KOMUNITAS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62b9ba651e285f7cfa52ce24/unforgettable-2009

Unforgettable 2009

• Desember 2008

  Hari hari terasa begitu hampa, tanpa semangat dengan rutinitas yang menumpuk. Disela kesibukan, wajah Ritma muncul begitu saja. Ingatan tentang kandasnya hubungan kami, membuat tubuh serasa tanpa jiwa.

Ritma mahasiswi sastra inggris yang berlatar belakang keluarga fanatik dengan keislamannya itu, menyatakan hubungan yang kita jalani selama tiga tahun ini tidaklah begitu berarti. Walaupun kisah di antara kami begitu sangat berkesan.

Waktu berjalan begitu cepat, sampai pada di pertengahan Desember, aku berkendara dengan ayah menuju bengkel menaiki mobil tua kami yang masih cantik di jamannya.

Sambil menikmati perjalanan sembari merasakan udara segar di tepi hamparan ladang, tiba-tiba ponsel berbunyi adanya pesan text masuk.

"ini arie ya? Apa kabar?"

Aku yakin ini bukanlah Ritma. Nomernya beda, bahkan kode wilayah nomornya-pun bukan area lingkungan tempat tinggal kita. Itu adalah sebuah nomer asing yang berasal dari luar daerah.

Yang membuatku bertanya-tanya, seseorang yang mengetahui nomer ponselku sudah pasti teman satu fakultas atau kerabat, lagipula aku tidak pernah mengganti nomer ponsel sejak zaman batu sampai ke era ponsel symbian.

Negatif thinking: apakah nomer ini termasuk penipuan? sudahlah, lebih baik ku putuskan untuk membalasnya;

"Maaf.. siapa ya?"

Beberapa menit diapun membalas;

"Aq Dina"

Aneh, kenapa aku tidak mengingat siapakah Dina ini. Setahuku tidak pernah memiliki teman fakultas atau satu prodi bernama Dina. Namun aku balas kembali, kutanyakan prihal tentangnya sampai aku tahu bahwasanya ia adalah kawan masa kecilku dulu, saat seragam merah putih masih melekat di keseharian kami.

Perasaa sedikit terkejut, karena tak menduga sama sekali. Kawan kecil menghubungi kembali dan bahkan pulang ke kota kecil ini setelah sekian lama berpindah tempat tinggal di Jawa Barat. Seiring percakapan kita melalui pesan text, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu.

Sesampai di rumah Dina yang dulu dan sedikit berubah karena renovasi, sungguh tak kusangka dia begitu menawan hati. Rambut pirang terurai dan wajah manis seakan menghipnotis pandangan. Berbeda jauh seketika aku mengingatnya dulu ia berambut pendek dan kita masih sama-sama duduk di bangku sekolah dasar.

Quote:

Unforgettable 2009

Kami pun akrab, waktu kian berjalan dan hubungan kita semakin dekat.
Bahkan ia berniat menemaniku kuliah sampai selesai.

Dina adalah wanita yang membuatku istimewa, bisa dibayangkan.. sejak kita duduk di bangku sekolah dasar ia sudah menyukaiku. Padahal aku juga merasa tak ada something spesial pada diriku yang harus aku unggulkan dibanding teman-temannya di kota besar tempat tinggalnya yang lebih gaul dan modis.

Walaupun kini ia berasal dari kota besar dan bisa dibilang metropolitan, kesederhanaan dan attitude-nya yang menjanjikan itu telah membuat diriku bangga untuk mengenalinya lebih jauh.

Hubungan kita semakin dekat. Cinta lama yang dirasakan telah bersemi kembali, seiring dengan perjalanan waktu dan kebersamaan yang membuat kita menjadi sebegitu intim.

• Akhir Desember 2008

  Moment paling berkesan dalam hubungan itu, saat pergantian tahun baru ke 2009. Yang mana kita berdua merayakannya di pusat kota, sebuah tempat dengan moment begitu romantis.

Saat kita sedang benar benar dalam keadaan kasmaran sambil menyaksikan megahnya kembang api, ada seseorang yang mengabadikan moment tersebut. Awalnya aku sempat bertanya apa maksud dan tujuannya merekam kebersamaan kami. Ternyata orang tersebut merupakan konten creator pada masanya. Namun pada akhirnya kami-pun menyetujuinya, bahkan momen tersebut nampak berlangsung sangat natural. Begitu indah menjadi kenangan yang tak terlupakan ketika kebersamaan aku dan Dina ter-unggah di laman facebook.

Unforgettable 2009

Momen malam pergantian tahun itupun juga telah ter-share di beberapa sosmed seperti twitter seingatku. Kenangan itu begitu membekas dan sangat menginspirasi untuk membuat tulisan tentangnya kini.

• Januari 2009

  Setelah tahun baru itu, hubungan kita baik-baik saja sekalipun ada perdebatan dan pertengkaran kecil, ia tetap membuat senyumku merekah sepanjang hari.

Selang beberapa minggu, ibunya menghubungi. Memintaku untuk meniatkan hubunganku dengan Dina agar menuju ke jenjang yang lebih serius. Namun aku belom benar-benar siap untuk melamarnya. Ayah dan ibu tidak akan mungkin memberikanku izin, karena aku masih ada di bangku kuliah dan belum berstatus sarjana. Apalagi aku pun belum bekerja. Mau aku kasih makan apa anak orang nanti jika seperti ini keadaannya.

Setelah aku menyatakan perihal tersebut, ibu Dina memberikan toleransi kepadaku entah karena apa.

• Februari 2009

  Sampai pada 14 Februari dimana ada hari valentine yang saat itu kebetulan banyak penjual bunga sekuntum di kawasan kampus.

Alangkah bahagianya hati ini ketika Dina berkata sambil tersenyum sayu;

"kenapa ga kamu kasih ke aku daritadi?"

Itu adalah bunga sekuntum yang aku beli tadi sore dan lupa aku kasih ke Dina sampai lepek tersimpan di tas kecilku.
Yang membuatku bangga padanya, aku tak pernah merasakan sesuatu seperti ini ketika aku masih bersama Ritma.

Disitulah aku memahami memang karakteristik dan tutur kata manusia pastilah berbeda nian.

Quote:


• Time to end all this

  Beberapa bulan kemudian, tepatnya April 2009 Dina berpamitan padaku untuk segera pulang ke kotanya. Harus terpisah jauh antara jarak dan waktu. Mau tak mau aku harus meng-iyakan kepergiannya.

Beberapa hari tanpa kabar, Dina sulit di hubungi. Komunikasi kita terputus. Ponsel dan Facebooknya tidak pernah aktif. Aku semakin merasakan ada sesuatu yang janggal.

Dan akhirnya terjawab beberapa hari kemudian. Melalui akun Facebook, tampil di beranda milik Dina terpampang foto pernikahannya dengan seorang pria disana.

Tanpa penjelasan dan tak perlu dijelaskan.


Quote:



  Ketika ponselnya bisa kuhubungi. Nada tak suka terdengar saat seorang pria mengangkat ponselnya. Kujelaskan bahwasanya aku hanya lah seorang kawan dan hanya ingin berbicara dengan Dina sebentar saja. Namun Dina benar-benar tidak ingin berbicara denganku saat itu. Mungkin ini adalah hal terbaik bagiku untuk menguatkan hati betapa menyakitkan-nya sebuah pengkhianatan.

Dan aku yang bodoh ini masih mengharap rentetan penjelasan yang serasa tak berujung. Overall Aku hanya ingin menanyakan apa yang ada di benaknya saat sebelum aku merasakan luka dan tak berdaya.

Mungkin sepenggal kisah ini terlalu umum dan sederhana bagi pembaca, namun aku menorehkan tulisan ini penuh rasa dan benar adanya yang kesemuanya adalah kenyataan kisah di masa itu. Harap dimaklumi.


