KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6289fc2d25f8307381562563/kenapa-negara-maju-tidak-religius

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?



Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Negara maju dalam dunia modern saat ini terkesan tidak religius, namun sebaliknya negara yang religius masih banyak yang statusnya masih negara berkembang atau tidak maju.

Tentu menimbulkan banyak pertanyaan kenapa Amerika, Jepang, Korea, Swiss, Norwegia dan negara-negara maju yang lainnya itu seperti tidak peduli dengan religi?

Negara maju yang dimaksud bukan hanya maju ipteknya dan finansial, tapi juga maju secara moral. Tapi, negara yang religius malah mendapati kemunduran moral, contoh India sebagai negara religius tapi kasus pemerkosaannya cukup tinggi, KDRT, bunuh diri, intimidasi, bullying dan sebagainya sering terjadi.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Atau contoh lain adalah Amerika Latin, dimana negaranya cukup religius tapi kasus pembunuhannya paling tinggi. Bahkan negara timur tengah, negara yang cukup religius sering kali membuka sarana untuk perang. Kita tahu perang itu seperti apa, siapa yang mati dan menjadi korban? Wanita dan anak-anak sering menjadi korban perang.

Nah, kenapa bisa seperti itu?

Bahkan baru-baru ini ada fenomena menarik kalau Ustadz Abdul Somad ditolak oleh Singapura, salah satu negara maju di dunia. Hal ini cuma satu alasannya, akibat ceramahnya bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dianut Singapura.

Hal ini tentu sangat menarik untuk dibahas, kenapa mereka alergi terhadap hal-hal yang religius?

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Keyakinan tanpa akal logika, hasilnya akan banyak penyimpangan dan juga kerusakan. Karena sebuah keyakinan itu tidak definitif, tidak jelas, hanya bisa dirasakan dan sebagainya.

Karena mereka tak bisa menterjemahkannya yang berkaitan dengan ego, kehendak, khayalan, cita-cita, fantasi dan lainnya, lalu beranggapan akal dan pikiran itu musuh dalam sebuah keyakinan. Maka hasilnya banyak terjadi penyimpangan dalam hal yang diyakini tersebut.

Contoh, ada orang ngebom orang lain atau ada orang digebukin berjamaah. Padahal jelas secara akal dan pikiran maupun logika itu sebuah tindakan kejahatan, namun mereka anggap itu pembelaan dirinya pada keyakinan yang ia anut. Padahal 100% itu hawa nafsu, jengkel dan juga emosi.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Karena tak bisa menterjemahkan hawa nafsu yang sebenarnya tidak terukur, maka rasa cinta pada keyakinan yang tak tertakar ini di kamuflasekan seakan ajaran dalam keyakinannya menganjurkan hal tersebut. Kalau seperti itu tentu jelas sesat dan menyesatkan.

Karena bila memang dia berkeyakinan yang baik, tentu tidak akan menghakimi orang lain. Bahkan sering intropeksi, atau menghisab dirinya sendiri.

Bahkan dia juga bertindak hati-hati tidak mau memamerkan ketaatannya kepada Tuhan, atau bangga terhadap jumlah pengikutnya yang banyak. Intinya tidak mau tenar, urusan keyakinan itu hanya antara dirinya dan Tuhan. Namun masyarakat awam meninggalkan orang baik seperti ini karena berkeyakinan tanpa akal dan logika atau ilmu, mereka lebih banyak mengikuti jejak orang yang bertipe sebaliknya.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Maka konteksnya, keyakinan yang dimiliki oleh sosok manusia yang banyak diikuti masyarakat religius saat ini adalah menyebarkan tafsiran atas kebodohan dan kemalasan. Bahkan menghambat ilmu yang seharusnya menjadikan peradaban modern itu lebih maju.

Contoh, ngapain sih belajar matematika gak akan ditanya di akhirat. Ngapain juga sih belajar bahasa asing, mati juga gak dipakai ilmunya. Inikan justru menghambat manusia untuk berfikir dan berkembang untuk maju.

Atau dengan kata-kata ajaib kalau rezeki udah diatur, banyak do'a aja. Atau sedekah motor dapat ganti mobil mewah, kamu tak akan pernah menjangkau logika Tuhan, nanti Tuhan yang mengatur itu semua. Pokoknya ikuti saja, taklid sama guru. Hingga hilanglah sisi kritis mereka, ketika ada yang kritis langsung mendapatkan cap munafik, kafir dan lain sebagainya dan ini juga membenarkan terjadinya konflik internal di keyakinan yang sama.

