Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Tolak DOB dan Otsus, Koordinator Massa Demo Timika: Gelar Referendum

Jumat, 3 Juni 2022 14:33
Tolak DOB dan Otsus, Koordinator Massa Demo Timika: Gelar Referendum
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Koordinator masa demo yang dilakukan Petisi Rakyat Papua (PRP) di Timika, Ardi Murib mewakili masa menegaskan pihaknya menolak Daerah Otomi Baru, Otonomi Khusus dan meminta referendum.

"Jadi tuntutan kami ini tidak hanya di Kabupaten Mimka namun diseluruh wilayah Papua, hari ini turun dijalan,"kata Ardi kepada Tribun-Papua.com, Jumat (3/6/2022) di Timika.

Ia mengatakan, hari ini PRP melakukan aksi di Jalan C Heatubun tepatnya di pelataran Gereja Kingmi Bathera karena tidak dizinkan turun ke jalan.

"Kami seharusnya ke DPRD Mimika untuk menyampaikan aspirasi kami,"ujarnya.

Kedepan, kata dia, pihaknya bakal melakukan aksi lagi dengan jumlah masa yang cukup banyak.


Untuk itu, kata dia, diminta pengertian pihak kemananan karena ini negara demokrasi yakni hak setiap warga negara diperbolehkan menyampaikan aspirasi sesuai UU.

"Kami bukan orang lain. Ini kami punya daerah dan kami berhak menyampaikan pendapat dimuka umum,"katanya.

Pantauan Tribun-Papua.com, kurang lebih sekitar 3 jam demo berjalan aman dan kondusif. Massa sudah membubarkan diri kembali kerumahnya masing-masing dengan tertib. (*)

 https://papua.tribunnews.com/2022/06/03/tolak-dob-dan-otsus-koordinator-massa-demo-timika-gelar-minta-referendum.



Demo di Timika salah satu gerakan demonstrasi yang dilancarkan kelompok seperatis di Papua di beberapa tempat hari ini.

Demo Tolak DOB Diadang Aparat di Papua, Mahasiswa Luka Dipukul Rotan
Tolak DOB dan Otsus, Koordinator Massa Demo Timika: Gelar Referendum
Ilustrasi demo tolak DOB. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahasiswa dikabarkan terluka dan mendapat adangan dari aparat saat menggelar aksi longmars menolak daerah otonomi baru (DOB) di Jayapura, Papua, pada hari ini, Jumat (3/5). Kepolisian sementara itu membantahnya.
Aktivis HAM Papua Younes Douw mengatakan banyak mahasiswa dan orang asli Papua (AOP) yang turun ke jalan pada aksi kali ini. Ia memperkirakan setidaknya ada 2.650 orang.

"Mahasiswa hari ini turun kurang lebih 650 mahasiswa. Ditambah dengan masyarakat Papua yang kurang lebih 2.000 orang," kata Douw kelada CNNIndonesia.com.

Douw menyebut aksi hari ini digelar di beberapa titik seperti di Yahukimo, Waena, sampai Abepura di Jayapura. Namun, hampir di setiap titik kumpul, selalu ada aparat kepolisian yang memblokade.

"Seperti pagi ini ada blokade polisi dari Waena menuju Abepura," ucap dia.

Sampai pagi ini, kata Douw, ada dua mahasiswa yang luka-luka karena tindakan represif aparat.

Dua orang itu yakni mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) David Goo dan Mahasiswa Universitas Cendrawasih Yebet Tegei. Keduanya mengalami luka-luka parah di kepala.

"Dipukul pakai rotan," ujarnya.


Kapolres Jayapura AKBP Victor D Mackbon sementara itu menepis laporan dari aktivis tersebut, menyebutnya sebagai kabar bohong.

"Itu hoaks. Jadi silakan saja, kalau memang dia ada, dia lapor. Tapi kan kalau dia enggak ada, itu kan berarti dia enggak benar," ujar Victor kepada CNNIndonesia.com.

Polisi sebelumnya telah melarang aksi demonstrasi penolakan DOB dilakukan dengan cara longmars oleh Petisi Rakyat Papua (PRP) di Jayapura  hari ini.

"Kami akan lakukan penyekatan bila terjadi longmars, kami akan tetap persuasif dengan memfasilitasi. Penyampaian suara atau aspirasi adalah hak semua orang dan diatur dalam Undang-undang," kata Kapolres Jayapura AKBP Victor D Mackbon kepada wartawan, Rabu (1/6).
 https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220603082217-20-804232/demo-tolak-dob-diadang-aparat-di-papua-mahasiswa-luka-dipukul-rotan.


Penolakan aksi tersebut oleh Pemuda Adat Nabire
Kelompok Penolak DOB Papua Dituding Berafiliasi dengan Organisasi Penentang Ideologi Pancasila
Tolak DOB dan Otsus, Koordinator Massa Demo Timika: Gelar Referendum
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Massa aksi penolakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) dan otonomi khusus (Otsus) akhirnya dihadang oleh aparat kemanan di wilayah Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri Kabupaten Nabire Ali Kabiay menegaskan kelompok yang menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua selama ini, telah berafiliasi dengan organisasi penentang ideologi Pancasila.

Ali menyampaikan hal itu sebagai respon atas aksi demo menolak DOB di berbagai daerah.

"Kita harus memposisikan kelompok pro dan kontra DOB pada posisi yang sama atau setara untuk didengarkan,"kata Ali kepada Tribun-Papua.com, Jumat (3/6/2022)

"Apabila keduanya murni suara masyarakat, tetapi seperti yang kita ketahui selama ini, kelompok penolak DOB di Papua telah berafiliasi dengan organisasi penentang ideologi Pancasila," ujarnya.


Maka bagi dia, negara harus dapat melihat hal tersebut secara nyata dan jelas bahwasanya kelompok yang selama ini mendegungkan kontra DOB atau pemekaran Papua, tidak murni berasal dari suara rakyat Papua.

"Kita bisa melihat pada saat mereka berdemonstrasi, teriak-teriak hal-hal yang menentang ideologi negara, tidak punya semangat persatuan dan secara langsung menentang Pemerintah, serta membawa atribut ideologi tertentu,"katanya.


Ia mengimbau kepada masyarakat Papua dari Sorong sampai Merauke, agar tidak mudah terprovokasi dengan bujukan ataupun rayuan dari kelompok tertentu yang menggerakkan massa turun ke jalan dan berdemonstrasi.

"Kalau tidak setuju dengan DOB sampaikan alasannya dengan baik dan tidak membuat kekacauan yang merugikan orang lain, supaya bisa didengarkan maka hargailah orang lain juga," ujarnya.

Ali meminta kepada semua pihak tidak larut dalam carut marut DOB Papua, agar tidak memprovokasi satu sama lain, dan penting untuk bersama menjaga kedamaian dan keamanan di atas Bumi Cenderawasih.

"Mari kita sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang elegan dan tidak main brutal, ingat bahwa kita berdiri di atas tanah yang diberkati Tuhan,"tambah dia.(*)



 https://papua.tribunnews.com/2022/06/03/kelompok-penolak-dob-papua-dituding-berafiliasi-dengan-organisasi-penentang-ideologi-pancasila.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
0
723
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan