KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ada Apa Dengan Inner Child?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/627bb9a43241df7d3970022f/ada-apa-dengan-inner-child

Ada Apa Dengan Inner Child?

Spoiler for google:




wellcome to my trid


@delia.adel





Sebuah prinsip belajar itu; "semakin sering mengulang ilmu yang kita terima, maka daya ingat semakin kokoh untuk menyimpan apa yang sudah di pelajari, yang mana begitu sangat efektif, bahkan hingga lanjut usianya pun, ilmu tersebut masih tersimpan dengan rapih.



Well untuk kali ini aye mau bikin trid yang membahas tentang "INNER CHILD" hehehe ....

Kalian pernah gak sih mendengar istilah tersebut? Mungkin ada dari beberapa Kaskuser yang pasti nya sudah paham bukan? But untuk itulah aye bikin trid ini dan mencoba berdiskusi tentang istilah tersebut.

Quote:


Menurut sepengetahuan aku, sedari membaca banyak bacaan, Inner Child ialah sosok kekanak-kanakan yang terpaut dan masih melekat di bagian sisi kedewasaan diri kita, sebuah memori masa kecil, yang tidak pernah hilang dan bahkan selalu menjadi seperti bayangan yang terus-menerus saja hadir, membentuk kenangan buruk, hingga membentuk sebuah karakteristik. Yang mana sudut pandang, perasaan, tingkah laku, sangat berpengaruh begitu besarnya kepada kehidupannya tersebut.


Quote:


Inner child juga berdampak, membuat luka yang mana kerap kali muncul pada orang dewasa, di antaranya adalah:

1. Marah yang berlebihan.

Tidak bisa mengontrol amarah, bahkan terkadang tidak stabil, yang mana muncul tidak terduga, atau terpicu oleh seseorang, timbul dan tenggelam begitu saja.

2. Membenci diri sendiri.

Ada bagian traumatis, yang membuat diri menjadi tidak lagi menyukai sosoknya. Hal tersebut karena ada kenangan buruk yang menghantuinya setiap waktu.

3. Merasa rendah dan tidak percaya diri.

Karena banyaknya trauma yang dirasakan pada masa lalu, maka pada akhirnya kehilangan rasa percaya diri perlahan-lahan sirna, menjadi sosok yang selalu merasa tidak berguna dan juga sial selama hidupnya.

4. Gangguan kecemasan.

Ketika menghadapi masalah, selalu saja di rundung kecemasan, yang mana membuat dirinya tidak bisa melihat solusi untuk mengatasinya. Apalagi menghadapi sesuatu yang baru.

5. Selalu mencurigai orang lain.

Tidak pernah mempercayai orang lain. Selalu saja timbul rasa curiga, hingga membuat hidupnya tidak akan pernah tenang, pada akhirnya.

6. Di hantui rasa bersalah.

Trauma yang dihadapi nya menjadikan diri menjadi sosok yang tidak pernah bisa berbuat apa-apa. Merasa bersalah dari waktu ke waktu. Walaupun pada dasarnya tidak semua yang dilakukannya tersebut selalu salah.

7. Sulit membuat keputusan.

Selalu bimbang dalam menentukan keputusan. Bahkan tidak akan pernah bisa menentukan mana yang seharusnya di jalankan ataupun tidak.

8. Sulit mempertahankan hubungan.

Karena rasa cemas, kebimbangan yang selalu menyertainya juga rasa curiga yang selalu hadir. Maka pada akhirnya tidak akan pernah bisa mempertahankan sebuah hubungan. Bahkan selalu saja bertengkar bahkan ketika hubungan sedang baik-baik saja.

9. Bersifat perfeksionis dan kompetitif.

Rasa ingin selalu unggul dari pada orang lainnya, namun tidak membutuhkan kemenangan secara jelas dan pasti. Karena beberapa faktor yang membuat dirinya tidak bisa memenangkannya.

10. Malu mengekspresikan diri sendiri.

Dah dampak yang buruk menurut aku, adalah ketika seorang inner child tersebut tidak bisa mengekspresikan dirinya. Karena merasa kurang dan tidak percaya diri. Sehingga untuk maju ke depannya, terasa sangat kesulitan.

Lalu apakah penyebab dari inner child tersebut?

1. Kehilangan orang yang kita sayangi.

2. Mendapatkan tindakan kekerasan, seperti di bully ataupun pelecehan seksual.

3. Trauma karena bencana alam.

4. Tekanan hidup yang berat. Seperti mendapatkan penyakit yang sulit di sembuhkan dalam waktu yang sangat lama.

5. Berada di sekitar wilayah zona x. Yang mana di tempati oleh gerombolan pemabuk, pecandu, perampok dan lain sebagainya.


