inal74Avatar border
TS
inal74
Figur Arab Dalam Kitab Kaum Majusi
Figur Arab Dalam Kitab Kaum Majusi

Parsi adalah nama bagi suatu suku bangsa asal Iran yang tinggal di sekitar Bombay, India. Mereka memeluk agama Zoroaster. Nama agama ini diambil dari nama nabi mereka yang hidup pada jaman Persia kuno, yaitu Nabi Zoroaster alias Zardust, Zartosht atau Zarathustra. Para penganut ajaran Zoroaster dikenal juga dengan sebutan Magiansatau penyembah api, alias Majusi. Ini adalah agamanya orang-orang Iran ratusan tahun sebelum datang Hindu, Buddha, Kristen, dan Islam. Di dalam kitab sucinya, terdapat 2 pembagian penting, yaitu Zend Avesta atau Avesta Zend dan Dasatir. Beberapa cendekiawan berpendapat bahwa kata Dasatir mengandung arti sepuluh (das) bagian (tir), sementara cendekiawan lain cenderung beropini bahwa kata ini berasal dari Dasatur, yang berarti hukum beragama. Salah satu contoh hukum beragama tersebut bisa dilihat pada Kitab Dasatir Surat Namah Shat Vakhshur Zartusht ayat 50-54 (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris), Nabi Zoroaster bersabda: They ask you as to how should they recognize a prophet and believe him to be true in what he says; tell them what he knows the other do not, and he shall tell you even what lies hidden in your nature; he shall be able to tell you whatever you ask him and he shall perform such things which others cannot perform, (Mereka bertanya tentang bagaimana cara mereka mengenali seorang nabi dan mempercayai segala apa yang dikatakannya adalah benar; memberitahu mereka tentang apa yang orang lain tidak mengetahuinya, dan dia akan memberitahu apa yang tersembunyi dibalik sifatmu; dia akan mampu menjawab apapun yang kau tanyakan padanya dan dia akan melakukan hal-hal yang orang lain tidak mampu melakukannya). Selanjutnya, di dalam bagian Dasatir terdapat pula Surat Sasan I yang ternyata meramalkan tentang kelahiran seorang pemimpin religius dari antara orang Arab.

Sasan I adalah seorang reformis agama kaum Majusi. Menurut Encyclopedia Britannicadan Britannica Concise Encyclopedia, Sasan merupakan leluhur dari Dinasti Sasanian jaman Persia Kuno (sekitar 226-651 Masehi). Diyakini bahwa surat ini adalah bagian dari ajaran-ajaran Nabi Zoroaster yang ditambahkan oleh Sasan I sebagai catatan penjelasan. Teks aslinya ditulis dalam bahasa Pahlavi. Teks Surat Sasan I ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan pertama kali oleh Mulla Pheroze pada tahun 1818 (masa pemerintahan Shah Nasirudeen Kachar dari Persia). Mulla Pheroze tinggal di Bombay (India). Dia adalah seorang cendekiawan yang menguasai bahasa Inggris, Pahlavi, Zend, Persia, dan Arab. Dia berkonsultasi dengan beberapa pendeta Zarathustra terkenal untuk membuktikan keaslian terjemahannya.

Figur Arab Dalam Kitab Kaum Majusi
(Kitab Dasatir, Surat Sasan I, ayat 54-60 dalam bahasa Pahlavi)


Surat Sasan I ayat 54-60 di atas telah diterjemahkan oleh Mulla Pheroze ke dalam bahasa Inggris sebagai berikut: While they are so engaged, there shall arise a man among the Tewarjis (Taziz-they are the Arabs). By whom followers, the diadem, and  the throne, and the government, and the religion shall all overthrow, and instead of an idol temple or of the fire-temple of the house of the Abad shall be seen a place toward which prayer is directed, but stript of its images. And around is brackish water. And after wards they will subdue the Fire-temple of Madain and whatever is in them and Yenfud and Newak (Tus and Balakh) and great places. And their law-giver shall be an eloquent man and his words involved. Surat Sasan I ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih berbunyi begini: Ketika mereka akan melakukan perbuatan-perbuatan itu, akan lahir seorang lelaki dari antara kaum Tewarjis (bangsa Arab). Yang mana pengikutnya akan merobohkan semua mahkota dan tahta, dan pemerintahan, dan agama, dan sebagai pengganti kuil berhala atau kuil api, rumah Abad akan terlihat sebagai sebuah tempat yang mana doa diarahkan, tapi tanpa lambang-lambang. Dan di sekitarnya adalah air payau. Dan sesudah itu mereka akan menguasai kuil api Madain dan apapun berada dalam genggaman mereka dan Yenfud dan Newak (Tus dan Balakh), dan tempat-tempat agung lainnya. Dan pemimpin mereka akan merupakan seorang pandai yang kata-kata dan pesannya gamblang dan tersebar luas. Dari terjemahan bahasa Indonesia ini bisa diketahui bahwa terdapat kata yang berhubungan dengan Islam, yaitu: Tewarjis alias Arab.

Terakhir, renungkanlah Surat Visparad 4:5 dari Zend Avesta yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berikut ini: We summon the bountious immortals and pious Saoshyants The praised one and his companions for our help the most correct and truthful in their speech; the most zealous, the most glorious in their thoughts, the greatest ones and the powerful, (Kami memanggilmu wahai karunia abadi dan Saoshyants yang alim yang terpuji beserta para sahabatnya untuk membantu kami, yang paling benar dan jujur dalam kata-kata mereka; yang paling tekun, yang paling mulia dalam pemikiran mereka, yang paling agung dan kuat). Jadi, siapakah figur Arab yang dimaksud? Siapakah Saoshyantsyang dibicarakan ratusan tahun silam ini? Hmmmmm.....


Sumber:
Maulana Abdul Haque Vidyarthy, MUHAMMAD IN WORLD SCRIPTURES: A Comparative Study of Teaching and Prophecies Foretelling The Advent of The Holy Prophet Muhammad Found Extant In Zoroastrian, Hindu, and Buddhist Scriptures, Volume III, Din Muhammadi Press, Pakistan, 1975.
menemboesdjamanAvatar border
menemboesdjaman memberi reputasi
1
646
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan