KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
PESAN DARI ARWAH PART 6 "TANGISAN"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62401f033ab9542b38718bcd/pesan-dari-arwah-part-6-quottangisanquot

PESAN DARI ARWAH PART 6 "TANGISAN"


 

 PESAN  DARI ARWAH
"TANGISAN"

(Fiksi Story By Devnov13)

PESAN DARI ARWAH PART 6 "TANGISAN"


  Karena dia selalu menyembunyikan kelebihanya itu. Sampai suatu ketika, kejadian mengerikan terjadi di sekolahnya.. 
  
   Pada saat sedang proses belajar mengajar, sekar dan teman-temanya berada di dalam kelas. Namun tiba-tiba saja terdengar jeritan dan teriakan dari arah belakang sekolah. Tepatnya arah kamar mandi sekolah. Seketika itu , guru yang mengajar di kelas Sekar keluar untuk mengecek apa yang terjadi.
 
  Sedangkan murid-murid yang lainnya di minta untuk tetap berada di dalam kelasnya. Setelah guru keluar, beberapa guru yang lain juga terlihat menyusul keluar untuk melihat keadaan. Namun para guru tersebut masih belum kembali lagi ke kelasnya, dan salah satu guru malah ada yang berlarian  minta pertolongan. Suara teriakan pun juga semakin kencang.
 
Salah satu murid dari kelas lain, yang penasaran. Terlihat dari kaca di dalam kelas Sekar, ikut ikutan keluar untuk melihat keadaan. Tiba-tiba murid yang penasaran tadi berteriak-teriak jika ada yang kesurupan di kamar mandi. Seketika itu semua murid langsung keluar dari kelasnya.
 
  Mereka semua termasuk Sekar menuju arah kamar mandi dan melihat murid yang kesurupan itu. Setelah sampai di kamar mandi, terlihat ada satu orang murid laki-laki, dan satu orang murid perempuan sedang kesurupan. Mereka berdua kesurupan di kamar mandi murid perempuan.
 
 Salah seorang guru mencoba untuk menenangkan mereka sembari membaca-baca do’a. Namun mereka masih tetap berteriak teriak. Bahkan pada saat kesurupan, murid laki-laki itu mencoba mencekek dirinya sendiri.
 
 Sebetulnya pada saat itu Sekar sudah mendapatkan gambaran apa yang sebenarnya terjadi pada kedua murid itu. Namun dia hanya diam saja karena takut orang disekitarnya tau tentang kelebihannya.
 
 Tapi tiba-tiba saja sosok yang merasuki murid perempuan itu menunjuk Sekar dan berkata.
 
 “Kamu sudah tau kan apa maksudku !! Aku akan membawa anak ini ikut bersamaku !!” ucap murid yang kesurupan itu.
 
 Seketika itu semua orang yang ada di situ menoleh kearah Sekar. Namun Sekar hanya diam dan menjauh dari dua anak yang kesurupan itu. Sebetulnya Sekar bisa menolong mereka berdua, namun karena Sekar tau bahwa guru-guru sedang memanggil Ustadz. Maka dia lebih memilih menjauh agar identitasnya tidak di ketahui.
 
 Tak lama Ustadz bersama guru lainya datang menolong. Pada saat itu mereka berdua memang agak sulit untuk disembuhkan. Namun akhirnya bisa juga. Setelah itu mereka berdua pingsan dan salah satu guru meminta beberapa murid untuk menggendong mereka ke UKS.
 
  Dan meminta semua murid yang menonton kejadian tadi masuk kedalam kelas. Akhirnya semua murid sudah masuk kedalam kelasnya masing-masing. Sementara itu salah satu guru bertanya kepada Ustadz tersebut sebenarnya apa yang terjadi kepada dua muridnya itu. Ustadz tersebut kemudian menjelaskan bahwa kedua murid itu sedang berbuat hal tak senonoh di dalam kamar mandi itu.

  Bahkan hampir saja mereka berdua akan bersetubuh di situ. Karena hal tersebut lah kemudian mengundang beberapa makhluk yang ada disitu untuk datang dan berniat membawa mereka ikut ke alamnya.
 
 Maka dari itu Ustadz meminta kepada guru itu, agar pengawasan murid murid di sekolah ini lebih di perketat lagi. Apalagi dilingkungan yang kurang pengawasan seperti kamar mandi, parkiran dan belakang sekolah. Karena rawan disalah gunakan oleh murid-murid.
 
  Setelah kejadian itu, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan dengan normal. Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Sekar pun bersiap untuk pulang. Setiap hari nya saat berangkat maupun pulang sekolah dia pasti berboncengan berdua dengan sahabatnya yaitu Niken.
 
  Meskipun Sekar tergolong anak yang berkecukupan namun dibandingkan naik mobil dan diantar supir, Sekar lebih memilih naik motor bersama Niken. Niken adalah sahabat Sekar sejak di bangku SMP sampai sekarang duduk dibangku SMA. Meskipun Sekar dan Niken tidak satu kelas, namun pada saat jam istirahat maupun main diluar sekolah mereka selalu bersama-sama.
 
  Diperjalanan Sekar dan Niken membuat rencana untuk belajar bersama dirumah Sekar. Rencananya belajar bersama akan dilakukan sehabis magrib dikarenakan Niken berencana sekalian menginap dirumah Sekar. Niken memang sering menginap di rumah Sekar. Kerena Sekar sendiri merupakan anak tunggal dan dia sering mengajak Niken untuk menginap dirumahnya.
 

 Tak terasa sudah sampai di depan rumah Sekar, Niken pun berpamitan kepada Sekar untuk langsung pulang. Sekar melambaikan tangan nya ke Niken, begitu pula sebaliknya. Lalu Sekar langsung menuju kearah dalam rumahnya.
 
  Sebelum memasuki rumahnya Sekar selalu tidak lupa untuk mencuci tangan dan kakinya dengan air  yang sudah di siapkan di luar rumahnya. Hal tersebut juga berlaku untuk setiap orang yang akan masuk ke rumahnya tanpa terkecuali.  Hal demikian selalu dilakukan agar rumah Sekar tidak dimasuki hal-hal yang negative.
 
  “Assalamualaikumm……. Ibuuu…bu…bu ibu...” Ucap Sekar memanggil ibunya.
 
Tak lama pekerja dirumah Sekar yaitu Mbak Yanti bergegas menuju kearah Sekar dan berkata.
 
“Bapak sama ibu sedang pergi Mbak Sekar” Ucap Mbak Yanti.
“Pergi Kemana ?” Tanya Sekar
“Saya kurang tau juga Mbak, tapi perginya sudah dari tadi. Kemungkinan sebentar lagi pulang” Jawab Mbak Yanti.
 
  Setelah mendengar jawaban dari Mbak Yanti, Sekar pun langsung menuju kearah kamarnya. Namun pada saat menuju kearah kamarnya dia sekelebat melihat sesuatu. Dia pun berhenti sejenak untuk melihat ke segala arah. Karena tidak ada apa-apa, dia melanjutkan Langkah kakinya menuju kamarnya.
 
  Namun baru beberapa Langkah dia berjalan, sesuatu itu pun muncul dan terlihat berada di bawah kolong meja vas bunga didekat kamar Sekar yang sedang duduk jongkok dan melihat kearahnya.
 
“Loh Tuyul !! kok ada tuyul dirumah ini. Gimana caranya dia masuk kesini ?! “. Ucap Sekar dari dalam hati.
 
  Seketika itu Sekar langsung menghampiri Tuyul itu dan mencoba berinteraksi denganya.
 
“Heh Tuyul, Ngapain kamu kesini ? Siapa yang bawa kamu ? jawab jujur ya ! Awas kalo bohong kamu ! kalo bohong, nanti saya bacain do’a, biar  kamu kesakitan.” Tanya Sekar.
 
 Tuyul itu pun menunjuk kearah salah satu pekerja dirumah Sekar yang saat itu sedang mengepel lantai. Pada saat itu Sekar langsung mendapatkan gambaran bahwa salah satu pekerja itu ternyata ketempelan Tuyul pada saat melawati salah satu rumah kosong di dekat rumahnya.
 
  Rumah kosong yang di lewati itu merupakan rumah bekas pesugihan Tuyul. Dimana karena pesugihan yang dilakukan itu beberapa anggota keluarganya meninggal karena dijadikan tumbal. Sedangkan anggota keluarga yang lain memutuskan pindah dari tempat itu. 
 
     Namun tidak ada yang tau nasib dari anggota keluarga yang pindah tersebut. Apakah masih hidup atau tidak. Sedangkan Tuyul yang ada di rumah Sekar ini, karena sudah ditinggal tuannya maka dia sedang mencari tuan yang lain untuk dilayani dan tentunya dengan perjanjian tertentu.
 
  Ketika Sekar sudah mengetahui asal dari si Tuyul, maka dia langsung saja meminta si Tuyul untuk pergi dari rumahnya. Namun Tuyul tersebut meminta syarat untuk diberikan susu maka dia akan langsung pergi.
 
  Tentunya hal tersebut membuat Sekar jengkel karena perbuatan memberikan apa yang di inginkan jin sama saja musrik. Dan itu semua hanyalah tipu daya semata. Langsung saja Sekar membacakan do’a untuk mengusirnya . Tak lama Tuyul itu pun pergi dan menghilang. Sekar kemudian langsung menuju kearah kamarnya untuk beristirahat.
 
Tak lama terdengar suara mobil dari arah depan rumah. Sekar yang saat itu sedang rebahan di kamarnya, menebak bahwa itu pasti mobil dari orang tuanya. Dan benar saja suara teriakan  ibu sekar memanggilnya.
 
“ Sekaaarrrr….ndok….sini dulu…” Panggil Ibunya.
“Sekarrr…penting…sini dipanggil ibu kok gak buru-buru datang to”. Panggil Ibunya kembali.
 
  Sekar yang mendengar suara ibunya memanggil langsung bangun dan menuju kerah suara ibunya. Pada saat sampai  ditempat ibunya memanggil, Sekar pun kaget karena ternyata Ibunya membelikan kebaya yang akan dipakai Sekar ke pernikahan pakde nya yaitu adiknya Bapak Sekar minggu depan.
 
  Sekar adalah anak yang sedikit tomboy jadi dia kurang suka jika harus memakai kebaya itu. Dia pun sedikit protes ke Ibunya dan memohon untuk tidak memakai itu. Namun karena Ibunya ngotot untuk meminta Sekar tetap memakainya, akhirnya dengan sangat terpakasa Sekar pun setuju.
 
   Tidak terasa waktu pun berlalu dan malam pun tiba. Setelah sholat magrib Sekar menelfon Niken untuk menanyakan apakah dia jadi untuk menginap di rumahnya. Dan tentu saja Niken jadi untuk menginap di rumah Sekar. Kemudian Sekar pun menutup telfonya, begitu juga Niken disana. Dan Sekar bergegas untuk menyiapkan berbagai  camilan dan minuman untuk disantap sembari belajar bersama Niken nantinya.
 
   Sementara itu dirumah Niken, dia yang sudah bersiap dan akan berangkat tiba-tiba saja ibunya melarangnya untuk pergi. Sontak saja Niken kaget dengan larangan ibunya itu. Karena sebelumnya Niken sudah ijin dan di ijinkan oleh ibunya. Namun tiba-tiba saja Ibunya melarangnya.
 
“Loh kenapa bu ? kan aku sudah ijin dari beberapa hari yang lalu, dan ibu pun juga sudah mengijinkan. Lagi pula aku juga sering to bu nginep dirumah Sekar !” Ucap Niken.
 
  Mendengar pertanyaan dari anaknya itu, Ibu Niken menjelaskan bahwa beberapa hari ini sedang ada teror begal di sekitar rumahnya bahkan ada warga yang meninggal karena dibunuh begal sadis itu. Apalagi di desa Niken dikelilingi oleh persawahan, jika sedang malam hari kondisinya sedikit gelap dan sepi. Ditambah lagi dengan terror begal ini warga disekitar tidak berani keluar rumah jika malam hari.
 
  Sehingga menambah kondisi sepi di desanya. Namun karena terlanjur sudah berjanji dengan Sekar maka Niken tidak mendengar perkataan ibunya dan langsung saja menuju kearah almari untuk mengambil kunci sepeda motornya dan langsung berjalan menuju kearah motor dan menaikinya kemudian berangkat menuju kerumah Sekar.
 
 Ibunya saat itu langsung berteriak-teriak memanggilnya untuk berhenti dan kembali. Namun tidak di gubris olehnya. Pada saat di perjalan yang masih disekitar pemukiman rumahnya, memang terlihat tidak seperti biasanya. Pintu-pintu yang biasanya masih terbuka sudah tertutup rapat. Toko dan warung yang biasanya masih ramai pengunjung pun juga sudah tutup. Pada saat itu dia sempat berfikir untuk kembali pulang, namun karena sudah terlanjur berjanji dan sudah ada di perjalanan maka dia merasa tanggung dan memutuskan untuk lanjut melajukan motornya.

 Tak lama diperjalanan Niken bertemu dengan dua orang laki-laki yang sedang berboncengan. Ternyata dua laki-laki itu adalah tetangga nya yang baru pulang dari bekerja dan sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.

"Ken....ken... berhenti dulu....". ucap salah satu laki-laki yang berada di boncengan belakang.
"Ada apa pak ?" Jawab Niken sembari memberhentikan motornya.
"Kamu mau kemana malam-malam begini, ayo balik kerumah !! ada teror begal lo, kamu tau Pak Yono kan ? dia di temukan meninggal tadi pagi di jalan persawahan sana. Kondisinya mengenaskan, dia dibegal !! orang orang gak berani keluar, begalnya belum tertangkap. ayo pulang ken !!". Ucap laki-laki itu.
"Bapak duluan saja, saya ada janji soalnya pak, monggo ". jawab Niken
 
  Dia langsung saja melajukan motornya meninggalkan kedua laki-laki tetangganya itu. Dan dia berkeyakinan bahwa dia akan baik-baik saja dan akan sampai dirumah Sekar dengan selamat. Setibanya dia di daerah jalan  persawahan itu, lampu jalan yang menyala, tiba-tiba saja mati. Deg…… jantungnya serasa berhenti, namun dia memberanikan diri untuk terus malajukan motornya. Namun tiba-tiba.............(Bersambung)

Nb. Link part lainnya : 

PART 1 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 1 )
PART 2 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 2 )
PART 3 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 3 )
PART 4 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 4 )
PART 5 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 5 "AKHIR" )

profile-picture
bukhorigan memberi reputasi
nice gan, dibikin index jgn pada misah.


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di