Quote:


Lalu bagaimana caranya untuk berdamai dengan inner child tersebut? Ada beberapa cara, yaitu;

1. Kenali apa yang menjadi penyebabnya.

2. Tidak menghakimi diri sendiri. Selalu menerima baik dan buruknya diri, tanpa menghakimi.

3. Menumpahkan segala masalah dengan menulis, berkonsultasi dengan sosok yang bijak dan bisa memotivasi.

4. Lakukan hal-hal yang bisa membuat diri memahami bahwasanya ada jiwa kanak-kanak yang harus di sayangi.

5. Lakukan hal-hal yang membuat diri kita merasakan, bahwasanya ada sesuatu yang bisa untuk di banggakan.

6. Meyakini diri bahwasanya bisa lebih kuat, menghadapi setiap masalah di dalam perjalanan hidup ini.

7. Berdamai dengan masa lalu. Dengan mengatakan bahwasanya semuanya telah berlalu dan hal tersebut bukanlah kesalahan dirimu seutuhnya. Tapi memang sudah takdirnya.

8. Tidak sungkan untuk meminta bantuan dari seseorang yang profesional, untuk mengatasi masalah yang di hadapi.


Quote:


Nah udeh deng penjelasan dari ts, sekarang waktunya berdiskusi, nyok kasih opini kalian untuk trid aku kali ini ya!!!


Links nya

Links

Links

profile-picture
profile-picture
profile-picture
moronboys18701 dan 31 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sagutumbuk dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Stick Out Tongueertamax
Follow ane nanti ane comeback
Ekh salah follback
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh provocator3301
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nyimak sist, sambil nunggu opini dari para suhu dimari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ane hadir...numpang lewat yak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ada Apa Dengan Inner Child?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Pendidikan dari orang tua sangat berpengaruh sama sifat kita sekarang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
inner child bisa sembuh gak gan?
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan delia.adel memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
kejadian traumatis terjadi karena si anak di perkosa, sodomi, di gebuk dll
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Spoiler for :

Jan lupa ngopiemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kabalisme dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kehidupan sempurna setiap manusia bisa saja berada di waktu waktu tertentu. Jika ada di kedewasaan, maka dewasa juga pemikirannya. Jika hidup sempurnanya ada di masa lalu, kadang ia akan merasa tak bisa menerima keadaan. Dan terkadang dari situlah sifat kekanak-kanakan muncul.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan delia.adel memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Sejauh mana seseorang itu dapat mengenang/mengingat kembali kenangan/memori akan kehidupannya dimasa yang lalu (dejavu).

Maka sejauh itulah keberhasilan dia dalam memahami akan arti dari kehidupannya.

Menembus dimensi Multiverse emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan delia.adel memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Jadi keinget quote legend ini, emoticon-Big Grin

Quote:


emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
"Ternyata, menjadi dewasa itu butuh tenaga yang ekstra"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Penting banget mendidik anak jangan sampai salah, kelak nanti besar akan mempengaruhi mental anak keras ny dunia.
Jangan pernah membandingkan anakmu dengan anak orang lain sih penting, tolong timpuk ane cendol biar full bar. emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
FvckBz dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
He ..., belum pernah dengar yang ini yah ?


emoticon-Kaskus Radio

...
Mungkin terkait perbedaan cara menanggapi suatu persoalan, bisa jadi penyebabnya.
Ditanggapi secara perasaan atau rasional-logis ? Tapi itu bukan mutlak-mutlakan ..., cenderung persentase. Bagusnya yah, perasaan dan rasional-logis, bisa main bareng dalam proporsi yang seimbang terkait sikon.
Jadi jangan heran kalau cowok nangis ... Tapi kalau itu terjadi karena dia ketahuan korupsi, lalu mewek-mewek minta pengampunan, keplak aja kepalanya.
profile-picture
profile-picture
vanadzor dan delia.adel memberi reputasi
Diubah oleh bingsunyata
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
mmb ...masalahnya siapa sih yg gapunya innerchild ...emoticon-Big Grin

Ada Apa Dengan Inner Child?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Perceraian orang tua, yap, paling kerasa ke anak
profile-picture
vanadzor memberi reputasi
Wah ane banget ini inner child tapi di segala sisi. Untuk apa jadi dewasa? Lihat apa yg dilakukan orang dewasa korupsi, menghancurkan dunia, perang, hedonisme, iri hati. Liat yg anak anak cina lakukan membuat iphone, laptop, tv.
profile-picture
vanadzor memberi reputasi
harus baca ini biar ga nyalahin diri terus
profile-picture
vanadzor memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di