• A few years later

  Menjelang kelulusan kuliah, sambil membuka laptop usang yang aku miliki, sekedar untuk login ke akun Facebook yang kian lama tak aku kunjungi bagai rumah hantu berbingkai sarang laba-laba. Inbox masuk dari banyak teman dan kerabat, di urutan akhir tak sengaja aku membaca inbox dari Dina yang panjangnya isi text tak sanggup lagi aku baca. Terdiam dan bekaca-kaca mata ini tak tertahan mengusik ingatan waktu itu untuk memaksa flashback ke tahun 2009. Dalam hati aku sebut "Subhanallah."

Quote:



• • • • • • • • • Personal Story• • • • • • • • •



Unforgettable 2009
Inspired by: Community Online Competition
#ForumSFTH via @KASKUS
profile-picture
profile-picture
kuda.unta dan bukhorigan memberi reputasi
Diubah oleh ariemail
Halaman 1 dari 3
Spoiler for buat Arie:
Terimakasih teman-teman telah bersedia dan berkenan membaca tulisan TS yang sederhana dan ala kadarnya tersebut.
Jika ada kesamaan kisah, nama, atau waktu pada tread di atas, saya minta maaf sebesar-besarnya. Tulisan TS adalah fakta dan benar adanya. Terimakasih 🥲
Tuhan yang tahu kucinta kau Unforgettable 2009
profile-picture
makola memberi reputasi
Di pejwan dingiemoticon-Goyang
profile-picture
makola memberi reputasi
Bersabarlah, yakin saja kalau akan ada akhir yang indah untuk sebuah kisah masa lalu
Bertahanlah, percayalah pada Tuhan dan dengarkan kata hatimu
Jika cinta itu ... akan kembali hadir mengisi kekosongan ruang rindumu
Jika rasa itu ... akan memulihkan keadaan jiwamu kembali mengharu biru
emoticon-Blue Guy Peace



Nice real storyemoticon-Rate 5 Star
profile-picture
makola memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Quote:

Eh gua pake emot itu ko jatohnya ngegif sih? Ga autoplay emoticon-Tepar
Quote:

Kau telah renggut yg kumau
Quote:

Ruang rindu-letto emoticon-Kaskus Radio
profile-picture
makola memberi reputasi
Lihat 17 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 17 balasan
Quote:


Quote:

Sekalian bawa ke sini vidklip-nya, Aa'emoticon-Smilie
profile-picture
olasaja memberi reputasi
Quote:


profile-picture
olasaja memberi reputasi
Quote:


Quote:


Terima kasihemoticon-excited
profile-picture
olasaja memberi reputasi
Quote:


Quote:


Biar neng merindu, bhwa letto pernah mengisi masa remaja neng emoticon-Leh Uga
profile-picture
olasaja memberi reputasi
Quote:

Selalu kok, Aa'emoticon-Blue Guy Peace

Biar TS-nya gak sedih ajahhemoticon-Big Grin
profile-picture
olasaja memberi reputasi
masih pejone ga
profile-picture
makola memberi reputasi
di ruang rindu kita bertemu
profile-picture
makola memberi reputasi
syahdu dan menggigit emoticon-Ngakak
profile-picture
makola memberi reputasi
Spoiler for :

Mampir di trit mod PMS
profile-picture
makola memberi reputasi
Masih kebagian pejwan ternyata emoticon-Jempol
profile-picture
makola memberi reputasi
Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Terimakasih banyak aganista Unforgettable 2009 Terimakasih dan Selamat pagi..
profile-picture
makola memberi reputasi
nice share gan😊🙏🏻
semoga segera "disembuhkan" ya gan, walaupun pahit tapiiii........ane yakin bahagia akan datang pd waktunya,,, aamiinemoticon-Nyepi
profile-picture
makola memberi reputasi
emoticon-ridingsenja

Ninggalin jejak dulu bro,,
profile-picture
makola memberi reputasi
Kepo sama isi inbox nya mas ariek ..apa tuh isinya ah kepooo aku tuh
profile-picture
makola memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Halaman 1 dari 3


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di