KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62562ce4fe654225486ed7a1/mengenal-sindrom-mayat-berjalan-raburandom

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom


Apa itu Cotard Syndrome?

Menurut Wikipedia, Cotard Syndrome, atau Cotard Delusion, atau Walking Corpse Syndrome, adalah penyakit kejiwaan langka dimana seseorang yang terpengaruhi memiliki keyakinan delusi bahwa dia sudah mati, tidak ada, membusuk, atau merasa kehilangan darah atau organ bagian dalam tubuhnya.

Istilah Cotard Syndrome ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang neurologist berkebangsaan Prancis bernama Jules Cotard.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Sekitar tahun 1880an, Jules Cotard memeriksa seorang pasien bernama Mademoiselle X dengan keluhan yang tidak biasa. Wanita tersebut mengklaim bahwa dia merasa tidak memiliki otak, saraf, dada, perut, dan usus. Selain itu, dia juga merasa kekal dan akan hidup selamanya. Karena dia merasa bersifat abadi, maka dia tidak merasa memiliki kebutuhan untuk makan. Oleh karena itu, tidak lama kemudian dia meninggal karena kelaparan.

Berdasarkan gejala dan keadaan wanita tersebut, Jules menyimpulkan bahwa wanita tersebut mengalami sebuah syndrome. Dan sindrom tersebut dinamakan sebagai Cotard Syndrome.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Dalam Wikipedia juga dijelaskan bahwa Cotard Syndrome muncul dalam tiga tahap.

1. Tahap pengecambahan, dimana gejala *psychotic depression dan gejala *hypochondria muncul.

Quote:


2. Tahap pengembangan, dimana dari sindrom dan delusi atas penyangkalan terjadi pengembangan secara penuh.

3. Tahap kronis-lanjutan, dimana delusi parah muncul bersamaan dengan depresi psikiatrik kronis.

Walaupun diagnosa Cotard Syndrome tidak menemukan adanya halusinasi pada penderita sindrom itu sendiri, namun penyangkalan delusi yang kuat bisa dibandingkan dengan penyangkalan delusi yang ditemukan pada seseorang yang menderita *schizophrenia.

Quote:


Berdasarkan penelitian, Cotard Syndrome diderita oleh orang-orang yang berumur 50 dan tidak menutup kemungkinan juga akan diderita oleh anak-anak dan remaja. Namun, jika orang-orang yang menderita sindrom ini berumur dibawah 25 tahun, mereka juga cenderung menderita Bipolar Depression, dan kaum wanita lah yang kebanyakan menderita Cotard Syndrome ini.

Penderita Cotard Syndrome tentu saja bisa disembuhkan, hanya saja tergantung kondisi dari penderita sindrom itu sendiri. Jadi pengobatan pun bisa dilakukan secara bervariasi.

Pada tahun 2009 ditemukan bahwa Electoconvulsive Theraphy atau ECT, merupakan jenis pengobatan yang paling sering digunakan. Termasuk pada seseorang yang menderita depresi yang parah. ECT tersebut melibatkan aliran listrik dengan skala kecil menuju otak yang mampu menimbulkan sebentuk kejangan kecil ketika si penderita berada dibawah pengaruh obat bius.

Namun, pengobatan dengan menggunakan ECT mampu menimbulkan resiko lain seperti kehilangan ingatan, kebingungan, rasa mual, dan sakit otot. Oleh karena itu, pengobatan ECT ini hanya dilakukan jika penderita Cotard Syndrome sudah mencoba menjalani pengobatan jenis lain seperti antidepressants, antipsychotics, mood stabilizers, psychotherapy dan behavioral therapy.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Pada tahun 1788, seorang pria yang bernama Charles Bonnet melaporkan sebuah kasus pertama dari Cotard Syndrome. Seorang wanita tua sedang menyiapkan makanan ketika dia merasakan hembusan angin secara tiba-tiba, dan tubuhnya menjadi lumpuh disatu sisi. Ketika kemampuan untuk merasakan, kemampuan untuk bergerak, dan kemampuan untuk berbicara kembali muncul, dia segera menyuruh anaknya untuk memakaikan kain kafan pada tubuhnya, serta menempatkannya di dalam sebuah peti mati. Selama berhari-hari dia terus menuntut agar anaknya, temannya, dan pelayannya untuk memperlakukannya sebagai orang mati.

