KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62b463b27ae18847c972b49a/pengasuh-ponpes-di-subang-perkosa-santriwati-10-kali-terbongkar-dari-tulisan-korban

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban



Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Pondok pesantren merupakan sebuah wadah pendidikan yang berorientasi islami. Maka dari itu, pesantren menjadi opsi bagi sebagian masyarakat untuk menitipkan anaknya agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan bernilai agamis.

Pesantren memang sudah menjadi bagian dari pendidikan masyarakat Indonesia. Karena kehadiran ponpes di negeri ini sudah ada sejak dahulu, bahkan tidak sedikit pesantren yang telah berdiri sudah lama masih tetap eksis dalam ranah dunia pendidikan islami.

Kegiatan di pesantren memang cukup padat dan telah terjadwal. Seluruh aktivitas santrinya sudah disusun secara rapi serta tertib. Hal ini bertujuan agar para peserta didik di sana menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Pesantren memang memiliki nilai jual yang lebih dari lembaga pendidikan islami yang non pesantren.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Dewasa ini, pesantren di Indonesia telah menjamur. Tak hanya di kota-kota, namun sudah sampai pelosok desa baik yang secara kuantitas masih kecil atau sudah besar, keberadaan pesantren sudah merata dan mudah sekali dijumpai.

Biasanya di pesantren dipimpin oleh seorang kiai yang memiliki ilmu agama luas. Mereka juga memiliki beberapa pengasuh yang ditugaskan untuk memantau kegiatan santri, sebab tak mungkin sang kiai memperhatikan anak didiknya selama 24 jam maka dari itu ditunjuklah orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi.

Pondok pesantren memang bertujuan untuk memperdalam ilmu agama. Namun, apa jadinya jika beberapa lembaga Islami tersebut ternyata menjadi tempat kriminalitas yang mana dilakukan oleh oknum pesantren itu sendiri. Tentu hal ini akan mengurangi minat dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Sebuah kejadian memilukan sekaligus memalukan kembali menerpa pesantren. Setelah sebelumnya heboh berita pimpinan pesantren di Bandung yang mencabuli belasan santrinya. Kini, di Subang seorang pengasuh salah satu pondok pesantren dengan tega memperkosa santrinya sendiri.

Seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang ditangkap polisi karena telah terbukti bersalah atas pemerkosaan seorang santrinya yang berusia 15 tahun.

Diketahui bahwa pelaku berinisial DAN (45) dengan tega memperkosa santrinya sendiri sebanyak 10 kali. Perbuatan tak senonoh itu dilakukannya dalam kurun waktu satu tahun. Selain menjadi pimpinan pesantren, ternyata pelaku juga bekerja sebagai salah satu staf di Kementerian Agama (Kemenag), Subang.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Terbongkarnya perilaku jahat pelaku diketahui setelah ibu korban membaca tulisan anaknya sebanyak enam lembar yang di dalamnya terdapat permintaan maaf karena sudah tidak suci lagi sebab kehormatannya telah direnggut oleh gurunya sendiri. Adapun modusnya ialah pelaku memanfaatkan statusnya sebagai guru dengan alibi agar mendapat ridhonya.

Mendapati hal itu, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan tersangka di tangkap di kediamannya tanpa perlawanan.

Kini, korban mengalami trauma akibat kejadian memilukan tersebut sehingga perlu dilakukan pendampingan dari unit Perlindungan anak dan perempuan.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Apa yang terjadi pada santriwati tersebut haruslah menjadi evaluasi bagi pendidikan khususnya dunia pesantren. Sebagai orang tua paling tidak perlu melakukan beberapa langkah ketika memutuskan anaknya masuk ke dalam pesantren, yakni :

1. Kenali pesantrennya

Sebelum memasukkan anak ke pesantren, baiknya orangtua mengenali pondok tersebut. Lakukan observasi mengenai siapa pimpinannya, kegiatan pesantren, visi dan misi dan sejarah dari pondok itu sendiri. Hal ini guna menjadi penilaian agar kita bisa meminimalisir tindakan semacam ini.

2. Lakukan kunjungan rutin

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Setelah anak masuk pesantren baiknya dilakukan kunjungan rutin paling tidak tiga bulan sekali. Hal ini agar bisa memantau perkembangan anak dan bertanya tentang perasaannya selama di pesantren serta kegiatan yang dilakukan.

3. Lakukan pendekatan kepada civitas pesantren

Hendaknya orang tua dan segenap pengasuh pesantren adanya pendekatan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi terhadap keberadaan sang anak di pesantren tersebut. Selain itu juga agar anak benar-benar dijaga dengan baik.

4. Lakukan komunikasi intensif kepada anak saat mereka pulang dari pesantren

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Saat anak libur dari pesantren, orangtua bisa melakukan komunikasi intensif kepada anaknya. Orangtua bisa bertanya soal pergaulan mereka, cara belajar, dan sikap pengasuh pesantren dalam mendidik.

5. Berdoa

Langkah kelima ini harus selalu dijalani setelah usaha yang maksimal telah dilakukan. Doa meminta agar sang anak dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik.

Sumber :

Opini pribadi

1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Enaknya dikebiri nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
Kelakuan kok ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cangcutlevis703 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Dah bener harusny dikebiri, eh ada yg sok ngebcd hom ham hom ham. g mikir korbannya jg punya hak yg sama.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kerja kemenag pny pesantren tp kelakuan bobrok.
emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Zero dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xonet
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Dipersilahkan ustad @wiskey31 untuk pembelaan dan OOT dari Thread
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wojciecszczesny dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh akamamichi
Pencabulan dengan alibi mendapat ridho, sungguh sangat mulia sekali ya akhi @wiskey31
profile-picture
profile-picture
profile-picture
packyu dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Ane ngga ngerti kan harusnya orang model begini ilmu agamanya lebih tinggi ya? Kok bisa melakukan hal bejat seperti itu? Ane aja yg ngga religius sama sekali ngga kepikiran mau perkosa anak orang. Terbesit pun engga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mycatmikey dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 13 balasan
Kadang ane berpikir, terlalu muda sih untuk sistem mondok atau asrama, masih terlalu labil atau terlalu polos gak bisa membaca siasat orang.
Cocoknya mondok itu kalau sudah 18+, udah siap secara mental.
Tapi ya gak semua berakhir buruk begitu.
________emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
DAN TERJADI LAGI.......
KEBIRI AJAH SUDAH, BIAR HAMPA IDUPNYA.
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan hvzalf memberi reputasi
Diubah oleh little.sirius
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban
profile-picture
k3nm4st3r memberi reputasi
Sekali kali kasih hukuman yang kejam. Biar ga ada pelaku macam gini

HAM. Bullshit...
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan hvzalf memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wojciecszczesny dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Sudah gak aneh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soray dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
emoticon-Ngakak
Pesantren
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Ya akiiiii, soak akiii
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan hvzalf memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hmmmm ruar biasa
Sudah pecah rekor belum nih?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yakin cuma 1 ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k3nm4st3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Harusnya kalo.pelaku dr kalangan yg ngerti agama, hukumannya harus lebih berat. Mereka harusnya mendidik supaya anak menjadi lebih baik, malah melakukan perbuatan yg merusak masa depan anak.
Herannya kasus yg begini responnya gk serame rendang babi ato penghinaan nabi di India, padahal lebih parah ya kasus kayak gini...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ridonculous dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Halaman 1 dari 7


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di