Maka timbulah banyak kelompok, keyakinan sama tapi saling tuding bahwa yang asli hanya satu yang lainnya palsu. Bahkan sesama mereka pun saling ribut, saling caci maki dan membenci, padahal semua ajaran keyakinan intinya mengharuskan berbuat kebaikan dan juga kedamaian.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Akhirnya terjdilah pembelaan dalam kejahatan yang dilakukan atas nama keyakinan tertentu. Contohnya sudah dijabarkan diatas.

Jadi orang yang seperti itu bisa dibilang gagal dalam mentafsirkan pesan dalam suatu ajaran keyakinan, malah menghambat dan meremehkan akal budi manusia, sehingga akhirnya mereka tidak bisa maju.

Ketika negara maju, tidak memberikan ruang untuk guru-guru religi dengan pemahaman yang salah kaprah itu maka terciptalah peradaban dunia yang mereka kendalikan.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

Namun efeknya, negara-negara maju ini juga takut dengan tokoh-tokoh atau orang-orang religius yang baik, karena alasan yang tadi itu. Duh, jadi repotkan.

Lantas bagaimana kita yang hidup di negara religius, namun ingin mendalami keyakinan itu dengan baik?

Agak rumit, tapi ada wejangan dari guru-guru,

orang-orang yang sholih berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, orang yang mendurhakai mereka (orang shalih) lebih banyak daripada yang mentaati mereka

(HR. Muslim).


Dan mayoritas itu bisa jadi belum tentu sebuah kebaikan, masihkah kita mengikuti apa yang dikatakan oleh mayoritas? Silahkan dipikirkan.

(Religius dan maju, bisa dilihat contohnya dimasa peradaban Romawi, Mesir Kuno, Yunani kuno, hingga Dinasti Abbasiyah, mereka banyak melakukan pemikiran yang logis, antara ilmu dan religi berjalan beriringan)

Bila data grafik diatas ada kesalahan, bisa lihat data grafik dibawah ini karena data pertahun akan terus berubah.

https://worldpopulationreview.com/co...eist-countries


emoticon-Angel

Sumber klik, klik, klik, klik


profile-picture
profile-picture
profile-picture
lleonelbasti372 dan 64 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh .nona.
Halaman 1 dari 10
kalo negara menjalankan aturan dg benar dan hukumnya secara adil , bisa kok maju.
hanya saja masih banyak orang yang lebih mementingkan keuntungan pribadi dan kelompoknya.
terlalu banyak munafik berkedok Agama. makanya sulit untuk maju. masih banyak yg dangkal mikirnya. jadi gampang diadu sesama sodara. miris emangemoticon-Traveller
@juri.debat @aaaa1
udah gw buktiin kan bagian propaganda barat yg hoax dgn verified tweet anggota tim WHO yg kesana,laporan excess mortality the lancet sama cdc.
emoticon-Leh Uga
semua negara pasti underreport you cannot possibly catch every single non-hospitalised case and there arent enough pathologist to verify millions of deaths. itulah kenapa the best proxy adalah excess mortality dan itu gw udah gw kasih link dari jurnal terkemuka thelancet.
oooh oooh ..... pendidikan lu rendah makanya gak tau penting nya excess mortality sbg benchmark???
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

yg klaim negara non-barat data nya fake kan elu. gimana sih??? gobIok bener. you claim western news are reliable and transparent, dan gw udah debunk mitos lu.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

admitting mistakes is the whole point of transparency, idiot.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

lu gak liat jumlah bata-cendol di komen?? bukan gw yg nge-bata atau nyendol. yg bela lu cuma satu orang.

Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

kesian
Diubah oleh maryannalexis
Relijius sama spiritual beda gak sih?
Krn di negara maju...agama itu cukup dipahami n dijalani pribadi msg2...bkn bt bahan perdebatan...maluu...n yg penting jgn berbuat kriminal ato ngelanggar hukum ajeee...just my 2cents
profile-picture
.nona. memberi reputasi
Maju atau tidak tetap cari makan sendiri gan emoticon-Betty
profile-picture
.nona. memberi reputasi
nyimak aja ah emoticon-linux2
Gw ga akan ngasi contoh negara lain, gw fokus ke negara ini aja dulu sbg negara religius yg blm maju dan keterkaitannya dgn agama.

Gw inget para menteri pas dilantik pasti disuru sumpah menurut agamanya masing2. Mrk disumpah pake kata "Demi Allah". Hasilnya? Bnyk yg korupsi. IMO, ini nunjukin bhw ada org2 di negara religius ini yg menjadikan agama hanya sekedar "baju". Mereka bersumpah pake kata "Demi Allah" tp dilanggar juga. Seakan bawa nama Allah itu cm formalitas dan ternyata Tuhan mrk yg sebenarnya adl uang. Trus gw inget jg kasus macem First Travel yg menggunakan dana ibadah utk kepentingan sendiri. Bnyk contoh2 lain yg menunjukan bhw di negara ini kadang agama cm jd alat aja.

Seperti yg TS bilang, itu adalah hawa nafsu. Karena tak bisa menterjemahkan hawa nafsu yang sebenarnya tidak terukur, maka rasa cinta pada keyakinan yang tak tertakar ini di kamuflasekan seakan ajaran dalam keyakinannya menganjurkan hal tersebut. Kalau seperti itu tentu jelas sesat dan menyesatkan. Jd kl mrk bener2 menjalankan ajaran agama tentunya ga akan berbuat seperti itu.

Jd kesimpulan gw, di negara yg religius ini bnyk yg punya agama cm sekedar formalitas. Bnyk yg msh menghambakan diri dgn hawa nafsu di dalam diri harta, tahta dan wanita. Mgkn seperti yg TS bilang, ada yg salah di tafsirannya atau ada penyebab lain gw ga tau. Negara religius harusnya maju kl pemerintah dan rakyatnya benar2 menjalankan ajaran agamanya dgn baik. Terakhir gw mau ngutip lagi kata2 TS yg blg bhw "semua ajaran keyakinan intinya mengharuskan berbuat kebaikan dan juga kedamaian."
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan .nona. memberi reputasi
Beda ama zaman dulu, kalo sekrg makin religius mlh makin merosot
Jadi manusia itu musti cerdas berbudi luhur.

Manusia hanya cerdas tanpa berbudi luhur hasil nya adalah hanya untuk menipu orang" yang sempit ilmu.

sedangkan

Manusia hanya berbudi luhur tanpa cerdas hasil nya adalah hanya menjadi sasaran bagi manusia cerdas yang ingin menipu.

Ilmu dunia = untuk survive di dunia / bumi.

ilmu akhirat = Untuk mengcover ilmu dunia supaya tidak digunakan semena mena apalagi hanyak untuk menipu dll yang konteks nya negatif.

Ibarat rambo yang punya senpi tanpa pelindung armor, cuma bisa ugal"an dengan senpi nya, sekali nya ketembak mati toh? cmiiiw
profile-picture
alston9 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
hmm.. menarik, topik ini sempet jadi pembahasan yang cukup panjang di kalangan kolega kolega ane.. coba ane share sedikit..

memang betul dan ada data nya bawasan nya negara negara yang mengutamakan agama cenderung ngga maju dan secara moral malah jadi pertanyaan.. menurut yang ane simpulkan karena pendidikan yang terlalu banyak di intervensi sama agama dan juga agama beredar yang terlalu banyak sehingga orang orang bukan nya sibuk membahas kemajuan teknologi dan kemajuan malah ribut soal agama.. emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...

contoh sekolah di jepang setau ane TK nya mereka itu ngga ada pembelajaran akademis (cmiw) full pembetukan karakter, pembelajaran tentang sopan santun, dll.. dan nanti setelah SD baru ada pembelajaran akademis.. agak berbeda sama di sini yang dari TK uda di "cekokin" pembelajaran akademis dan begitu masuk SD langsung ada pembelajaran agama.. ane bertanya tanya, ngapain sih pendidikan harus banget di "susupin" sama agama? uda gitu sekolah sekolah di sini berbasis agama, dan semua murid dari agama lain diterima masuk tapi HARUS belajar agama yang di pake sama sekolah bukan yang di pake sama masing masing siswa..

ajaran agama penuh perumpamaan, penuh dengan kisah.. bahkan orang dewasa aja masih bisa salah dalam meng artikan dan menafsirkan, ini lagi di "susupin" ke anak anak yang notabene belum tau apa apa.. klo emang berkedok pembelajaran moral, kenapa ngga di ajarkan secara gamblang, dengan memberikan contoh dan pembiasaan aja yang JAUH lebih gampang di terima anak anak?.. kenapa harus pake kedok agama segala?

akhir nya menghasilkan orang orang yang terlalu "kental" dengan agama, yang dikit dikit agama, sampe agama dijadikan parameter utama, agama dijadikan pembahasan utama bahkan agama orang lain pun di recokin..

ane pernah ngobrol sama owner perusahaan cukup besar, dan beliau pun ngomong hal yang sama.. beliau lahir di indo, besar di singapur, sekolah di amerika, dan uda beberapa kali tinggal di negara negara maju lain.. beliau cuma nemu typical orang "bersyukur" di sini, di kampung halaman nya..

> orang sini kerja gaji 4juta dan mepet sama kebutuhan sehari hari.. yang dilakukan adalah "uda bersyukur aja, walopun mepet masih bisa kerja.. rejeki uda ada yang ngatur"..

> orang sana kerja gaji 4juta dan mepet sama kebutuhan sehari hari..
yang dilakukan adalah "kebutuhan saya banyak dan saya sangat susah dalam menjalani nya.. saya harus dapat lebih, ngga bisa cuma segini.."

yo kapan maju nya klo cara berpikir nya gitu.. yang lain ribut soal kemajuan, efektifitas dan efisiensi.. agamamu ya urusanmu, agamaku dan urusanku.. klo di bilang ngga ada agama ngga ada rejeki, bukti nya mereka yang ga peduli agama kok maju maju, sopan sopan, TAU ATURAN, TAU KEBERSIHAN, cenderung aman.. lah ini negara berbasis agama? jawab sendiri..

just share, sorry klo kepanjangan.. just share, berhubung agak sensitif, ane kasi tau dulu ngga ada memihak ke aliran manapun.. emoticon-Salam Kenal emoticon-Salam Kenal
profile-picture
gigbuupz memberi reputasi
Diubah oleh sp4rknvmm
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Survei penonton mia kalifa katanya kebanyakan dari negara religius #eh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sp4rknvmm dan 2 lainnya memberi reputasi
اِن الذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ منَ اللهِ شَيْـا ۗوَاُولىكَ هُمْ وَقُوْدُ النار - ١٠
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.


كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْن وَالذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِم كَذبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاَخَذَهُمُ اللهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاللهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ - ١١

(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.

(Ali Imran 10-11)

Masuk surga itu ujiannya berat, kalau ringan hadiahnya kipas angin
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
tergantung bentuk negara itu sendiri, tidak ada yang bisa valid menilai tingkat kemajuan suatu negara berhubungan dengan tingkat keagaamaan, penelitian ini seharusnya individu, karena tingkat keagamaan seseorang hari ini, akan berbeda di hari esok, Agama terlihat secara fisik ketika kita beribadah, namun akan nyaris tak nampak, ketika individu tersebut bekerja, atau melakukan aktivitas lain demi kebutuhan duniawi
jadi lebih sibuk ngurus moral rakyatnya, cari pemimpin yang penting religius masalah hasil kerja belakangan aja, akibatnya tertinggal di bidang inovasi teknologi dan finansial. Sedangkan di negara2 yang tidak religius mereka lebih sibuk kerja, cari pemimpin bukan diliat dari sisi religius nya tapi kemampuan kerja dan leadership nya.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
pada dasarnya manusia tertentu emang hobi ribut emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...
agama bikin rakyat bodoh dan negara tidak berkembang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kazuraba dan 3 lainnya memberi reputasi
Memang banyak orang di negeri ini sangat ahli urusan sorga neraka, horam harom, kopar kapir, ibadah ya ibadah, korupsi ya korupsi, kalo ketangkap masuk court, ya nanti pake aza shield-nya, hakim pun gemetar .....
kemajuan negara gak ada korelasi sama seberapa besar religius masyarakatnya,,, yang paling umum semua negara maju punya sasaran musuh bersama para warganya... jadi gak cakar2an didalam negri...
amerika dominasi dollar
rusia dominasi eropa barat
jepang dengan negara2 barat (diawal-awal)
korea selatan dengan jepang (persaingan) dan korea utara (status perang)
china dengan negara2 barat (mulai 2010an)
singapur dengan negara2 melayu
kalo gak ada lawan tanding ke luar, yang ada kaya indo sekarang,,,
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Negara ASEAN aja dah buat perbandingan, apalagi tetangga dekat Malaysia, Brunei, Singapura ama Filipina.

Liat data diatas Filipina ama Indonesia 11-12 lha singapura, malaysia ama Brunei gimana tuh?
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Halaman 1 dari 10


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di