Mereka akhirnya menyerah dan kemudian memasukkannya ke dalam kain kafan, serta membaringkannya sehingga mereka bisa merasa “berkabung” padanya. Bahkan ketika wanita tersebut bangun, dia terus meributkan kain kafannya dan mengeluh tentang warnanya. Dan ketika dia tertidur, keluarganya akan membuka kain kafannya dan menidurkan di ranjang. Setelah dia dirawat dengan opium, sindrom yang dia derita bisa hilang. Namun, beberapa bulan kemudian sindrom yang dideritanya akan kembali muncul.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Seorang veteran tentara Inggris yang bernama Warren McKinlay yang berumur 35 tahun, menghabiskan waktu selama 18 bulan sebagai seorang "mayat berjalan", setelah kondisi medis yang langka membuatnya berpikir bahwa dia sudah mati. Dia menganggap bahwa dia tidak perlu mengkonsumsi makanan karena hal tersebut tidak berguna. Oleh karena itu, tidak jarang penderita Cotard Syndrome bisa meninggal karena kelaparan, karena mereka merasa tidak memerlukan makanan.

Gejala kondisi medis langka yang diderita Warren dimulai setelah dia mengalami kecelakaan motor yang serius pada tahun 2005. Bagian tulang panggul dan tulang punggungnya patah, serta dua bagian paru-parunya pecah. Warren berhasil melewati peristiwa tersebut dan bersama dengan istrinya yang bernama Sarah. Namun, keluarga Warren mulai memperhatikan bahwa dia bertingkah aneh dan tampak menjauh ketika keluarga mencoba mendekatinya. Warren juga selalu marah setiap kali dia mendengar suara yang keras, atau jika putrinya menangis, dia akan meninggalkan rumah karena suara yang terdengar seperti rasa sakit yang membakar kepalanya.

Warren merasa bahwa dia sama sekali bukan dirinya dan ada sesuatu hal yang tidak benar. Namun, dia tidak dapat memahami hal tersebut karena dia tidak pernah seperti itu sebelum mengalami kecelakaan motor. Dia berada di kursi roda selama berbulan-bulan dan merasa benar-benar kosong selama enam minggu setelah kecelakaan motor itu terjadi. Warren akhirnya dirujuk ke Headley Court Rehabilitation Centre di Surrey. Beberapa hari kemudian, Warren diberitahu bahwa dia mengalami cedera otak yang serius. Dan ketika dia menceritakan kepada terapisnya bahwa dia berpikir dia sudah mati, akhirnya dia diagnosis menderita Cotard Syndrome. Warren merasa terkejut dan menolak untuk mempercayainya, serta dia bersikeras bahwa tidak ada hal yang salah dengan dirinya.

Secara kebetulan, Warren berteman dengan seorang penderita Cotard Syndrome lainnya di klinik rehabilitasi. Mengetahui bahwa mereka mengalami hal yang sama dan melihat penderita tersebut bisa menerima hal yang terjadi, membuat Warren merasa terbantu untuk bisa melalui masalah yang sama yang juga sedang dia hadapi. Dan berkat bantuan dari terapis yang menanganinya, Warren merasa hidup kembali walaupun dia masih merasa kesulitan untuk mengatasi suara keras dan tempat-tempat yang ramai.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Suatu hari ketika Haley Smith yang berumur 17 tahun sedang berada di kelas bahasa Inggris, dia merasakan sensasi yang sangat aneh yang membuatnya merasa bahwa dia sudah mati dan dia tidak bisa menghilangkannya perasaan tersebut. Dia kemudian menemui perawat sekolah, namun perawat tersebut justru merasakan kebingungan karena dia tidak menemukan sesuatu yang salah dalam diri Haley. Haley juga mengatakan bahwa ketika dia sedang berjalan pulang, dia sempat berpikir untuk mengunjungi sebuah area pekuburan, hanya untuk dekat dengan orang lain yang juga telah meninggal. Namun, karena tidak ada satu pun area pekuburan yang dekat dengan tempat tinggalnya, dia kembali ke rumah dan mencoba untuk menidurkannya.

Untuk beberapa hari, usaha yang dilakukannya berhasil. Namun, beberapa hari kemudian perasaan itu menyerang lagi, bahkan ketika Haley sedang berbelanja. Dia merasa seluruh tubuhnya mati rasa dan dia menjatuhkan semua gaun yang sedang dia pegang dan berlari keluar dari toko. Dia merasa seperti menjadi gila dan perasaan itu tidak hilang. Haley mulai sering bolos sekolah, tidur disepanjang hari dan tetap terjaga pada malam hari. Dia juga banyak berfantasi tentang piknik di area pekuburan dan menghabiskan banyak waktu menonton film horor. Karena ketika melihat sesosok zombie, dia merasa santai seperti sedang bersama keluarganya.

Seiring berjalannya waktu, Haley memutuskan untuk merangkul kehidupannya yang baru. Dia memutuskan untuk memakan apapun yang dia inginkan karena dia berpikir bahwa dia tidak bisa menambah berat badan jika dia benar-benar sudah mati. Haley kemudian memberi tahu ayahnya yang bernama Floyd tentang kondisi medis langka yang dialaminya, dan ayahnya mendesaknya untuk menemui seorang psikiater. Setelah selama dua tahun mengumpulkan keberanian, Haley menemui seorang psikiater dan dia didiagnosis menderita Cotard Syndrome. Haley disarankan untuk menonton film-film Disney seperti The Little Mermaid, Aladdin, Sleeping Beauty, dan Bambi.

Menurut Haley, menonton film-film Disney bisa memberinya perasaan yang hangat dan nyaman. Perlahan-lahan kondisi Haley mulai membaik, dan pada akhirnya dia dinyatakan sembuh dari kondisi medis langka yang sudah dideritanya selama tiga tahun.

Mengenal Sindrom Mayat Berjalan #RabuRandom

Sekian, dan terimakasih.

*
*
*
*
*

Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3, Sumber 4, Sumber 5

profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 18 lainnya memberi reputasi
Quote:
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan servesiwi memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ada aja nama sindrome nya gan ya
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
People with Cotard's syndrome also called walking corpse syndrome or Cotard's delusion believe that parts of their body are missing, or that they are dying, dead, or don't exist. They may think nothing exists. Cotard's syndrome is rare, with about 200 known cases worldwide.
SBCC Pipeline
Diubah oleh hickmanh
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
profile-picture
profile-picture
rizkywhyn dan kakekane.cell memberi reputasi
Untung kagak pernah ngalamin Ane Sis ngeri banget itu, kalo Ane cuma bingung kalo pas tidur siang bangun pas mau Magrib nah suasanaya kayak abis Subuh padahal mau Magrib. Dolo 2 kali kejadian, bangun langsung panik lari ke kamar mandi siap ke kantor. 2 kali pula dipergokin Bokap dan bilang "Rajin amat lu, Minggu2 ke kantor mana Magrib".
emoticon-Ngakak
BTW tu Warren kesian amat nasibnya Sis mana udah punya anak. Untung bisa sembuh (walau kayaknya masih kagok ya kalo denger suara keras), kalo dimari jantunfan itu anak-anak bocah pada maen petasan kagak tau waktu. Ampe Ane gedeg sendiri Sis (lha malah curcol emoticon-Hammer (S)).

Last but not least
Thread bagus lainnya dari Sis Mary.
emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Jombi emoticon-Matabelo
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Coba kalau si mister bonnet bikin penelitian lebih dulu (atau mengumumkan gejala yg dia ketahui lebih dulu), mungkin namanya Bonnet Syndrome. Secara tahunnya lebih awal si mister bonnet.. emoticon-Ngakak

Edit: Ternyata doi sudah melaporkan, tp kenapa namanya bukan Bonnet Syndrome ya? 🤔
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan kakekane.cell memberi reputasi
Diubah oleh iwakbandeng55
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lama-lama psikologimu terpengaruh hobi tontonanmu. Terlalu mendalami psikologi pelaku psikopat dapat membenarkan tindakan seorang psikopat ke depannya.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
serem2 ya penyakit kejiwaan. kl di sini ud dibawa k org pinter, dan hasilny kl g dblg kesurupan ya diguna2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Weks obatnya nonton kartun wkwkkww
Tapi ane akuin sih, nonton animasi itu bikin hidup lebih hidup. Dianey, dreamworks...magical banget film2 kartun ituuuu. Penuh makna dan moral juga. Jd ga sekedar cinta2an macem drakor.
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan servesiwi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Penyakit kejiwaan tanpa gejala awalemoticon-Takut
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Berarti selama ini ane pengidap penyakit ini toh...
emoticon-Cool
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Wah baru tau ada yang gini
berarti gangguan jiwa ini bisa disembuhin ya gan? emoticon-Bingung
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di