KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/622e98e4f656362d1a47bb84/the-phenomenal-killer-jack-the-ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper


The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Pada tanggal 31 Agustus 1888 jam 3.40 pagi, mayat dari seorang wanita yang bernama Mary Ann Nichols ditemukan di Buck's Row di daerah Whitechapel. Mayat tersebut ditemukan oleh seorang pria yang bernama Charles Cross ketika dia sedang berjalan di sekitar Buck's Row dan melihat sebuah buntalan di arah barat. Seorang pria lainnya yang bernama Robert Paul juga mendekati mayat yang ditemukan oleh Charles Cross. Polisi kemudian tiba di tempat kejadian. Mary Ann Nichols ditemukan sedang telungkup, lehernya ditebas, bagian perutnya dipotong, dan isi perutnya dikeluarkan. Kematiannya diperkirakan sudah berlangsung selama setengah jam, yang berarti si pembunuh masih berkeliaran di sekitarnya ketika Charles Cross menemukan mayat Mary Ann Nichols.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Pada tanggal 8 September 1888, mayat seorang wanita yang bernama Annie Chapman ditemukan di 29 Hanbury Street oleh seorang pria yang sudah tua yang bernama John Davis, yang menghuni sebuah gedung di jalan tersebut. Bagian tenggorokan Annie Chapman dipotong, dan bagian rahimnya diambil. Seorang ahli bedah polisi yang bernama Dr. George Baxter Phillips berpendapat bahwa, si pembunuh memiliki pengetahuan anatomi karena mampu mengambil rahim milik Annie Chapman.

Tanggal 27 September 1888, pihak Central News Agency menerima sebuah surat yang nampaknya berasal dari si pembunuh yang berisi,

Quote:


Surat tersebut tidak dipublikasikan hingga tanggal 1 Oktober 1888, dan banyak yang percaya bahwa surat tersebut dibuat oleh seorang jurnalis. Tapi terlepas dari itu, surat tersebut berhasil dipublikasikan di koran. Dan begitu muncul di mata publik, nama itu melekat, dan si pembunuh sejak saat itu terkenal dengan nama, Jack The Ripper.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Tiga hari kemudian pada tanggal 30 September 1888 jam 1 pagi, mayat dari seorang wanita yang bernama Elizabeth Stride ditemukan di Barner Street oleh seorang pria yang bernama Louis Diemschutz. Luka yang dialami oleh Elizabeth Stride hanya bagian lehernya yang dipotong. Hal tersebut memberi petunjuk bahwa si pembunuh sempat terganggu dengan kemunculan Louis Diemschutz. Elizabeth Stride dinyatakan sudah meninggal selama setengah jam ketika pemeriksaan dilakukan pada jam 1.15 pagi.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Hanya berselang 45 menit dari penemuan mayat Elizabeth Stride, sesosok mayat lain ditemukan di Mitre Square, sebelah barat dari tempat Elizabeth Stride dibunuh. Mayat wanita tersebut bernama Catherine Eddowes, dan dia merupakan mayat wanita kedua yang ditemukan dimalam yang sama. Tubuhnya dimutilasi secara parah termasuk di bagian wajahnya, bagian rahim dan ginjal sebelah kirinya juga diambil. Polisi mendapatkan sebuah petunjuk, yakni apron milik Catherine Eddowes yang berada di sekitar tempat kejadian. Apron tersebut ditemukan oleh seorang pria yang bernama Alfred Long di pintu masuk blok apartemen di dekat Goulston Street. Yang merupakan jalan terdekat di sebelah timur dari tempat kejadian pembunuhan terhadap Catherine Eddowes. Di dekat apron tersebut terdapat sebuah pesan yang ditulis oleh kapur yang bertuliskan,

Quote:


Sebuah pertanda sebagai anti-Semit yang menjadi hal umum di daerah tersebut. Namun, hal rinci paling krusial dari petunjuk tersebut adalah karena petunjuk tersebut ditemukan di sebelah timur dari tempat Catherine Eddowes dibunuh, mengarah ke tempat dimana Elizabeth Stride dibunuh, pembunuhan yang terjadi 45 menit sebelumnya. Hal tersebut bisa berarti bahwa si pembunuh memiliki keinginan untuk memasuki daerah yang cenderung dikerumuni oleh banyak polisi. Selain menunjukkan kemampuan si pembunuh untuk mengelak, juga memberi petunjuk bahwa si pembunuh tinggal di daerah London bagian timur. Dan bisa menjelaskan motifnya untuk memasuki situasi yang berbahaya.

Tidak lama, sebuah kartu pos diterima oleh departemen kepolisian yang bertanggal 1 Oktober 1888 dan ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai Jack The Ripper dengan tulisan tangan yang serupa.

Quote:


Pada tanggal 13 Oktober 1888, polisi menghabiskan waktu selama seminggu untuk melakukan penggeledahan disetiap rumah yang berada di daerah kumuh bernama East Densworth, tapi mereka tidak menemukan apa-apa. Pada tanggal 16 Oktober 1888, seorang pria yang bernama George Lusk menerima sebuah surat. George Lusk merupakan seorang kepala Mile End Vigilance Commitee, sebuah grup yang terdiri dari pebisnis-pebisnis lokal yang mendampingi polisi. Surat tersebut tertanda, "from hell". Surat tersebut dikirim bersamaan dengan sebuah paket yang berisi separuh ginjal manusia yang diyakini adalah milik Catherine Eddowes. Namun, hal tersebut ternyata adalah sebuah prank yang dilakukan oleh seorang mahasiswa kedokteran.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Sebulan kemudian pada tanggal 9 November 1888, sesosok mayat kelima yang merupakan korban kanonikal terakhir yang bernama Mary Kelly, ditemukan di ranjangnya yang berada di 13 Millers Court oleh asisten tuan tanahnya yang sedang mencari tempat untuk disewa. Pembunuhan terhadap Mary Kelly dianggap sebagai kejadian yang paling mengerikan karena isi perutnya dikeluarkan dan hampir dikuliti.

Tuan tanahnya sempat memberikan pernyataan,

Quote:


Beberapa pihak percaya bahwa korban yang dibunuh bisa sampai berjumlah 11 orang. Dengan teror Jack The Ripper yang merajalela, setiap orang akan bertanya-tanya apakah ada yang pernah melihatnya secara sekilas? Dan sepertinya orang-orang memang pernah melihatnya. Mereka yang percaya bahwa mereka pernah melihat Jack The Ripper berasumsi bahwa Jack The Ripper berusia antara 25-35 tahun, memiliki tinggi kira-kira 5'5-5'7 kaki, berbadan kekar, berkulit putih, dan berkumis. Dia juga terlihat mengenakan mantel gelap dan topi berwarna hitam. Tim The Scotland Yard's Violent Crime Command mengatakan bahwa Jack The Ripper, yang bisa disebut sebagai jelmaan setan, penampakannya bisa digambarkan sebagai seseorang yang sangat waras, sangat normal, namun mampu melakukan kekejaman yang luar biasa.

Sir Melville McNaughten yang merupakan kepala Criminal Investigation Department Scotland Yard yang menjabat pada tahun 1903, memiliki kecurigaan umum tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Dia mengetahui bahwa Jack The Ripper memiliki pengetahuan mendasar tentang anatomi yang menunjukkan kemungkinan bahwa si pembunuh adalah seorang dokter. Dan berdasarkan catatannya, Sir Melville McNaughten mengerucutkan daftar tersangkanya menjadi tiga nama. Namun, karena banyaknya tersangka dan banyak pihak yang merasa bahwa ketiga nama yang dimiliki oleh Sir Melville McNaughten bukanlah Jack The Ripper yang sebenarnya, maka akan disebutkan delapan nama yang berbeda.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Montague Johnson Druitt yang merupakan seorang pengacara yang mungkin memiliki paman dan sepupu yang berprofesi sebagai dokter. Diwaktu kematiannya, Montague Johnson Druitt diperkirakan berumur 40 tahun dan memiliki ketertarikan terhadap ilmu bedah. Dia diperkirakan tinggal bersama dengan sepupunya yang mempraktekan pengobatan di dekat daerah dimana pembunuhan Whitechapel terjadi. Dan sebulan sebelum korban kanonikal pertama ditemukan, ibunya menjadi gila dan Montague Johnson Druitt membuat sebuah catatan yang berisi bahwa dia merasa takut bahwa dia juga akan ikut gila seperti ibunya.

Dalam catatannya, Sir Melville McNaughten menambahkan,

Quote:


Montague Johnson Druitt menghilang dan ditemukan tewas empat minggu setelah pembunuhan terakhir terjadi. Mayatnya ditemukan mengapung di sungai Thames pada tanggal 3 Desember 1888.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Michael Ostrog merupakan seorang dokter Rusia dan seorang kriminal. Sebelumnya, Michael Ostrog pernah berada disebuah rumah sakit jiwa atas kecenderungan untuk membunuh. Sir Melville McNaughten dalam catatannya mengatakan bahwa Michael Ostrog tidak bisa memberikan alibi yang kuat tentang keberadaannya ketika pembunuhan terjadi. Pada akhirnya, Michael Ostrog tidak didakwa karena tidak ada cukup bukti yang menghubungkannya dengan kejahatan yang terjadi.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Aaron Kosminski adalah seorang penghuni di Whitechapel yang merupakan seorang Polandia dan Yahudi yang pernah menghabiskan waktunya di rumah sakit jiwa pada tahun 1889 setelah pembunuhan terakhir terjadi. Dia tinggal di rumah sakit jiwa hingga kematiannya pada tahun 1919. Aaron Kosminski dikenal karena kebenciannya terhadap wanita, terutama yang berprofesi sebagai prostitusi. Menurut Sir Melville McNaughten, penampilan Aaron Kosminski cocok dengan penggambaran polisi terhadap seorang pria yang berada di Mitre Square. Dimana pada malam itu terjadi pembunuhan ganda dan Jack The Ripper berperilaku zig zag dengan polisi.

Aaron Kosminski mungkin adalah nama yang terdengar umum karena baru-baru ini namanya disebut dalam sebuah buku yang berjudul "Naming Jack The Ripper". Dalam buku tersebut, penulisnya yang bernama Russel Edwards mengaku bahwa sebuah syal yang dibeli dari sebuah lelang mengandung bukti DNA yang membuktikan bahwa Aaron Kosminski adalah pembunuhnya. Syal tersebut dibeli atas dugaan karena ditemukan di tempat kejadian dimana Catherine Eddowes dibunuh, yang merupakan korban keempat Jack The Ripper.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Russel Edwards kemudian meminta pertolongan seorang Molecular Biologist yang bernama Jari Louhelainen yang bekerja di Liverpool John Moores University. Russel Edwards dan Jari Louhelainen percaya bahwa syal yang mengandung noda darah tersebut terhubung dengan Catherine Eddowes, berdasarkan perbandingan dari salah satu keturunannya. Mereka berdua juga mengaku bahwa air mani yang terdapat di dalamnya terhubung dengan kerabat Aaron Kosminski. Dengan penemuan tersebut, banyak yang merasa bahwa kasus tersebut ditutup, termasuk Russel Edwards yang mengatakan,

Quote:


Namun, banyak yang kecewa dengan Russel Edwards karena hal tersebut mungkin tidak terjadi. Ternyata Jari Louhelainen mungkin telah membuat kesalahan kritis dalam perihal tata nama. Ringkasnya, Jari Louhelainen mengidentifikasi mutasi DNA yang terdapat pada syal yang ditemukan dan kerabat Catherine Eddowes yang bernama Karen Miller. Mutasi tersebut diyakini bernama 314.1C, mutasi yang hanya ditemukan pada 1 dari 290.000 orang. Yang membuatnya memiliki kemungkinan untuk cocok. Namun, identifikasi tersebut dilaporkan tidak benar dan bukan 314.1C, melainkan 315.1C. Yang merupakan mutasi yang dimiliki oleh lebih dari 99% orang keturunan Eropa. Jadi pada dasarnya, jika mutasi DNA tersebut benar, maka siapapun bisa saja menjadi Jack The Ripper.

Selanjutnya, DNA Aaron Kosminski dihubungkan dengan syal yang ditemukan dengan menggunakan DNA Mitokondria, dan menggunakan subtipe yang jauh dari kata unik. Seorang Geneticist Inggris yang bernama Sir Alec Jeffreys yang dianggap sebagai "The Godfather" dalam hal sidik jari DNA, mengatakan bahwa bukti tersebut perlu ditinjau lebih jauh. Namun, belum ada bukti nyata yang diberikan. Selain itu, Jari Louhelainen belum mempublikasikan hasil temuannya ke dalam sebuah jurnal ilmiah dan dia juga menolak untuk menjawab pertanyaan dari media. Dengan demikian, hal tersebut membuatnya tidak mungkin untuk memverifikasi pengakuan yang berasal dari Russel Edwards dan dirinya, serta secara efektif akan melakukan hal yang justru sebaliknya.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Muncul sebuah teori bahwa Jack The Ripper adalah seorang wanita. Teori tersebut dikemukakan oleh para Ripperologist dimana mereka memanggilnya dengan sebutan Jill The Ripper. Teori tersebut merupakan dugaan dari sebuah firasat yang berasal dari Inspektur Abberline yang terkenal, yang menyebutkan bahwa ketika semua polisi sedang memburu seorang pria, mereka seharusnya juga mencari seorang wanita karena dia bisa menjadi The Ripper yang bisa menyelinap tanpa kecurigaan.

Seseorang menunjuk bahwa seorang bidan yang banyak dijadikan sebagai profesi oleh para wanita akan memiliki pengetahuan anatomi yang cukup, dan darah yang menempel pada pakaiannya tidak akan membuat mereka mengangkat alisnya. Namun meskipun demikian, hal yang harus ditunjukkan adalah bahwa semua kesaksian dari para saksi mata menunjuk pada perwujudan dari seorang pria.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Prince Albert Victor Christian Edward alias "The Royal Conspiracy". Teori yang menyebutkan bahwa Prince Albert adalah Jack The Ripper sering menjadi cemoohan, namun masih terus dibicarakan karena popularitasnya yang tidak biasa. Prince Albert dikenal sering mendatangi daerah-daerah dimana para korban Jack The Ripper ditemukan. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah kegiatan yang menyebabkan dia tertular penyakit sifilis yang menurut beberapa orang sudah membuatnya gila. Beberapa orang juga berpendapat bahwa kegiatannya tersebut mengakibatkan Prince Albert memiliki anak dengan seorang wanita lokal, dan Ratu Victoria menuntut agar semua orang yang mengetahui tentang anak tersebut untuk mengurusnya.

Selain itu, beberapa orang juga percaya bahwa kegilaan yang ditimbulkan oleh penyakit sifilis yang diderita oleh Prince Albert mendorongnya untuk melakukan pembunuhan itu sendirian. Ahli teori konspirasi percaya bahwa dia tidak pernah diketahui melakukan pembunuhan karena pihak kerajaan membantu untuk menutupi identitasnya. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, teori ini sebagian besar dianggap sebagai teori yang menggelikan karena tidak ada bukti substansial yang menunjukkan kredibilitasnya.

bersambung ke #2...

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Sekian, dan terimakasih.

*
*
*
*
*

sumber :



profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 7 lainnya memberi reputasi
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Seorang novelis kriminal sukses yang bernama Patricia Cornwell memberikan teori bahwa seorang pelukis yang bernama Walter Sickert adalah Jack The Ripper yang sebenarnya. Setelah membuat jutaan dalam novel kriminalnya, Patricia Cornwell telah menghabiskan waktunya untuk mengejar Walter Sickert sebagai Jack The Ripper. Pada tahun 2001, Patricia Cornwell telah menghabiskan uang sebanyak 2 juta pound untuk membeli 32 buah lukisan, surat, dan bahkan meja tulis milik Walter Sickert dalam sebuah aksi yang aneh, yang digambarkan oleh seorang kurator seni yang bernama Richard Shone sebagai kebodohan yang mengerikan.

Patricia Cornwell memenuhi National Treasure Nicholas Cage dengan memotong ke 32 lukisan untuk mencari petunjuk. Selain aksi tersebut, Patricia Cornwell juga mengklaim bahwa Walter Sickert terobsesi dengan Jack The Ripper dimana hal tersebut adalah benar. Walter Sickert mereferensikan Jack The Ripper dalam beberapa lukisannya, bahkan memberi judul pada salah satu lukisannya dengan "Jack The Ripper's Bedroom". Patricia Cornwell mengklaim sebuah lukisan yang menggambarkan posisi tubuh korban kelima, Mary Kelly. Dia juga mengklaim bahwa lukisan lain meniru penampakan luka wajah yang dimiliki oleh korban keempat, Catherine Eddowes.

Lalu ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa Walter Sickert juga melakukan cosplay dengan berpenampilan sebagai Jack The Ripper. Patricia Cornwell menolak anggapan bahwa Walter Sickert memiliki alibi bahwa dia sedang berada di Prancis diawal pembunuhan terjadi. Dia juga mengutip sketsa yang menempatkan Walter Sickert sedang berada di London disebuah ruang musik ketika tiga pembunuhan pertama terjadi.

Namun, bagian terbesar dari kasusnya adalah analisis dari seorang ahli makalah forensik yang bernama Peter Bower. Dia mengidentifikasi tiga buah surat yang ditulis oleh Walter Sickert dan dua buah surat yang ditulis oleh Jack The Ripper, yang berasal dari kertas buatan tangan yang hanya terdiri dari 24 lembar. Pada dasarnya, Walter Sickert dan Jack The Ripper keduanya memiliki kemungkinan untuk menulis surat pada setumpuk kertas yang hanya memiliki 24 lembar salinan yang relatif tipis. Sementara itu tidak diragukan lagi bahwa semua surat yang ditulis oleh Jack The Ripper belum dikonfirmasi keasliannya, dan hal tersebut merupakan sebuah bukti yang kuat.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Joseph Barnett dianggap mencurigakan karena dia tinggal bersama dengan korban kelima, Mary Kelly. Selain itu, Joseph Barnett juga pernah tinggal di sepuluh lokasi yang berbeda di London bagian timur, yang membuatnya memiliki pengalaman tentang daerah tersebut dan memiliki kemampuan untuk menavigasi setiap arah jalan. Joseph Barnett bekerja sebagai kuli ikan dan merasa jatuh cinta pada Mary Kelly.

Berdasarkan sebuah berita dari harian Daily Telegraph yang diterbitkan pada tanggal 10 November 1888, Joseph Barnett menganggap Mary Kelly sebagai istrinya, walaupun pada kenyataannya mereka hanya sebatas teman satu kamar saja. Joseph Barnett juga tidak menyetujui hidup Mary Kelly sebagai seorang prostitusi, dan dia berusaha untuk mencari uang agar Mary Kelly tidak berada di jalanan lagi. Joseph Barnett pernah mengungkapkan bahwa Mary Kelly tidak pernah turun ke jalan ketika dia sedang bersamanya.

Beberapa teori mengungkapkan bahwa Joseph Barnett melakukan pembunuhan yang pertama untuk menakuti Mary Kelly agar dia menjauhi jalanan. Hal tersebut berhasil untuk beberapa waktu. Namun, ketika Joseph Barnett kehilangan pekerjaannya, Mary Kelly kembali ke jalanan untuk melakukan akhir pertemuan. Kesulitan keuangan yang mereka alami sering membuat mereka bertengkar. Dan Joseph Barnett juga tidak menyukai kesukaan Mary Kelly terhadap minuman berjenis gin.

Sebuah pertengkaran terakhir memuncak ketika Mary Kelly membawa dua orang prostitusi yang berbeda, sebentuk perilaku yang tidak diterima oleh Joseph Barnett. Pertengkaran tersebut menimbulkan kekerasan, bahkan sempat memecahkan kaca jendela. Tidak lama setelahnya, Joseph Barnett keluar. Dan sepuluh hari kemudian, Mary Kelly ditemukan tewas di ranjangnya. Setelah pembunuhan terjadi, Joseph Barnett menjalani interogasi yang dilakukan polisi selama empat jam, namun pada akhirnya dia dibebaskan.

Merasa pernah tinggal di tempat dimana Mary Kelly dibunuh, Joseph Barnett akan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang persoalan rumah tangga, termasuk tentang bagaimana membuka kunci pintu dari luar. Dia juga mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Mary Kelly dan bentuk-bentuk kecenderungan yang dimilikinya. Hal rinci yang didapatkan di tempat kejadian menunjukkan bahwa Mary Kelly dibunuh ketika dia sedang tidur, dan dia dibunuh bukan oleh orang asing yang dia undang untuk masuk ke dalam kamarnya. Baju-baju miliknya dilipat secara rapi di atas ranjangnya, seolah-olah bajunya dilepas dengan cara yang biasa. Dan ketika dibunuh, Mary Kelly sedang mengenakan sebuah gaun malam.

Sebagai seorang kuli ikan, Joseph Barnett dianggap memiliki pengetahuan anatomi yang kasar. Dia dikenal sebagai teman dari Mary Kelly, dia juga menjadi seseorang yang diketahui oleh para prostitusi lokal, yang memungkinkannya dengan mudah untuk melakukan serangan secara tiba-tiba. Dilaporkan, sebuah koran yang terbit pada saat itu menyatakan bahwa teman-teman Joseph Barnett memanggilnya dengan sebutan "Jack". Dia juga memiliki kecocokan dengan gambaran fisik dan profil psikologis dari Jack The Ripper yang dilakukan oleh FBI. Dan pada akhirnya, si pembunuh berhenti melakukan pembunuhan setelah dia membunuh Mary Kelly. Setelah kematian Mary Kelly, Joseph Barnett tidak lagi memiliki alasan untuk membunuh karena kekasihnya, dimana dia berusaha untuk menjauhkannya dari jalanan, sudah tewas.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

James Maybrick merupakan tersangka yang paling populer di dalam casebook.org, sebuah situs yang dipersembahkan bagi Jack The Ripper dan sebuah tempat bagi para Ripperologist untuk bekerja sama memecahkan kasus tersebut.

Kematian James Maybrick bertepatan dengan berhentinya pembunuhan yang dilakukan oleh Jack The Ripper, karena dia meninggal setahun setelah pembunuhan terjadi. James Maybrick merupakan seorang pedagang kapas kelas atas yang tinggal disebuah hunian yang bernama Battlecrease House yang terletak di Liverpool. Sebagian menganggap hal tersebut sangat detail, karena banyak yang merasa bahwa Jack The Ripper hanyalah seorang penduduk lokal yang tidak termasuk dalam kalangan kelas atas. Namun, perlu diketahui bahwa semua pembunuhan terjadi diakhir minggu. Hal tersebut menjadi alasan bahwa pedagang kapas yang kaya akan memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan diakhir minggu. Dan penting untuk diketahui bahwa James Maybrick memiliki keuntungan untuk tidak melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang tinggal di daerah yang sama dengannya.

Hal yang membuat James Maybrick menjadi tersangka yang populer adalah karena banyaknya anggapan bukti fisik terbesar yang menghubungkannya dengan kejahatan yang terjadi. Bukti fisik tersebut adalah sebuah buku harian yang ditemukan di bawah papan lantai di dalam hunian yang dimiliki oleh James Maybrick. Buku harian tersebut tertanda,

Quote:


Dikabarkan, di dalam buku harian tersebut dituliskan detail yang mendalam tentang pembunuhan yang terjadi. Sebuah tes ilmiah telah dilakukan sebagai bentuk dukungan atas keasliannya, dan sekaligus memberikan konfirmasi bahwa buku harian tersebut tampak cocok dengan era pembunuhan yang dilakukan oleh Jack The Ripper.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

Buku harian tersebut ditemukan oleh seorang penjual besi tua yang bernama Mike Barret. Dia mengaku bahwa sebenarnya dialah yang memfabrikasi buku harian tersebut hanya untuk menarik kembali pernyataannya. Dia melakukannya karena dia tidak menginginkan sebuah publisitas ketika dia mengalami pernikahan yang gagal.

Beberapa sumber mengatakan bahwa buku harian tersebut jatuh ke tangan Mike Barret karena diturunkan oleh berbagai generasi keluarga. Sementara sumber lain mengatakan bahwa Mike Barret menemukannya sendiri, atau rekan Mike Barret yang menemukannya dan kemudian memberikan buku harian tersebut kepadanya karena mereka mengetahui tentang Mike Barret sebagai seorang calon penulis. Namun selain itu, jika buku harian tersebut benar-benar ditemukan di bawah papan lantai hunian milik James Maybrick, kemungkinan besar dia adalah Jack The Ripper.

Setelah penemuan buku harian tersebut, sebuah jam saku emas juga dilaporkan sebagai bukti potensial keberadaan Jack The Ripper. Pada jam tangan tersebut terdapat inisial dari lima korban kanonikal. Selain itu juga terlihat goresan frasa, "Saya Jack", dan juga, "J. Maybrick". Goresan frasa tersebut dianalisis melalui mikroskop elektron oleh Dr. Stephen Turgoose yang menunjukkan bahwa goresan frasa tersebut tidak dilakukan di jaman modern. Seorang dokter yang bekerja di Interface Analysis Center Bristol University yang bernama Robert Wild menyimpulkan bahwa goresan tersebut bisa terbilang sangat tua, dan tentu saja bukan baru dilakukan, tetapi sulit untuk memastikan kapan goresan frasa tersebut dilakukan.

