal Ika. Ya maka harus berpadu. Bukan hanya tubuh dan perasaan, tetapi juga dari rekayasa genetika. Kita cari-cari begitu," kata dia.

Tak melanjutkan pernyataan itu, Megawati lantas beralih ke persoalan kimpoi campur.

Presiden ke-5 RI itu menekankan agar kimpoi campur mestinya bisa dilakukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku.

Baca juga: Soal Capres, Megawati: Pemimpin yang Saya Cari Tak Hanya Andalkan Elektoral

Dia lantas mencontohkan dirinya sendiri yang merupakan anak biologis dari perkimpoian antarsuku.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam berpandangan bahwa pernyataan Megawati yang bergurau soal tukang bakso dapat berimbas pada merosotnya elektabilitas PDI-P.

Sebab, jargon "partainya wong cilik" yang selama diusung oleh PDI-P dapat dipandang sebagai gimik semata.

Hal ini karena pernyataan Megawati yang dianggap merendahkan wong cilik.

"Jika kekeliruan ini terus berlanjut dan bertubi-tubi, tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan koreksi elektabilitas bagi PDI-P," kata Umam saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/6/2022).

"Karena jargonnya sebagai partainya wong cilik seolah hanya sebatas gimik semata yang tidak dibuktikan oleh keberpihakannya terhadap rakyat kecil," ujar Umam.

Menurutnya, gurauan Megawati pada pembukaan Rakernas PDI-P itu tidak tepat disampaikan oleh seorang ketua umum partai politik besar.

Ia mengatakan, pernyataan itu menunjukkan Megawati tidak memiliki sensitivitas sosial terhadap nasib wong cilik.

"Guyonan itu seolah meletakkan 'tukang bakso' sebagai kelompok sosial rendahan tak layak hidup dalam lingkup keluarganya, hingga layak ditertawakan dalam candaan para elite politik dalam forum internal partainya tersebut," tuturnya.


sumur


padahal penjual bakso sudah membantu program pemerintah untuk merebus makanan jadi gak perlu subsidi minyak goreng. eh masih direndahkan juga emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh tenglengwotik
Halaman 1 dari 2
Banteng nyungsep wes
Balik oposisi maneh emoticon-Leh Uga

Jgn mau pilih capres ato kader banteng besok2
Slamanya akan jd jongos petugas parte megatron emoticon-Shakehand2
profile-picture
capres.banjir memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kasian tukang bakso

emoticon-norose
Partai nyungsep gara2 tukang baksoooo , sooo baksoooo. Lgs deh inget zaman pak harto dolo deh . Petaka petiki
Yen pingin banteng nyungsep ojo koalisi karo sapi,, wis jaminan banteng nyungsep emoticon-Big Grin

Demokrat + gerindra + nasdem + PKB (tambahan) wis dijamin banteng nyungsep emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Sebetulnya udah eneg liat pdipret ini..tapi mo gimana lagi, daripada dipimpin partai cingkrang, mending pdipret aja
emang sudah waktunya ni emak2 duduk manis ajah..jadi simbol parte..gak usah punya jabatan struktural dan politis di parte..soalnya bahaya...
salah ngomong dikit taruhannya nama parte
halah ga ngaruh kali simeg bacot gitu, tar pas pilbup / pilkada di jateng juga tetep menang, sekalipun nyalonin sendal jepit emoticon-Leh Uga



PDIP paling pas jadi oposisi
emang bener konon katanya kalo indonesia gak ada megatron kyknya bakalan jauh lebih tentram
profile-picture
capres.banjir memberi reputasi
apa yg elu harapkan dari orang yg gelarny saja giveaway
cie kadrun laknat khilafuck depresi emoticon-Big Grin
kalo gak ada mama, pdip, nkri sudah jatuh di tangan khilafuck laknat budak iblis emoticon-Embarrassment
cuma lulusan sma? lah kadrun laknat gelar S nya berjejer malah jadi pengantin bom bunuh diri
si lulusan sma itu adalah mantan presiden perempuan pertama di Indonesia, berkali2 membawa partainya juara di Indonesia, gak pernah di tangkap kpk krn penyuapan daging, gak pernah korupsi pake istilah2 yg ada di kitab suci

jadi utk apa jidat gosong muka senyum2 munafik tapi maling?
profile-picture
capres.banjir memberi reputasi
Diubah oleh sudarmadji-oye
Orang yang milih PDIP atau Mega itu karena faktor Emosional aja, selain trah Soekarno ada sebagian yang melihat PDIP sebagai partai yang ideologinya masih asli Nasionalis....

mau jatuhin PDIP ya ga bisa nyerangnya pake isu Migor sama Baso...

ayo lebih giat lagi kerjanya...

emoticon-Big Grin
profile-picture
capres.banjir memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Hmmmmm......
Komunikasi publik ny yg bermasalah....
emoticon-Cool
Kyak Gus Dur dlu....
Kalo yg pinter ngomong ya Anis....
Partai wong kecil


Ah masak
Goreng trus..

emoticon-Ngakak (S)..

Memang semua partai nggak ada yg arus komunikasinya bagus dari bawah ke atas. Parpol sekarang = elit politik. Elit = sekelompok kecil orang yg berkuasa secara tidak proporsional.

Jadi ya nggak ada parpol di Indonesia yg "wong cilik". Nyalon anggota dewan saja duitnya berkardus-kardus...
Beda kondisinya dengan partai di awal kemerdekaan dulu yang memang diisi buruh tani dan rakyat kecil lain.

Angel wis, angel...

kasian mamak emoticon-Mewek
Si paling - paling

▪︎ Si paling Bhinneka Tunggal Ika
▪︎ Si paling Indonesia
▪︎ Si paling wong cilik.
▪︎ Si paling banyak gelar doktor honorisnya.

Si paling - paling emoticon-Ngakak
Blunder Partai: Megawati Antara Migor, Tukang Bakso & Kecerobohan Komunikasi Politik
profile-picture
Jerry Maguire memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di