Jam saku yang dipajang disebuah toko perhiasan Liverpool dan dijaga oleh seorang penjaga yang bernama Elbert Johnson tersebut bertahun 1846 dan dibeli seharga 225 pound. Namun, mengingat persoalan yang rumit yang muncul dalam hal bukti dan lokasi tempat tinggal James Maybrick yang jauh dari lokasi kejahatan, adalah hal yang dapat dimengerti jika James Maybrick diragukan sebagai Jack The Ripper.
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
Selama lebih dari 100 tahun, misteri kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Jack The Ripper terus-menerus memberi kesan membingungkan dan membuat marah publik karena hingga saat ini masih belum ditemukannya bukti yang mengarah pada sebuah kebenaran. Namun, mungkin suatu hari kita akan memiliki cara untuk memecahkan kejahatan tersebut. Atau mungkin kasus yang terkenal tersebut akan tetap menjadi sebuah misteri dari waktu ke waktu, dan pertanyaan yang sama akan terus berlanjut, siapakah Jack The Ripper yang sebenarnya? Dan untuk saat ini, kasus tersebut masih belum terpecahkan.

The Phenomenal Killer, Jack The Ripper
The Phenomenal Killer, Jack The Ripper

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mbahgugel dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Diubah oleh marywiguna13
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Jack, nama itu banyak di pakai oleh orang orang di Negara barat, sama seperti Joko (semisal) di negara kita, jadi bisa saja Jack sendiri bukan nama asli dari si (para) pelaku, mungkin nama aslinya jauh dari kata keren, makanya dia ambil nickname Jack yang mungkin pada saat itu lebih "keren" emoticon-Big Grin

Nice trit sist Mary emoticon-Kiss (S)
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
jack the stripper,sampe sekarang masih misteri
profile-picture
pt.dln memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pembunuh paling legend ini mah.

Dan denger denger jadi inspirasi bagi pembunuh pembunuh lain setelahnya
profile-picture
profile-picture
heriota dan pt.dln memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
emang rumornya keluarga royal terlibat, makanya dibiarin aja
ngga diusik usik

emoticon-Matabelo
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Sudah sering baca kisah Jack The Ripper tapi baru ini dapat cerita komplitnya. Serasa membaca novel detektif. Nice sis...
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
ane juga sering nih dengar namanya
Kejahatan
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Legend ini

Kemungkinan jack the ripper adalah psikopat, jenius (biasanya pejabat penting), dan bukan 1 orang yg kebetulan dengan minat/hobby yg sama

Sehingga sulit dilacak karena pembunuhannya dilakukan tanpa motif
Disebut pada korban ada tanda bahwa pelaku memiliki pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia. dari deretan tersangka ada juga disebut seorang kuli ikan termasuk diantaranya.  kalau tukang daging biasa potong sapi semisal dirasa lebih masuk akal. kuli ikan lompatnya ke anatomi tubuh manusia sepertinya kelewat jauh. Jaman dulu untuk menggapai gelar akademik apalagi bidang kedokteran yang dirasa begitu menunjukkan prestise dirasa masih didominasi kalangan atas. sementara pelaku seperti menyimpan kebencian tersendiri terhadap kaum pelacur. jika ditarik benang merah antar keduanya berasa mengerucut pada istilah penjahat aristokrat.logika sederhananya dirasa demikian. pelacur sejak dulu sering dianggap penyakit masyarakat. tercipta dari kondisi kemiskinan. atau berdampingan dengan realita kehidupan kelas bawah. meski dari kalangan atas juga ada. sementara tugas dan panggilan dokter adalah mengobati penyakit (bisa fisik atau kejiwaan) namun sebagai penyakit sosial bahkan pejabat pemerintah pun belum tentu bisa melakukan. maka juga ditempuh jalan lain untuk menyingkirkan. entah memang juga kelewat sederhana dasar pemikirannya. namun ketika awal mula mengenal legenda Jack The Ripper di masa kecil dahulu sudah terpatri dalam benak sendiri imaji sosok pembunuh yang berlatar dari kalangan atas. setidaknya media  cenderung menggambarkan demikian.saat itu mungkin upaya penyidikan belum semaju sekarang yang pakai teori DNA segala. faktanya hingga belakangan ini film animasi juga marak dibuat di jaman modern imaji bahwa Jack The Ripper adalah sosok penjahat kelas atas (plus kemungkinan berkepribadian ganda) tetaplah dipertahankan. dan dirasa juga bukan hal kebetulan adanya



Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di